Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

28/09/2018

bali after a decade

yes, I believe it was a decade ago, my visit to Bali.

Adit ke sana dalam rangka acara kantor sih udah seringkali. sementara gue nggak pernah berkeinginan untuk menginjak Bali lagi. entah kenapa.
sampai sekitar dua bulan lalu. seperti biasa, diawali dengan kegragasan, ide jalan-jalan ke Bali kok terdengar seru. yaudah langsung cari-cari tiket, buka-buka situs hotel, dan tau-tau udah kebooking aja haha.

where we stayed: Hard Rock Hotel, Kuta.
duration: 4 days.
transportation: rental (Avanza), nyupir sendiri.

first of all, alhamdulillah we could catch the flight on time.
ahaha.
pesawat berangkat jam 8an. dan alhamdulillah Sam sangaaattt kooperatif di pesawat. (of course mamak tetap deg-degan mengingat pengalaman pertama kalinya bawa Sam naik pesawat kemarin).
tapi entah kebetulan entah nggak, seperti saat mau ke Singapur, sehari sebelumnya dia demam LAGI.
biasa, batuk pilek. tapi lumayan bikin mamak pening.
cuma pagi itu dia mau makan lumayan banyak, di pesawat pun tertidur lelap. 


sumringah banget begitu sampai di bandara. "ma fotoin Bumy ma"

kita mendarat di Bali jam 11 WITA. mobil sewaan sudah menunggu di bandara.
kita langsung menuju ke Uluwatu, ke GWK Cultural Park lebih tepatnya.
yeah it's a mainstream tourist destination. tapi memang "tema" liburan kali ini mau ngasih Bumy his first Bali experience. plus mamak sudah kekurangan tenaga (baca: tua) untuk sok ambisyes dan berepot-repot mengambil risiko. 
kita sampai di lokasi sekitar jam 12. yesss, sedang panas-panasnya.

but we love it there.
- tempatnya bersih
- ada atraksi tari-tarian nusantara yang bisa dinikmati. ada schedule tiap jamnya. Bumy suka banget nonton ini. "kita harus nonton sampai selesai!"
- ada Starbucks dan resto-resto lain yang bisa disinggahi untuk ngadem dan makan.
- ada opsi lain biar si bocah nggak ribut bilang bosen, yaitu main Segway.


dari sini, karena sudah di kawasan Uluwatu, kita pun melanjutkan wisata ke arah pantai Melasti demi melihat keindahan tebing-tebing, untuk kemudian menikmati sore di Sundays Beach Club.
nyari si sunday ini agak susah yaa - bisa jadi karena kita bluun meski sudah pakai Gmaps, atau karena pintu masuk ke sini ternyata dari tempat bernama The Ungasan Cliftop Resort - jadi seharusnya tempat ini yang kita tuju di Gmaps.

did we love it there?
- pantai dan fasilitas yang disedikan cocok buat aktiviti-aktiviti bocah seumur Bumy. 
- nice view. meskipun don't expect to catch the sunset karena ketutupan tebing karang.
- tangganya banyaaak bangettt... kita harus meniti ratusan tangga turun ke pantai. mending siapin selengkap mungkin barang dari mobil, jangan sampai ada yang tertinggal. cukup merepotkan buat bolak balik ke lokasi mobil diparkir.
- stafnya cukup friendly dan helpful. ketika gue minta tolong agar makanan Sam dipanasin, mereka sigap membantu, dan kita juga dicariin tempat duduk yang oke buat keluarga.
- in my opinion, makanan Indonesianya jauh lebih enak dibanding western dish (yang terasa keasinan buat gue).
- price-wise? $$$$$ banget buat kita hahahah. adults 400 rb/person, child 300 rb/person.

kita nongkrong cukup lama di situ (iyalah sayang udah bayar mihil xD) dan baru beranjak saat maghrib.

saat perjalanan balik, kita singgah sejenak di Gaya Gelato yang dilewati di jalan Uluwatu untuk menikmati aiskrim nan lezato. pilihan rasanya unik-unik. 
akhirnya kita baru check in di hotel jam 8 malam. udah lelah bangeeeet rasanya. dan sempat ngerasa
salah itineraty, haha. mungkin lain kali ada baiknya kita check in dulu di hotel dibandingkan langsung jalan-jalan. kali ini terasa lebih capek, euy. 

hari kedua.
we had our first breakfast at the hotel. dari segi rasa terbilang oke. tapi restonya memang rame, dan kebanyakan tamunya families with children. 

sepagian itu kita menjelajah kawasan hotel. ternyata di Hard Rock ada beberapa jenis kolam renang. ada sand island pool, ada chill out pool, lalu pool di mana ada perosotan untuk anak-anak. 

karena Bumy excited banget pengen mencicipi berenang, jadi pagi itu kita habiskan di hotel saja. baru saat mendekati jam makan siang, kita berangkat untuk kelayapan.
first stop adalah tempat makan nostalgia gue dan Adit: Be Pasih. 
10 tahun lalu, supir kantor Adit ngajak kita ke sini, dan kita terkenang-kenang banget sama rasa enaknya.
hidangan utama di sini (sesuai namanya in bahasa Bali) adalah ikan laut. rasanya khas, dan sambelnya lezat. minumannya juga seger-seger. 

mungkin karena kecapean main air, sesampainya di Be Pasih, Bumy teler dan malah bobok di mobil. 
gue juga cuma bisa mengelus dada karena hari itu Sam ngelepeh-lepeh disuapin makan untuk sesudahnya, mengunci mulut rapat-rapat. 

dari Be Pasih, kita sempat kebingungan mau ke mana. terpikir ke Ubud, tapi kok rasnaya udah kesiangan. 
mau main agak jauh ke Bedugul, tapi kok gentar, khawatir si bayi bosen di jalan. 
akhirnya kita melipir ke... pantai Petitenget. yang nggak jauh dan ada airnya sehingga menarik untuk bocah-bocah setidaknya. 
haha soooo not ambisyesss.
di Petitenget

Bumy tentunya seneng, karena buat dia yang penting bisa main air lagi. 
awalnya kita ingin nongkrong-nongkrong kekinian di seseresto kawasan Seminyak.. sebutlah Sea Vu Playlah, Sisterfieldslah, apalah apalah. 
tapi yang terjadi, kita lewatin aja resto-resto itu sambil melihat-lihat sekitar. the whole area felt crowded. dan entahlah, vibe-nya terasa terlalu "muda" buat kita yang nenteng-nenteng bayi. akhirnya dari pantai, kita pun mengarah balik ke hotel. Bumy yang emang udah kepengen main air LAGI di kolam renang hotel, seketika bersorak gembira. 
jadilah sore itu aktivitas kita hanya leyeh-leyeh di pantai artifisialnya Hard Rock. 
hotel ini emang bener-bener kid-friendly, sih. dalam sehari ada beberapa kali schedule acara buat anak-anak, biasanya di sand island pool. sore itu ada acara lomba dan kuis buat anak-anak yang lagi pada main di pool. lumayan well-organised dan seru. 
ini di chill out pool. ada jacuzzinya juga haha

menjelang sunset, kita jalan kaki ke pantai Kuta. pakai trik pesen teh botol 15 ribu per botol supaya bisa duduk di kursi plastik berpayung haha. di situ, Bumy dan Adit kembali main air, sementara gue planga plongo megangin Sam yang bobok. 
nurisss

di hari ketiga, kita sudah siap untuk berangkat lebih pagi dari hotel. 
we grabbed a quick breakfast, jam 9an kita cuss ke arah Ubud. 

our first stop is Pasar Ubud untuk beli oleh-oleh. 

singkat aja, kesan gue adalah harganya mahal-mahal banget. apa karena lagi rame turis mancanegara? nggak tau juga, tapi gue kerap terkaget-kaget saat nanya harga dan dijawab oleh penjualnya. harga yang disebut bisa sih ditawar, tapi gue malu sendiri karena jadi harus agak "tega" nawarnya. the initial price given didn't make any sense. 
kita dapat kain bali seharga 25 ribu (harga awal 100 ribuan). celana bahan ikat-ikat 80 ribu. tas bulat anyaman ala Raisa 120 ribu (harga awal 300 ribuan). daster. dan beberapa printilan lain. 
di tengah pasar ada penjual gelato. seems like a good choice karena hawanya kan emang gerah. tapi harganya wow, macam beli aiskrim di gerai mall. 
dari situ, kita makan siang di Bebek Tepi Sawah. we had a lovely feast there. suasananya enak. Sam pun bikin hati mamak tenang karena mau makan sampai habis. 

hari masih siang jadi kita memutuskan untuk bereksplorasi di sekitar Ubud. our next stop was air terjun Tegenungan. menemukan tempat ini nggak susah, tapiii ternyata untuk sampai ke depan waterfall, kita harus menuruni sekian banyak tangga yang cukup curam. 
turunnya sih nggak masyalah, tapi gue udah kebayang naiknya. 
semacam trauma sama tangga-tangga di Sundays Beach Club kemarin, gue dan Adit merasa cukup menikmati keindahan waterfall dari kejauhan saja. haha.
di bebek tepi sawah siang itu. oh!

mamak cukup jadi tukang foto



from Ubud, we headed to Sanur beach. tujuannya mau makan LAGI, kali ini di Makbeng. 
pantai sanur sih nggak bisa buat main-main syantik ya, apalagi pas kita sampai masih jam 3 sore dan teriiik banget mataharinya. tapi makanannya was soooo worth it!

selesai makan, kita menuju ke pusat oleh-oleh Kresna. di sini lengkap kap koleksi oleh-olehnya. dan ketika kita lihat harga-harga di sana, wowww jauh berbeda dari yang disebut di pasar Ubud. di sini lebih murah dan of course, kita nggak perlu nawar.

belum begitu lama di Kresna, Bumy udah rewel aja minta buru-buru balik supaya bisa main di kolam renang hotel lagi. kita tiba di Kuta sekitar jam 5 sore, dan nggak pakai mampir ke kamar lagi tapi langsung nongkrong di pinggir kolam renang. karena jarak dari kolam renang ke kamar cukup jauh. 

menjelang sunset, lagi-lagi kita jalan ke Kuta. waktu itu anginnya cukup kencang dan dingin, katanya efek musim dingin di Australia, sih.  

hari keempat, which was our last day in Bali. 
rasanya gimanaaa gitu.. kok inginnnya memperpanjang liburan xD
tapiii hari ini suhu badan Sam tiba-tiba meninggi. haiyaah. 

sepanjang pagi dan siang, kita nyemplung dan main-main aja di kolam renang hotel. 
makan siang di Yoshinoya. 
Sam menolak makan sampai sendok harus dipaksa masuk ke mulutnya. 
selama siang sampai sore, kita kelayapan di Beachwalk Mall. santai bangettt suasananya. hati pun jadi makin terasa berat untuk balik ke Jakarta, haha. Bumy bolak-balik ngomong minta "mau di Bali aja."
ih maunya juga gitu sikkk. tapi mamak bapak harus kembali banting tulang di Jakarta. 

well, hari itu pesawat kita berangkat sekitar jam 7. alhamdulillah Sam anteng walaupun masih demam. aahhh liburan kali ini terasa terlalu singkat. 
bottomline: we definitely would like to repeat our visit to Bali! 

dilukis di Beachwalk Mall :D
suatu saat di Kuta Bali kekekekk
seneng banget "ketemu" David Bowie!

yang bikin susah move on... the sky <3
susah moveon #2

15/08/2018

singapore trip with the baby

olala.. it's truly been a while. 
yesss gue SEGITU sibuknya handle 
1) kerjaan, 
2) bayi mungil, 
3) anak pra-abege 
(dll menyusul)
sampai nggak sempat ngeblog (atau ngoceh ngalor-ngidul membayangkan ada yang peduli).

ah emang sedari dulu gue bukan ibu yang rajin mendokumentasikan ina-inu anaknya. 
waktu bumy kecil dulu masih mending... bisalah rutin ngeblog sebulan sekali. pas sam sekarang, tangan rasanya nggak cukup "cuma" sepasang. dihimpit hectic aja rasanya.
begitu udah ada waktu luang yang memungkinkan hands-free, gue memilih molor. minimal leyeh-leyeh untuk menghela napas - sambil nonton netflix. 
but here we are! 

seminggu lalu, kita memberanikan diri plesir bawa bocah-bocah. 
dengan kondisi sam belum genap 8 bulan, plus gue dan adit belum berpengalaman bawa bayi naik pesawat, it's a bit risky, I know. 
menurut gue, plesiran kali ini sejatinya hanya mindahin lokasi ngangon anak. gue tau bakalan capek dan repot. tapiii a change of scenery wouldn't hurt lah. semacam sedikit bonus buat mamak yang sehari-harinya dikeroyok kerepotan belaka. harapannya di singapur meskipun repot, tapi paling nggak mamak hepi bisa menghirup hawa non-berpolusi dan berkesempatan blanja-blenjong. 

but first! izinkan gue memaparkan hal-ihwal yang mesti dihadapi menjelang keberangkatan... 


bayinya atitt huhu
- sehari sebelum bertolak ke singapur, sam demam 37,5 - 38,3 derajat celcius. sepertinya sih karena batuk pilek. 
gue bawalah dia ke dokter spesialis anak di KMC. karena dokter2 yang biasa ditemui lagi pada gak praktek, maka kemarin itu pertama kalinya gue konsul sama Dokter Made. ternyata beliau helpful banget. meriksanya bener-bener teliti dan menyeluruh. dijelasin kalo Sam kena common cold (aja alhamdulillah), nggak ada infeksi telinga, nafasnya juga grok-grok karena dahak yang terjebak di tenggorokan bukan di paru-paru. dokternya ngasih harapan kalau ini infeksi virus aja maka dalam 2-3 hari ke depan demamnya bakal reda. sungguh jelas, dan puas mamak jadinya. 

- on the other hand, gue belum sempat menyusun itinerary blasssss. adit nagih melulu yang cuma gue respon dengan dengusan. 

- sementara karena sam udah mamam, maka gue siapkan ransum berupa 4 set meal mamma kanin untuk dibawa ke sana (which is also his favorite). karena selama lagi demam ini dia males makan, gue berharap dengan ransum MK paling nggak dia bisa makan yang dia doyan. gue siapin dengan rapi jali di dalam cooler bag dan gue masukin ke freezer malamnya. 

- and then sekitar jam 11 malam, kita menemukan kalau obat batuk yang perlu diminumin ke sam tumpah. kebayang refotnya kudu nyari obat di sing, kita tilpunlah apotek KMC untuk janjian ambil obatnya jam 4 pagi keesokan hari.

- eh iya, flight kita tuh jam 5:20 pagi. 

- jam 3:30 pagi, taksi bluebird yang mau nganterin sudah tiba. kita grasak grusuk masukin barang ke taksi. 
pak supirnya komen, "ini perginya dadakan ya bu?" ehe.

- jam 4 pagi kita sampai di KMC, tebus obat 5 menit cus masuk tol jorr. 

- jam 4:10... gue berteriak di dalam taksi, "ya Allah ransum si sam ketinggalan!!" mao pingsaaaaannnn.
akibat dimasukin ke kulkas, cooler bag berisi ransum si sam nggak keangkut. 
adit segera nilpun supir gue yang alhamdulillah ngangkat telpon. gue segera nelpon ART (pulang pergi) yang alhamdulillah juga ngangkat telpon buat kasihin kunci rumah. setres nda kira-kira hahahha. supir gue pun segera melesaaaat ngebut nyusulin itu ransum ke bandara. 

- sampai di bandara jam 4:50, adit melenggang ke konter check-in, dikasih tau embaknya "oh sistemnya udah closed, pak." 
KETINGGALAN PESAWAT AJAH KAK. 

x)))))))))

saking lemesnya, gue sampe nggak bisa ngomel. padahal that's my automatic response in this kind of mess. hahaha. langsung gue telpon mamak buat minta maaf, minta ampun, minta ridho. uh... the power of restu orangtua tuh emang ya.. masya Allah. 

alhamdulillah, kita bisa dapat seat di flight berikutnya sekitar satu jam sesudahnya. 
and the flight with our infant? well, he screamed and cried almost the entire flight. 
aslilahhh, gue dari yang awalnya malu dan nggak enak sama penumpang lain sampe BODO AMAT gue nggak tau mau ngapain lagi huhuhu. kita udah siapin ear muffs tapi boro-boro deh nggak bisa dipakein karena anaknya meliuk-liuk saat ngamuk. 
kalau direview sekarang, kemungkinan karena kita terbang di jam sam lagi ngantuk-ngantuknya tapi doi nggak bisa tidur di tempat dan suasana yang nggak familiar buat dia. plus doi juga lagi nggak enak badan. 

selama di sing, kita cuma ke 
- sentosa karena bumy ngidam main luge. alhamdulillah kesampean dan si bocah menganggap that's the highlight of the trip, the rest of the days were just "membosankan!"
- ngider-ngider mooool
- national gallery 
- dinner at chijmes, which became the highlight for adit and me haha. udah lamaa banget berniat makan di sini, padahal beberapa kali nginap dekat-dekat situ tapi nggak terwujud untuk mampir. we ate at prive at night; makanannya enak-enaaak dan suasananya juga sangat okss. 
- haji lane, arab street, dan sekitarnya. 

sangat sangat tidak ambisius. dan membosankan sih emang hahaha. 
but I was too overwhelmed with kerempongan. 
sam nggak mau ditaro di stroller jadi ya dia digendong melulu. 
gue nggak berani pack lightly saat keliling-keliling, jadi tenaga lumayan kesedot buat angkut beban. 
tapi dari sini gue (dan adit) jadi belajar soal beberapa hal yang berguna, yang nggak berguna, dan what to note for our next trip(s). 

- stroller pockit pinjaman dari ibu peri Ika Loekita comes really handy karena ringan dan easy to assemble. semoga ke depannya sam udah mau ditaro di stroller. 

- sayota electric lunch box ini jugaaa... pinjaman dari bun-Ka dan sangat sangat membantu. bubur bisa dibikin langsung di situ, untuk manasin makanan juga oke karena fungsinya mengukus, jadi panasnya awet (nggak kayak kalo dipanasin pakai microwave). ukurannya juga kecil dan nggak makan tempat. 

- buat mandiin sam kita pakai bak mandi tiup gitu. ini enak juga untuk dipakai. permukaannya empuk, dan nggak licin. 

- packing suggestions that we did and found to be useful: bawa buku rumah sakit anak. bagi-bagi baju anak dalam sealed plastic bag harian (1 day 1 bag). oh dan aplikasi Pack yang enak dijadiin checklist (--> screenshot on the right)

- what we need (to improve):  PLAN AN ITINERARY. siapin gendongan yang bahannya nggak gerah. siapin perlak yang ringan buat dibawa-bawa. obat-obatan jangan cuma 1 botol jadi ada cadangan kalau tumpah. siapin wadah untuk snack kering yang gampang dirogoh tapi nggak gampang tumpah. siapin sippy cup because we didn't bring any in sing dan gue jadi harus kasih fresh ASI kalau si bocah haus hahaha. 

sejauh ini sih itu aja yang kepikiran...
mungkin untuk akomodasi keinginan si anak gede untuk berpetualang, baiknya sih kita bagi dua tim. adit sama bumy untuk kelayapan, gue ngendon ngadem sama bayi. 
yaay we made it (foto bertiga. difotoin ibu-ibu yang lewat haha)

night at chijmes

our stay at oasia. ini di lantai 12, enak buat leyeh-leyeh.

city tour bertiga saja (bumy not pictured), mamak felt successful bisa gondol dan suapin bayi "sendirian"
  
si kakak yang direpotin bawa-bawa ransum adeknya.. 



of course this is by request. "wooy gantian fotoin mamakk" kalo nggak mah boro-boro bisa berpose

16/12/2015

ke mana kaki melangkah: Singapore Zoo & River Safari


kedua destinasi ini ada di tempat yang sama, dan masuk ke agenda hari keempat kita (Selasa). 
we chose the place because... well of course because it's famous! hehehe.. 
selain itu, tempat ini juga 'kan cocok sama tema melancong kali ini yaitu "ramah anak." 

perjalanan dari Orchard Road ke sini lumayan lama dan jauh. karena lagi-lagi kita memilih naik bis dari depan hotel, total waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam. rute kita cuma perlu 2 macam bis, sih, dan bisa langsung nyambung tanpa harus jalan jauh ganti halte. just make sure you don't miss the stop. 


baru aja duduk manis dan lalalili dalam perjalanan di bis pertama, tiba-tiba Bumy mual. waduh...

dia emang keliatan ogah-ogahan waktu sarapan, padahal biasanya mau makan dengan lahap. gue tebak mungkin badannya nggak enak dan kecapean abis muter-muter dan keujanan di USS sehari sebelumnya. 
walhasil sepanjang perjalanan gue sibuk ngeluarin minyak aromaterapi dan ngajak ngobrol supaya dia nggak makin mual. tapi waktu turun di halte buat ganti bis, akhirnya Bumy muntah juga. 

tanpa perlu menunggu lama di halte, bis sambungan ke zoo datang. berhubung nggak tau kapan bis yang sama akan lewat lagi if we missed this bus, kita angkut deh Bumy yang masih mual. di perjalanan lagi-lagi dia mual... untungnya waktu tempuh ke zoo cuma sekitar 10 menit. begitu turun di halte zoo, blaar... Bumy muntah lagi.


sesampainya di kawasan Singapore Zoo, kita ajak Bumy makan dulu di KFC yang ada di dekat entrance. niat hati hendak mencari nasi, apa daya nggak ada menu nasi di KFC. tapi syukurlah Bumy tetap makan dengan lahap, dan menyedot habis teh manis anget. setelah badannya enakan, barulah kita melaju ke gerbang masuk.

btw kita sampe sini on time waktu buka banget. tapi nggak ada antrian kok, meski ada beberapa sekolah yang lagi field trip.

thank God for teh manis anget




syukurlah udah segeran




dan nggak mau duduk di strollernya lagi -___-
how was our trip here?
seru, seneng :D
kalau dipikir-pikir emang "cuma" ngeliatin binatang, yah. beti-lah sama ragunan (yang cuma perlu dua kali koprol dari rumah). but strangely enough, kita pengen loh balik lagi dan mengulang plesir di sini! kelebihan tempat ini sepertinya sbb
- pengaturan kebun binatang yang tanpa "kandang" berjeruji; dikeliling hijau royo-royo pepohonan pula. zoo ini dibagi jadi beberapa banyak kawasan, di antaranya Frozen Tundra (where we can see polar bear, penguins, dkk), Wild Africa, Fragile Forest, Australian Zone (koala mana koalaa), Primate Kingdom, Reptile Garden (yang dinanti-nanti Bumy), dan lain-lain. 
- ada kids waterplay!
- atraksi-atraksi binantangnya menarik; animal show-nya memang macam di taman safari, tapi selain itu juga ada feeding session nan informatif.
- untuk tau waktu-waktu yang tepat supaya bisa 'menikmati' suguhan animal show dan feeding session, sebaiknya kita tengok terlebih dahulu itinerary yang direkomendasikan oleh pengelola zoo; sila cek di sini. kemarin kita nyoba itinerary untuk pagi, dan ternyata emang pas banget to get a full, high-quality experience at the zoo. 
- disediain jasa "trem" alias alat angkut selama di dalam zoo. mirip sama yang di bonbin Jogja. sepanjang jalan kita bisa mendengar satu demi satu informasi mengenai hewan di setiap kawasan. ada biaya tambahan untuk bisa pakai jasa trem ini; bisa dibeli sekalian sama entrance ticket atau terpisah. 
- last but not least, there's River Safari

the sea lion show








naik trem



yang dicari-cari Bumy: komodo dragon


the famous Ah Meng

kelar berpetualang di dalam zoo - yang mana sekitar 3 jam(!) berikutnya, kitapun melangkah ke spot selanjutnya: River Safari. tiket untuk ke sini udah dibeli paketan sama Adit. selain entrance ticket untuk ke River Safari, kita juga dapat bonus tiket River Cruise. jadi, di sini isinya museum air tawar. mirip-mirip SEA Aquarium, tapi kalau yang kemarin kita eksplor alam bawah laut, sekarang alam bawah sungai hehe. pemerintah Singapur emang serius banget kalau menggarap apa-apa yah, jadi kunjungan kita ke sini juga ngasih pengalaman aka customer experience yang berkesan. River Safari ini menyuguhkan diorama dan sejarah peradaban di tepi sungai, selain tentunya memampangkan kehidupan mahluk-mahluk di sungai. but there's also a plot twist - nggak nyangka tau-tau ada kesempatan buat ngeliat panda! 





dalam episode mencari panda. btw ini ruangannya dingiiin loh, biar sesuai sama suhu alam hidupnya panda, kali ya
panda aslinya ngumpet jadi susah difoto. yaudah berfoto sama patungnya aja xD


kalau red panda bisa difoto dengan jelas (pake hp), tapi gayanya seadanya banget gini! xD















sekelumit kesan dari kunjungan ke sini...

- ketika mau berkunjung, pastikan area main air di Kids Waterplay-nya nggak sedang maintenance! bisa dicek kok di situsnya. inilah penyesalan kita kemarin huhuhu, pas banget dateng saat lagi maintenance. kasian anakku si koala, jadi nggak bisa mencicipi serunya waterplay di marih. but then, it means there's a reason to visit again, right? AAMIIN :D
- gunakan trem untuk berkeliling; karena bisa dipastikan kaki akan gempor. 
- lagi-lagi, belilah tiket sebelum kedatangan. selain untuk menghindari antrian, bisa lebih murah juga kalau digabung sama paket ke anjungan lain macam River Cruise dan Amazon River Quest, juga bisa sekalian untuk bayar trem.
- nyebut-nyebut River, sedih sangat deeehhh kemarin nggak nyoba Amazon River Quest. karena seperti gue sebut tadi, dapetnya tiket gratisan untuk River Cruise uhuhuh. insya Allah kita ketemu lagih yaa, zoo *kecup lengket pager zoo*
- bring lots of snacks. enak deh, disediakan gazebo untuk duduk-duduk santai dan menggelar rantang, haha. kemarin kita 'nongkrong' di gazebo dengan pemandangan sungai, diiringi angin sepoi-sepoi, sambil makan KFC. heaven!
- again, i strongly recommend untuk ikutin itinerary yang direkomendasikan di situs Sing Zoo. ada jadwal animal show, feeding time, kumplit deh. 
- go check updates on what's "happening" at the zoo here. bisa liat hewan apa yang sedang eksis - karena contohnya koala, cuma ada di zoo selama waktu tertentu aja. 


see you again, zoo!


cuus ngebis lagih
how would we rate the experience?
8.5 out of 10 rasanya tepat. ini aja belum pakai njajal waterplay sama Amazon River Quest yaa *masih pedih kalau diingat, tap terus seneng ada alasan balik lagi. dramah!* 
seru deh, pokoknya. nuansa 'kealaman'nya dapet, edukasinya dapet, seneng-seneng (nuris)nya juga dapet.