14/05/2013

twists and turns

sampai sekarang, udah mau 2 bulan gue full-time di rumah. how is it going? well, there are progresses, and also some stuff that need to be... er, improved.

- gue belum juga pakai jasa ART. saat konsul ke psikolog keluarga sebelum resign, beliau udah nyaranin bahkan ngerekomendasiin kita untuk ambil ART, supaya gue bisa fokusin tenaga dan waktu untuk ngurus Bumy. i know i should've.
tapi... kok ada keengganan yang besar ya di diri gue dan juga adit untuk ambil ART, terutama yang nginep di rumah.
alasan utama mungkin karena udah terbiasa di rumah cuma ada kita bertiga. dulu, anas, ART di karawaci, cuma di rumah 2-3 jam setiap harinya. no attachment. gak ada orang lain yang bukan keluarga di rumah. gue gak perlu berbasa-basi, karena gue emang males berakrab-akrab sama ART. bukannya belagu. mungkin karena dari lahir hingga cabut dari rumah nyokap, gue udah merasakan asuhan sekaligus service puluhan ART. they came and went. ada yang udah dibaik-baikin taunya tetep doyan ngebohong dan pulkam trus kabur tanpa pamit. udah terbentuk di mindset gue kalo nggak ada gunanya berintim-intim sama mereka.

setelah tinggal pisah dari nyokap, gue belum pernah pakai jasa ART full-time. untungnya sama anas, kemitraan berjalan baik dan langgeng. gue bisa lebih akrab sama dia. dia kerja di rumah nyokap juga, tapi ya untungnya gak pernah ada konflik berarti. track recordnya juga bagus (gak pernah ada barang ilang, anaknya tiap hari nemenin bumy main, kelakuannya gak songong dan gak pernah minjem duit(!)).

nah, balik ke keengganan tadi. alasan lainnya, gue rasa karena on most days, gue ngerasa bisa meng-handle kerjaan rumah, masak, sekaligus megang bumy. SOK yeh. tapi seperti yang gue bilang tadi, on MOST days. ada juga hari-hari di mana gue merasa muak dan overwhelmed. misalnya pas lagi PMS. beuh... kalo udah gitu, mari ucapkan selamat datang pada jasa delivery makanan, mengurung diri di dalam kamar, dan bisa nyemprot bumy karena hal sepele (*sniffs*).

makanya, sekarang gue jadi mikirin urgensi untuk pakai jasa ART. tujuan utama gue "balik ke rumah" 'kan emang supaya bisa men-deliver pengasuhan yang lebih berkualitas, sekaligus bikin diri sendiri lebih bahagia by doing things i love. i have to admit kalo urusan beresin rumah dan masak emang cukup mengurus tenaga dan waktu (d'oh! that's what's sang psikolog had warned me before). gue jadi lebih fokus dan ngabisin energi buat beberes dibanding mencapai waktu berkualitas sama bumy. strike one :(

tapi... mau ambil ART full-time tapi kok belum bergerak juga. adit beralasan, nanti aja abis lebaran ambilnya, supaya meminimalisir dikibulin dan sebagainya. kepikiran juga buat pake jasa ART part-time lagi. tapi... yagitu, nyarinya belum niat.

biasanya kalau gue lagi berpeluh nyetrika baju siang-sore hari, gue menghipno diri sendiri dengan bilang, "ah nanti juga di paris gak ada pembantu. semangaaat!" #khayalanbabu

meskipun adek gue cerita ada orang kantornya yang dulu tinggal di US mandiri banget. masak, nyuci, nyetrika sendiri. tapi begitu balik ke sini, ya balik 'manja' lagi. ada ART ya diberdayakan. affordable pula dibanding di sana.
gue jadi mikir, apa gue menyia-nyiakan nikmat Tuhan atas salah satu dari sedikit hal positif about living in indo?? :)))

btw, jadi inget dokter rekan nyokap gue semasa bekerja. sehari-hari dia praktek sampai malam karena pasiennya banyak, punya anak 2 atau 3. istrinya sendiri bekas anak dubes. tapiii mereka manage to live in indo sepanjang pernikahannya (yang mana udah belasan tahun gue rasa) tanpa ART maupun sopir. sang obgyn ya kerjaannya nyuci baju, antar-jemput anak, ngepel. begitupun istrinya, they do all the house chores by themselves, together. katanya sih karena gak nyaman aja pakai ART. 
dulu, ketika dengar itu, reaksi gue yang :O tapi sekarang, i kinda get their reason :7

- sementara perihal 'achievement' gue dalam urusan per-IRT-an, so far gue
  • akhirnya berhasil menyusun menu makan 10 harian. ajegileee meras keringat banget gue bikinnya. untuk ini, gue sangat berterima kasih pada buku-buku resep karangan wied harry, hahaha. i have 2 of his books, satu berbau food combining, satu lagi menu untuk balita. they help A LOT untuk gue menyusun menu.dah gitu cara bikinnya juga praktis, gak bikin pusing gue yang pemula ini.
  • peer besar gue sekarang adalah membentuk rutinitas bersama bumy. pasca pembahasan hasil assessment bumy di sekolah kemarin, gue jadi dibuat lebih ngeh sama pentingnya membentuk rutinitas anak. maybe i'll get to this deeper in another post, tapi intinya, urusan rutinitas ini juga membantu anak agar lebih siap bersekolah kelak. terlebih, jam masuk sekolah nanti (untuk shift paginya) jam 8, tapi bu kepsek nyaranin jam 7:30 udah ada di sekolah. tujuannya supaya anak bisa lebih siap mengikuti pelajaran karena dia gak 'diburu-buru' untuk berpisah dari zona nyamannya. sementara sekarang bumy masih tidur malam di atas jam 9 dan bangun jam 7 pagi. target gue sekarang adalah menidurkan si bocah jam 8 malam. semoga sukses dehhh. (UPDATE: tadi malam gue udah menggiring bumy ke kamar jam 8:10 malam.doi baru sukses tidur jam 9:32. fiuuhhh.)
  • ini masih berhubungan sama rutinitas sih, yaitu soal jadwal harian. gue udah nyusun jadwal harian dan mingguan supaya kegiatan gue dan bumy lebih 'terarah' haha. faktor paling sulit untuk direalisasikan adalah kedisiplinan diri ngejalanin jadwal tersebut dan fleksibilitas mental kalo dihadapkan sama perubahan XYZ. misalnya jadwal untuk kegiatan outdoor. jujur yaaa, gue males keluar rumah kalo udah keenakan, hehe. padahal bumy bisa cranky kalo seharian 'dikurung' di dalam rumah. atau jadwal bumy nonton tv yang cuma 2 jam sehari. kadang tercapai, kadang enggak (jadi kelebihan maksudnya).
 
my little bundle of joy (ehem, padahal mau "pamer" tumpukan setrikaan di samping kiri) #IRTbanget
one afternoon at Rimba Baca
hal-hal di atas 'kan riil ya, gimana dengan yang abstrak, yaitu masalah hati? am i happy?

bahagia emang terlalu luas dan abstrak sih. all i know is this,

i don't miss going to the office. meskipun saat senin lalu dressing up pagi-pagi pake kemeja putih which i've come to miss after awhile, dandan, trus menempuh perjalanan ke kantor slipi, it felt kinda good.
gue gak ngeluh despite the shitty traffic. because i haven't been doing it for sometimes of course. tapi mungkin juga karena gue tau hal itu gak akan menjadi rutinitas gue lagi. gue membayangkan duduk terpaku di depan komputer berjam-jam, kalo sibuk ya mikir, kalo gak sibuk ya bengong dan browsing sampe bosen. and naah, i don't miss that.

i enjoy the abundance of time i have with the kid. meski kadang i miss having the privilege to just watch criminal tv shows atau ANTM by myself. gue juga masih berjuang melawan diri sendiri yang punya  kecendrungan snap out. gue berjuang melatih diri untuk mikir dulu, "gue perlu marah gak untuk ini?" sebelum membuat reaksi apapun. gue 'belajar' menikmati waktu bersama anak, to JUST watch disney channel together and respond to his endless "why" questions. to JUST play playdoh and joke around and giggle together. and also learn to forgive myself after i snapped out for unnecessary matters.

it is a struggle on daily basis.

i do miss having company, adult talk, whatsoever, yang dulu bisa gue dapatkan dengan mudah. but then, come to think of it, i often felt lonely at the office. my friends were busy, had noone to talk to, and just swam alone in my sea of thoughts all day.

well, i guess happiness is how you can manage to still feel and think positively DESPITE all the twists and turns. not saying i master that skill already.
 
gue juga merasa menjalani peran baru ini is like a whole new "school" for me. belajar mengenal sisi diri gue yang 'baru', yang perlu lebih rileks dan less ambitious menangani urusan rumah tangga, yang menyesuaikan hasrat pribadi untuk peran utama saat ini, yaitu sebagai main caretaker bumy.
gue juga belajar menjinakkan sisi gelap gue yang moody dan emosional. belajar mengatur ego (bukan mengalahkannya), dan cara menyalurkan emosi. ujian di sekolah baru ini berlangsung setiap hari, bahkan bisa berkali-kali dalam sehari, dalam wujud yang tidak terduga. exciting, isn't it? :)))

he said he was "bikin tanda tangan"
 
on one sunny Saturday

for now, i think i need to deliver my plan to put on jadwal harian and 'motivational' writings on the refrigerator and on my kitchen walls. sound silly, huh? but it's just one small way i make to be a little bit better in doing my role. step by step. one at a time.

08/05/2013

school interview (ke-sekian)


gak terasa udah mei aja. insya Allah bumy mau disekolahin per tahun ajaran baru, yaitu bulan juli. trus kawinan adek gue juga tinggal 2 minggu lagi. 
cerita satu-satu deh.

hari minggu lalu, kita datang ke tetum karena diundang untuk ketemu sama kepala sekolah, bu endah. setelah 'berjuang' bangun lagi abis subuh, jam 8 lewat kita jalan juga ke tetum. sampe di sana, bu endah lagi interview sama sepasang orang tua sebelum kita. nggak lama, tiba deh giliran kita. 
yang diobrolin pertama-tama sih 'standar,' yaitu seputar tingkah laku bumy, baik dari segi sikap, kebiasaan, rutinitas, perkembangan emosi, dan whether dia udah toilet-trained. tiba-tiba, bu endah bilang, "sekarang saya mau ngobrol sama papanya bumy, ya." adit yang tadinya asik pegang bumy (baca: gak nyangka bakal ditanya khusus), langsung duduk tegak. pertanyaan-pertanyaannya ternyata begini,
- papa anak ke-berapa dari berapa bersaudara.
- deket sama ayahnya gak? 
- waktu untuk bumy biasanya kapan, dan kalo lagi bersama bumy biasanya ngapain. 
- apa cita-cita papa untuk bumy? (doi gelagapan jawabnya. caught offguard! jawaban adit, "maunya bumy jadi bahagia aja." gue ketawa, bu endah juga. "coba dijelasin pa, kalo 'bahagia' aja kayaknya terlalu abstrak." rasaiiiin.)
- apa visi papa untuk diri sendiri ke depannya?

tanpa sadar gue jadi keringetan liat adit ditanya gitu. gara-gara gemez kali ya doi jawabannya 'ngasal' banget! huahaha. 
buat gue, pertanyaannya mirip-mirip. as expected, muncul pertanyaan seputar perubahan status juga. bu endah bilang, "mama kan boleh dibilang perjalanan hidupnya dinamis ya, dari bekerja menjadi di rumah. gimana tuh menghadapinya? apa harapannya dengan berada di rumah?"
bok! antara seneng dan tegang ditanya begini. noone has ever asked me this bluntly before. 
gue juga ditanya apa harapannya untuk bumy ke depan. ya gue jawab maunya bumy dapat basic pendidikan yang baik dan sesuai untuk level perkembangannya.
sementara untuk visi diri sendiri ke depannya, gue menjawab (hampir sekenanya), "maunya sih seperti sekarang bu, ngurus anak dan berkarya, seperti menulis." :')
gue juga ceritain cita-cita #khayalanbabu yang selama ini belum pernah dikatakan out loud kepada orang selain adit, yaitu ingin bumy mencicipi pendidikan di luar negeri. bu endah merespon loh, dia nanya tanpa terkesan ngenyek atau gengges. 
"apa yang mama papa lakukan untuk mencapai itu? negara mana yang ada di bayangan papa mama?"

sambil menginterview, beliau juga ngejelasin metode pendidikan di tetum. kayak nantinya anak level playgroup mulai dari datang akan diajak buka sepatu sendiri, makan dan minum sendiri. trus juga nyuci piring sendiri(!). piringnya beling lowhh. tapi yang materialnya gak pecah berkeping-keping. juga diajarin untuk take care of himself,  take care of his surroundings/environment (baca: diajak nyapu, masak, dan bercocok tanam. jadi gue yang excited dengernya!), karena tetum mengadaptasi metode montessori yang ingin membentuk tabiat mandiri di diri anak. 
trus tetum juga full bahasa indonesia. karena niatnya ingin agar anak menguasai bahasa ibu sebagai pijakan kemahiran berbahasa. kata bu endah, yang enggak bagus itu yang setengah-setengah, kayak bilang "please ambilkan sepatu yang warnanya red." haha. nanti di luar negri 'kan kondisinya full berbahasa asing, tenang aja, gak usah anak dicekokin bahasa asing dari usia dini. anak-anak tuh mudah menyerap kok. duh, amin :')

truus, di tetum, anak level playgroup dan tk bebas dari calistung. intinya sih sekolah ini ingin memberikan stimulasi kepada anak sesuai dengan kapasitasnya. untuk level playgroup, yang diperkuat adalah dasar kemampuan anak untuk menulis. nanti akan distimulasi lewat kegiatan kayak meronce, memotong-motong, tracing, dsb. 

satu lagi pesan dari bu endah, yang paling penting dalam urusan partnership antara ortu dan sekolah, adalah sejalan. apa yang diterapkan di sekolah ya dilakuin juga di rumah. 

begitu selesai ketemu bu endah, gue dan adit jadi anteng di perjalanan. masing-masing sibuk mikir. berkontemplasi. kaget juga kayaknya karena 'ditodong' dengan pertanyaan yang 'dalem' padahal awalnya cengar-cengir dengan mood easy like a sunday morning. hahaha. 
bistu kita ngobrol,
"menurut kamu gimana?"
"kok aku jadi sreg ya."
"iya, aku juga. serius banget jalanin misi pendidikannya. concerned banget."
dengan menjalani tahapan interview kemarin tuh bukan berarti 'urusan' kita udah beres trus tinggal bayar. abis ini masih ada sesi pembahasan hasil assessment bumy, yang akan ngajak kita ngobrol nanti psikolog. insya Allah jumat ini agendanya. 

tapiiii... kita juga tetap menjalani tahapan pendaftaran di opsi B, alias kepomp*ng. 
setelah mundur maju mundur dari jadwal pengembalian formulir awal yang mana hampir sebulan lalu, akhirnya kita memutuskan terusin admission di sini. 
selang 3 hari dari tetum, kita ke kepomp lagi. 
sebelumnya, gue melengkapi form checklist kesehatan bumy. sengaja bela-belain daftar untuk konsultasi sama dr. Wati. maksudnya biar tau aja gituu seperti apa observasi dokter anak kenamaan. 
pas udah dijalanin, ternyata 'seru' juga sesi konsultasinya hehehe. yang terjadi antara somewhat expected dan nggak; gue sempat diceramahi panjang-lebar terkait keputusan-keputusan seputar kesehatan anak yang telah gue buat :P 
well, I wasn't there to debate, jadi gue iya-iya aja sambil senyum simpul. ngomong juga apa adanya tenan. 
"kenapa dulu c-sect bu?"
"minta sendiri, dok. soalnya takut lahiran normal. hehehe."
"ibuuu... blablabla" lantas doi jelasinlah panjang-lebar ke gue soal keunggulan lahiran normal.
gue, ya senyum simpul ajeee. 

"kenapa kemarin diopname?"
"soalnya udah demam 4 hari gak turun-turun dok. tes darah deh. trus disaranin rawat inap sama DSA-nya karena trombosit turun dan tetangga abis kena DBD. ujung-ujungnya sih emang radang tenggorokan doang."
*doi kasihtau soal diagnosis DBD dan DD, cara baca hasil uji lab untuk darah. yang mana udah gue ketahui juga, sih*
"saya heran deh sama ibu-ibu jaman sekarang, kalo anak udah demam 3 hari langsung panik. nanya dulu aja ke milis. selama anaknya gak menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan ya gak apa-apa."
jujur aja, gue mah udah gak napsu nanya ke milis setelah nunggu 3 hari dan anaknya belom juga membaik. mending gue langsung cuus ke KMC. nanya langsung sama spesialis anak toh. 

terlepas dari itu semua, alhamdulillah bumy baik-baik aja perkembangannya.
trus, mau ke dokter itu lagi gak? ya kenapa enggak? dokter pinter, penganut RUM, dan keliatan concerned banget sama well-being anak-anak. 

oya balik lagi ke admission di kepomp. kita ke sana untuk balikin form pendaftaran, trus interview sama kepsek. it lasted for about 30 minutes. bumy sibuk mainin mainan yang sengaja ditaro di atas meja kecil dalam ruangan sang kepsek. 
bu kepsek kemudian nanyain hal-hal seputar bumy. panggil mama papa apa. udah toilet-trained belum. apa yang khas dari bumy. pernah sakit apa. di rumah ada siapa aja. 
selesai bertanya-tanya, sejurus kemudian... beliau menyodorkan nominal uang pangkal dan kegiatan untuk setahun. gue agak terkejut ya, karena mikir "eh kok begini doang?" mungkiin gara -gara sebelumnya gue mengalami sesi interview yang intense di tetum?
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di interview ini jadi terasa seadanya aja, gitu... 

kenapa sih tempo hari kita maju mundur buat milih kepomp?
+ maju karena reputasinya oke, berbahasa indo full, kita pengen sekolahin bumy di sd kupu-kupu, daaan... gue bisa nungguin bumy sembari beraktivitas di kawasan kemang situ. ditulis paling akhir padahal bobotnya gede tuh :P gue mikirnya pengen olahraga, ikut zumba kek, yoga kek, 'kan di daerah situ banyak pilihan dibandingkan di udik sini (.__.) 
- mundur karena tadinya belom yakin bisa berangkat bareng adit. gue males juga nyetir sendiri pagi-pagi ke arah situ.
+ maju lagi karena setelah dipikir-pikir, insya Allah bisa berangkat bareng adit.

tapi sekarang kayaknya mundur lagi nih. setelah terpampang nyata proses interview yang udah dijalanin kemaren. jadi makin yakin yaudahlah bumy di tetum aja, deket rumah dan ngejalanin misi edukasinya juga gak main-main. meski reputasi mah kalah sama kepomp. terbukti waktu nanny di daycare nanya bumy mau sekolah di mana, gue bilang masih belum decide antara tetum dan kempomp, doi komentar, "ooh kepomp bagus tuh bu!"

and then there's this minor, sebenernya-gak-penting-tapi-agak-bikin-muter-mata factor. kemarin pas gue lagi nunggu di halaman kepomp sambil gendong-gendong bumy, ada dua ibu-ibu muda yang lagi nungguin anaknya sambil ngobrol. trus... mereka tiba-tiba diem dan liatin gue dari atas sampe bawah dengan pandangan yang... yagitudeh. gue langsung yang, "what? it's high school all over again? ah just admit I'm way slimmer than you." and then I strolled like a peacock. 
#SONGONG :))))
(note: what's with my face sih? huhu bitchface kayak Nisha post di sini ngkaliyak). 

kesimpulannya, kita pilih sticking to yang bersahaja dan terletak di belantara udik. meski mama less happy gak bisa nungguin anak sambil zumba atau swing yoga (lagaaak, kayak bisa ajah!), seenggaknya bisa irit bensin, deh. x))



if feet could scream


sejak weekend, gue udah berencana mau main ke kantor slipi senin ini. mau menyambangi HR, biar dapat kejelasan gimana status permohonan cltp gue.
jadi kita berangkat bertiga naik mobil pagi ini. gak terlalu pagi sih, baru jalan dari rumah jam 7. adit yang biasanya ngantor naik kereta, kali ini kembali nyetir bermacet-macet (but being an optimist as he is, he still managed to look at the brightside: "lebih capek naik kereta ah, desek-desekannya parah.") 
bumy dititipin di daycare. agak manyun pas ditinggal, tapi gak pake nangis. 

dari daycare, kita menuju ke kantor tlkm kebayoran, parkirin mobil, trus cus ke halte busway. adit lanjut naik TJ, gue naik kopaja ac. ternyataaa, naik kopaja ac sekarang dari halte busway toh. gue udah jalan sampai ke seberang al-azhar, terpaksa manjat tangga lagi untuk masuk halte busway setelah adit kasih kode dari dalam halte. sheesh, lumayan senat-senut betis gue, padahal baru segitu.
nungguin kopaja ac 10 menit, gue mulai khawatir, trus wassap adit. 
"bener ga sih nunggunya di sini? kok ga lewat-lewat?!?"
eh 5 menit kemudian kopajanya nongol. 
gue jadi merasa kondisi jalanan jakarta agak beradab gara-gara kopaja ac masuk halte dan jalur busway semata. tapi di ratu plaza, kopajanya keluar busway dong, malah masuk jalanan biasa dan ikut bermacet-macet. ya wajar sih, soalnya harus belok ke arah slipi.

sekitar 30 menit kemudian, sampe juga di kantor slipi. tanpa berbasa-basi dulu di lantai 5 tempat ruang kerja gue seharusnya berada, gue langsung ke HR. ketemu OM-nya, nanya, dan dia bilang berkasnya udah dikirim dari bandung. tunggu aja. tinggalin no telpon aja. so i did it. i suppose i've given them my numbers 3 times now.

di kantor, ngobrol-ngobrol sama orang-orang. dila ngasih bahan seragam buat kawinannya. good thing no bosses were around.
jam 10an, ada orang HR nganterin berkas buat manager gue. pa lilik intip isinya, katanya itu SK cltp gue. efektif per 1 mei. fiuh, beres juga. and whoa... its for real now, sister. :O
cant say i wasn't prepared. but it still comes as a surprise.
pas gue bilang ke adit, reaksi dia, "jadi mulai depan kamu ga terima gaji lagi ya?"
:))))

jam 11, perut udah laper karena sarapan bebuahan doang. ajak pa lilik ke mandala. dari awal hari sebenernya gue udah niat mau ke central park. mau mampir ke zara. siapa tau sepatu dan celana incaran yang ada-ukurannya-tapi-barang-display-semua di GI ada-ukurannya-dan-kondisinya-masih-mint di situ.
tapiii kok tiba-tiba males. suhu 32 derajat. :|

begitu mau sampe di kantor lagi, gue mikir-mikir, kalo naik kopaja ac toh harus masuk ke halte busway lagi. nanggung ga siih, tinggal ucluk-ucluk ke cp. 
ternyata iya, nanggung. masuk deh ke cp. 
ngider ke sana ke mari, alhamdulillah baliknya gak dengan tangan hampa karena berjodoh dengan barang-barang incaran. kelar belanja, selonjoran dulu di starbak, sekalian nunggu suhu udara turun dikitlah.

tapi trus adit wassap, "kan mau bikin pas foto bumy dulu? jadi ke kantor aku juga gak?" haiyaaaa, must get my ass going before 3 kalo gituh. 
so i dragged my feet to halte busway. panjat-panjat tangga. tutup-tutup muka pake kantong belanja. panas-panasan di dalam halte. tunggu 10 menit, datanglah kopaja ac. eeh krunya sama persis sama yang tadi pagi. 

di dalam kopaja, ada anak cewek kecil sama kakekneneknya. trus dia telpon mamanya sambil ngomong kenceng melengking-lengking. "mama neng endi saiki?" hihihihi. cute!
setelah anak itu laporan ngalor-ngidul ke mamanya, dia bilang, "nindi kangen!" mataku ngambeeng :")
i was thinking, atau lebih tepatnya assuring myself that... this is it, selamat datang ke hari-hari nyata tanpa penghasilan (sendiri). selamat tinggal tawaran beasiswa. trus mikirin 2009 lalu nangis-nangis di toilet pengen berhenti tapi gak bisa karena belum sanggup (nanggung konsekuensi finansialnya.) trus mikirin "gimana kalo gimana kalo." mikirin kejadian-kejadian 'ajaib' yang menyusul setelah form permohonan cltp diisi. where is the line between making the right choice and making a mistake? almost everybody says the latter, but your heart insisted it's the first. 
tapi setelah nguping nindi ngobrol sama mamahnya, yang ada di kepala cuma "i'm so glad my kid is only ten minutes away now."
makasih ya nindi. semoga cepet sembuh kangennya :')

sampai di halte al-azhar, agak nelongso liatin jalur mendaki di jembatan penyebrangan. kakiku kaku-kakuuuu. jalaaaaan sampai belakang kantor tlkm, ambil mobil, bayar utang parkir, meluncur ke daycare. 
sampai situ, bumy lagi snacking. diajak mandi dulu dan dandan kece sama embaknya. mampir ke adorama, cuma 10 menit tanya-foto-bayar, meluncur lagi ke GI. bolak-balik pooool. abis gimana, udah kadung janji sama anaknya mau ajak ke GI :S

di GI, ajak bumy makan, main di playground, dan ngideeeer. if my feet could scream, they would. 
udah jam 6, bumy nagih cemilan. akhirnya ke starbak lagi. rich blueberry muffin buat bumy (cos i tasted it earlier and it was so "rich" indeed) dan sumatera choco eclair buat beta. nungguin adit dateng, trus jalan balik deh.

sampai rumah jam 9 kurang 15, tepar banget rasanya. 
kaki sakit. lemes. tapi, pikiran masih sibuk. whew... the first step of anything: accepting. sekarang masih sibuk mencerna. dan 'bingung' gaji pamungkas di rekening mau diapain... being responsible by putting it on dana darurat, or being sentimental dengan cara belanjain sebagai 'perayaan?' hihihi. 

anyways, i don't know what else to ramble now. so i'd just make this hopefully-helpful "how-to" karena saat gue dulu desperately googling, i couldn't find any.
here is
"how-to" mengajukan cltp di kantor tlkm berdasarkan pengalaman sendiri:
1. ngomong sama HR, nanya prosedur pengajuan cltp.
2. dikasih form permohonan cltp oleh HR.
3. isi formnya.
4. ngomong ke manager lini. minta persetujuan. 
5. kalo manager udah setuju, minta tanda tangannya di form permohonan cltp.
6. bikin nota dinas permohonan cltp, attach hardcopy form-nya.
7. tunggu kabar.
8. pada kasus gue, nunggunya 3 minggu.
9. et voila, datanglah sk cltp itu! 
10. embrace your new journey :)



27/04/2013

always a relief

what else can i say but "alhamdulillah" and "subhanallah"....

- watched one of my most favorite bands, RADIO DEPT., here in Jakarta. oh God :'D
been loving this band since 2006, i guess. to watch them performing live is an honor, and a blessing. their music is so beautiful, with heart-wrenching melody, and you-just-can't-help-not-to-move-your-head-nor-tap-your-fingers-along rhythm. at first, it felt kinda strange to be in the stream of youngsters (who were there to see the kooks). but kiti and i were inevitably dragged into the high-spirited ambience as we heard blur songs being played loudly from a big sound fest ticket booth. found ourselves chanting "they're gonna be here omigodomigod can you believe it we're too old to be groupies but who cares or what?!?!?!"
aaand, there were backdrops of the Great Britain's union jack combined with very accurate words about how great britain is all about freat music and great bands. we kept ourselves busy while waiting for the entrance gate opened by taking pictures with those 'propaganda,' hehe.
the band's performance was undoubtedly great, of course. they were also uber-humble,  saying "oh we're not one of the big bands. shouldn't play too many songs." but oh how you fill my soul with happiness :')

- had a great long talk with kiti, during our togetherness before and after the gig. she even stayed at my house that night <3
we talked about books we read, her view upon living here and other countries, her adoration towards the Great Britain and mine towards France :P, etc. also 'bout the things we used to keep on our head but could say out loud to each other. meeting her, and watching radio dept of course, gave a whole new energy to me. i feel really grateful for it.

- so, adit (or should i say "we" the way adit always says it) finally made the decision. bismillah, we hope it's for the greater good. i'm scared yet excited as usual. but i think i'd just focus on how this might be the nod from above regarding our recent life change.

- attended @alifmagz's event about "introducing Allah to our children." it was really insightful. and i'm glad i came with adit. that way i wouldn't have to explain things all over again to him :P
this is (kind of) the excerpt. i took it from alifmagz's site.
acara diteruskan dengan ceramah oleh Dewan Pakar PSQ, DR. H. Ali Nurdin, MA, dengan tema “Mengenalkan Allah pada Anak”. Beliau menjelaskan bahwa dalam mendidik anak, termasuk mengenalkan Allah dan nilai-nilai agama, seharusnya digunakan pendekatan kasih sayang dan keteladanan.

Pendekatan kasih sayang mencakup tiga hal, yaitu: 1. Jangan marah – Kita bisa menunjukkan ketidaksukaan kita atau menasehati anak tanpa perlu marah-marah. Gunakan ekspresi dan pilihan kata yang tidak membuat anak takut; 2. Jangan mudah melarang – Karena larangan bisa menghentikan perkembangan dan pertumbuhan daya pikir, eksplorasi, serta kreativitas anak. 3. Jangan menyuruh – Lebih baik berbentuk pemberian informasi, ajakan, atau diskusi.
Sedangkan pendekatan keteladanan diperlukan, agar setiap apa yang kita ajarkan pada anak menancap kuat dalam kepribadiannya. Tanpa contoh, itu akan sulit dicapai. Apalagi, orang tua merupakan role model pertama bagi anak.

Khusus untuk bagian mengenalkan Allah pada anak, DR. H. Ali Nurdin, MA, membaginya menjadi tiga hal. Yaitu memperkenalkan Allah sebagai Maha Pencipta, yang dari-Nya asal segala sesuatu; Mengajarkan anak untuk pandai bersyukur, bahwa kita dan segala nikmat yang kita rasakan, ada semata karena anugerah Allah; Memperkenalkan kasih sayang Allah, bahwa Allah Maha Pengasih, bahkan ketika Dia memberi kita kesulitan. Karena, kadang Allah memberi kebaikan dibungkus oleh masalah atau kesulitan. Ketika bisa melewatinya dengan ikhlas, kita baru bisa melihat kebaikan itu dan memperoleh kemuliaan.

as in my own words, i'd like to report that there are some jlebful wisdom i got from the event.
1. mana yang lebih berpengaruh ke anak, didikan/tindakan orangtua atau lingkungan? dijawab dengan: orangtua. karena pengalaman dengan orangtua membentuk pondasi dsb. tapi lingkungan juga berpengaruh, jadi tetap usahakan untuk dijaga. kata si bapak, "saran aja yah, jangan sering-sering ajak anak ke sini (mol-red). nanti anak keseringan liat kelakuan yang begitu tuh (me-refer ke suara jedag-jedug event entah-apa yang melibatkan teriakan-teriakan "yeah!" "dance it yoo!"). lebih baik sering-sering ajak anak ke silaturahmi keluarga. jadi bisa belajar nilai-nilai yang baik."
this made me glance towards adit, and say "is he serious? me, no malls?"

2. larangan untuk tidak marah - melarang - menyuruh anak berusia di bawah 6 tahun (kalo di indo), atau 8 tahun (kalo di USA).
si bapak bilang, karena otak si anak belum tersambung sempurna. jadi tindakannya itu bukan kesalahan, tapi cara dia belajar dan membentuk karakter. contohin lewat keteladanan juga kalo mau anak jujur dan rajin ibadah. T___T

- my kid's own words.
  • sambil sentrap-sentrup, sehari sebelum pesta ultah tetangga sohibnya, "ke ultah naya gimana ni bumy mamaaa?" karena gue bilangin "ayo bumy makan sayur dan buah yang banyak, supaya bisa sehat jadi bisa dateng ke ultah naya besook." hihihi. sorry to make you worry yah baby.
  • "ma, kok matahari gak ada matanya sih?"
  • "kok difoto sih?!" ketika dia gak sengaja menemukan fotonya lagi jongkok dan serius baca buku di aksara.
  • "kalo malem-malem mama jangan kerja terus loh. kok malem-malem kerja siiiih. kerja apaan?" sambil menggelendoti kakitanganmuka gue yang sedang kejar setoran tulisan. -___-
  • bumy ngeliatin tahi lalat di telapak kaki kirinya.
B: "kok kaki bumy ada tahi lalatnya sih mamaa?"
G: "iya, itu Allah yang menciptakan."
B: "kok Allah gak ciptain tahi lalat di kaki dua-duanya sih mamaaa?"
G: .... "err... look, it's a bird! it's a plane!"

23/04/2013

pawon

pardon my being random, but on this quiet afternoon, i feel like writing about the kitchen.

dulu, bagian menentukan desain dapur seperti apa memakan paling banyak resource waktu dan pikiran gue. desain lemari dan kamar bumy udah diserahin ke sodikin, tapi desain dapur tertundaaa terus.
setelah akhirnya bisa meneguhkan pilihan desain, beberapa keinginan spesifik gue mengenai si dapur saat itu, di antaranya sbb:

1. kabinetnya warna putih.
2. permukaannya dari kayu. dua poin ini terinspirasi gambar-gambar american kitchen di pinterest plek.
3. maunya ada ambalan di satu sisi atas, supaya dapur yang ukurannya mini ini gak keliatan 'sesak' oleh kabinet.
4. maunya di dinding di atas kompor ditaro rail + hook dari ikea. jadi gue bisa gantung-gantung sodet dan rak bumbu.
5. maunya dinding di atas kompor itu dipakein bata timbul. lagi ngetrend kan tuh! sekalian mempertegas kesan "country"-nya. tapi... gue pikir-pikir bersihinnya ribet. akhirnya pilihan diganti jadi pake fiber glass.
6. kabinet yang cuma sedikit itu bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk naro printilan dapur. baik consumable maupun non-consumable items.
7. maunya ada kabinet yang pakai kaca alias transparan. lagi-lagi, supaya gak terkesan 'sesak.'
8. permukaan dapur yang luasnya minim itu bisa dipakai untuk cooking, washing, dan food preparation (potong-potong, ngulek, dsb).

BANYAK MAUNYA 'kaaannnn xD

ketika berkonsultasi sama sodikin (bebas fee, ey! haha), doi ngasih beberapa input,
  • permukaan dapur yang bawaan dari developer sebenernya udah oke, karena terbuat dari keramik. keramik tuh awet, kuat, dan perawatannya gampang. tapiii, gue gak suka! liat sendiri 'kan poin nomer 2 di atas.
  • permukaan kalo dari kayu beneran kurang disarankan. pertama, perawatannya sulit. kedua, harganya juga mahal kalo dari kayu solid. hal ini disolusikan sodikin dengan memasangkan HPL yang dari segi biaya murah, dari segi estetis cukup memuaskan, dan dari segi perawatan gampang (dia bilang dia pakein lapisan apa gitu supaya si HPL gak gampang rusak kena air).
  • sodikin setuju sama ide pake ambalan supaya gak 'sesak' itu. dia juga nambahin pendapat yang menurut gue oke. "kalo kebanyakan kabinet, biasanya orang malah nyari-nyari barang supaya kabinetnya bisa keisi, bu. ngapain nambah-nambahin barang yang sebenernya enggak perlu?" iye juga sih. emang harus optimal dan gak berlebih-lebihan.
  • desain awal permukaan dapur tadinya kompor gue nempel sama tembok. tapi sodikin nyuruh pindahin, katanya masak jadi ribet kalo nempel tembok gitu. i have to agree with this.
  • corong pipa exhaust fan ditutup pakai drop ceiling. sodikin's idea. jadinya lumayan bagus, bikin dapur tambah terang dan cukup efektif nutupin pipa.

setelah sekarang si dapur udah jadi dan beroperasi, gimana pendapat gue?
  • well, dapur segini juga udah cukup sih. meski YES, it is MINI. permukaan yang lebih luas would be nice. tetangga sebelah rumah dengan briliannya meniadakan kamar mandi yang ada di sebelah dapur ini, sehingga ukuran dapurnya jadi lebih besar. kulkas juga jadi bisa ditaro di samping situ. oh well....
  • kadang kepikiran pengen ngubah sisi atas yang berbentuk ambalan jadi kabinet. barang-barang gue emang masih cukup sih di kabinet-kabinet yang ada. it's just... it would be nice, i thinkkkk. #labilo
  • rail & hook ala ikea belum juga kepasang. nyesel juga pake fiber glass gini. meskipun emang siih ngebersihinnya gampang, tapi, kalo mau dibobol sendiri untuk masang railing, kita gentar, takut ngerusak.

sekarang, wujud si pawon seperti ini. 

seiring dengan waktu, gue mulai menemukan aksesoris yang cocok untuk meramaikan si ambalan. tempat nasi dan panci yang seragam itu nemu di ace hardware. pohon plastik dari scoop. kanvas bertuliskan "chocolate doesn't ask silly questions. chocolate understands" (haha!) nemu di booth bagusbagus di citos. 
trus that love sign sebenernya dibeli karena meniru nisha, yang nitip letter signage di typo, hehe. awalnya gue bingung mau naro si love di mana... tapi lalu gue putuskan naro itu di dapur. tujuannya sok romantis sih, supaya selalu inget untuk memasak buat keluarga dengan penuh cinta. hakhakhak. jadi mau hasilnya enak gak enak, para anggauta keluarga bisa diingetin juga, kalo dibuatnya pake cinta looh. win-win, right? :P 
di ambalan pojok yang out of sight itu, gue naro buku-buku resep masakan, piring pyrex, dan tisu-tisu gulung.

kesimpulannya, it's not perfect, but it's okay. it's practical to clean, and it's running well. penataan letak washing - preparation - cooking juga fungsional. ide sodikin untuk gak naro kompor dekat dinding juga nambahin luas area preparation.
but yeah, i still want a railing stored with its hooks and tempat bumbu.
one at a time, kome. one. at. a. time.
:))

some girls just wanna be loved.


suatu hari di bulan ini, gue mendengar cerita tentang seorang perempuan yang dimanfaatkan oleh mereka yang telah berpuluh tahun menjadi "teman"nya. perempuan ini, sebutlah A, sedang dalam tahap mewujudkan perhelatan paling penting dalam hidupnya. entah untuk menghormati atau memuaskan gengsi, A menjanjikan akan memberi teman-teman lamanya itu kain bahan yang seragam. hal ini wajar ditemui sih di jaman sekarang. yang membikin gue heran sekaligus miris, teman-teman A lantas menodong A untuk membayar menjahitkan kain bahan itu, di tukang jahit ternama, tempat A menjahit baju istimewanya. baju yang A harapkan menjadi yang paling indah dan istimewa, setidaknya untuk dia, yang dia bawa ke tukang jahit ternama dengan biaya yang nggak murah.
A sebenarnya bukan orang berada. tapi dia seperti tidak punya kekuatan untuk menolak permintaan "teman-teman"nya yang keterlaluan itu. keterlaluan menurut gue sih. A kayaknya gak terlalu keberatan. karena meski berat hati, dia menyanggupi permintaan itu. 

gue merasa heran dan miris, karena kalo mereka emang teman yang baik bagi A, tidakkah mereka akan 'rela' tidak merepotkan dan menambah biaya pengeluaran A untuk hari istimewanya?

lantas suatu hari di bulan ini juga, gue berpapasan dengan kata-kata mbak Alissa Wahid di twitter yang bilang, 
"Ada orang-orang yang perlu didekati, ada yang perlu ditinggalkan. Bagaimana kita 5 tahun lagi, tergantung dari mereka yang kita gauli. Pagi!"

saking terpesonanya dengan kata-kata ini, gue hanya bisa mengutipnya dan menambahkan kata "Wow." 
well, karena keterbatasan karakter juga sih. 

jadi, apa moral ceritanya?
gak ada sih, karena bukan buku cerita anak-anak, hehe (terinsipirasi kalimat ini dari twitter juga :P). 
gue hanya bisa merenungi hal-hal yang melintas itu, dan mencatatnya diam-diam di sini. 
hmm, sebenernya membuat gue ingin menyusun doa juga, supaya didekatkan kepada orang-orang yang membawa pengaruh positif, membuka wawasan, dan peduli dengan TULUS kepada diri. 

amin.


monday, monday


nggak bisa tidur. padahal seharian badan loyo banget dan pengen adit cepet-cepet sampe rumah supaya gue bisa tidur. tapi ternyata... pikiran ribut banget, gak bisa diajak merem. 
gelisah.

today wasn't a pretty day. 
berkali-kali marah sama bumy. berkali-kali bikin dia nangis. bahkan bikin beberapa kesalahan pengasuhan yang udah gue ultimatum diri gue untuk gak lakukan lagi. hiks.

belum lagi, ketika ngecek status permohonan CLTP gue, ternyata belum ada respon apa-apa. sebelkeselgondokkkk jadinya.
terpaksa deh besok gue nelponin HR lagi... berbasa-basi, berurusan dengan birokrasi, dan siap-siap kecewa kalo menemui kenyataan tak sesuai ekspektasi.

hufffttttt.

on a more grateful light, i managed to slip some physical exercise meskipun bumy gelendotan/telentang di bawah/memanjati badan. 
and i ordered pizza which i had been craving for since i woke up in the morning.
also managed to have some time reading suze orman's book. which is utterly interesting. she really is something deh. bukunya udah mau selesai aja gue lahap, padahal belum juga sehari. entah karena gue emang doyan sama hal-ihwal financial planning, atau jeng suze emang jenius merangkai kata dan kasus. i think i'd read the book again after i finished my rambling here.

hal lain, atau mungkin sebenernya yang utama, membuat gundah hati adalah keputusan yang harus dibuat kita sebagai keluarga besok. daftar pro dan kontra udah dibuat. pengorbanan dan risiko udah disadari. tapi gue tetep aja belum tenang. :S

waktu adit tanya pendapat gue, dengan jujur gue jawab kalo pertimbangan gue yang paling utama ya sekitaran diri gue aja. God, this man really should be praised for bearing my self-centeredness. he didn't mind, as always.
gue jawab kalo gue malah seneng jadi ada faktor pendukung kalo mau sekolahin bumy di opsi B tempo hari. berhubung lokasi sekolah B nggak di 'udik', gue jadi bisa memanfaatkan waktu nungguin anak sekolah dengan beraktivitas di seputar wilayah situ. 
tapi yang sekarang jadi kepikiran... emang masih ada lowongan buat bumy di situ?? kita sendiri terlanjur membuat jejak kesan buruk karena formulir yang waktu itu diambil belum dibalikin, dan bahkan belum dibayar :|

when he first arrived at home, he rushed to tell me that he's been thinking about the reasons he had thought about to reject the offer.
but after we talked and talked for almost two hours, he said now he's thinking about why he should leave the first place. i'm just worried his mind-changing is because i talked him into it. not because he thought it would be best for him, and why it would be best for him. 



"i think too much
of things i want too much
it makes me hateful and i say stupid things.
only you can fill my blank heart
and i'm resigned to that." 

("resigned" by blur).