Showing posts with label weekend. Show all posts
Showing posts with label weekend. Show all posts

03/09/2019

on trying to navigate the world

source

My end of week check in:


I feel tired yet satisfied. Beberapa 'agenda' berhasil terlaksana: makan bareng keluarga buat ngerayain ultah nyokap, nganter Bumy kejuaraan taekwondo, plus ngemol. Gue juga cukup bangga sama so-called pencapaian gue untuk makan lumayan bener minggu ini. Junk/fast food sangat terminimalisir, dan gue bisa maksain diri untuk mengonsumsi salad dan buah tiap hari. Yay me!

I need more time to just be alone and read but at the same have my kids around me, taken care of, preferably by the husband. That's precisely the ideal condition I'm craving, haha. Gue butuh dukungan buat narik napas dan leyeh-leyeh sejenak. Did I get that? Well, Adit facilitated it, sih. Pokoknya bocah-bocah dia yang ajak main keliling kompleks sampai suapin kalo bisa. Tapi emang minggu ini Sam bolak-balik demam dan batuk-batuk sampe muntah. Gue harus bawa dia kontrol cek darah dan inhalasi sendirian di hari kerja. Capek jiwa raga. Karena sepanjang malam juga bocah tidurnya nggak tenang; setiap 15 menit nyari nenen, rasanya. Udah mao gilaaaa hamba. 
Mencoba mengulang mantra yang dikukuhkan di awal minggu "that not everything will go my way, but I am flexible." 
Did it work? Yaaahh... kaya gak tau gue aja xD

It's also kinda hard to be emotionally present for the kids saat suasana lagi rungsing seperti itu. Guess I need to sharpen my emotional maturity for this issue. 

I forgive myself for lagi-lagi not having another family meeting. Lagi-lagi for not reading let alone finishing that book. Lagi-lagi myself for still nggak-sesabar-itu ke Bumy kalau lagi kzl :(( 

I celebrate pengalaman pertama Bumy ikut kejuaraan taekwondo fighting. It was scary as hell for him and for me. Tapi dia berani. And that rocks. I made sure I showed him the appreciation, semoga ngasih sesuatu yang positif ke hatinya.

I release kengototan gue to have everything worked out perfectly. 

I trust this process. This journey. Gue bisa lebih baik sama diri sendiri dan anak-anak dan keluarga. I'm on my way.

27/08/2019

begin again

hey there, blog. 

beberapa waktu lalu gue menemukan semacam konsep meregulasi emosi berupa start of the week check-in dan end of the week check-in. visualnya dibuat dengan sangat ciamik oleh akun Instagram @heyamberrae. 



ini sejalan dengan konsep agile, sih. seperti tertuang di agile manifesto, 
"At regular intervals, the team reflects on how
to become more effective, then tunes and adjusts
its behaviour accordingly."
atau dengan kata lain, kalau hidup berbasis prinsip agile, kita perlu sering melakukan refleksi agar tau perubahan apa yang diperluin untuk mengimprove hidup kita. 
nah, karya visual ini sepertinya bisa ngebantu gue buat introspeksi diri. melihat ke dalam. bertanya ke dalam. harapannya sih supaya bisa kemudian ngerencanain perbaikan yang gue rasa diperlukan. 

yiuk dimulaai. 

My #1 priority this week is...
makan lebih bener. lebih bersih. lebih sehat. 
di minggu malam lalu, yang bertepatan dengan akhir dari minggu ketiga agustus, gue siap-siap bobok dengan kondisi begah sesudah menyikat seporsi ayam geprek bensu. 
dan ini bukanlah kejadian spontan semata. sepanjang weekend itu, gue udah mengonsumsi burger, ayam goreng, dan seperangkat hidangan fast food dari mcd, burger king, carl's jr, you name it. bahkan bukan di minggu ini saja gue rajin mengonsumsi fast/junk food; it's been going like this for yearssss.
padahal gue udah tau benar dari hasil medical check up kalau nilai kolesterol gue jelek. dan gue juga udah paham sekaleee kalau makanan berlemak minim serat semacam itu nggak baik untuk badan berusia 35 tahun gue ini. 
but I just keep consuming them. simply because they're fast, and easy. 
cepet kenyang, cepet puas, enak, dan mudah didapat. 

menyadari kalau dosa-dosa akibat makan dengan sembrono udah semakin menumpuk, malam itu gue semacam berjanji sama diri gue kalau "besok gue akan makan dengan lebih bener!" 
dan pencapaian terbesar gue SEJAUH INI (tolong dinotis kalau ini baru hari selasa pagi. yang berarti kurang dari 2 x 24 jam berlalu sejak sumpah tersebut terucap, haha!) adalah berhasil gak makan pakai nasi tadi malam. 
lalu pagi ini gue berhasil sarapan ala-ala my favorite content creator @congcongh pakai buah, greek yogurt campur granola dan brown sugar. tak lupa ngebekel homemade sandwich. ala-ala indeed, but I feel kinda great that I could do some change. meskipun (masih) sedikit hahayy. 
perjuangan kita masih berat, diriku!

I want to do less...
mbak Amber ngebantu untuk menjawab ini dengan pertanyaan tambahan: ada nggak hal-hal yang gue iyakan/lakukan padahal sebenernya gue nggak mau-mau amat? atau justru ada hal-hal yang gue lakukan tapi nggak berdampak apa-apa ke diri, atau simply nggak ngebantu mencapai goals gue?
hmm.. apa ya? 
yang saat ini kepikiran sih, I want to do less looking at my phone saat lagi sama anak-anak. 
hal lain yang selalu ada di wishlist untuk dikurangi adalah ke-moody-an diri ini. gampang banget ketenangan jiwa ini "terampas" sama hal-hal yang wajar terjadi di dunia. supir salah belok lah. ada barang ketinggalan lah. janji dibatalkan sepihak lah. just normal, duniawi, stuff kan padahal. 

next, I want to do more...
pastinya more clean eating. dan untuk mencapai itu, gue perlu lebih berKOMITMEN dan meluangkan waktu untuk bikin makanan sendiri di rumah
jika bisa dipersempit lagi ranah jawabannya, maka gue perlu tanyakan ke diri: apa aja hal-hal yang membawakan perasaan fulfillment dan joy buat gue? and how can I do more of that?

weekend lalu gue merasa cukup bangga dan puas sama diri sendiri, karena rencana-rencana yang disusun alhamdulillah bisa terlaksana. mulai dari nongol absen mingguan ke rumah nyokap, nganter Bumy tampil di konser dengan kostum lengkap dan on time, berhasil mampir ke rumah Nup (SainsOtakAnak.id) sekaligus mengikuti workshop nan sangat kaya manfaat berjudul "Apa yang Penting di Usia Dini vs Neuromyths dalam Parenting." bahkan dapet bonus sepulangnya dari workshop tersebut, kita bisa singgah di mol baru yaitu TransMart Cibubur, hahaha. 
meskipun sebelum menjalani weekend ini kita nggak pakai kegiatan family meeting seperti biasa, sih. Bumy sampai request, "ma kapan nih kita family meeting?" duuh. ini harus banget masuk ke kategori "more." more family meetings!
gue juga pengen lebih emotionally present saat lagi sama anak-anak, salah satu caranya ya dengan mengurangi distraksi hengpon tadi. mungkin ragam aktivitas gue sama anak-anak juga perlu lebih direncain, sih, since I'm an OCD yang nggak paling nggak tahan liat waktu terbuang "percuma." 
balik lagi, caranya lewat family meeting. buat si bayi, gue pengen lebih banyak reading aloud ke dia. buat yang gede, gue pengen sesi nonton berdua kek, atau ngerjain soal matematik berdua hahaha. 

This week, I want to feel...
powerful. confident. and satisfied. 

To feel this way, I will..
berusaha konsisten melakukan hal-hal yang baik buat diri, secara fisik dan mental. 
gue juga akan lebih milih baca buku dibandingkan melototin hengpon (the root of all evil di duniaku). harapan gue adalah bisa kelar satu buku lagi minggu ini.

If I get stuck, I'll remember..
that I can deal with this too even though I prefer something else to happen. 
that not everything will go my way, but I am flexible. 
that I will breathe, I will think of solutions. 

Bismillah.
how about you, o readers?


more of this, too!

di Ruang Komunal Sains Otak Anak Indonesia

04/04/2019

fana merah jambu

I thought I would start blogging again.
tapi setelah dipikir lagi, lebih nyaman berbicara, berpikir, beropini sendiri dulu.

dari semalam gue sudah tergerak ingin ngeblog lagi. well, gue selalu memperlakukan blog bak diary yang terpublikasi, jadi ya isinya seputar kehidupan sendiri aja. belum ada hal-hal yang berharga buat masyarakat untuk dishare. hehe. 
it feels so different, menulis untuk diri sendiri dan menulis untuk dibaca orang lain (selalu ada harapan untuk itu). 

saat ini gue mau nulis hal-hal yang I'm feeling excited about saja. setelah sebelum-sebelumnya resah dan mengeluh.
  • Sam oh Sam
sekarang bayi ini akan berusia 16 bulan in just a few days. and he makes me more and more in love everyday. 
ternyata begini ya rasanya sama anak kedua.. lovvvveee melulu. 
bedanya sam sama bumy banyak, terlepas dari mukanya yang 89% copy-paste. satu hal yang jelas banget sih dari segi perkembangan fisik. motorik kasarnya cepet banget berkembang. dia bisa jalan di usia 10 bulan (kalau gue nggak salah inget yak), jauh lebih cepet dibanding bumy yang baru berani jalan di 14 bulan. gue menebak faktor nurture berperan besar dalam hal ini. 
dengan sehari-hari berada di daycare, sam punya banyak contoh hidup untuk ditiru, yaitu anak-anak yang lebih besar dan lebih jago kemampuan fisiknya. selain itu, di daycare nggak ada yang sedikit-sedikit parno melarang berlebihan (like me or my mom). 
tidak berapa lama setelah bisa jalan, tau-tau dia udah nyoba manjat tangga di rumah sambil merangkak sendiri. lalu sekarang dia udah bisa naik tangga dengan gaya tangan pegangan ke handle tangga. main bolanya juga jago bener (I got no comparison for this, cuma takjub aja liat dia bisa ngejar-ngejar bola heboh). bahkan sekarang dia udah bisa dong jalan sambil bergaya pura-pura nendang bola. yaampun BAYI. 

waktu kita lagi main di rumah debi, anak-anak cowok besar 'kan pada main sepeda. mungkin drive terbesarnya sam 'ni rasa nggak mau ketinggalan hype. FOMO gitu. jadi dia belagak bisa riding the bike juga, sok-sokan ngegowes padahal belum lancar dan harus didorong juga supaya bisa maju *gudlak pinggang bapaknya.  

ada hal yang menurut gue kocak banget. saat weekend kemarin, gue ngajak bumy bikin telor dadar di rumah. bumy lalu berdiri di atas dingklik untuk belajar cara memutar kenop kompor, sebelum memasak si telor dadar. 
gak lama, saat semua sibuk dengan urusannya masing-masing, gue bingung nyariin sam. yes di rumah yang seuprit itu. tau gak gue temukan dia di mana? lagi berdiri di atas dingklik yang sama which is di depan KOMPOR, sambil berlagak muter kenop kompor juga!!!1!11
antara worry dan terkejut ku melihatnya! astagaaa bayi ini cepet banget nirunya. 

ada juga momen meniru kurang positif lain, yaitu gara-gara gue suka ajak sam nungguin bumy ekskul taekwondo, dia jadi suka belagak nendang, dong, meski sambil becanda -__-  

di satu sisi, daycare sangat ngebantu untuk stimulasi sih. tanpa gue perlu repot bereksperimen, sam tau-tau udah minta makan pake tangan sendiri (menjumput) dan kemarin minta pake sendok sendiri. 
semoga nanti pas toilet training aku pun terbantu!

masih soal perbedaan, yang cukup njomplang adalah kemampuan sam ngomong, yang justru lebih lambat berkembang dibanding bumy. kosakata sam belum banyak nambah, babbling ngoceh gak jelas sih sering, tapi belum mau ngelengkapin suku kata gitu lho. misalnya kita bilang "sa..?" dia gak mau jawab "tuu." bapaknya masih dipanggil mama. kalau mau apa-apa bilangnya "mamammamamma." mamak tau sih kamu tjinta banget padaku, sam, tapi MBOK YA. 

perbedaan lainnya yang mencolok adalah bumy suka banget (diajak) kelayapan, sementara sam nggak. 
ughh cukup menjadi ujian menahan nafsu kelayapan buat gue. sam bisa cranky kalau belum terpenuhi jatah bertemu kasurnya maksimal di jam 7-an malam. dia juga suka banget gegoleran main di kasur kalau siang hari libur. dikit-dikit nenen, dikit-dikit molor sambil pelukan. walhasil setahun belakangan ini gue udah hampir nggak pernah kelayapan impromptu di malam hari. nggak kayak dulu yang tau-tau bisa nyangkut nongkrong di mana. hmm pernah sih ada anomali sekali, yaitu saat kita dadakan main ke Ikea di suatu jumat malam. dan ini berhubungan sama poin berikutnya yang membuatku excited akhir-akhir ini...

  • mulai dikit-dikit bebenah rumah lagi
bukan beberes maksudnya, kalau itu sih udah fardhu 'ain. tapi mulai bebenah rapihin interior rumah. 
yang pertama kepikiran untuk dirapihkan adalah study room yang duluuuu saat awal merenov rumah sudah dirancang, tapi belum terwujud juga. 
jadi pada suatu jumat malam, dengan agak impusif kita mampir ke Ikea. harapannya bisa dapat inspirasi model ruangan. 

so this study room makeover became my little project these last few weeks. 
gue pun mulai donlot-donlot app buat desain rumah. yang bolak-balik diakses tuh Pinterest, Ikea Store sama Room Planner. bahagia ey bikin-bikinnya. 


the vision on Room Planner
the realization, don't have much to complain though <3
insya Allah kalo ada rezeki maunya sih ngeberesin ruangan lain di rumah. 
pengen ngecat rumah, ganti sofa, benerin halaman belakang, ngisi kamar anak, plus beberapa furniture yang udah lama masuk ke wishlist. pelan-pelan layaaa, little little we can. 

  • soal si anak sulung
baru kerasa lho... kalau gue udah sangat sangat "menjauh" secara jiwa dari dia.
yes I'm admitting it. 
teringat dulu bu alzena menegur gue untuk be present saat bersama anak... i can recite it by heart, tapi hal tsb belum jadi respons alami gue. hiks. semakin gue menyadari kalau gue adalah multitasker yang cukup buruk. it's hard enough to concentrate to a baby, let alone that plus an almost-teenager. 
dan semua keriweuhan urusan membesarkan bayi ini, membuat gue gak bisa melihat bumy dengan lebih 'jelas.' 
all I see is his mistakes, his tingkah-polah yang nyebelin dan usil. 
and all I do is responding it with anger. 
gosh....
tapi Allah Maha Menunjukkan jalan keluar... alhamdulillah lewat satu demi satu kejadian yang tersaji, gue dipertemukan dengan orang-orang yang bisa membantu. orang seperti Nup, salah satunya. gosh, I have so much to tell about her. I learn so much from her! salah satunya gimana mengenal dan melihat anak the way they are. menurut Nup, mengenali apa masalahnya aja udah bisa menjadi pembuka jalan. I realize I need to do better parenting. 
penerang jalan lainnya berupa kelas pendidikan dari Rumah Inspirasi. again, I have so much to tell about these inspiring classes. 
tapi menimbun ilmu tiada artinya kalau nggak dipraktekin, ya 'kan. 

  • MRT
Jakarta akhirnya punya MRT!!!
ya Allah gak pernah terbayang akhirnya gue melihat dengan mata kepala gue sendiri infrastruktur tsb terwujud!
gue masih bisa mengingat jelas suatu momen di tahun 2005 saat gue masih bolak-balik mencari nafkah di sudirman and I felt so disgusted, and desperate about the city. I love the city so much it sickened me to see mereka yg diamanahi untuk mengurus kota ini gak terasa dampak kerjanya. trotoar yang buruk. halte yang kotor dan rusak. kemacetan di jam kerja yang membuat putus asa. 




sekarang semua isu itu masih ada, tapi I can feel better knowing ada pak Jokowi yang BEKERJA untuk gue, keluarga gue dan uang pajak yg sudah disetorkan. haha ini maksudnya bukan buat kampanye terselubung (is it?) tapi semata-mata apa yang gue rasakan. 
I was holding back tears saking terharunya saat pertama kali menjejakkan kaki di MRT station di Jakarta. segitunya indeed! 
yes I got emotional... orang indonesia totally deserve itttt, sejak bertahun-tahun lalu bahkan. sadarkah betapa beruntungnya kita ada pemimpin yang segitu getolnya pengen membangun bangsa ini... Kiti told me, bahwa salah satu orang yang dinaungi Allah SWT di hari akhir adalah pemimpin yang adil. I truly hope that Jokowi will be one of them. 

  • hmm what else? oh, our weekends with Palem family and my spontaneous lunch dates with Kiti
sejak abah Venda mulai kuliah s2, otomatis di hari sabtu si bunda Debi dan Abhi nganggur aja di rumah. kita yang hobi kelayapan ini pun kerap kali menculik mereka. minggu lalu kita sarapan sop buntut mak emun jauh-jauh ke Bogor. dari situ lantas nemenin abhi kontrol dokter di KMC, lalu mengganjal perut lagi ke Siku (Dharmawangsa). makan, makan, makaan. malamnya geng Palem nginap di Ciganjur. seneng aja ngumpul ngariung gini. semoga rencana liburan bareng bisa terwujud, nih... 


gosh I look so much like her ELDER sister
sop buntutnya bikin bunda merem-melek
our meetup sessions should be called detoxing. honestly.
well, setelah menulis berpanjang-lebar, sepertinya tulisan ini akan gue muat di blog. 
can't tell exactly why. mungkin hati ini kembali mengenali blog sebagai rumah menyampah yang cukup nyaman.   

and it's glad to be back. ihiy. 

20/11/2016

now my heart is...

hello, blog!

rasanya seneng banget bisa duduk manis sambil ngetak-ngetik di ranjang, dalam kondisi udah mandi di jam 8 Minggu malam. alih-alih sedang kelelahan setelah berjibaku dengan jalanan seperti biasanya. 
di luar abis ujan seharian pula. I can't even describe how "full" my heart feels right now. alhamdulillah.... 

weekend ini terlalu menggembirakan. honestly. 
kemarin kita 'sukses' menggelar acara syukuran super-sederhana dalam rangka ulang tahun Bumy. mungkin udah 3 tahun sejak gue mau berepot-repot bikin acara dalam rangka merayakan ultah Bumy, dan tahun ini pun awalnya nggak mau bikin apa-apa. apalagi di sekolah Bumy sekarang nggak boleh ada perayaan ultah dengan cara bagi-bagi goody bag - which I'm thankful for! - yang juga menjadikan semakin nggak ada 'motivasi' eksternal bagi gue untuk ngerayain, hehe. 

agak merasa bersalah sih sama Bumy.. karena waktu gue kecil dulu nyokap bikin perayaan ultah gue setiap tahun selama gue di SD. ya cuma pesta kecil-kecilan, tiup lilin sambil ngundang anak tetangga, but I remembered feeling very happy. 

tapiii.. beneran deh, secara gue ini emak pemalas, gue merasa kurang ada meaning-nya berepot-repot bikin party bertema ini-itu. untungnya di montessori ada tradisi commemorating ulang tahun yng disebut Birthday Walk (yang nggak ada hubungannya dengan selebrasi dan parti-parti), jadi at least setiap anak nggak akan merasa terlupakan di hari ultahnya. 

sampai sekitar sebulan lalu terlintas di pikiran, gimana kalo tahun ini kita ajak bumy berbagi kebahagiaan sama anak-anak di panti yatim? this idea is kinda new, and strange, for us, but maybe we needed to try it out. 

yaudah deh gue mulai pelan-pelan eksekusi (asli, pelaaan banget progressnya), mulai dari belanja goody bag, pesen bento (dua hal ini sangat sangatttt dibantu sama Bundo Rahma kesayangan), trus ngatur waktu sama pengurus yayasan. kue ultah Adit yang pesen ke Barska Cakes yang emang udah jadi 'langganan' tiap ada acara di kantornya. 

bersama bundo dan Azka setelah belanja printilan goody bag di Depok hehe

mendekati hari H, baru kepikiran buat bikin semacam stiker logo ultah kali ini, buat ditempel di bungkus bento, gitu. jadilah gue minta tolong sama temen kantor yang andal di bidang per-PPT-an (not gonna mention his name for I'm afraid it would ruin his "credibility" xD). alhamdulillaah banget, semuanya dimudahkan. 
it was indeed a new experience for us... and how did it feel?
ternyata 'beda' banget efek yang ditimbulkan, di hati. rasanya kayak... oh, this felt right, and should've been done more often. 
insya Allah, yaa <3






sebelum syukuran ultah, Sabtu paginya kita dateng ke event Science Fair yang rutin diadain setiap tahun di sekolah Bumy. karena Adit ada urusan, jadi kita ke sekolah sama Oma dan Opa. dari sekolah, barulah kita semua ngumpul. tim Mricans kumplit, Bun-Abah-Abhi pun hadir karena emang malamnya kita kudu dateng ke acara nikahan sodara dan juga mau nginep di Ciganjur. 



proud momma moment <3
setelah acara nikahan, sementara Oma-Opa balik ke Karawaci, kita nongkrong di Menteng buat makan, abis itu begadang bareng bayi-bayi di rumah. paginya, cuss ke Ragunan karena Bun dan Abah lagi mood berolahraga (a bit hard to believe, hahaha). 
di Ragunan cuma sampai 10 pagi karena udah mulai ramee dan semakin panas, abis itu kita ajak Bun-Abah-Abhi main ke Eleven Trees - tempat nongkrong favorit akhir-akhir ini karena tempatnya nyaman sekaligus memungkinkan tetap beraktivitas fisik. kayak yang pernah gue ceritain, di sini bisa main skateboard, sepeda, pingpong, basket, bilyar, bahkan numpang kerja karena ada coworking space-nya juga. we just lovvve this place, apalagi gue yang emang ngebet mau latihan pingpong hehe. 

setelah semua puas berkeringat di Eleven Trees (kecuali si Bun), kita pun balik lagi ke Ciganjur buat leyeh-leyeh, menikmati ujan, dan 'ngemil' soto mie plus tahu gejrot haha. this, too, should be done more often <3 

   




busted banget si bunda, sibuk ngemil anywhere haha
ah.. karena blogpost ini isinya rekapan hidup, perlukah gue ceritain hal-ikhwal di luar weekend? 
well, this past week I've

- declined that job offer I've been dreaming (as an editor in an NGO - should I keep repeating it? xD)
- had lunch with the marvelous/my idol Pak Anggoro (lucky me indeed) and somehow we got to talk about me declining the aforementioned offer. it's nice to know beliau sudi mendengar keluh-kesah gue, hehe. 
- jadi responden survey mengenai kebijakan terkait talent management di kantor, yang diadain sama konsultan ternama gitu dehhh. gue yakin mereka capcipcup milihnya, dan gue pribadi skeptis it would make any difference, but personally I'm just glad to be able to vent my frustration (or "the brutal facts" as they may call it). 
- jungkir-balik nyiapin dokumen buat tender... yang ujung-ujungnya nggak lolos kualifikasi. 
- main pingpooong. 

guess that's wrapped it all up. 
in short:

12/02/2016

how to spend weekends in jakarta

mengklaim diri sendiri sebagai penikmat weekend yang antusias, tapi cukup lama gue nggak menuangkan reportase aktivitas weekend di blog. tujuan gue berceloteh soal ke mana aja pas weekend bukan cuma untuk dokumentasi, sih. kalau bisa bermanfaat buat orang lain ya syukur.. tapi gue doyan reportase di blog supaya bisa dibaca ulang di lain hari. I love reliving the moments, because weekends seem like the only time I could feel alive *lebhe sikit*.


me when I see weekend coming (gif from here)
setelah gue balik kerja, akhir pekan kerap dihabiskan oleh kita sekeluarga di mall. sebenernya nggak ada urusan gue kerja atau nggak, sih, karena dari dulu ngemall udah jadi kebiasaan, haha.
tapi sekarang, mau nggak mau setiap minggu siang kita rutin ngemall untuk nganterin bumy les musik. iyah, pake istilah "mau nggak mau" karena gue malah jadi maleuzz banget rasanya mampir ke mall pas weekend. pengennya tidur-tiduran, streaming netflix sampe bego quality time sama anak, olahraga di rumah, dan sejenisnya. tapi mungkin ini memang harga yang harus dibayar oleh mamak sok ambisius seperti daku. jadi nda papa, gue dan adit korbankan waktu bobok siang di akhir pekan demi masa depan anak (sok heroik kekeke). meskipun begitu, ada juga keuntungan yang bisa dipetik dari keharusan keluar rumah on weekend itu.
sehabis pengajian atau les musik, karena nanggung, biasanya kita jadi sekalian kelayapan. berhubung udah enek sama mall, melipirnya ya ke tempat yang bukan-mall.
emang rada ribet sih harus menclok ke sana ke mari. tapi seru juga, jadi dapet 'pemandangan' yang berbeda. kayak di celotehan ini, kita sempat mampir ke museum sama passer baroe. kalau dirangkum, kegiatan non-mall kita di akhir pekan itu biasanya berupa...

• getting outdoorsy
outdoor activity itu selalu nyenengin buat kita. tapi lebih seru lagi kalo bisa nyoba tempat baru buat manen keringet.
outdoor place yang suka disinggahi ya yang deket-deket rumah macam Ragunan sama UI Depok. tapi demen juga nyoba tempat-tempat 'baru' kayak Scientia Square Park nan nge-heits atau taman-taman tjantik di belantara DKI Jakarta - sebut saja taman langsat, taman honda tebet, taman tanjung (nama-nama ini pernah jadi lokasi Hidden Park), taman ayodya, pun taman tabebuya deket rumah yang tenar ituh (asumsi aja sih, soalnya temen gue anak Bekasi sampe rela mampir ke situ).

suatu ketika kita main ke Eco Park di Ancol. singgah hari Minggu pagi sekitar jam 7an, ternyata suasananya enak banget. luas, hijau, dan crowd-nya orang-orang yang beneran mau olahraga. oiya masuk ke sini gratis, cuma bayar biaya masuk Ancol. kemarin itu adit bawa sepeda, tapi di Eco Park juga disediain sepeda untuk disewa. selain itu juga ada motor-motoran kecil kayak yang dipake bumy dan adit.




the map







ada banyak pilihan aktivitas juga kalau kita udah kelar keringetan. bisa keliling pake buggy car, bisa ngasih makan ikan, dan bisa jajan! iya, ada tempat jajanan gitu berupa kios-kios dan juga gerobak, di mana pilihan makanannya buanyak banget. sistem belinya pakai voucher gitu.
kelar main di Eco Park, bisa mampir ke Ancol Beach City mall buat ngajak bumy main pasir, trus makan seafood di Rasane - yummm.






wajah-wajah "fresh" (from kasur)




mampir ke Ancol Beach City


udah ditungguin yacht, nih! :D




 getting artsy (fartsy?)
ini kegiatan yang baru gue coba. pengen mulai ngajak bumy ke tempat dan kegiatan berbau seni budaya (biar nggak tuna-seni kayak mamaknya). lucky thing is, karena dia udah nggak balita, jadi bisa dikasih tau untuk "tertib" dan juga udah cukup mudeng sama yang diliat.

tempo hari kita mampir ke Jakarta Biennale 2016 yang diadain di Gudang Sarinah, Pancoran. nggak disangka bumy tertarik banget sama apa yang ditampilin di pameran. pengalaman baru kayaknya buat dia, karena ada hal-hal yang nggak 'biasa' untuk dinikmati. dia juga bisa 'berinteraksi' baik secara fisik maupun lewat pikiran, sama apa yang diliatnya itu. meskipun venue acara kemarin nggak senyaman mall di mana dia biasa nongkrong, tapi 'ni anak sampe nggak mau diajak cabut dari situ. besoknya malah minta 'main' ke pameran yang sama lagi.
















minggu lalu, kita mampir ke Galeri Nasional. kebetulan lagi ada pameran seni patung, instalasi dan lukisan (setelah dilihat di situs Galeri Nasional, tajuk pamerannya adalah Conversation: Endless Acts in Human History by Entang Wiharso and Sally Smart) sekaligus Architecture UI Fair (AFAIR) 2016.
di pameran arsitektur, ternyata bumy excited banget sampai hampir kalap liat rupa-rupa maket dan desain bangunan xD kita sampai harus keliling ruang pameran dua kali karena dia merasa "kayanya bumy belum liat yang itu, deh!" atau "mau liat lagi yang inii..." I felt an odd, pleasant feeling as I watched him finding something that might be his passion. hal kayak begini nih, yang bikin gue semangat buat ngenalin hal-hal baru ke bumy.
















and so he stared and stared and stared...
lain kali, pengen nyoba mampir kalau ada pemutaran film (ramah anak) atau pagelaran tari yang suka diadain di tempat bernuansa budaya lain macam TIM dan Salihara. plus, ngajak bumy nonton teater atau musical ensemble yang melibatkan anak-anak - nggak usah yang fancy-fancy dengan HTM jutaanlah, kalau bisa malah yang berbau kegiatan sosial. tulung diinpo-inpo ya kalo ada, gan! :D

• coffee shop/breakfast place hopping
this is definitely on my list of ultimate favorite things. sarapan sambil ngopi itu hal yang bahkan saat cuma dibayangin, udah bisa bikin gejolak hati menenang, tensi turun, dan mood membaik. haha.
dan ini juga kegiatan yang selalu gue nanti-nanti saat weekend. kalau bisa nyobain tempat baru, ya alhamdulillah. kalau harus ngulang makan di tempat biasa, ya seneng-seneng aja sik.

minggu lalu, kita mampir ke Suwe Ora Jamu di Jl. Petogogan. yang beda dari tempat ini, selain ngopi, kita sekalian nge-jamu. macem-macem banget menu jamunya, udah kayak jus yang bisa di-mix dengan ini-itu.
harga makanan dan minumannya juga nggak overpriced (macem kebanyakan coffee shop).
kalau minggu lalu, kita main ke Giyanti Coffee & Roastery di Jl. Surabaya yang konon rating kelezatan kopinya bagus banget (kata temen yang penggemar kopi). ini tempat... asli deh, unik but in a good way. ngopi di situ ngasih pengalaman suasana yang beda. suasananya vibrant, hangat dan menyenangkan haha mungkin harus coba sendiri untuk rasain. adit si penggemar kekopian bilang kopi di sini emang beneran enak. buat gue sih, latte yang kemarin diicipi enak. sementara bumy menyesap baby cino alias susu di-steam yang dikasih coklat dan marshmallow buat dicelup-celup.
lain kali, pengen nyoba But First Coffee di Gandaria sama Yellow Truck Coffee di Margonda, nih. atau mungkin nyobain that coffee shop di Bintaro yang pernah batal dimasuki.


di Giyanti













ngiler nggak, sih?!


menu jamunya :D


bubur kacang ijo, ketan item, roti bakar, cappucino, kopi tubruk, beras kencur. we had a feast!
kalau udah mentok nggak dapet ide coffee shop/breakfast place yang pas buat dicoba on weekend, biasanya ya kita ujung-ujungnya ke Starbak atau Pizza Hut. yang belakangan ini menu sarapannya lumayan enak haha, dan nggak pricey juga.

• hosting friends
iya, menjamu tamu. dan iya, ini semacam pencapaian untuk diriku yang (agak) ansos dan apatis. gue seneng sih bisa meet and greet sama sohib-sohib. tapi jujur ajah, gue nggak punya setetes pun bakat dan hasrat untuk menjadi Martha Stewart-wannabe. I like things simple. lha kalo pake jilbab aja peniti maksimal satu biji, boro-boro gue mau musingin dekorasi meja makan atau nyusun 5 menu yang color-coordinated buat tamu. my favorite parts of hosting are the talking, the laughing maniacally, and the connecting. jadiii, I would really love it if any of you guys want to come by my house (beneran!), but please don't expect anything fancy. I'll give you a nice exprience of ngobrol ngalor-ngidul, instead, hehehe.


our most recent guests <3
jakarta emang nggak pernah kekurangan 'hiburan,' yak. dan waktu yang paling nyaman buat menikmati jakarta ya emang saat akhir pekan atau libur panjang. semoga kita selalu nemu cara-cara dan celah-celah baru untuk dinikmati di kota tercinta inih.