03/03/2016

cabut gigi perdana

tanpa disadari, si anak usianya udah 6 tahun aja.. alhamdulillah yah bundaa. seiring dengan makin besarnya dia, gue mulai ngeh, biasanya kan anak-anak umur segini udah mulai ompong, tapi bumy kok belum? naluri #kompetitif gue pun tersulut; kenapa beginii... padahal temen-temen yang seumuran di sekolahnya rata-rata udah ompong satu-dua gigi. 
waktu gue tanya ke anaknya apakah udah ada gigi yang goyang apa belum, jawabannya: belum ada, tuh. 

hari demi hari berlalu sampai saat lagi ngegosokin gigi bumy, gue menemukan sebuah kejanggalan. di gigi seri bawahnya, muncul satu gigi di belakang gigi susu! walaah.. gue pernah sih mendengar 'kasus' gigi tetap tumbuh duluan gini, tapi nggak nyangka bisa kejadian di anak sendiri. 
kebetulan beberapa hari sesudahnya kita ketemu sama mertua adek gue yang seorang dokter gigi. sempat dicek oleh beliau, dan katanya itu wajar, cuma sebaiknya segera nemuin dokter buat konsul dan cabut gigi susunya. 

akhirnya gue telpon rumah sakit langganan, KMC, untuk mendaftar konsul sama dokter gigi anak. sebelumnya, bumy pernah cek-cek dan tambal gigi 2 kali di sana, selalu sama drg. Henny O Danan. tapi saat diinfoin jadwal prakteknya sama mbak di reservasi, kok waktunya nggak ada yang cocok.. akhirnya kita ditawarkan untuk konsul sama drg. Nila Alya, yang langsung gue iyakan karena waktunya pas. 

hari konsul pun tiba jua, dikasih jadwal jam 4:30 dan kita sampai jam 4:30 lebih dikit. udah ada pasien yang sedang ditangani, tapi kita nggak perlu menunggu lama. 
saat ketemu dokter alya, kesan pertama gue, "dokternya baiikkkk bangeettt iih..." seraya terkagum-kagum ngeliat cara doi ngajak bumy ngobrol. dan bukan ngobrol asal semata, tapi bener-bener engage si anak dalam sebuah percakapan. she was trying to get to know bumy. bumy emang nggak ada rasa takut gimana-gimana sih ketemu dokter gigi, tapi berkat aura sang dokter nan baik hati bak peri, dia jadi makin nyaman kayaknya. 

sejurus kemudian, sebuah lonceng di kepala gue berbunyi... kloneng.. wait, apakah ini dokter nila alya yang ITU? dulu, waktu gue masih 'rajin' bolak-balik ke Smile Center di Tebet, gue pernah mendaftarkan bumy konsul sama drg. nila alya yang heits banget direkomendasikan sama bunda-bunda. waktu gue daftarin bumy, dibilang harus masuk waiting list dulu karena jadwal beliau udah penuh selama 1,5 bulan ke depan... iya, segitu ramenya pasien beliau.  
tapi yaampoon, nggak disangka akhirnya bisa bertemu juga bumy (dan gue) sama beliau! 

back to konsulnya, ternyata setelah dicek, dokter alya menyimpulkan kalau di mulut bumy sedang terjadi 2 kondisi radang. hooh, 2 aja gitu, dan semuanya di bagian geraham belakang. gusinya bumy meradang karena ada gigi-gigi geraham yang mau nongol. nah, di saat seperti ini sebaiknya nggak dilakukan pencabutan gigi slash membuat luka tambahan dulu, karena bisa berisiko infeksi (maap kalo penjelasannya salah, nggak nyatet sih cuma berbekal ingatan). akhirnya kita cuma dikasih resep obat dan disaranin untuk observasi sekitar 2 minggu, tapi sembari usaha biar gigi susu yang 'dibalap' itu bisa copot sendiri. dokter alya nyaranin bumy makan yang keras-keras seperti ngegigit apel, gitu. 

2 minggu berlalu, gigi susu tadi nggak kunjung tanggal, maka kembalilah gue menemui beliau. alhamdulillah, sekali nelpon langsung dapet jatah konsul, tanpa harus masuk waiting list. saat diobservasi untuk kedua kalinya ini, dokter alya jelasin kalau radang di mulut bumy udah nggak ada, dan pencabutan gigi pun bisa ditunaikan. 
lagi-lagi, bumy dengan lempeng duduk di kursi tindakan. dokter alya nawarin bumy milih tontonan tv yang terletak tepat di hadapan kursi tadi. sambil teruus ngajak bumy ngobrol; bumy suka apa, mau jadi apa, sekolah di mana, dan seterusnya. dokter alya juga selalu nginfoin mau melakukan apa ke bumy, "permisi ya, mas bumy, dokter mau pakai alat yang begini begini (dijelasin fungsinya dan bunyinya bakal kayak apa)," atau "habis ini dokter mau olesin gel ini, gunanya supaya gini gitu." 
sayapun terpesona....

proses cabut giginya bumy sebentar banget, dan alhamdulillah berjalan mulus dan lancar. dokter alya memuji bumy karena udah bisa kooperatif, dan nawarin bumy milih stiker untuk dibawa pulang sebagai hadiah. 
yang lucu, gigi susu bumy yang habis dicabut itu bisa kita bawa pulang juga, hehehe.. 


  
pulang-pulang bawa "suvenir" gigi

gagal ompong!
kini, hampir 2 bulan berlalu, dan gue baruu aja menemukan kalau terjadi kasus yang sama di gigi seri bawah tepat di sebelah gigi yang kemarin 'dibalap.' yak, udah muncul gigi tetap sebelum gigi susunya copot. LAGI. 
berarti udah waktunya silaturahmi lagi deh ini sama dokter alya. sayangnya kali ini gue nggak seberuntung sebelumnya. waktu mau bikin janji di KMC, mbak reservasi bilang kalau untuk minggu depan jadwal dokter alya udah penuh huhuhu. kali ini masuk waiting list, deh, kitaa.. 

22/02/2016

wildest dreams

tempo hari Lita nulis tentang 30 hal yang dia nggak suka. it kind of inspired me to make a list out of something. but since I'm not in the mood to remind myself of things I dislike, jadi kali ini gue susun a list of my current favorite things aja. hal-hal yang dimasukin di sini random, seperti layaknya pikiran gue yang suka melompat-lompat ke sana ke mari, hehe. so please, bear with me through the rest of the list.   

• gara-gara Grammy 2016, gue jatuh cinta abis-abisan sama dua hal ini: 
a) Demi Lovato singing a cover version of Lionel Richie's "Hello" (merinding gila mak!).


and b) Hamilton. 
ini adalah judul pertunjukan teater Broadway yang menang Grammy untuk kategori Best Musical Theater Album. awalnya perhatian gue tercuri gara-gara Lin-Manuel Miranda, sang kreator sekaligus bintang pertunjukan ini, ngerap saat bacain acceptance speech-nya. kok seru amat 'ni orang?, gue pikir. setelah baca sana-sini, gue pun hinggap ke video opening number "Hamilton" yang dihadirkan live saat Grammy. opening number alias lagu pembuka ini mengenalkan siapa sih Hamilton ini, yang disebut "America's 'Founding Father Without a Father'" dengan memaparkan sejarah singkat masa kecilnya dan gimana dia sampe merantau ke dataran Amerika. silakan diliat sendiri, deh, betapa KEREN GILAKnya performance para pemain dan musiknya! 



gue nonton ini bersama Bumy, yang kemudian juga sama melongo dan terpukaunya kayak gue. dia abis-abisan bilang Leslie Odom, Jr. "keren, ma! bagus suaranya!" hahaha. ih, semoga someday kita bisa nonton pertunjukan di Broadway ya, nak! (menerima ucapan doa online dengan hashtag #emakinginnontonbroadway).

• next one is about skincare. (told you it's gonna be random)
berbeda dengan saat gue berceloteh seputar skincare regimen sebelumnya, di mana gue belum memakai pre-essence, sekarang gue udah pake. 
buat pagi, gue pakai SK-II Facial Treatment Essence yang alhamdulillah banget kali ini nggak bikin wajah bruntusan. dianalisa lagi, ada perbedaan yang memang kentara. sekarang gue rajin double cleansing. diawali dengan mengusap muka pakai Vichy Micellar Water untuk ngilangin makeup, dilanjutin dengan Sulwhasoo Cleansing Oil, lantas cleansing foam/scrub - which makes me wonder whether I've been TRIPLE cleansing :| 

apapun istilahnya, yang jelas it's all been ok.  
gambar dari sini
buat malam, gue memakai pre-essence yang berbeda. bukannya mau sok ala-ala skincare junkie yang paham kenapa malem dan pagi harus beda produknya, sikk... murni karena kebetulan ada sampel pre-essence yang belum dipake, haha. akhirnya gue prawanin juga History of Whoo's Ja Saeng Essence yang kebetulan sudah gue kekep beberapa lama. gue udah mendengar banyak review positif tentang produk ini, tapi to be honest belum muncul keinginan membara buat nyoba. singkat cerita, I finally gave it a try, dan udah hampir sebulan gue pakai produk ini, jadi layaklah ya buat kasih testimoni? tanggapan gue terhadap produk ini termuat dalam satu kalimat sahaja: it does me wonder. 

uh-huh, no more no less than a wondrous effect it is. terdengar terlalu lebay kah? hehehe. percayalah, gue tidak dibayar dengan produk gratisan sama Whoo (#kode). all I know is, sejak pakai ini, my skin has been supple, dan jerawat jadi jarang nongol (hanya sesekali saat mau dapet dan itupun cepet kering abis 'disumpal' pake si Ja Saeng ini). jadi begitulah, how can I not love this product?
kepikiran mau beli full size-nya sih, tapi pas gue tanya mbak BA-nya, dijawab harganya lebih dari 2 juta rupiah. er... agak gentar yah eke jadinya #dilema #pilihmukaapacicilan. mungkin gue bakalan restock sample size lagi, sik kalau begini caranya. tapi kalaupun gue somehow bisa beli full size, gue rasa setahun juga nggak abis, deh. karena ini aja cuma 5 ml tapi awet sebulan.  

• next on my favorite things is hosting friends.
gue baruuu aja berceloteh di blogpost ini, betapa gue seneng kalau bisa menjamu teman-teman yang mampir ke rumah. tempo hari 'kan ada Ika dan suami yang mampir ke rumah buat berlatih moto dengan cara motoin kita sekeluarga, hahaha. ya kita mah seneng banget atuh xD udahlah disamperin, dipotoin pula!
lalu minggu laluuu, kita kedatengan tamu lagi. kali ini konco-konco kentel gue jaman SMP. kaget dan seneng banget gueee, karena kita bisa kumpul lagi dan mereka sudi mampir ke pelosok ciganjur uhuhuhu. 
semoga Allah kasih gue banyak kesempatan buat latihan jadi nyonya rumah yang oke, yaak hehehe... 


hasil photo sessionnya <3

rasanya baru sekejap berlalu sejak kita gegoleran nonton vcd take that dan boyzone live in concert sepulang sekolah. hiks :')

• perihal tontonan, Orange is the New Black adalah tv show yang membuat gue melotot malam demi malam demi namatin season 1-3 dan bermata panda keesokan harinya. this show is a real bad a**! emang I would not recommend this show for anyone who's conservative in mind, sih. ada graphic depiction of s*x, profanity, and violence, even. tapi cerita yang disampaikan bener-bener 'hidup' lewat para tokohnya. I don't think I've ever fallen in love with so many characters in a show before. 




- lastly, THIS.
It's a very nice and inspiring writing by someone whose life seems to be led by passion. 
Let me quote some parts:
"If you feel you’re stupid, read books. If you think you’re smart, read more books. 
"Membicarakan atau mendiskusikan buku bersama orang lain yang juga senang membaca buku adalah satu dari sedikit kebahagiaan yang tidak mahal — dan jauh lebih baik daripada ikut membicarakan gosip terbaru para selebritas. Saling bertukar buku, tentu saja, juga lebih baik dibandingkan dengan bertukar pasangan. 
"Membaca buku adalah salah satu pekerjaan paling sulit yang saya tahu — dan itulah alasan kenapa banyak orang tidak suka membaca buku."
karena tulisan tadi dan lain hal, gue menyadari kalau buku adalah passion gue yang nggak pernah padam dari dulu sampai sekarang. it makes me feel alive. 
maka gue pun mulai 'memaksa' diri untuk kembali menyentuh dan akrab dengan buku. 
perjalanan diawali dengan langkah-langkah kecil... seperti memperbarui keanggotaan di Rimba Baca. gue kepikiran melakukan ini supaya selain pilihan bacaan Bhumy semakin banyak, juga untuk merangsang minat bacanya. nilai keanggotaannya totally worth the price (cuma Rp375.000/tahun) dibandingkan membeli sendiri. 

kebetulan banget, tau-tau Gemma (@lilbibliophile) ngajak ikut meramaikan hashtag #SatuHariSatuBuku-nya. tujuannya selain mendokumentasikan buku yang dibaca bareng anak, juga untuk ngasih review buku-buku yang udah dibaca. 

maunya sih bisa melangkah lebih lebar lagi ke depannya... gue mulai menargetkan kelar berapa buah buku per 2 minggu, trus kalau bisa, organize a book club sama temen-temen. berhubung gue anaknya seneng sharing, jadi rasanya kecintaan itu bisa tersalurkan lewat menceritakan opini dan berdiskusi soal buku sama orang lain. ada yang tertarik gabung? monggo banget lohhh. 







something to start the book club with...

one afternoon at Rimba Baca


if this is not inspiring, then what is?

12/02/2016

how to spend weekends in jakarta

mengklaim diri sendiri sebagai penikmat weekend yang antusias, tapi cukup lama gue nggak menuangkan reportase aktivitas weekend di blog. tujuan gue berceloteh soal ke mana aja pas weekend bukan cuma untuk dokumentasi, sih. kalau bisa bermanfaat buat orang lain ya syukur.. tapi gue doyan reportase di blog supaya bisa dibaca ulang di lain hari. I love reliving the moments, because weekends seem like the only time I could feel alive *lebhe sikit*.


me when I see weekend coming (gif from here)
setelah gue balik kerja, akhir pekan kerap dihabiskan oleh kita sekeluarga di mall. sebenernya nggak ada urusan gue kerja atau nggak, sih, karena dari dulu ngemall udah jadi kebiasaan, haha.
tapi sekarang, mau nggak mau setiap minggu siang kita rutin ngemall untuk nganterin bumy les musik. iyah, pake istilah "mau nggak mau" karena gue malah jadi maleuzz banget rasanya mampir ke mall pas weekend. pengennya tidur-tiduran, streaming netflix sampe bego quality time sama anak, olahraga di rumah, dan sejenisnya. tapi mungkin ini memang harga yang harus dibayar oleh mamak sok ambisius seperti daku. jadi nda papa, gue dan adit korbankan waktu bobok siang di akhir pekan demi masa depan anak (sok heroik kekeke). meskipun begitu, ada juga keuntungan yang bisa dipetik dari keharusan keluar rumah on weekend itu.
sehabis pengajian atau les musik, karena nanggung, biasanya kita jadi sekalian kelayapan. berhubung udah enek sama mall, melipirnya ya ke tempat yang bukan-mall.
emang rada ribet sih harus menclok ke sana ke mari. tapi seru juga, jadi dapet 'pemandangan' yang berbeda. kayak di celotehan ini, kita sempat mampir ke museum sama passer baroe. kalau dirangkum, kegiatan non-mall kita di akhir pekan itu biasanya berupa...

• getting outdoorsy
outdoor activity itu selalu nyenengin buat kita. tapi lebih seru lagi kalo bisa nyoba tempat baru buat manen keringet.
outdoor place yang suka disinggahi ya yang deket-deket rumah macam Ragunan sama UI Depok. tapi demen juga nyoba tempat-tempat 'baru' kayak Scientia Square Park nan nge-heits atau taman-taman tjantik di belantara DKI Jakarta - sebut saja taman langsat, taman honda tebet, taman tanjung (nama-nama ini pernah jadi lokasi Hidden Park), taman ayodya, pun taman tabebuya deket rumah yang tenar ituh (asumsi aja sih, soalnya temen gue anak Bekasi sampe rela mampir ke situ).

suatu ketika kita main ke Eco Park di Ancol. singgah hari Minggu pagi sekitar jam 7an, ternyata suasananya enak banget. luas, hijau, dan crowd-nya orang-orang yang beneran mau olahraga. oiya masuk ke sini gratis, cuma bayar biaya masuk Ancol. kemarin itu adit bawa sepeda, tapi di Eco Park juga disediain sepeda untuk disewa. selain itu juga ada motor-motoran kecil kayak yang dipake bumy dan adit.




the map







ada banyak pilihan aktivitas juga kalau kita udah kelar keringetan. bisa keliling pake buggy car, bisa ngasih makan ikan, dan bisa jajan! iya, ada tempat jajanan gitu berupa kios-kios dan juga gerobak, di mana pilihan makanannya buanyak banget. sistem belinya pakai voucher gitu.
kelar main di Eco Park, bisa mampir ke Ancol Beach City mall buat ngajak bumy main pasir, trus makan seafood di Rasane - yummm.






wajah-wajah "fresh" (from kasur)




mampir ke Ancol Beach City


udah ditungguin yacht, nih! :D




• getting artsy (fartsy?)
ini kegiatan yang baru gue coba. pengen mulai ngajak bumy ke tempat dan kegiatan berbau seni budaya (biar nggak tuna-seni kayak mamaknya). lucky thing is, karena dia udah nggak balita, jadi bisa dikasih tau untuk "tertib" dan juga udah cukup mudeng sama yang diliat.

tempo hari kita mampir ke Jakarta Biennale 2016 yang diadain di Gudang Sarinah, Pancoran. nggak disangka bumy tertarik banget sama apa yang ditampilin di pameran. pengalaman baru kayaknya buat dia, karena ada hal-hal yang nggak 'biasa' untuk dinikmati. dia juga bisa 'berinteraksi' baik secara fisik maupun lewat pikiran, sama apa yang diliatnya itu. meskipun venue acara kemarin nggak senyaman mall di mana dia biasa nongkrong, tapi 'ni anak sampe nggak mau diajak cabut dari situ. besoknya malah minta 'main' ke pameran yang sama lagi.
















minggu lalu, kita mampir ke Galeri Nasional. kebetulan lagi ada pameran seni patung, instalasi dan lukisan (setelah dilihat di situs Galeri Nasional, tajuk pamerannya adalah Conversation: Endless Acts in Human History by Entang Wiharso and Sally Smart) sekaligus Architecture UI Fair (AFAIR) 2016.
di pameran arsitektur, ternyata bumy excited banget sampai hampir kalap liat rupa-rupa maket dan desain bangunan xD kita sampai harus keliling ruang pameran dua kali karena dia merasa "kayanya bumy belum liat yang itu, deh!" atau "mau liat lagi yang inii..." I felt an odd, pleasant feeling as I watched him finding something that might be his passion. hal kayak begini nih, yang bikin gue semangat buat ngenalin hal-hal baru ke bumy.
















and so he stared and stared and stared...
lain kali, pengen nyoba mampir kalau ada pemutaran film (ramah anak) atau pagelaran tari yang suka diadain di tempat bernuansa budaya lain macam TIM dan Salihara. plus, ngajak bumy nonton teater atau musical ensemble yang melibatkan anak-anak - nggak usah yang fancy-fancy dengan HTM jutaanlah, kalau bisa malah yang berbau kegiatan sosial. tulung diinpo-inpo ya kalo ada, gan! :D

• coffee shop/breakfast place hopping
this is definitely on my list of ultimate favorite things. sarapan sambil ngopi itu hal yang bahkan saat cuma dibayangin, udah bisa bikin gejolak hati menenang, tensi turun, dan mood membaik. haha.
dan ini juga kegiatan yang selalu gue nanti-nanti saat weekend. kalau bisa nyobain tempat baru, ya alhamdulillah. kalau harus ngulang makan di tempat biasa, ya seneng-seneng aja sik.

minggu lalu, kita mampir ke Suwe Ora Jamu di Jl. Petogogan. yang beda dari tempat ini, selain ngopi, kita sekalian nge-jamu. macem-macem banget menu jamunya, udah kayak jus yang bisa di-mix dengan ini-itu.
harga makanan dan minumannya juga nggak overpriced (macem kebanyakan coffee shop).
kalau minggu lalu, kita main ke Giyanti Coffee & Roastery di Jl. Surabaya yang konon rating kelezatan kopinya bagus banget (kata temen yang penggemar kopi). ini tempat... asli deh, unik but in a good way. ngopi di situ ngasih pengalaman suasana yang beda. suasananya vibrant, hangat dan menyenangkan haha mungkin harus coba sendiri untuk rasain. adit si penggemar kekopian bilang kopi di sini emang beneran enak. buat gue sih, latte yang kemarin diicipi enak. sementara bumy menyesap baby cino alias susu di-steam yang dikasih coklat dan marshmallow buat dicelup-celup.
lain kali, pengen nyoba But First Coffee di Gandaria sama Yellow Truck Coffee di Margonda, nih. atau mungkin nyobain that coffee shop di Bintaro yang pernah batal dimasuki.


di Giyanti













ngiler nggak, sih?!


menu jamunya :D


bubur kacang ijo, ketan item, roti bakar, cappucino, kopi tubruk, beras kencur. we had a feast!
kalau udah mentok nggak dapet ide coffee shop/breakfast place yang pas buat dicoba on weekend, biasanya ya kita ujung-ujungnya ke Starbak atau Pizza Hut. yang belakangan ini menu sarapannya lumayan enak haha, dan nggak pricey juga.

• hosting friends
iya, menjamu tamu. dan iya, ini semacam pencapaian untuk diriku yang (agak) ansos dan apatis. gue seneng sih bisa meet and greet sama sohib-sohib. tapi jujur ajah, gue nggak punya setetes pun bakat dan hasrat untuk menjadi Martha Stewart-wannabe. I like things simple. lha kalo pake jilbab aja peniti maksimal satu biji, boro-boro gue mau musingin dekorasi meja makan atau nyusun 5 menu yang color-coordinated buat tamu. my favorite parts of hosting are the talking, the laughing maniacally, and the connecting. jadiii, I would really love it if any of you guys want to come by my house (beneran!), but please don't expect anything fancy. I'll give you a nice exprience of ngobrol ngalor-ngidul, instead, hehehe.


our most recent guests <3
jakarta emang nggak pernah kekurangan 'hiburan,' yak. dan waktu yang paling nyaman buat menikmati jakarta ya emang saat akhir pekan atau libur panjang. semoga kita selalu nemu cara-cara dan celah-celah baru untuk dinikmati di kota tercinta inih.