12/09/2012

dwell

seperti yang tertuang pada wishlist tempo hari, gue ingin mulai ngurusin perintilan rumah. visi untuk mempercantik dan membuat rumah nyaman sih udah numpuk di folder "favorites"-thanks to pinterest-tapi realisasinya tentu harus dipilah-pilah mengikuti ketersediaan dana.
setelah berembuk, gue dan adit menyusun prioritas bagian rumah mana yang dipercantik lebih dulu. hasilnya adalah urutan berikut:

1. kamar tidur kita
2. kamar tidur bumy
3. dapur

untuk 2 poin pertama pasti understandable-lah ya karena urusan kasur. maunya sih seiring dengan bumy punya kamar sendiri, kita pelan-pelan menghentikan praktek co-sleeping. selain itu, this neat-freak moi maunya barang-barang gak "berceceran" alias tersusun rapi di dalam lemari. dengan demikian, yang namanya customized closet jadi kebutuhan utama demi memenuhi hasrat ini. secara closet ada di dalam kamar, yaa makin cocoklah kalo kamar tidur jadi prioritas untuk diberesin.

trus kenapa dapur ada di urutan berikutnya? bukaan, bukannya gue ingin mewujudkan obsesi jadi martha stewart (bahahak), tapi semata-mata karena kompor tanem udah dibeli duluan. lagi-lagi, karena nggak mau lihat barang yang "berceceran" dalam kardus dan semacamnya *bergidik*, gue maunya dibikin dulu sarang untuk si kompor bertengger. 


trus brainstorming untuk nentuin gaya masing-masing ruangan itu gimana?
jangan ditanya. mata sampe perih dan hati jadi gelisah akibat kebanyakan browsing foto-foto ruangan di pinterest. lebaaay macam rumahnya 800 meter persegi ajah. hahahahkk. justru karena rumahnya mini makanya gue kudu mengoptimalkan desain ruangan biar sesuai fungsi dan bikin hati adem 'kan :P

tindak lanjut rencana ini sih baru
  • kunjungan ke Armany Parket di Fatmawati.
gue tau tempat ini berkat browsing thread Design Interior di FD. seneng deh ke situ, karena mbak-mbaknya informatif banget. kalo ngasih saran aplikatif dan, terutama, nggak ngenyek kalo gue berkomentar "buset mahal banget!"

dari segi harga, kayanya sih lumayan oke. parket laminated mulai dari 100 ribuan (belum ditambah biaya pasang), solid 370 ribuan. gue emang baru membandingkan sama parket dagangan ace hardware sih, dan harganya jauuhh beda.
  • nelpon the infamous Sodikin untuk janjian.
  • beli majalah-majalah desain rumah... as if pinterest kekurangan gambar!

gue sempat berpikir, segitunyaaa angan-anganlo untuk bikin rumah jadi cantik, or minimal sesuai ekspektasi. kalo nanti ternyata "gini" or "gitu" gimana? 


kebetulan saat lagi iseng browsing (segitu 'aktif'nya ya kehidupan sosial gue), gue dipertemukan dengan artikel yang akan gue share setelah ini. artikelnya bagus banget deh, gue merasa ini semacam peringatan supaya gak terlalu bombastis dalam berangan-angan yang ujung-ujungnya akan bikin dongkol kalo gak bisa diwujudkan. bikin rumah jadi nyaman gak harus (selalu) mahal dan ribet. dan jangan justru jadi lupa kalo the people make the house. nyaman enggaknya si rumah ditentukan sama jiwa dan tindakan para penghuninya(!!), jadi mulai sekarang, jangan cuma mengandalkan gambar-gambar indah dari pinterest yaa, jeng, tapi juga jaga tindak-tandukmu *pasang muka ngenyek di depan kaca*
tanpa semakin banyak cakap, ini loh artikel yang bagus banget itu :)

(gak mau 'kan pasang slogan begini di rumah sendiri?)

We've talked time and time again about all the little things you can do to make a house feel like a home. You can have warm enveloping lighting, plants for fresh air and fun additions of color, collections and artwork, but that's not what this post is about. This post is about how to make your home feel like a refuge; it doesn't have a single thing to do with your decor or the design of your space and nothing costs a dime - it's all totally, 100% free...

1. Spend Time In It: It's almost a badge of honor these days to rattle off your itinerary for the day which leaves little or no time spent at home other than the 6 hours of sleep you try to weasel in. You can't have the feelings of a safe harbor within your walls if you're never there. If it's merely a place to lay your head and hang your coat then it will never mean anything more to you than a coat rack does. Saying no to things in the outside world can be hard, but sometimes it's worth it for your home, peace and comfort in the long run.

2. Use Your Space: So you're at home. That's what we just told you to do right? Chillin' watching television, staring out the window. What more do you want? Well, lots actually! Use your table, sprawl out on the floor, cook, bake, clean, paint a picture... do something that forces you to interact with the things in your home. So often we're on auto pilot that forcing yourself to break the home-dinner-tv-bed routine can awaken your senses to how you'd like your space to function or embrace your hobbies and habits.

3. Speak Kindly: Homes are places where love and memories are made. Do your best to make them kind, wonderful thoughts. We're not going to tell you the words you should or shouldn't be saying, but tone, attitude, and spirit go a long way to making your environment one that is comforting and a refuge away from everything else.

4. Music Matters: It's easy to think about music while we're doing certain things. It's a no-brainer to listen to music at the gym or during a morning commute. But kick out the jams at home, too! Some of the strongest memories you can make often involve music. Open the windows, add a breeze and choose your tunes to match or make your day.

5. Entertain Without Worry: Quite often when we have friends and family over to our homes, it's easy to spend our time apologizing or talking about the things that aren't quite right that we still plan to fix. Spend time with others in your home, just enjoying your home as it is right now. Don't worry about the dust they might see or the things that didn't get done. One of the hardest things we can learn is to let go and enjoy being us, wherever we are, without worry or concern.

pictures from pinterest.com.


33-and-a-half months old

semalam, jam 11an, gue terbangun karena (kalo gak salah) pintu kamar yang terbuka. gue buru-buru ngecek bumy di mana, ternyata dia udah gak ada di ranjang. gue panggil-panggil lah doi sambil turun dari tempat tidur.
belum juga keluar kamar, doi udah nyamperin gue, dengan kondisi tidak bercelana. gue tanya, "bumy mau pipis?" dia bilang "iya." trus gue pangku dia.
sebelum gue sempat ngecek, adit udah keburu bawa bumy ke toilet, abis itu dia bilang, "bumy eek, beb, banyak banget."
pas gue cium tangan gue yang tadi mangku dia, hmm semriwing bau pup.
apa yang menjadi concern utama di sini?


A. bumy udah berani keluyuran turun dari ranjang trus keluar kamar dalam keadaan kamar dan ruang tamu gelap-gulita.
B. berdasarkan laporan adit, celana bumy tergeletak di ubin dan ada pupi di toilet. kesimpulannya, dia udah bisa naik ke toilet sendiri, dan... JONGKOK di situ.


dari sini kepanikan gue muncul, boooo kalo dia kepeleset di kamar mandi gimanaaa x( udah deh, mulai nanti malam pintu kamar gue kunci.
ohya satu hal yang bikin hati trenyuh adalah sebelum tidur, gue bilang ke bumy  "mi, nanti gak boleh pipis di tempat tidur lagi ya. nanti kasur kita rusak." mungkin aja gara-gara wejangan itu doi jadi 'nekad' nahan pupnya trus melipir ke kamar mandi sendiri. DUH ANAKKU :')

"ini rumah om venda (pacar adek gue-red)" - katanya sambil nunjukin hasil karya

getting his hair cut still is still a battlefield

 gara-gara ini, beta jadi ingin mendokumentasikan tingkah-polah atau ucapan-ucapan si bocah yang selama ini secara random dicatat di memopad doang.
  • bilang "no no no oma!" kalau misalnya ditanya "my, oma pindahin tv-nya ya?" dengan gaya geleng-geleng sok tua.
  • bilang "pa taro bb-nya pa!" *sengaja bapaknya yg jadi model perilaku tercela :P
  • Sok tua #2: kalau si bibah anak ART (perempuan usia 6 tahun) mau pulang dari rumah dan lagi berdiri di dekat pagar, bumy bilang "ka bibah jangan pegang-pegang pagar, nanti kejepit tangannya ka bibaah!"
  • waktu dikasihkan gelas, dengan sok tua#3-nya dia bilang "tunggu tunggu takut tumpah di karpetnya!" trus gelasnya dibawa menyingkir dari atas karpet.
  • nawar ketika mau dibacain buku sebelum tidur. awalnya sih "satu aja pa." abis itu "dua aja pa."
  • ketika dibawa ke rumah omanya pagi-pagi, dalam kondisi masih terkantuk-kantuk, adit nyetir sambil nyiumin dia, trus dia bilang "udah pa (nyiumnya-red). jalan pa. (yang) kenceng!" it's just cute how he has his own opinion now .__.
  • bertingkah minta duit. kayak ngerti aja apa maksudnya. "ma minta duit." | "buat apa?" | "umi mau beli rokok!" grrrrr ini pasti nyontoh adek gue yg suka disuruh beli rokok sama bokap.
  • kalau kita lagi di mobil dan mau ngambil tiket parkir, dia buru-buru berseru "silakan masuk!" niruin kata-kata mesin parkir.
  • kalau kita sampe di rumah omanya, dia menyambut dengan "selamat datang!" dan nyengir.
  • atau kadang menyambut dengan "assalamualaikum." (trus dijawab sendiri "kumsalam!")
  • ngebut dan ngepot kalau naik sepeda. walhasil sekarang tu sepeda rusak karena keseringan dibuat nabrak. bumy sampe dibekalin helm sama kita untuk sepedaan di DALAM rumah. semenjak sepedanya rusak, kalau kita lagi ngumpul rame-rame, dia akan proklamasi "sepeda bumy udah rusak! beliin yang baru ma!" dan akan gue jawab dengan "oggaaaaah."
  • nyokap cerita kalo waktu itu dia ngobrol sama opung gue (yang berarti buyutnya bumy) di telpon, dan dia bilang "bumy sayang opung. opung main sini dong. opung cantik! umi sayang" yang bikin si opung terkejet-kejet tersanjung. doi bilang, "seumur idup belum pernah ada yg bilang opung cantik, amaaang" wakakakk.
  • kalo denger "halo-halo" dari mesjid deket rumah, "assalammualaikum... pengumuman..." dia langsung berseru "(ada) anak ilang!!" dengan muka terkejut. hahahahhaha.
  • suatu waktu kebetulan ada 2 pengumuman di waktu berdekatan. abis bilang "anak ilang" dia bilang "anak ilang lagi!"
  • current obsession: mobil BMW. -__-
  • adek gue cerita, suatu siang dia berceloteh "oma, bawang putih bawang merah diiris, kasi jahe, blabla, ditumis!"
  • celoteh lagi: "ini uang untuk bayar rumah... ini beli ipad... ini beli xyz" whoa kiddo, did you just reenact our conversation?! -__-
  • when i said a passive sentence using the word "oleh", he said "oleh mana? oleh mana ma?"
  • "aku males nonton ini!"
  • "omaa, air minum mana? kasih kakak!" waktu ada cucu temen nyokap main ke rumah. hebohlah oma dan temennya oma. pencuri hati banget kan doi.
  • "di mata mama ada bumy!" :'}
  • waktu diajak jemput adek gue pulang kantor, dari dalam mobil dia lihat anak-anak usia 4-5 tahun lagi berdiri di depan pagar rumah(nya), dia langsung berseru "no no no anak kecil! sudah malam! pulang, anak kecil! cepat pulang!" #soktua
  • "umy suka rumah ini. rumahnya bagus!" kalo liat rumah yg emang bagus. trus karena kebiasaan gue tanggapi dengan "makanya umi berdoa ya biar bisa punya rumah itu" sekarang tanpa nunggu gue respon dia langsung bilang "umi berdoa. amiiin."
  • waktu mau makan eskrim, dia bilang "cimut cimut boleh?" karena udah sadar pasti akan celemotan kalo makan eskrim.
  • waktu gue 'ajarin' tentang daerah privat, respon dia "privat rumahnya di mana, ma?" okeh salah timing kayaknya gue. 
  • gaya jogetnya makin cihuuuy. tangan dibengkok-bengkokin ala SKJ '88, bahu sampe bungkuk-bungkuk, kaki goyang. shoulda had a video documenting it, tapi gue kan busy living the moment instead of capturing it jadi ya gimana dong #dalih.
  • (udah bisa) ngeledek. manggil gue dengan "mba anaaas!" yang mana adalah nama ART gue. -__-
  • suka kebalik nyebut "boncengan" jadi "bencongan" (tempat tinggal si anas), "tanaman" jadi "tamanan", "antar" jadi "jemput."

so far ini sih yang keinget (dan tercatat). efeknya jadi kangen kan kan kan.



sesungguhnya doi girang banget berfoto sama BMW. tapi (anak) cowok emang kurang ekspresif kali ya.

helps his dad make tea
keterangan background: bapaknya lagi ruku'



10/09/2012

untitled #9

i didn't know what i was looking for
i just felt the need to have some place to go to.
so i went there,
the street filled with lights and sounds and smokes
where noone's supposed to feel lonely.
i set my sight on my toes, and trailed on the narrow pavements.

that small coffeeshop with white window sills looked warm from the outside.
maybe it's its red cushions, or its density.
people chattered, tacky pop songs were played aloud,
and i was sunk in.

the street offered ample of images,
some from what i see, some from my memory,
as if it meant to appease me.
the way the smoke clears as i made my way.
residue of sweaty sigh of temptation released, amongst rushed steps
and conversation about lies.
faces i no longer see.
and the smell, the smell that lingers like a bad headache.

do you have to lose everything to truly live?
i hold on to things, no matter how sickening
or hurtful they are
because they help me remember myself.
does anyone really want to live without fear?

the night crawled deeper, and still there's no sense of closure.
the street would still be there
and moments would relapse.


remember remember

that scene where v and evey were together as this song was played on the jukebox. it was beautifully sad. 



oh I do believe
in all the things you say
what comes is better than what came before

and you'd better come come, come come to me

better come come, come come to me
better run, run run, run run to me
better come

oh I do believe

in all the things you say
what comes is better than what came before

and you'd better run run, run run to me

better run, run run, run run to me
better come, come come, come come to me
you'd better run 

it's how they yearn to be together but wouldn't relent.  

06/09/2012

on a lighter note,

when things get ugly, spare yourself and make a wishlist. 
mine consists of
  • a three-day getaway to... where else, all i can think of is Bandung. 
  • finish reading Bossypants (yes i finally found the soft cover edition! i love love lurrvve Periplus PS) and Norwegian Wood.
  • read The Secret, The Power, and The Magic. all by Rhonda Byrne. maybe i'd have a good laugh out of it. *defensively-speaking*
  • a pair of new running shoes. i secretly (NOT) have been running again lately. and my shoes, boy, they're getting old dan mulai rusak :( been having them for four years now, maybe it's time for them to retire.
  • that shirt at Bershka. damn, i should not have lunch at malls. ujung-ujungnya cuci mata trus naksir.
  • a visit to Dian Kenanga.
  • a visit to the dentist. shit.
  • make that visit to SA Grogol on Sunday.
  • carve my way to be an independent worker. *mulai berrrat*
  • start 'building' the rooms and kitchen in rumah Jagakarsa. 
AMIN.

31/08/2012

note of random feelings and moments.

arrived in the office this morning with a sigh of relief because it's finally friday, and i can't believe i got through all days in the week by not membolos at all. i can't say i was working hard during those four days, but i did skip quite large amount of magabut-ing.
the work has been challenging... in a good way. but it is exhausting nonetheless.
first thing i did as i sat in my cubicle was logging on to facebook. something about how vain the site is never fails to attract me. i looked around, stopped to peruse photo albums of a friend who went to europe. and then i pondered. will i ever get there?
suddenly i remembered i'm supposed to have loads of things to do. can i afford chillaxing around like this?
you know, this being-busy kind of thing makes me wonder... do i care about what these people are being busy about? i said to adit the other day, "i think now i can figure out why people get 'mad', like go crazy, actually lose their mind stuff. i think it's because they get tired of pretending. pretending to care, pretending to be something they're not. they bear all the grudges, sink 'em in the bottom of their stomachs, until one day, all hells just break loose. they practically lose the strength to carry on pretending. please pray for me that i won't go mad like that."

yesterday i was at prumpung. i took the chance (or the dare) of driving alone there. i missed the nearest toll exit to the office, so i had to go round under the flyover. i tried not to get stressed out with all crazy motorbikers, angkots, and aggressive car drivers all rammed on the road.
the meeting itself was long. the highlight was the catering service. the sambel tasted nice, and they served bakso on afternoon coffee break.
on my way from prumpung to jl.sabang (planned to meet adit there), i, again, missed the flyover on which i should be driving... i had to swerve right to rawamangun, and i thought, instead of making another round under the flyover, i'd just head to pramuka. long story short, i made it to jl. sabang. i sang out loud while driving, tried to ignore any gak-sabaran drivers that cut in my way.
at jl. sabang, i immediately walk to sabang16. i'd been wanting to nongkrong there, eat the kaya toast, read books (they serve books as well) so i would stop pressing on my blackberry, but too bad all the seats were occupied. so i entered kopityam oey instead. i didn't know what to eat there because i couldn't recall any fond memory about the food served. i ordered es cincau, and after a long perusing on the menu, i asked for nasi tim. i sat there alone, with an almost-dying blackberry, waiting for adit to come. it was an uncomfortable kind of waiting. no books or magazines. the chairs had no cushions. the seating arrangement was awful, totally not suitable to make me feel comfortable of sitting alone, because it offered no sense of "privacy"-if you know what i mean.

after what felt like a long wait, adit finally came. he stumbled upon his college friend who looked a lot like @newsplatter. (but it wasn't henry manampiring, adit introduced us). he chatted basa-basi-ly, and then we checked out of oey. august 30th is my mom's birthday. i totally forgot to wish her HBD on the morning when we dropped bumy by at her house. so to make her 'forgive' us, i said to adit i wanted to buy her a cake, a birthday cake. that's why we went to baked goods. i picked the carrot cake, and the mas-mas offered us to put writings on it. adit said, "happy birthday oma, aja." one mas-mas took the cake to the 'backroom' and then he sang "hepi bertdey omaa, hepi berdey omaa" without realizing we could hear him. the mas-mas on the cashier seemed embarrassed, but that only made me and adit laugh out loud.
when the cake's ready, mas-mas (didn't see whether it's the loud singer or not) said, "pak, bisa dapet lilinnya juga loh." to which adit replied with "oh bagus kalo gitu. ulang tahunnya kan yang ke-60. saya minta lilinnya 60 biji." the mas-mas went "huh? gak muat di kuenya pak!" and then adit and i once again laughed hard.
it's so hard for me to have a good laugh these days. what a pity, right. i  remember that good time working with colleagues who are mostly my age, and they became good friends of mine. we joked a lot, laughed a lot. one thing i would suggest a fresh graduate when it comes to job hunting or job-hopping is, "see if you can make good friends there (at the office)." because it would greatly help prolong your endurance towards all the stress and grief in working.

we arrived at my mom's house on 20:30 pm. she was at her room at that time, and i surprised her by bringing the cake inside. she was indeed surprised, and most of all, she looked so happy. she thanked us, and immediately wanted to taste the cake. i told my sister to take pictures and send them to my brother and dad who are in jogja. i hope this would make the babybrother feel homesick :P

i remember earlier that morning, on the red light just 200 metres from my office, i said to adit, "i'm feeling like a failure right now."
maybe it's the hormones. maybe it's because a friend who happens to live abroud just 'lectured' me how to differentiate british, american, and australian accents. it's supposed to be a good joke, but somehow on the wrong timing (blame the hormonal cycle), it made me feel belittled.
points taken are: A) you're nothing until you live abroad. and B) those papers say nothing about your competence. C) make some real achievements.
adit said "but from my point of view, you've achieved so much."
not that i'm ungrateful (maybe i am), it's just... i would really feel proud of myself if being rated not only on how many mandatory to-do's i've been putting checklists on. (get married, have kids, land a good job). i want the pride to come from producing a good article, making a living out of something i truly love, and contributing to the world. and by contribution, i don't mean figurative one like "bekerja itu ibadah", but a real one. like help decrease poverty, make street children happy, etc. i am thankful for everything God has given me, but maybe i feel this way because i know i haven't actualized myself to its full potential. this shit i'm babbling is so "self-help", huh.

oh well. one of the bosses just told me to join them in the meeting room.




"those who can, do. those who can't, teach."

23/08/2012

holy sugary days

hola, selamat lebaran! mohon maaf atas pilihan kata yang bikin gak enak ati atau narasi yang bikin mumet di blog ini :D
i haven't updated this blog for almost a month now? so, guess it's time to make some quick updates!

> WORK-RELATED stuff:
di awal bulan agustus, terjadi pergeseran pemegang tampuk kepemimpinan di lokasi kerja gue. regional yang tadinya membawahi 14 area (jabodetabek) dipecah jadi barat dan timur, dengan masing-masing daerah 'kekuasaan' sebanyak 7 area saja. sehari sesudah GM lama lengser, para manager langsung dapet SK. yang tadinya cuma ada 3 manager regional, otomatis membengkak jadi 6 karena pemisahan teritori tadi. pak lilik langsung ribut request ke managernya minta dimasukin region barat, soalnya lebih deket sama rumah di tangerang! gue agak kebat-kebit juga karena
- ibu manager gue 'tercinta' masuk region timur. rada geer sih, tapi kayaknya she would take me wherever she goes! and the feelng is not mutual....
- gosipnya region timur akan berkantor di jatinegara. alamaakkk.
setelah melancarkan 'pedekate' seadaanya (nitip pesan ke pak lilik supaya nitip pesan ke managernya supaya gue dibawa ke barat. that's all i could do -__-), gue mencoba pasrah aja deh. worst case ya gue ketarik ke timur dan jadi lebih males-malesan kerja dari sekarang, huhu.
besoknya, semua karyawan di regional dipanggil untuk perkenalan ma GM baru (yang jadi koordinator region timur) sekaligus dikasih tau posisinya masuk region mana. yak, seperti yg gue suudzon-keun, keputusannya gue masuk timur -_____-

etapi ada sesuatu yg lumayan menyegarkan. manager gue bukan si ibu 'tercinta' lagih, tapi bapak-bapak muda (di sini kelahiran 70an disebut muda), yang pinter dan jago berinovasi gitu. to cut long story short, sekarang kerjaan gue jadi lebih bermutu karena manager baru ini suka menganalisa dari berbagai sisi. heuheu.
selain itu, sejauh ini sih belom ada tanda-tanda lokasi kantor bakal dipisah, jadi barat ma timur masih segedung di kebayoran. cuma gue belom tergerak pindah tempat duduk sih (#gaktaudiri), karena kondisi masih berjudul "AD HOC" alias sementara. ntar aja deh kalo udah definitif gue angkut barang ke ruangan baru.

satu lagi kabar yang masuk kategori work-related adalah gue ditunjuk jadi petugas upacara 17an kemaren. reaksi gue tentunya emoticon begini nih: -___________________________- siaul!
udah puluhan tahun beta gak bersentuhan sama urusan upacara dan baris-berbaris yee (selain jadi peserta yang gak bisa berada di posisi "siap" lebih dari 1 menit. i'd go doyong depan-belakang, cross my legs, etc), lha ini tiba-tiba jadi kambing hitam! kenapa gue pake istilah black sheep? lha biasanya mana pernah gue dilirik buat beginian! pembawaan gue yang slebor dan jutek bikin orang-orang sekretariat 'ngeri' membawa-bawa gue ke urusan berbau event dan khalayak ramai, huahaha. tapi gara-gara the usual petugas-es pada mudik, jadilah gue yang ketempuan. tugasnya baca pancasila ajah. bagus, bagus ---> NGENYEK. udah gitu kudu latihan jalan pula jam 2 SIANG di halaman kantor. begitu selesai latihan (selama hampir 90 menit itu), beta cuma bisa telentang di karpet mushola... lemes dan haus bo!
udah bisa nyengir karena tegang telah berlalu
alhamdulillah setelah pagi-pagi DRAMA gara-gara telat bangun PLUS sepatu formil andalan sol-nya copot dan bikin gue histeris nyari superglue, gue bisa sampe di kantor sebelum upacara dimulai, dan penampilan gue KAYAKNYA sih sukses. GM ma Deputy GM pada nyelametin dan muji getoh *ehemohokuhuk!* huakakak... etapi jangan sampe gara-gara ini gue jadi petugas regular ye, awas ajee orang sekretariat.

> PERSONAL DEVELOPMENT stuff

judulnya udah kaya bab di buku self-help! merinding ah.
jadi, pas bulan puasa kemarin gue jadi juga ikut QMPC Syariah. saat udah ikut, gue baru tau kalo QMPC jenis ini cuma diadain pas bulan puasa. kenapa milih ini yang ini? karena dengan harga yang sama dengan QMPC 'konvensional', gue bisa dapet tambahan ilmu tentang zakat, waris dan produk finansial syariah. acaranya diadain di Hotel Morrissey di Wahid Hasyim, Jakpus. hotelnya keren banget deh, interior dan furniturenya retro gitu, model-model yang sering nongol di Pinterest! hihi. anyways, selain kenal temen-temen baru, gue juga jadi ngeh sama yang namanya islamic financial planning. kalo finplanning konvensional kan tujuan-tujuannya bersifat duniawi ya, kalo di sini jelas, yaitu mendapat ridho Allah. trus, ternyata
- dalam islamic finplanning dikenal adanya PRIORITAS. maksudnya bukan 'sekedar' tujuan finansial basic kaya dana darurat, pensiun, pendidikan atau proteksi aja. tapi juga prioritas dalam cashflow, misalnya urutan kalo kita dapat penghasilan tuh zakat, baru bayar utang, baru yang lain-lain. lainnya, urusan anak itu lebih utama dibanding tujuan lain, karena kita berkewajiban menafkahi anak sampai dia menikah lohh (#barutau).
- cara ngitung zakat penghasilan, fitrah, dan yang paling penting buat gue karena selama ini belum dijalanin (hiks!) zakat maal.
- cara ngitung dan menentukan ahli waris. islam bener-bener ilmu yang detil deh!
- #barutau lagi kalo dalam islam itu suami-istri harus memisahkan hartanya masing-masing, karena dalam islam gak ada tuh yang namanya harta milik bersama. justru harus jelas, mana harta istri mana harta suami. KEREN kan!!!
- berkesempatan konsultasi sama Mas Teguh! alhamdulillah gue dapet rejeki konsul sama beliau (karena diundi), jadi langsung deh gue curahkan segenap "uneg-uneg" dan minta dibantu mengambil keputusan finansial oleh beliau. hal yang paling utama tentunya terkait dengan keinginan gue untuk resign. abis konsul, rasanya legaaa banget udah dapet insight dari ahlinya.
from a corner at Morrissey *poke @si_nisha* you sure would love this lucious cabinet, right?
> THIS AND THAT
- ac mobil rusak hanya beberapa hari sebelum lebaran. jadilah jendela mobil selalu dibuka kalo kita berkendara. hawa bulan agustus yang melulu panas terik dan "untung"nya saat jalanan sepi karena banyak yang mudik, memungkinkan gue untuk bisa 'menikmati' naik mobil dengan gaya baru ini. sehari sebelum lebaran, gue dan adit kencan berdua aja, ngebut di tol, dan gue jadi kepikiran menyusun playlist for that kind of summery, windy ride. lagu pertama yang menginspirasi ide ini karena enak banget kedengerannya di jalan adalah On Fire by Phoenix. 
"baby, revolution is over / you and me it's going to be alright / alright, alright, alright.
hard times won't last forever / don't you know we've got some real good time?"
bikin mata merem-melek keenakan kena angin dan kepala goyang-goyang dimabuk lagu yang asoy. haha.

pacaran sore-sore di taman sari setelah puas gerah-gerahan di mobil
- menjelang bulan puasa berakhir, gue sempat buka puasa bareng weiche dan nuri. ada hal baru di sesi bukpus ini, selain ngoceh ngalor-ngidul, kita juga menjalani yang namanya psychology assessment, hahaha. terlepas dari valid enggaknya hasil tes kita (digetok nuri :P), gue seneng aja mendengar gimana kepribadian gue dijelaskan oleh orang lain. it was neither entirely good nor bad. just a balanced perspective about how i could improve myself.

not-so-shocked-anymore assessees and the assessor
- adit harus cabs ke singapur untuk kerjaan di H+3 lebaran. BOO! tapi toh kita emang gak bisa leluasa ke mana-mana karena mobil lagi rusak. gue nginep di rumah nyokap deh, makan tidur makan tidur terus sampai gue pede banget nih ngerasa berat badan agak naik :P kemarin gue, nyokap, dan debby bawa bumy ngemol ke lippo. kebetulan gue ngidam whopper, abis itu kita ngobrol-ngobrol dan grocery shopping. twas a nice time.

so far that's all i could remember of telling. hari ini di kantor masih sepi, tapi bos gue udah ngasih kerjaan via email. can't wait for this weekend, the one before jakarta kembali rame dan riweuh. ok then, beta akan tutup ocehan ini dengan senyuman manis (tapi palsu) anak beta tersayang :*