18/03/2013

the weekend with the school thingy


weekend lalu, kita nginep lagi di karawaci. bumy udah nginep sejak kamis malam, kita sendiri baru nyusul jumat malam. sebenernya bisa aja sih gue ikut nginep sejak kamis, tapi udah terlanjur bikin janji sama dokter gigi untuk jumat sore. lagian supaya bisa pacaran juga hari jumatnya hehehe. kita nonton Oz di blitz. gak rugi deh nonton film itu di bioskop, visualnya bagus, ceritanya juga seru dan ngasih adaptasi lain cerita "the wizard of oz," trus durasinya juga lama, 2.5 jam! huahaha.

di karawaci, gue dan adit sempat ngemol sebentar untuk jual blackberry dan nongkrong di old town white coffee. kegiatan lainnya, kita sempat berenang sabtu pagi di palem semi, dan absen ke rumah eyangnya bumy. hal lain yang gue inget saat weekend sih molor berjam-jam. bangun jam 8 pagi, lanjut bobok siang lagi jam 11 sampai jam 3 sore. kebluk parah.
etapi ada alasannya kenapa gue tumben doyan tidur :P 
malamnya tiba-tiba gue kepikiran bumy mau disekolahin di SD mana, trus browsing-browsing, bingung, berujung panik dan perut lapar hingga makan sepiring nasi jam 3:30 pagi. walhasil baru beneran tidur jam 4 pagi, pas udah kedengaran suara ngaji dari speaker masjid :|

emang apaan yang bikin bingung?

jujur aja, selama ini gue cuma mikirin sekolah anak tuh sampai level PG dan TK doang. untuk level selanjutnya masih males mikirin, karena kayanya ribet aja :S lebih banyak yang harus dipikirin. haha. 
jadi fokus pencarian gue ya cuma sampai ke level TK. sejauh ini, gue merasa puas sama kurikulum dan 'gaya' pendidikan di tetum bunaya. di situ emang udah ada SD-nya, tapi gue gak pernah mendalami atau bener-bener mikirin bumy mau SD di situ atau gak.
karena 'disulut' oleh pernyataan dari tetangga di postingan ini, akhirnya gue jadi kepikiran juga, "bumy mau disekolahin di mana nih nanti SD-nya??"

gue pernah nulis kalo gue maunya anak sekolah di tempat yang ada level SD, SMP, bahkan SMU-nya sekalian. selain supaya bayarnya lebih murah ketika naik level (hahaha), anak gak perlu ganti sekolah dan beradaptasi sama sistem baru lagi, kita juga diharapkan udah 'klik' sama visimisi dan cara mendidik di yayasan itu kelak. 
akhirnya browsing-lah gue sepanjang malam itu. hasilnya, gue tertarik sama SD Kupuk*pu.

pros-nya:
- berbahasa indonesia. 
- akreditasi A, nilai UAN-nya juga termasuk tertinggi.
- metode fun and active learning.
- dipilih artis. nih buktinya. HAHAHHAHA. (ngaku deh emang dangkal :P)
- ada SMP-nya, yang dimiliki sama tokoh pendidikan terkenal. 
- sekolahnya punya lahan oudoor cukup luas.

contra-nya:
- jaraknya lebih dari 10 km dari rumah. wilayah macet pula. tapi bisa berangkat bareng adit kerja sih. 
- kuotanya terbatas, dan konon lebih memprioritaskan lulusan dari TK tertentu. 

banyak sih yang perlu ditanyain. kayak nanti akan banyak PR atau gak. trus sistem pengajarannya modular gak, yang tergantung anak 'cepet' atau gak di satu pelajaran tertentu (tau berkat browsing-red). ada sistem anti-bullying-nya gak. dsb. dsb.
udah berencana mau survey sih minggu-minggu ini. sekarang, gue jadi mempertimbangkan kemungkinan bumy disekolahin di PG dan TK "tertentu" itu. kumaaat labilnya! 

ya biarin deh, mumpung belom definitif 'kan pilihan PG-nya (baca: belum bayar). 
sebenernya ada juga keinginan menyekolahkan anak di sekolah islam, atau yang (seperti udah ditulis 1024kali) bermetode montessori, atau yang fasilitas sekolahnya wahwihwuh namun SPP bulanannya gak lebih dari 10% income dan uang pangkalnya masuk akal. tapi kredo paling realistis soal hidup 'kan "we can't have it all, sister!" 

selamat survey, mikir, dan bayar deh, bok. *sodorin diri sendiri silverqueen chunky*





14/03/2013

apparently, you can have one


Sebagai penyandang titel ibu bekerja, memilah-milah waktu dengan cermat adalah “makanan” sehari-hari saya. Bukan saja untuk mengejar waktu berkualitas dengan anak, tapi juga untuk menyediakan waktu berkualitas dengan diri sendiri, atau lazim disebut “me time.” Kalau diumpamakan, “me time” bagi saya terasa seperti oase di tengah gurun pasir: hal itu sangat saya butuhkan, tapi juga sulit untuk ‘ditemukan.’

Setelah bekerja selama lima hari dalam seminggu, waktu pekan menjadi waktu yang paling ideal untuk mengejar ‘ketertinggalan’ dalam relasi saya dengan keluarga. Kadang menyusun rencana (atau angan-angan) untuk diwujudkan saat akhir pekan mampu memberikan suntikan semangat bagi saya menjalani rutinitas pada hari kerja. Jujur, sebenarnya saya ingin sekali meluangkan waktu khusus untuk diri saya sendiri. Melakukan hal-hal yang melibatkan hanya ketertarikan dan kepentingan saya. Tapi seperti tadi telah tertuang, rasanya sulit sekali mewujudkan waktu khusus itu tanpa rasa bersalah.


Karenanya saya bertanya, apa mungkin saya, kita, para ibu, merasakan yang namanya “me time” tanpa rasa bersalah?
Ibu bekerja ingin meluangkan sebanyak mungkin waktu dengan anak-anaknya.
Ibu yang sedang memberikan asi ekslusif terus-terusan “diganduli” si anak :))
Ibu yang “multitasker,” mengurusi tidak hanya well-being keluarganya, tapi juga bisnis pribadi.

Setelah membaca ke sana dank e mari, saya jadi tahu, bahwa kodrat pertempuan yang multi-fungsi itu, justru membuat kita perlu menyeimbangkan peran dan identitas diri melalui “me time”.
“Me time” diperlukan agar kita bisa menikmati peran sebagai ibu.
“Me time” diperlukan untuk mengisi ulang dan memperbarui semangat.
“Me time” juga menjadi cara kita mencontohkan perilaku baik terhadap diri sendiri kepada anak-anak kita. Bahwa kita tahu kapan harus mengambil jeda, bahwa kita perlu memanjakan jiwa dengan melakukan hobi, dan pentingnya mengejar mimpi pribadi.
Banyaknya peran yang kita sebagai perempuan genggam, kadang membuat kita merasa egois dan bahkan tidak bertanggung jawab jika mengakui dengan lantang bahwa kita perlu waktu untuk diri sendiri. Padahal, “me time” adalah cara kita mencapai keseimbangan identitas, bahwa kita bukan sekedar ibu, tapi juga individu.
“Me time” tanpa rasa bersalah dapat dicapai dengan mengingatkan diri bahwa kita tetaplah ibu yang baik meski melakukan hal-hal tanpa bersama anak kita.
Dan ternyata, seberapa efektif ‘pengobatan’ “me time” terhadap jiwa dan semangat kita, tidak ditentukan oleh seberapa lama waktu yang perlu dihabiskan.


Jika kita hanya punya lima menit: make good use of good song(s). Saya biasanya memilih lagu favorit saya di ipod untuk disetel pada perjalanan menjemput anak ke daycare (yang waktu tempuhnya hanya, ya, lima menit).
Jika punya waktu kurang dari setengah jam: mungkin waktu luang ini bisa digunakan untuk berkomunikasi, lewat chat atau phonecall dengan teman, atau malah lewat ibadah kepada Sang Pencipta :D
Jika punya satu sampai dua jam (perhatikan saya tidak menyelipkan kata “hanya”): ini bisa disebut rejeki nomplok :D Kita bisa memanjakan badan lewat nyalon, atau massage. Bisa juga lewat olahraga bagi yang ingin. Atau memanjakan pikiran dengan membaca buku favorit. Atau memanjakan jiwa lewat melakukan hobi, atau lewat kencan makan siang dengan sahabat.
Jadi, sepertinya saya perlu mulai menjadwalkan waktu istimewa untuk “kencan” dengan diri sendiri. Tidak perlu merasa bersalah, karena manfaatnya bukan hanya akan dirasakan diri kita, tapi juga oleh mereka yang kita sayangi dan kerap prioritaskan.
Apa Mommies sudah punya ide akan punya “me time” seperti apa? Atau justru ingin curhat susahnya meraih “me time” setelah menjadi ibu? Siapa tahu ada Mommies yang punya pengalaman dan kiat 
mewujudkan “me time” dengan cara tidak terduga.

Please do share :)

13/03/2013

rambling day wednesday


i'm writing this from a place called "the cafe at pistos," and a famous face is sitting on the table next to me. menemukan tempat ini secara tidak sengaja. awalnya mau melipir ke KFC (sahaja), tapi parkirnya penuh. i was looking for a coffeeshop. pengennya "me time" nulis/merenung/bengong di tempat yang gak crowded, serve tasty sweets, and of course, free wifi. this place caters the first two: there's only 2 groups of guest (myself counts as one), and this chocolate tiramisu i ordered is quite good. as for the wifi, kok gak bisa buka satu halamanpun di browser. boo. (UPDATE: ternyata wifi-nya cepet, mungkin karena tinggal gue doang tamunya).

hari ini gue mengantar bumy ke daycare. loh, kok masih taro bumy di daycare?
well, tadinya per maret mau langsung 'diputus' keanggotaannya. tapiii, saat gue observasi selama di rumah, bumy masih berpikir dia akan balik lagi ke daycare. dia suka bilang, "nanti bumy sama C, O, dan K mau gini gitu gini gitu." khawatir bumy 'jetlag' karena perubahan yang all-so-sudden, akhirnya kita putusin bumy ke daycare 2 kali seminggu aja. atau menurut istilah di daycare-nya, ambil "cuti."
dengan cara gini, dia seneng bisa ketemu temen-temennya, dan gak sumpek di rumah. embak-nya di daycare juga tetep sama, dan kalau mau masuk full-time lagi gak perlu masuk waiting list. 
faedahnya buat gue, yatentusaja, gak sumpek di rumah juga hahaha. bisa "me time" kayak sekarang. nulis-nulis, eat good food, enjoy a newfound venue on a weekday. blissful!

now let's put some updates on this blog.
- dalam sebulan ini, gue (dan adit) udah dua kali nyobain totok di dian kenanga. gue totok wajah, adit totok badan. dia bilang sih sakit-sakit gitu ditotok, mungkin karena yang notok lelaki yah. sementara gue asik-asik aja... uenak malahan, haha. 
pertama kali nyoba di DK yang di ampera, kali kedua di pejaten. di pejaten emang lebih mahal tapi tempatnya jauuh lebih bagus. satu orang ditotok di satu kamar sendiri (kalo di ampera sharing berdua), trus tiap kamar ada tempat bilas badan. kalah deh bersih sehat (place-wise). tapi untuk badan, gue masih prefer BS, dipijet-pijet 'manja' gitu. 

- minggu lalu, ngajak mricans makan di CJ tom yum. the best part is they love it. nyokap dan debby sih yang doyan, bokap gue lempeng aja karena dia gak suka seafood apalagi tom yum -_- 
kaya gue, mereka tergila-gila tom yum dan salad mangganya. nyokap gue sampe pesen salad mangga buat dicemil di rumah. 

- weekend lalu, jumat malam kita berkeliling di jagakarsa tapi yang ke arah lenteng agung. di deket stasiun, adit ngajak ke restoran betawi gitu. tempatnya bagus, desainnya cocok buat keluarga karena ada tempat lesehan dan kolam-kolam ikan. makanannya juga enak. gue nyobain sayur asem ala betawinya, puedeesss tapi seger. 
sabtu paginya kita nyari sarapan di sekitar jagakarsa lagi. nemu tukang bubur ayam yang 'bersih' dan lumayan enak yang ngetem di warung glenmore (kalo gak salah namanya gini). kelar sarapan, kita kerja bakti di rumah.  
malamnya, kita bingung mau ke mana. akhirnya memutuskan jalan aja dulu, along the way baru putusin mau nongkrong di mana-which basically is our philosophy kalo nyari makanan. 
akhinya kita nyangkut di la codefin. setelah liat-liat dvd, kita jalan keluar dan mampir ke souly butter kitchen. what a cozy and cute little place! we had a cupcake, a croissant, and lycee iced-tea. it was a good (and sweet) little treat for our saturday night.



the next day, kita ke pasaraya blok M untuk ngikutin seminar parenting. the good thing about was it's held in a playground. jadi bumy dan adit bisa main-main sementara gue ngikut seminar. 
judul seminarnya "lepas emosi agar bebas bully," bagus juga isinya meski pembicaranya agak bikin bosen. datar dan 'teknis' banget cara bicaranya. 
ohya ada yang lucu. ketika kita lagi nunggu lift untuk turun dari playground itu, ada ibu-ibu yang dengan judesnya nanya-nanya ke petugas playground. "di sini mainannya choo-choo train doang?! gak ada apa-apa lagi?! gak worth it banget harga segini! blablabla" trus ujung-ujungnya dong dia bilang, "nanti saya tulis di blog nih! harganya kemahalan padahal mainannya cuma dikit!" gue dan adit yang... liat-liatan, trus pas liftnya finally dateng, adit bilang, "buruan tutup, jangan sampe satu lift sama kita!" hoahahha. 
wah udah gak jaman surat pembaca atau complaint letter, tinggal cuap-cuap di blog. seleb blog kali ya doi?? 
menurut kita, dari segi harga, tempat itu terbilang standar playground di mall. tempatnya juga bagus dan masih baru. ketika kita bertanya-tanya kenapa si ibu segitu betenya, kita baru ngeh, kalo doi bawa anak 3 orang. mungkin dia ngerasa rugi bandar ya karena gak puas tapi udah keluar duit sekaligus 'banyak.' 
jadi, salah siapa dong??

- berhubung selasa tanggal merah, jadi kebersamaan ala weekend kita bisa bertambah. selasa pagi, kita brunch di tempat yang kayanya lagi hip di twitter (hahah), mangia di pangpol. we had maple bacon pancake (kayanya lebih cocok disebut crepes), big breakfast, nasi jeruk with ikan dori (lupa namanya), "after your hard night" juice, and hot tea. here's what i think,
--> food-wise: nothing extraordinary. 
--> place-wise: very cute meskipun sempit. perabotnya dari moje semua kayanya, hehe. 
--> price-wise: it's in jakarta selatan, so IDR 200rb untuk bertiga is not surprising lah ya. although i think we would come here again once in a bluemoon. 
yang penting 'kan udah ke-checklist dari daftar "current hip place to try," ambil foto diri dan makanan 100 kali, dan woro-woro via path/twitter (no i didn't!).


- watched these following flicks:
--> "silver linings playbook": bikin hati dicubit-cubit, senyum gemes tapi nangis trenyuh juga. tapi in the end, aftertaste film ini mengingatkan pada komik jepang.  
--> "flight": adit's choice. gue cuma nonton 20-30 menit dilompat-lompat. definitely didn't want to watch first 10 minutes of it! adit nawarin liat kejadian kecelakaannya berkali-kali (freak!), tolong yahhh. dia nonton sampe rampung sih, drama gitu kata doi.
--> "book of love": chose this karena simon baker jadi pemeran utama prianya. yang di the mentalist itu loh. film yang aneh. aneh as in jelek.
--> "the master": is this movie supposed to be artistic and deep and full of philosophy crap? i just didn't get it. it's weird. and watching current version of joaquin phoenix made me feel uncomfortable :S
--> "ghost town": ricky gervais' in it! need i say more? hehehe. he is not as hilarious as he is on stand-up shows or talkshows. he plays a dentist, an antisocial and such a pain in the ass. tapi filmnya sweet banget. i lovelove this last dialog,
girl: "it (her tooth-ed) hurt when i smile."
him: "i can fix it." 
uhuhuhuh.

there goes my updates (ramblings). laptop gue baterenya tinggal 25% dan tempat ini sungguh kekurangan colokan, ternyata. 
ada sih colokan, tapi posisi tempat duduknya panas semua. mereka gak sediain tirai (yes i asked), sementara di tempat duduk yang adem gak ada colokannya. hUufTb4ng3d kan.


okeeei, semoga abis ini gue bisa ngerjain peer bikin artikel dengan baik dan benar yah. because this nongkrong is meant to be productive, haha.


07/03/2013

by starlight


pagi ini, di hari ke-empat bertugas sebagai so-called "stay-at-home-mom", gue mulai ngerasa bosen sama hidangan sarapan yang biasa gue bikin buat bumy. apa sih hidangan 'langganan' tersebut? nasi pake telor ceplok sahaja, huahaha. plus kecap! 

nasi pake telor ini sarapan babak ke-dua-nya bumy sih. udah jadi kebiasaan (baru 3 hari emang bisa disebut kebiasaan? anywaay lanjut), sebelum adit berangkat kerja, kita sarapan bareng dulu. berhubung adit sarapan pake weetbix (100 poin buat suami yang sarapannya gak pake ribet haha), si bocah ikut-ikutanlah nge-weetbix juga. nanti sejam kemudian, doi 'nagih' sarapan 'beneran' deh, yaitu pake nasi.  
gue perhatiin sih karena udah kebiasaan di daycare dia sarapan berat alias pake nasi dan lauk-pauk. legacy dari daycare lain yang gue syukuri juga terbentuknya rutinitas bumy yang menguntungkan buat gue: jam 10 dan 3 sore snacking, jam 12 makan siang, 12:30 udah ngantuk-ngantuk, jam 9(-an) malam udah tidur deh.

oh and what did i make for bumy's breakfast? mie goreng :))) hidangan 'cupu' gitu aja kudu dapet inspirasi dari buku resep wied harry. maklum, udahlah rookie, by-the-book-mom pula.

sekelumit hal yang terlintas di pikiran dan terasa di hati selama beberapa hari ini, di antaranya,

- hari pertama: rasanya aneh nggak ngapa-ngapain. i kept thinking i should be doing *something* instead of leyeh-leyeh (baca: nemenin bumy main). like what? i dunno, cook maybe?? tapi kan udah ada katering. cleaning up the house maybe?? tapi rasanya rumah udah cukup bersih deh. *tengkurep*

- hari ke-dua: i love having breakfast together in the morning. no rushing to meet traffic, no hustling and bustling. our mornings should've been like this.

- hari ke-tiga: will i have time to do *anything* other than nemenin bumy main, nyuapin bumy, mandiin bumy, digelendotin bumy, dan ngejar-ngejar bumy naik sepeda?? HAHAHHA. 

- gue memperhatikan adit yang sampe rumah jam 8 dan main sama bumy sekitar hanya satu jam sebelum bumy tidur. gue bandingkan dengan gue yang sepanjang hari 'main' dan main sama bumy. and then it dawned on me... boy how he missed so much. no offense to anyone, but i didn't know what i had been missing either until a couple of days ago... in fact, it didn't feel like i was missing anything. it was like an idea i could never grasp. 



- and now about the kid,
sekitar pada akhir februari, gue dan adit notice bumy rewel kalau menjelang malam. sebelum tidur yang mewek-mewek gak jelaslah. pas gue di rumah seharian nemenin dia, dia juga rewel, dikit-dikit nangis. gue coba interogasi doi, apa di daycare dinakalin atau gimana. dia bilang sih gak ada yang nakal. akhirnya gue tanyain ke miss-nya di daycare. ternyataa, sohib doi (kebetulan perempuan) sebutlah namanya C, lagi cuti dari daycare karena mamanya melahirkan. di daycare dia sibuk bertanya-tanya ke miss dan mbak, "C ke mana?" jadi kesimpulannya doi merasa kehilangan :S kita mencoba gak nyebut-nyebut nama C di depan bumy. biar gak keingetan terus, gitu. tapi yaa tetep aja, bumy menyebut nama C here and there, misalnya
gue: (nyanyi bintang kejora) "kuupandang langit"
bumy: (motong) "nanti bumy mau liatin bintang berdua C!"
kemarin ini sempat kumat kangennya, begitu dengar lagu bintang kejora, baru juga bait pertama, udah nangis. padahal dia sendiri yang minta dinyanyiin lagu itu.

the other night, tau-tau bumy gelisah. jam 10 malam turun dari ranjang, dan tengkurap di lantai! pas gue samperin, ternyata airmatanya netes-netes :))) gue tanya, "bumy kenapa?" dijawab "kangen." "sama siapa?" "C." haduh anakkuu. 

- sekelumit celotehnya yang bikin geli, 
tadi pagi gue ajak dia keluar ke rimba baca untuk ngebalikin buku. ketika gue lagi pakaiin seatbelt, dia sibuk ngomong, "bumy kalo nggak keluar nanti bosen! bumy kalo nggak keluar nanti bisa marah ya?" ini anak nyindir gue apa gimana.

trus malam ini,
bumy: "mama, papa pulangnya cepet ya?"
gue: (lirik jam, udah jam 7:34) "hmm emang kamu mau ke mana sih?"
bumy: "mau ke ladaang (ladang coffee)"
gue: "mau ngapain ke situ???
bumy: "bumy mau nongkrong!!"
gue: "hahaha nongkrong ngapaiin?" 
bumy: "mau nongkrong sama C, hehehe." katanya sambil terkekeh. 
-____- 

school-hopping: start back at one

di posting soal sekolah sebelumnya, gue menyebutkan kalau kita berencana daftar ke tetum sebelum dapat keputusan kelulusan seleksi tahap wawancara dari SAI. well, it didn't happen. karena weekend diisi dengan banyak agenda, kita sama sekali nggak sempat mampir ke tetum. 
selasa pagi, gue dan bumy berkendara berdua ke SAI Ciganjur buat ngecek papan pengumuman seleksi pasca interview orangtua. hasilnya: kita nggak lolos.

sempat bengong, sih, dan scheming kertas pengumumannya dua kali sebelum bener-bener sadar, oh ya beneran gak lolos. 
berhubung bumy udah bersemangat keluar dari rumah, dia berharap durasi dan agenda keluarnya lebih lama dan gak sekedar mampir ke S*I aja. jadi dari situ, gue bingung juga mau ke mana lagi. setelah nelpon adit, gue ajak bumy ke... KMC. hahah. tujuan aslinya sih mau menggunakan fasilitas perosotannya, kan gratis tuh x))) selain itu, gue juga sekalian daftar konsultasi ke dokter gigi (aja deh). 
setelah 30 minutes or so di KMC, gue ajak bumy cabut. dia masih yang, "abis ini kita ke mana ma?" gue jawab, "ya ke rumahlah." dan dia gak mau -__-

akhirnya gue putuskan melaju ke arah kemang timur. tempat pertama yang kepikiran sih reading room, dan setelah sempat lewatin beberapa coffee shops dan reading room-nya terlewat, kita berhenti dan mampir di situ juga sesuai 'rencana' awal. it was cozy, and there were heaps of books, as expected. bukunya buat dibaca di tempat ternyata, bukan untuk dipinjam. koleksinya selain banyak juga beragam. gue spotted bukunya joseph heller yg "catch a snatch can," trus buku-buku jane austen, irvine welsh, and many others. oke juga kan?



setelah puas nongkrong di reading room, we headed home. 
to be honest, I was trying hard not to make the rejection about me, nor to take it personally. and it was not easy, hehehe. menurut gue pribadi, seperti apa kriteria seleksi tahapan interview dengan orang tua ini emang kurang jelas, sih. soal visi misi, gue ngerasa udah sejalan. but maybe they saw something in us yang bakalan gak cocok sama paham dan cara mereka. to be honest adit emang kurang sreg from the start, but I honestly thought he did 'well' enough on the interview to conceal it, hehehe. 
tapi komentarnya saat dikasih tau hasil seleksi malah, "pas kamu kasih tau nggak lolos, aku sebenernya pengen bilang 'alhamdulillah.'" -___- 

nah, berhubung urusan sama SAI udah case closed, gue langsung inget rencana mau ke tetum. lucu sih, target sekolah yang kita sasar awalnya emang tetum, trus di tengah jalan 'tergoda' SAI. eh sekarang balik lagi ke tetum. 
jadi hari itu gue lantas nelpon ke tetum, pihak sekolah bilang kalo kita bisa dateng langsung, ditunggu sampe jam 3. 
jam 2:30 gue angkut bumy ke situ. kita balikin formulir sekaligus bayar untuk proses assessment dengan psikolog (IDR 350.000). 
insya Allah kalo jadi masuk tetum, bumy bakal satu sekolah sama sohibnya anak tetangga sebelah rumah. ini juga lucu, awalnya adit yang ngiklanin tetum ke tetangga, eh dia ternyata udah daftar, bayar, dan assessment duluan. 

ohya assessment di tetum ini tujuannya untuk melihat kesiapan anak secara psikologis di kelas yang dituju sesuai umur, dan apakah anak kita berkebutuhan khusus (tetum sekolah inklusi, fyi). misalnya untuk bumy, secara umur kan dia masuk ke level playgroup (usia 3-4 tahun), nanti hasil assessment akan menentukan apa dia udah siap masuk level itu atau malah ke level di bawahnya (level toddler, kalo gak salah). 

untuk yang lagi cari info soal biaya sekolahnya, ini kisaran roughly-nya ya untuk level playgroup (brosurnya lagi gak dipegang soalnya) di tahun ajaran 2013/2014: 

total bayar di awal IDR 7.000.000, terdiri dari
- uang pangkal = IDR 5.300.000 (i'm sure enough about this).
- uang kegiatan (untuk setahun, gak ada tambahan lagi) = kalo ga salah IDR 1.350.000.
- seragam = kalo ga salah IDR 350.000.
- bayaran per bulannya IDR 550.000, untuk yang berkebutuhan khusus lebih mahal, cuma gak beda jauh banget. 

anyways, ketika gue cerita ke tetangga gue bahwa kita udah daftar ke tetum, dia bilang, "tinggal cari sd-nya nih." 
iya juga sih, tepok jidat dulu deh. 

01/03/2013

the first jump


"no elation. no sense of triumph. it's just something that had to be done."

gue baca kata-kata itu pada saat browsing or blogwalking entahlah lebih dari satu dekade lalu. it was maybe in 2002. kata-kata itu menancap di kepala gue karena menggambarkan nuansa yang begitu spesifik. suatu keadaan di mana elo melakukan tindakan yang tidak memberikan rasa gembira yang gegap-gempita, pun tidak kobaran kemenangan di dada. melainkan perasaan "seperti seharusnya." lo lakukan hal itu karena perlu. bukan untuk merasa begini atau begitu.

that's exactly how i'm feeling right now.
pagi ini gue menyambangi ruangan HR, untuk menanyakan administrasi cuti di luar tanggungan perusahaan (CLTP). tanpa diundang, hampir semua orang yang ada di ruangan itu (5 or 6 people) menyatakan keterkejutannya ketika mendengar kata CLTP.
"emang siap, mbak? nanti kan konsekuensinya gak dapat gaji. trus masa kerja juga balik jadi nol lagi. dan pas mbak nanti ngelamar lagi ke tlkm, belum tentu dapat posisi loh."
mereka menyuruh gue untuk membaca kertas peraturan tentang CLTP beeerrrkali-kali. i said, yes i have read it. over and over again as you told me to. and i still think i need to do it.
yes, i THINK. rather than FEEL like i usually do. or i normally, automatically do.

kalo ditanya hati, jujur gue merasa... enggak enak, terhadap orang-orang kantor terutama. mereka ya orang-orang yang gue kerja bersamanya. baru empat hari ini gue menempati lokasi kantor baru, di slipi tepatnya. selama hampir sebulan kemarin, gue gak punya bos, dan karenanya gak punya pekerjaan. surat keputusan penempatan gue terima hari senin lalu.
GM baru gue dan orang-orang regional lainnya (lokasi kerja lama gue) mengadakan semacam interview terbuka. isi pertanyaannya sih cuma "apa job description anda selama 3 tahun ini di regional?" ketika gue menjawab dan menjelaskan job desc gue, pak GM langsung menyuruh gue ngantor di slipi, untuk jadi personel war room. kelihatannya kemampuan gue emang dibutuhkan banget di situ. beliau sampe 3 kali ngomong ke gue, "besok dateng ke slipi ya."
dan ketika besoknya gue beneran dateng, dia langsung nyamperin gue dan bilang, "alhamdulillah."
belum lagi, gue mendapat kejutan yang menyenangkan di lokasi kerja baru ini. gue kerja bersama pak lilik, asman BFF gue. i've said many times that i dreamed to work with him. selama di regional, awalnya posisi gue emang in-line di bawah dia. tapi karena gue ketiban kerjaan megang budgeting, otomatis posisi tersebut struktural doang. we never got the chance to work together in a customer data management team.
ketika tahun lalu GM (lama) kita membentuk tim revenue assurance, nasib akhirnya mempertemukan gue dan pak lilik. kita bisa kerja bareng satu tim, meski secara struktural gue gak in-line di bawah dia (how funny life is :D).
sekarang, di war room, secara struktural DAN-finally-operasional, gue satu tim dan in-line sama dia. dia bilang sendiri sama gue, ketika tau ditempatin di war room slipi, dia sempat galau "siapa nih anak buah gue nantiii." dia cerita gitu ke istrinya, "apa aku tarik riska yaa. tapi kasian dia nanti jauh ngantornya." ketika akhirnya tau bahwa GUE yang jadi anak buahnya, bok, girang banget dia dan juga gue, hehe. sampe istrinya ngomong sama gue di telpon, "ih pak lilik seneng banget kerja sama elo!"

sehari ngantor di slipi, pulang kerja gue langsung curhat sama adit. kalo gue bimbang banget. bukan bimbang mau resign atau enggak sih, tapi lebih ke kapan ngajuinnya. target gue sebenarnya juni 2013. bertepatan dengan bumy mulai masuk sekolah, sekaligus memberikan kesempatan bagi gue untuk nambah-nambahin tabungan. tapi lokasi kantor gue sekarang ini kok ya jauh banget dari rumah. pilihan moda transportasinya juga terbatas, karena macet parah, aturan 3 in 1, dan TJ yang penuhnya gak manusiawi.
di sisi lain, gue seneng banget bisa kerja bareng pak lilik, dan jenis kerjaannya juga pas banget. apa sih yang bikin gue seneng kerja sama pak lilik selain karena kedekatan personal?
pertama, dia sangat handal di bidangnya, yaitu urusan customer data management. dia beneran bisa kerja. gak cuma kayak kebanyakan bos yang cuma jago sepik, tapi MALES kerja (ujung-ujungnya delegasi doang. bawahan yang gempor).
kedua, he's a good leader. iya, dia bukan cuma pegang titel asman tapi gak bisa memimpin. he IS a good leader, i repeat. dia tau gimana me-manage team, gimana menyinergikan teamwork, dia bisa ngasih a good example, mengayomi, dsb dsb.
ketiga, he is a good friend, which makes him a great boss, and an exciting person to work with.

ujian kemantapan hati ini juga datang dalam bentuk lain.
tiba-tiba gue dihubungi bos di wilayah tangerang, dia bilang, "kamu mau ngantor di sini gak?" tsk tsk, beneran deh, hidup itu lucu!

tadi malam di perjalanan pulang, gue curhat dan konsultasi lagi sama adit. kapan ya waktu yang tepat? dia gak buru-buru ngejawab dan cuma bilang, "ini saatnya kamu tawakkal beb." hahahah pengen ngakak sih liat dia sok bijak gitu. tapi isi omongannya emang mengena.
judul dari pergulatan batin ini kan emang taking a leap of faith. hari gini bo, berhenti kerja di saat posisi lagi enak? gue dan adit juga gak lahir dengan silver spoon di mulut, gak punya hadiah deposito atau apalah, malah adanya utang KPR :)))
tapi kita emang udah punya kesepakatan kalo one day gue akan resign. gue bakal di rumah ngurus anak. "kembali ke rumah," itu nama 'gerakan' yang pernah gue denger. diawali dengan bismillah, gue 'melompat' dan menyerahkan nasib gue sebagai IRT ke tangan Allah.
yang pasti, gue gak lompat tanpa menggunakan parasut. gue udah konsultasi ke ahli pengasuhan anak. gue udah mencoba nyari pekerjaan freelance. gue udah mencoba meningkatkan kualitas diri gue sebagai ibu. bagaimana perjalanan ini ke depannya, hanya Allah yang tahu.

jadi setelah dari HR, gue menemui manager gue yang sekarang. dia kaget, tapi mengerti sama alasan gue. insya Allah gue akan ambil cuti besar dulu selama 1,5 bulan. lalu mengajukan aplikasi CLTP selama setahun. pak lilik cemberut pas gue bilang soal ini. "kenapa sih lo buru-buru banget," gitu komentarnya. hehehe.

 
well, it's just something that had to be done. and apparently, it needs to be done now. :))


note: pic from pinterest.

school-hopping: the one with the interview



Proses pendaftaran Bumy ke sekolah baru bergerak pelan tapi pasti.
Kurang lebih seminggu setelah mengembalikan berkas pendaftaran yang udah diisi, kita cek pengumuman kelulusan tahap administrasi di web SAI Ciganjur. Ternyata bumy lulus tahap pertama itu. Bersama pengumuman juga diberikan jadwal wawancara orangtua. 30 menit doang sih wawancaranya.
Ketika sabtu itu sampe di SAI, ternyata kita gak perlu ngantri lagi. Kita dateng 10 menit sebelum jadwal, dan mulai wawancara on time jam 9.
Apa aja sih yang ditanya?
Yaa mirip sama yang udah diisi di berkas pendaftaran, cuma kali ini bisa lebih singkat ngejawabnya karena gak pake pendahuluan, latar belakang, atau bahkan quotes favorit :P Yang ditanya adalah seputar visi misi pendidikan dan pengasuhan anak, kesiapan berkontribusi ke sekolah (secara non-materiil), dan kesiapan kita menyekolahkan anak di SAI.
Kita juga bisa nanya-nanya langsung apa aja yang ingin kita ketahui dari pihak sekolah. Dari sini, kita jadi tau ternyata SAI mau pindah lokasi sekolah. Lokasi barunya masih di Jagakarsa juga, cuma kalo yang sebelumnya berjarak 1 km-an saja, sekarang jadi sekitar 3 km. Waktu kepindahannya sendiri belum bisa dipastikan, pas kita cek ke lokasi baru (kelar wawancara, kita langsung survey ke lokasi, hehe) belum ada tanda-tanda sekolahnya udah siap.

Ohya wawancaranya terdiri dari dua tahap, yang pertama selama 30 menit tentang visi misi pendidikan dan pengasuhan anak. Interview tahap pertama suasananya privat, bertempat di ruangan/saung kelas, satu guru mewawancara sepasang orang tua. Orang tua yang lagi nunggu giliran wawancara disuruh ambil posisi agak jauh dari tempat wawancara. 

Pada tahap kedua, kita masuk ke ruangan/saung di mana ada beberapa guru/panitia yang mewawancara sekian pasang orang tua. Jadi saat ngantri, bisa sambil ngobrol-ngobrol deh tuh sesama orangtua.
Di tahap ini, yang ditanya adalah soal kondisi fisik, kognitif, dan psiko-emosional anak. Ketika gue nguping, wawancaranya terdengar kayak ngegosipin anak sendiri :)) Tahap ini juga cenderung lebih lama nunggu gilirannya, karena ada beberapa orangtua yang menurut gue 'keasikan' bercerita tentang anaknya masing-masing, hehehe.
Ketika giliran gue dan adit tiba, gurunya mengajukan pertanyaan yang singkat banget, kurang lebih kayak "Tell me about your kid. who is he, how is he, what he likes and dislikes, etc." Yaudah mulai deh kita bercerita. Tapi gak pake lama sih :P

Setelah menjalani proses tahap kedua di SAI, gue dan adit makin banyak melakukan refleksi tentang sekolah seperti apa yang kita inginkan untuk Bumy. Ngobrolinnya sih santai aja, pas lagi di mobil atau leyeh-leyeh di rumah. Keinginannya juga random semata, bukan hal-hal idealis. Beberapa hal yang 'terkuak' kayak,
- Maunya sih sekolah Bumy deket bangeeet dari rumah haha. Jadi gue bisa anter-jemput pake sepeda aja :P (agak utopis ini sebenernya, karena nature jalanan di Jagakarsa yang naik-turun, apa gue bakal kuat sepedahan sambil ngeboncengin Bumy?? Yaa kali aja bisa niru Ima di jepun sana!).
- Adit gak gitu sreg sebenernya liat anak “kotor-kotoran.” :)) Waktu kita ke SAI kemarin kebetulan sedang hujan. Di area bermain/outbond, kubangan pasirnya sekejap berubah jadi kubangan air. Nah, banyak anak yang langsung jebar-jebur ke situ. Anak-anak itu kayaknya udah 'siap' jebar-jebur karena udah pada pake sepatu bot plastik (dan kayaknya bawa baju ganti juga). Gue personally sebenernya gak masalah sama kotor-kotoran. Kalo emang itu bagian dari 'proses' pendidikan di tempat tersebut, yaudah kita jalanin. Tapi adit juga notice beberapa hal lain kayak kondisi ruangan kelas yang gak bersih (namapun ruangannya kebuka gitu sih. Gue liat sih ada sapu, pengki dan alat pel di tiap kelas. Mungkin sebelum mulai belajar, anak-anak bergiliran nyapu), dan kondisi overall sekolah di mana ada ember atau dahan pohon atau kayu-kayu apalah tergeletak (Gue liat SAI punya semacam pojok recycle, jadi barang-barang yang tergeletak di situ emang buat di-recycle. Tapi adit liatnya itu kayak pojokan sampah -__-).
- Kita sreg banget anak diajarin hafal Al-Qur'an-yang mana emang programnya SAI. Selain bekal buat dia memahami agama, juga buat jadi motivasi gue dan adit biar rada 'bener' :)))
- Seneng sih kalo Bumy kelak masuk SAI, nantinya dia gak akan punya peer. Gak bakal riweuh sama hal-hal akademis di tiga tahun pertama sekolah dasar. Yang mana sesuai dengan perkembangan kognitif dan emosional anak. I just want him to be happy. Educated, yet also a happy learner.
- Gue sebenernya kepengen banget anak bisa diasuh dengan metode montessori (teteppp). Well, I have my reasons. Meskipun sekolah montessori yg gue taksir itu masuk ke kategori sekolah internasional, sih... *ngomong sendiri* yawdahlahya intinya kembali membumi dan realistis!

Kemarin adit sempat ngobrol sama tetangga kita yang anaknya udah daftar di PG tetum bunaya. Seperti yang udah kita ketahui, tahapan pendaftaran di sana selain administrasi, ada tahap observasi dengan psikolog. Kebetulan tetangga gue udah melewati tahap tersebut, dia cerita ke adit (sesama bapak-bapak soalnya) gimana prosesnya dan beberapa insight dari si psikolog. Adit yang udah dari awal naksir tetum, dengan semangat cerita ke gue soal ini. Jadi kita punya rencana, karena tanggal 5 maret pengumuman kelulusan tahap wawancara di SAI akan dikeluarin, kita mau balikin formulir ke tetum tanggal 2 ini. Biar paralel maksudnya. In case di SAI gak lolos ya kita langsung masukin ke tetum. Bukan berarti kita 'succumb' ke opsi yang less-wanted I think, karena tetum has never been our second option from the start anyway :S 
The problem is just beta kebanyakan mau (akibat browsing??) dan terjadilah sindrom "kalo cewek belanja": Maunya ngecek setiap toko yang ditaksir sebelum menjatuhkan pilihan, hehehe.