04/10/2012

friend crush

yesterday i read the article about "Friend Crush" on rookiemag. it's one of my favorite websites btw, because it feeds my (weird?) always-young-at-heart thirst. sesuai dengan segment utama pembaca rookie, yg di-feature di artikel itu yaa anak-anak sma. hal ini bikin gue jadi inget pas SMA dulu i used to have a friend crush towards a girl.

there was this cool chick (at least in my eyes) yang birth datenya sama 'ma gue. yg bikin gue ngefans bukan karena faktor lahir barengan sih (it was a nice coincidence though), tapi karena i really wanted to be like her. no, she's not the pretty prom queen type. just a regular, a bit fat, teenage girl with messy hair. like we all were. gue jadi terkagum-kagum pas tau dia les bahasa perancis di CCF di jaksel. yah namapun anak sma pinggiran, it really hooked me how she would drive her car by herself all the way from tangerang to kebayoran baru, and moreover, to learn french! not only was she a french learner, she also speaks english fluently. trus di jaman ketika internet baru bisa ditemui di warnet atau pake narik kabel telpon, dia udah membangun her own website. selain personal blog, dia bikin fansite untuk serial Friends sama The X-Files, 'cos she was really into those shows.

pertemanan gue 'ma dia gak intens-intens banget sih, kita sebatas temen bukannya sahabat. maybe that's just as far as my crush would go: unrequited, hahaha. sekarang entah gimana kabarnya doi, maybe she's still strolling around with her fabulousness.

kalo di rookie mag 'kan yg diinterview friend crush yang mutual yah, as in they become best friends. that makes me wanna add another person with whom the feeling is mutual (supaya gak anti klimaks).
they say when you meet the love of your life, time stops and you would remember exactly how the world was at the time. the things people say, the way the wind breezes, and such. and the first person who came up on my mind as i describe this is weiche aka setio. he and i have become good/best/worst friends for 17 years now.

gue pertama kali ketemu dia kelas 1 SMP. di sekolah itu, kita anak baru diwajibkan memilih ekskul dari 3 ekskul mainstream yaitu pramuka, PMR, dan KIR (kelompok ilmiah remaja - in case sekarang udah ganti nama kayak UMPTN/SPMB). i found the first two utterly predictable, jadi gue pilih KIR yg mengandung kata "ilmiah" :P
waktu itu hari minggu, dan kita anak baru disuruh ikut semacam workshop KIR a whole day long. saat itu udah siang, jam 2-an mungkin, dan kita semua disuruh duduk berkelompok. gue ingat kita dikasih tugas yang melibatkan solder-menyolder, dan kebetulan my kelompok consisted of 6-7 boys and 2 girls. me and the other girl (dina) were clueless and bored and sorry as hell as in "why did we choose this damn ekskul", jadi kita duduk sambil ongkang-ongkang kaki di belakang ruangan sambil nontonin cowok-cowok itu nyolder. as we looked around the room, eh terlihat ada seorang bocah cowok yg juga lagi duduk ongkang-ongkang with a bored as hell look on his face! kita segera nyamperin dia, ajak ngobrol... dari situ jadi tau kalo doi juga bete karena dia gak tau gimana cara menyolder, gak mau tau, dan he prefered to gossip with us girls haha.

if only rookie mag would interview me and weiche, maybe it'd go like this:

ROOKIE: What made you think Weiche was a girlfriend material when you first met him?
RISKA [crusher]: he was the only boy in the room who found solder-menyolder boring. he must be my soulmate!

Did people often assume you and him were just another TTM couple?
we got that wrong impression all the time. it only stopped after i got married. we were fine with the misperception, though. neither of us wanted to be branded as "jomblo gak laku" during all those years of our jombloness. that makes us "friends with benefit" in a way.
we often find ourselves wearing matching-colored outfits

So it never occured to you to fall for him?
hmm i do enjoy bersandar di bahu dan dada gempalnya once in a while. but it's "no pulse" condition for romantic chemistry whatsoever between us.

What’s the best advice Weiche’s ever given you?
he told me to stay focused. i am the most random person i know, and he's one of very few persons who knows me inside out, so yeah, i bought it.

What should I ask him when I talk to him?
he'd loove to assess the way you dress, so go ahead, ask him "how do i look?" if you dare. and he'd also give free advices about interior designing, typography, and color composition (i ask him about color names a lot). oh and ask him why he's still friends with me (nyontek jawaban di rookie mag).

            ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

ROOKIE: So I asked Riska what I should ask you, and she wanted to know why you’re still friends with her?
WEICHE [crushee]: i'm probably the only dandy guy in the village she knows. so i'm kinda like her asset-other than her butts. but that's the reason for her party. for me, it's because being around her makes me feel better because she's more "lost" than i am. ahahah!

weiche's birthday celebration in 2007. (weich: "kome, you look good in orange.")

What drew you to her when you guys first met?
*she* was drawn to me. sorry, babe, i'm a natural-burn social butterfly. born this way.

What things you guys do now as grown-ups when you meet up?
we'd sit on cafes and sip coffee like successful middle class dwellers. i'd show her off my uber-sophisticated and most trendy gadgets, and then we'd ramble about our lives, shower each other with cruel jokes, and i'd end up eating her never-finished desserts. bitch makes me fat!

What makes Riska better than other friends?
eugh it's a hard one to answer because she never give me guys...

Now for both of you, is there any trivia regarding your friendship?
RISKA: he looks a lot like my husband in some pictures, it's a bit creepy.
WEICHE: our guru agama in high school accused us of practicing "pergaulan bebas" and she gave us 7 in our rapport book. and that my friend, is the lowest you could be judged for, religion-wise, at our school. tsk. oh, and i once wrote this about her.


anyone notice the significant resemblance?


note: weiche's answers are entirely fabricated by moi. :P


02/10/2012

belajar di bandung

jumat dua minggu lalu, tiba-tiba gue dapet undangan pelatihan. di bandung. 3 hari. reaksi awal gue sih positif campur negatif:
"ih lama amat! kangen anak dong gueee 3 hari gak tidur bareng."
"tapi lumayanlah refreshing."
"etapi judul pelatihannya ada kata 'leadership' nih, jangan-jangan pake acara lari siang bolong campur push up ples jurit malem?!" --> selama di tlkm, gue udah 2 kali dapet training model begini.
indeed lebih banyak reaksi negatifnya :P

singkat cerita, selasa pagi jam 6, gue udah duduk manis di pool cititrans thamrin city. penumpangnya gue doang.... dari jakarta sampe bandung.


gue dateng telat sih, acaranya dijadwalin jam 8 tapi gue baru nongol hampir jam 9 #mauresigninih. heuhehu. peserta pelatihannya 31 orang, dan 'muda' semua. kalo gak salah yg paling tua kelahiran 77, paling muda 86. suasana pelatihannya *ternyata* fun banget, fasilitator trainingnya orang luar tlkm, masih muda, kreatif banget dan kocakkk. probably the funnest training i've ever been. cocok jadi stand-up comedian itu si pak trainer. trus alhamdulillah, gak ada sesi outdoornya sama sekali, horeee. tapi ya rada bosen juga sih, masuk jam 8, selesai jam 5, dan di dalem kelas terus. gak kebayang kalo trainernya bapak-bapak angkatan jadoel... bisa bobok siang sambil melotot mungkin kejadiannya.

dua malem di bandung, gue dan sesama karyawan yg nginep di learning center kelayapan aja gitu. malem pertama ke PvJ, besoknya sih ke wilayah setiabudi doang, yaitu keliling rumah mode dilanjutkan dengan nongkrong di gigglebox. komentar standar kita orang jakarta: "iih enak ya bandung, ke mana-mana deket!"
hari kamisnya, gue memutuskan ngejar cititrans jam 6 yg di ciwalk dengan cara naik ojek dari gegerkalong. untuung bawaan gue ringkes (tumben! dampaknya jalan-jalan dan tidur pake baju yg sama, selama 2 malem), kurang dari setengah jam udah nyampe deh di ciwalk, padahal kondisi jalanan macett.

gue bersyukur gak jadi naik c*paganti, soalnya temen gue yg dijadwalin jalan jam 7 or 7:30 gitu baru jalan jam 8:30. delay bo! trans yg gue naikin kemaren lumayan rame sih, ada kali 6 orang. pas berangkat dari bandung, ujan gedeee, gue sampe gemeter di dalam mobil soalnya ac mobil jadi berasa dingiiin banget. ehh tau-tau pas di km 60an, bapaknya menepi trus bilang, "bapak2 ibu2, ini ac mobilnya rusak. gak mau nyala. mau dilanjutin jalan tanpa ac apa gimana?" ebusettt. mayoritas sih minta lanjut (termasuk guelah!), walhasil pas udah sampe di kuningan, baju gue udah basah kuyup sama keringet -___- 

sama bu @hajar_annisa di bawah tulisan yg gue curigai mengandung typo (sebenernya foto selama di gerlong ini doang sih)
highlight dari training kemaren:
- makanan yg disediain learning center enak-enak! keterlaluan deh kalo berat gue gak naek juga. snack sorenya ada rebus-rebusan (pisang, ubi, kacang), besoknya bakso, besoknya lagi siomay. sarapan dan makan malemnya juga lezat dan mengenyangkan (pilihan menunya banyakk soalnya hihi).

- enak juga ngerasain nongkrong malem-malem lagi sama temen-temen doang. okelah kalo situasional gini, minim rasa bersalah jadinya :P

- ini highlight yg agak 'kelam': pelatihan ini ngasih tugas berupa action plan gitu deh, 2-3 bulan lagi gue harus presentasiin implementasi dan hasil plan gue itu. trus balik training lagi untuk sesi 3 hari di kelas. gak kaya pelatihan pada umumnya yg modulnya bisa dipake buat coret-coretan bumy kalo udah selesai....

- trainernya pak rino (lupa gue nama panjangnya) time-efficient banget deh (gak membiarkan 'curhatan' peserta ngelantur di luar topik dan tepat waktu mulai dan selesainya), dan kalo dia ngerasa peserta dah mulai loyo, langsung diajak berdiri trus main game. kusuka! 

- balik dari pelatihan, bumy nempeeeel terus sama beta ^__^ meaning: makan maunya disuapin mama (biasanya doi ogah! gue sih seneng-seneng aja... kekekek), cebok sama mama, bobok juga PELUKAN sama mama (padahal biasanya tengkurap di atas badan bapaknya).

- selain dapet temen-temen baru (cieh the sociable version of moi, tumben nongol), gue juga jadi dapet gambaran load dan suasana kerja karyawan yg seumuran dan selevel sama gue, di divisi yg berbeda-beda. sebagian besar ngerasa overload (strangely, i dont...), trus banyak masalah communication gap sama rekan-rekan yg mayoritas umurnya lebih tua (baca: "gue disuruh-suruh terus!"), tapi menurut gue most of them masih punya semangat yg tinggi sih untuk mengabdi pada perusahaan. gue menemukan hal lucu selama pelatihan, 1) pas disuruh nanya temen, apa kekurangan dan kelebihan kita, untung ada sohib gue si @hajar_annisa yg pelatihan bareng. jadi gue tanya dia via bbm. jawaban doi: "lo labil. kelebihan lo gak ada." -_____- setelah puas ngakak (via emoticon) dia jawab lagi "lo tuh bisa balance meskipun lagi riweuh."-kalo gak salah inget. that made me go "whoa what?!" karena gak nyangka aja doi bisa dapet impression gitu.
trus 2) pas trainernya nanya "siapa yg ngerasa susah nentuin prioritas di kantor?" "siapa yg ngerasa overload?" temen sebelah gue angkat tangan dengan semangat, trus dia liat gue enggak. dia komentar "lo tuh ideal banget ya (dapet tempat kerja-red)." gue jadi tergugu. soalnya gue sering banget (baca: RUTIN) ngeluh soal kantor dan segala tetek-bengeknya. tapi strangely enough, pas ditanya overload atau gak, gue gak ngerasa overload. karena emang so far kerjaan gue bisa kehandle. jadi... siapa yg lebay? *masuk ke kolong meja*

- ini jadi bisa dikaitkan dengan tagar #mauresigninih di atas. kok ya jumawa amat?! i know it's a bad mental attitude, and i'm not that firm about the resigning decision, either. dari sini, gue jadi inget kata-kata "you're the problem and you're the solution." setelah gue telusuri, sepertinya sih masalah utama gue adalah kehilangan antusiasme. kerjaan yg predictable, rutinitas yg (gue rasa) menumpulkan. maybe it's the point where the "comfort zone" is no longer comfortable. it can lead to good things, of course, tergantung aksi macam apa yg gue tempuh to cure this "disease." ....*ketok-ketok meja* *antiklimaks*

12/09/2012

dwell

seperti yang tertuang pada wishlist tempo hari, gue ingin mulai ngurusin perintilan rumah. visi untuk mempercantik dan membuat rumah nyaman sih udah numpuk di folder "favorites"-thanks to pinterest-tapi realisasinya tentu harus dipilah-pilah mengikuti ketersediaan dana.
setelah berembuk, gue dan adit menyusun prioritas bagian rumah mana yang dipercantik lebih dulu. hasilnya adalah urutan berikut:

1. kamar tidur kita
2. kamar tidur bumy
3. dapur

untuk 2 poin pertama pasti understandable-lah ya karena urusan kasur. maunya sih seiring dengan bumy punya kamar sendiri, kita pelan-pelan menghentikan praktek co-sleeping. selain itu, this neat-freak moi maunya barang-barang gak "berceceran" alias tersusun rapi di dalam lemari. dengan demikian, yang namanya customized closet jadi kebutuhan utama demi memenuhi hasrat ini. secara closet ada di dalam kamar, yaa makin cocoklah kalo kamar tidur jadi prioritas untuk diberesin.

trus kenapa dapur ada di urutan berikutnya? bukaan, bukannya gue ingin mewujudkan obsesi jadi martha stewart (bahahak), tapi semata-mata karena kompor tanem udah dibeli duluan. lagi-lagi, karena nggak mau lihat barang yang "berceceran" dalam kardus dan semacamnya *bergidik*, gue maunya dibikin dulu sarang untuk si kompor bertengger. 


trus brainstorming untuk nentuin gaya masing-masing ruangan itu gimana?
jangan ditanya. mata sampe perih dan hati jadi gelisah akibat kebanyakan browsing foto-foto ruangan di pinterest. lebaaay macam rumahnya 800 meter persegi ajah. hahahahkk. justru karena rumahnya mini makanya gue kudu mengoptimalkan desain ruangan biar sesuai fungsi dan bikin hati adem 'kan :P

tindak lanjut rencana ini sih baru
  • kunjungan ke Armany Parket di Fatmawati.
gue tau tempat ini berkat browsing thread Design Interior di FD. seneng deh ke situ, karena mbak-mbaknya informatif banget. kalo ngasih saran aplikatif dan, terutama, nggak ngenyek kalo gue berkomentar "buset mahal banget!"

dari segi harga, kayanya sih lumayan oke. parket laminated mulai dari 100 ribuan (belum ditambah biaya pasang), solid 370 ribuan. gue emang baru membandingkan sama parket dagangan ace hardware sih, dan harganya jauuhh beda.
  • nelpon the infamous Sodikin untuk janjian.
  • beli majalah-majalah desain rumah... as if pinterest kekurangan gambar!

gue sempat berpikir, segitunyaaa angan-anganlo untuk bikin rumah jadi cantik, or minimal sesuai ekspektasi. kalo nanti ternyata "gini" or "gitu" gimana? 


kebetulan saat lagi iseng browsing (segitu 'aktif'nya ya kehidupan sosial gue), gue dipertemukan dengan artikel yang akan gue share setelah ini. artikelnya bagus banget deh, gue merasa ini semacam peringatan supaya gak terlalu bombastis dalam berangan-angan yang ujung-ujungnya akan bikin dongkol kalo gak bisa diwujudkan. bikin rumah jadi nyaman gak harus (selalu) mahal dan ribet. dan jangan justru jadi lupa kalo the people make the house. nyaman enggaknya si rumah ditentukan sama jiwa dan tindakan para penghuninya(!!), jadi mulai sekarang, jangan cuma mengandalkan gambar-gambar indah dari pinterest yaa, jeng, tapi juga jaga tindak-tandukmu *pasang muka ngenyek di depan kaca*
tanpa semakin banyak cakap, ini loh artikel yang bagus banget itu :)

(gak mau 'kan pasang slogan begini di rumah sendiri?)

We've talked time and time again about all the little things you can do to make a house feel like a home. You can have warm enveloping lighting, plants for fresh air and fun additions of color, collections and artwork, but that's not what this post is about. This post is about how to make your home feel like a refuge; it doesn't have a single thing to do with your decor or the design of your space and nothing costs a dime - it's all totally, 100% free...

1. Spend Time In It: It's almost a badge of honor these days to rattle off your itinerary for the day which leaves little or no time spent at home other than the 6 hours of sleep you try to weasel in. You can't have the feelings of a safe harbor within your walls if you're never there. If it's merely a place to lay your head and hang your coat then it will never mean anything more to you than a coat rack does. Saying no to things in the outside world can be hard, but sometimes it's worth it for your home, peace and comfort in the long run.

2. Use Your Space: So you're at home. That's what we just told you to do right? Chillin' watching television, staring out the window. What more do you want? Well, lots actually! Use your table, sprawl out on the floor, cook, bake, clean, paint a picture... do something that forces you to interact with the things in your home. So often we're on auto pilot that forcing yourself to break the home-dinner-tv-bed routine can awaken your senses to how you'd like your space to function or embrace your hobbies and habits.

3. Speak Kindly: Homes are places where love and memories are made. Do your best to make them kind, wonderful thoughts. We're not going to tell you the words you should or shouldn't be saying, but tone, attitude, and spirit go a long way to making your environment one that is comforting and a refuge away from everything else.

4. Music Matters: It's easy to think about music while we're doing certain things. It's a no-brainer to listen to music at the gym or during a morning commute. But kick out the jams at home, too! Some of the strongest memories you can make often involve music. Open the windows, add a breeze and choose your tunes to match or make your day.

5. Entertain Without Worry: Quite often when we have friends and family over to our homes, it's easy to spend our time apologizing or talking about the things that aren't quite right that we still plan to fix. Spend time with others in your home, just enjoying your home as it is right now. Don't worry about the dust they might see or the things that didn't get done. One of the hardest things we can learn is to let go and enjoy being us, wherever we are, without worry or concern.

pictures from pinterest.com.


33-and-a-half months old

semalam, jam 11an, gue terbangun karena (kalo gak salah) pintu kamar yang terbuka. gue buru-buru ngecek bumy di mana, ternyata dia udah gak ada di ranjang. gue panggil-panggil lah doi sambil turun dari tempat tidur.
belum juga keluar kamar, doi udah nyamperin gue, dengan kondisi tidak bercelana. gue tanya, "bumy mau pipis?" dia bilang "iya." trus gue pangku dia.
sebelum gue sempat ngecek, adit udah keburu bawa bumy ke toilet, abis itu dia bilang, "bumy eek, beb, banyak banget."
pas gue cium tangan gue yang tadi mangku dia, hmm semriwing bau pup.
apa yang menjadi concern utama di sini?


A. bumy udah berani keluyuran turun dari ranjang trus keluar kamar dalam keadaan kamar dan ruang tamu gelap-gulita.
B. berdasarkan laporan adit, celana bumy tergeletak di ubin dan ada pupi di toilet. kesimpulannya, dia udah bisa naik ke toilet sendiri, dan... JONGKOK di situ.


dari sini kepanikan gue muncul, boooo kalo dia kepeleset di kamar mandi gimanaaa x( udah deh, mulai nanti malam pintu kamar gue kunci.
ohya satu hal yang bikin hati trenyuh adalah sebelum tidur, gue bilang ke bumy  "mi, nanti gak boleh pipis di tempat tidur lagi ya. nanti kasur kita rusak." mungkin aja gara-gara wejangan itu doi jadi 'nekad' nahan pupnya trus melipir ke kamar mandi sendiri. DUH ANAKKU :')

"ini rumah om venda (pacar adek gue-red)" - katanya sambil nunjukin hasil karya

getting his hair cut still is still a battlefield

 gara-gara ini, beta jadi ingin mendokumentasikan tingkah-polah atau ucapan-ucapan si bocah yang selama ini secara random dicatat di memopad doang.
  • bilang "no no no oma!" kalau misalnya ditanya "my, oma pindahin tv-nya ya?" dengan gaya geleng-geleng sok tua.
  • bilang "pa taro bb-nya pa!" *sengaja bapaknya yg jadi model perilaku tercela :P
  • Sok tua #2: kalau si bibah anak ART (perempuan usia 6 tahun) mau pulang dari rumah dan lagi berdiri di dekat pagar, bumy bilang "ka bibah jangan pegang-pegang pagar, nanti kejepit tangannya ka bibaah!"
  • waktu dikasihkan gelas, dengan sok tua#3-nya dia bilang "tunggu tunggu takut tumpah di karpetnya!" trus gelasnya dibawa menyingkir dari atas karpet.
  • nawar ketika mau dibacain buku sebelum tidur. awalnya sih "satu aja pa." abis itu "dua aja pa."
  • ketika dibawa ke rumah omanya pagi-pagi, dalam kondisi masih terkantuk-kantuk, adit nyetir sambil nyiumin dia, trus dia bilang "udah pa (nyiumnya-red). jalan pa. (yang) kenceng!" it's just cute how he has his own opinion now .__.
  • bertingkah minta duit. kayak ngerti aja apa maksudnya. "ma minta duit." | "buat apa?" | "umi mau beli rokok!" grrrrr ini pasti nyontoh adek gue yg suka disuruh beli rokok sama bokap.
  • kalau kita lagi di mobil dan mau ngambil tiket parkir, dia buru-buru berseru "silakan masuk!" niruin kata-kata mesin parkir.
  • kalau kita sampe di rumah omanya, dia menyambut dengan "selamat datang!" dan nyengir.
  • atau kadang menyambut dengan "assalamualaikum." (trus dijawab sendiri "kumsalam!")
  • ngebut dan ngepot kalau naik sepeda. walhasil sekarang tu sepeda rusak karena keseringan dibuat nabrak. bumy sampe dibekalin helm sama kita untuk sepedaan di DALAM rumah. semenjak sepedanya rusak, kalau kita lagi ngumpul rame-rame, dia akan proklamasi "sepeda bumy udah rusak! beliin yang baru ma!" dan akan gue jawab dengan "oggaaaaah."
  • nyokap cerita kalo waktu itu dia ngobrol sama opung gue (yang berarti buyutnya bumy) di telpon, dan dia bilang "bumy sayang opung. opung main sini dong. opung cantik! umi sayang" yang bikin si opung terkejet-kejet tersanjung. doi bilang, "seumur idup belum pernah ada yg bilang opung cantik, amaaang" wakakakk.
  • kalo denger "halo-halo" dari mesjid deket rumah, "assalammualaikum... pengumuman..." dia langsung berseru "(ada) anak ilang!!" dengan muka terkejut. hahahahhaha.
  • suatu waktu kebetulan ada 2 pengumuman di waktu berdekatan. abis bilang "anak ilang" dia bilang "anak ilang lagi!"
  • current obsession: mobil BMW. -__-
  • adek gue cerita, suatu siang dia berceloteh "oma, bawang putih bawang merah diiris, kasi jahe, blabla, ditumis!"
  • celoteh lagi: "ini uang untuk bayar rumah... ini beli ipad... ini beli xyz" whoa kiddo, did you just reenact our conversation?! -__-
  • when i said a passive sentence using the word "oleh", he said "oleh mana? oleh mana ma?"
  • "aku males nonton ini!"
  • "omaa, air minum mana? kasih kakak!" waktu ada cucu temen nyokap main ke rumah. hebohlah oma dan temennya oma. pencuri hati banget kan doi.
  • "di mata mama ada bumy!" :'}
  • waktu diajak jemput adek gue pulang kantor, dari dalam mobil dia lihat anak-anak usia 4-5 tahun lagi berdiri di depan pagar rumah(nya), dia langsung berseru "no no no anak kecil! sudah malam! pulang, anak kecil! cepat pulang!" #soktua
  • "umy suka rumah ini. rumahnya bagus!" kalo liat rumah yg emang bagus. trus karena kebiasaan gue tanggapi dengan "makanya umi berdoa ya biar bisa punya rumah itu" sekarang tanpa nunggu gue respon dia langsung bilang "umi berdoa. amiiin."
  • waktu mau makan eskrim, dia bilang "cimut cimut boleh?" karena udah sadar pasti akan celemotan kalo makan eskrim.
  • waktu gue 'ajarin' tentang daerah privat, respon dia "privat rumahnya di mana, ma?" okeh salah timing kayaknya gue. 
  • gaya jogetnya makin cihuuuy. tangan dibengkok-bengkokin ala SKJ '88, bahu sampe bungkuk-bungkuk, kaki goyang. shoulda had a video documenting it, tapi gue kan busy living the moment instead of capturing it jadi ya gimana dong #dalih.
  • (udah bisa) ngeledek. manggil gue dengan "mba anaaas!" yang mana adalah nama ART gue. -__-
  • suka kebalik nyebut "boncengan" jadi "bencongan" (tempat tinggal si anas), "tanaman" jadi "tamanan", "antar" jadi "jemput."

so far ini sih yang keinget (dan tercatat). efeknya jadi kangen kan kan kan.



sesungguhnya doi girang banget berfoto sama BMW. tapi (anak) cowok emang kurang ekspresif kali ya.

helps his dad make tea
keterangan background: bapaknya lagi ruku'



10/09/2012

untitled #9

i didn't know what i was looking for
i just felt the need to have some place to go to.
so i went there,
the street filled with lights and sounds and smokes
where noone's supposed to feel lonely.
i set my sight on my toes, and trailed on the narrow pavements.

that small coffeeshop with white window sills looked warm from the outside.
maybe it's its red cushions, or its density.
people chattered, tacky pop songs were played aloud,
and i was sunk in.

the street offered ample of images,
some from what i see, some from my memory,
as if it meant to appease me.
the way the smoke clears as i made my way.
residue of sweaty sigh of temptation released, amongst rushed steps
and conversation about lies.
faces i no longer see.
and the smell, the smell that lingers like a bad headache.

do you have to lose everything to truly live?
i hold on to things, no matter how sickening
or hurtful they are
because they help me remember myself.
does anyone really want to live without fear?

the night crawled deeper, and still there's no sense of closure.
the street would still be there
and moments would relapse.


remember remember

that scene where v and evey were together as this song was played on the jukebox. it was beautifully sad. 



oh I do believe
in all the things you say
what comes is better than what came before

and you'd better come come, come come to me

better come come, come come to me
better run, run run, run run to me
better come

oh I do believe

in all the things you say
what comes is better than what came before

and you'd better run run, run run to me

better run, run run, run run to me
better come, come come, come come to me
you'd better run 

it's how they yearn to be together but wouldn't relent.  

06/09/2012

on a lighter note,

when things get ugly, spare yourself and make a wishlist. 
mine consists of
  • a three-day getaway to... where else, all i can think of is Bandung. 
  • finish reading Bossypants (yes i finally found the soft cover edition! i love love lurrvve Periplus PS) and Norwegian Wood.
  • read The Secret, The Power, and The Magic. all by Rhonda Byrne. maybe i'd have a good laugh out of it. *defensively-speaking*
  • a pair of new running shoes. i secretly (NOT) have been running again lately. and my shoes, boy, they're getting old dan mulai rusak :( been having them for four years now, maybe it's time for them to retire.
  • that shirt at Bershka. damn, i should not have lunch at malls. ujung-ujungnya cuci mata trus naksir.
  • a visit to Dian Kenanga.
  • a visit to the dentist. shit.
  • make that visit to SA Grogol on Sunday.
  • carve my way to be an independent worker. *mulai berrrat*
  • start 'building' the rooms and kitchen in rumah Jagakarsa. 
AMIN.