11/05/2012

bottom bunk

tadi pagi tiba-tiba asman gue ngajak ngomong (dari gelagatnya sih mau ngajak bergosip), dengan bilang, "ris, ada isu!" trus dia langsung geser kursinya ke meja gue. btw asman gue ini cewek, dan dia paling deket sama manager gue. bahkan boleh dibilang dia tuh perpanjangan tangan manager gue untuk day-to-day operational karena si manager hampir gak pernah berada di ruangan -__-
gue kira mau ngegosipin orang, (seperti biasa), ternyata objek gosipnya kali ini gue!
dia bilang, "ris, kamu diminta pak X untuk balik ke unit dia lagi. kemarin bu Y (manager gue sekarang) cerita ke aku, karena objektif tahun ini kan maintaining base case, otomatis fokus akan ada di unit pak X, nah katanya pak X butuh orang untuk handle data. dia minta kamu."
gue yang "oohh..." dengan muka lempeng. soalnya gue gak kaget sih, gue udah tau isu ini sejak sebulan lalu. bukan cuma tau, gue juga udah ngarep amat sangat buat balik ke unit pak X. karena being here sucksss... kerjaan gue serabutan, seenak udel bu Y aja mau ngasih gue kerjaan apa. main job gue seperti yang di-state di surat penugasan adalah financial controlling. tapi pada prakteknya, kalo bu Y lagi butuh query data atau report tententu, dia suruh gue deh! mintanya selalu dadakan pula, gak peduli gue lagi ribet banyak berkas.

dulu, setahun di bawah kepemimpinan pak X, gue ngerasa menderitaaaa banget. kayaknya it was a hard transformation for me, dalam kondisi masih jadi ibu yang memerah asi, gue dilimpahi kerjaan yg bujubuneng loadnya dan gue hampir selalu diliputi stres karena megang kerjan yang completely new buat gue, yaitu urusan keuangan. boro-boro deh bisa merah asi tiap 3-4 jam, dalam sehari bisa bawa 1 botol berisi aja udah bagus. pak X juga pribadinya 'dingin', cuek sama anak buah, minim komunikasi. tekanan batin gue dibuatnyaaa... secara manager gue sebelumnya meskipun lelaki juga tapi perhatian dan manusiawi bangett. pak X gak peduli deh gue mau jungkir-balik kek megang kerjaan, yang penting beres! apalagi soal promosi... bener-bener cuma mimpiii. untungnya di unit itu gue dapet asman yang baikpinterhelpful banget. jadi gue bisa curhat ke dia dan pelan-pelan dapet solusi untuk membantu kerjaan gue.

gue inget dulu gue misuh-misuh dan memaki-maki pak X di depan adit -__- gue bilang dia boss from hell-lah, robot-lah, hitler-lah... i could not imagine any boss could be worse than him.
tapi dasar manusia yah, sungguh sok tau dalam ketidaksabarannya....

setelah setahun bersama pak X, suatu hari gue dapat SK yang menugaskan gue untuk pindah di bawah kepemimpinan bu Y. meskipun bu Y udah sering dapat bad campaign di lingkungan kantor ini (ibu-ibu tapi gila kerja, anak buah 'dipecut' untuk kerja sekeras mungkin), jujur, the naive me merasa punya harapan. harapan untuk apa? selain tentunya promosi, gue juga berharap gak megang kerjaan berbau keuangan lagi. tapi yang terjadi selama setahun lebih sampai hari ini... yah BEGITULAH. emang sih bu Y ngasih gue promosi (setelah gue confront dan gue 'ajak' dia fairplay mau ngasih gue challenge apa, kalo gue oke ya gue minta di-promote. kalo menurut dia gak oke ya gue minta pindah). tapi ni orang ternyata a much worse boss from hell -__- dia emang gak sedingin pak X, tapi gaya komunikasi dia cenderung satu arah. anak buah diperlakukan kaya pembantu, jadi gayanya yg "gue ngomong, lo denger, jangan coba bantah." dia juga neken banget ke anak buah... ngasih load kerjaan yg tinggi ke satu orang, dan she believes in "one man show", jadi ya kalo lo yg handle satu jenis job, ya harus lo yg beresin dari awal sampai akhir.
banyak bener bo orang sini yg setres... perwujudannya dengan sering sakit (beneran), dikit-dikit ijin, dan pada hepi kalo bu Y gak ada di kantor. hahaha.
gue sendiri udah PULUHAN kali berpikir mau resign selama jadi anak buah dia. she's like the manifestation of a woman i am disgusted to see.

kembali ke saat ini, asman yg ngajak gue bergosip tadi, bilang, "pak X gimana sih, dulu aja nendang kamu ke sini. pas kamu udah dipromosi bu Y, eh dia mau narik lagi."
gue harus informasikan kalo si asman (sebutlah) Z ini, emang SAMPAH juga kelakuannya. dia bermuka dua, carmuk di depan bu Y tapi kalo di antara sesama anak buah, doi suka sok bad mouthing bu Y juga. dia juga tipe orang yg would do anything for her own benefits. sekarang ini kerjaan gue nge-support dia dalam urusan keuangan. cencunya dia gak mau gue lepas dari keteknya!
dan dia bilang pak X nendang gue?? helloww... pak X dulu ngamuk-ngamuk pas tau gue dapet SK karena kongkalingkong bu Y dengan GM di belakang dia, dan si asman Z tolol-pikun-asbun ini sendiri mengalami dengan mata kepala bloonnya sendiri saat pak X misuh-misuh soal gue "dicuri" dari unit dia. dah gitu soal promosi, gue sendiri kaleee yang mengusahakan promosi guee... bukan GIVEN dari bu Y. ah kacruttt bener-bener 'ni orang.

asman Z melanjutkan "aku bilang ke bu Y, 'kalau mau ngasih riska kerjaan data, di sini juga banyak yg bisa di-support bu. pak M butuh, pak G butuh. dan jangan sampe nanti pas udah pindah ke unit pak X, riska tetap megang keuangan. kalau iya, buat apa pindah? biar aja tetap di sini. trus nanti yg megang kerjaan lama riska siapa??'"
gue bilang ke dia, "bu, masalahnya di sini, saya handle data sendirian, gak ada yg bantu saya sama sekali. sementara saya juga masih meraba-raba banget soal itu karena megangnya cuma kalau disuruh bu Y, jadi tau kuilt-kulitnya doang. selama ini saya selalu minta bantuan pak lilik (asman pak X yang juga my BFF) loh kalau ada kerjaan data. pak lilik yang bantuin saya ngolah data sampai jam 10 malam waktu dikasih tugas sama bu Y. urusan data, saya emang selalu koordinasi dengan unit pak X." diem deh dia.

sekarang sih gue gak mau berapi-api kesel sama asman Z, atau setres akan kemungkinan kandasnya harapan gue pindah ke unit pak X... gue sangat rentan akan itu, gue tau. makanya gue menuliskan uneg-uneg gue di sini, supaya isi pikiran gue terlampiaskan dan menjadi reminder buat gue untuk tetep realistis.
beberapa hal yang bisa gue simpulkan tentang ini (sekaligus sebagai manifesto untuk diri sendiri),
1. jangan pernah sok tau mengklaim seseorang, atau sesuatu, sebagai "the worst thing that could ever happen to me." you might never know what you've got 'til it's gone. dulu gue sibukk berkeluh-kesah tentang pak X sampai akhirnya gue dapet bos bu Y yang 100000times WORSE than pak X.
2. jangan pernah capek dan bosen berdoa. ALLAH tau mana yang terbaik untuk hambaNya.
3. gue akan bilang ke asman Z, "bu, kalo bu Y membahas soal ini lagi, tolong bilangin deh, kalo saya disuruh megang kerjaan data tapi tetap di sini, saya prefer murni megang urusan keuangan aja. saya gak suka diping-pong urusan kerjaan, sementara saya gak dikasih guidance dan support untuk ngerjain data." jadi kalo mau ngasih gue kerjaan data ya pindahin gue. kalo tetep mau nyuruh kerjaan keuangan, ya udah kekep deh gue di sini.

there.

09/05/2012

watched "Midnight in Paris" for the third time last night.
actually i first rerun it two nights ago, on 1 am in the morning, because i was too hungry and couldn't sleep. but i only got to half of the movie... so i watched it again last night. it was a light movie, very amusing, and it showed me Paris. the city i long for to live in.
i cried as i watched Gil meeting Gabrielle at the bridge, and then rain started to fall and he said, "you don't mind walking in the rain?" or something like that. and the angelic-faced Gabrielle smiled and said, "no, in fact, Paris is the most beautiful when it's raining." and then the two of them walked together, soaking wet.

how does it feel like to have your dreams come true? for your banal, noone-understands-why-you-want-it-but-you-want-it-anyway kind of wish to be granted?

as i drenched in tears, i glanced away from the tv screen and i saw the pictures of my baby and my family which happened to be right under the screen. it stroke me to thinking "what am i crying for? i have my whole exciting, too-good-to-be-true, life right in front of me. why should i long to be someplace else?"

i guess maybe that's a message the movie conveys: happy is now. love is here.

like what Gil said to Adriana when they're in La Belle Époque: "Adriana, if you stay here though, and this becomes your present then pretty soon you'll start imagining another time was really your... You know, was really the golden time. Yeah, that's what the present is. It's a little unsatisfying because life's a little unsatisfying."
let's make good use of what we have right here, right now. i guess so.

08/05/2012

how to come late to work and make noone notice:

1. pack lightly. i know, as women, we tend to bring heaps of stuff we think we would need. but you need to appear as if you just got out of the toilet, not as if you just climbed off the bus-which you just did! this is what i always do: i put my cellphones in my pockets, put super-duper-important stuff in a small pouch (contents: id cards, atm card, cash money, lipstick, face powder, mylanta, pens, usb), and carry my breakfast and/or in a plastic bag. if i met my boss as i waited for the elevator, i could just say "abis beli bubur nih di belakang." she could never tell.

2. wear sandals instead of your working shoes. sandals strongly support our acting as if we just got out of the toilet. and they also make less noise. that cetak-cetok of your heels naturally will draw even the slightest attention of your cubical mates.

3. act casual. and believe in your act.
basically all you need to do is believe and chant (in your mind) what the old adage says: "never underestimate the power of denial." you-did-not-come-late-to-work. you just got back from the toilet!

4. should you get busted, shrug and say "yeah, the traffic's hell. as always." or "my kid made me stay up ALL NIGHT." or "my husband and i had a busy night" and make those nosy co-workers of yours die in envy.

5. believe in me, or don't. because, hey, i'm no expert. i'm just a tedious practitioner ;)