12/07/2012

someday, someday

(this post was made on February 2012 and had been hidden in "Draft" since).

saat sedang browsing apartmenttherapy.com, gue menemukan sebuah artikel yang judulnya menggelitik banget: Someday, Someday: Embracing Your Dream Home Style. oh gosh, bagian "someday, someday"nya itu loh :))) i totally get the feeling!

saat ini gue masih tinggal di love-shack-nan-humble/rumah pertama kami di karawaci di mana setiap hari diperlukan 3-4 jam perjalanan dari situ ke kantor *sigh*
kondisi bangunannya juga masih 'asli' seperti pertama kali dipindahtangan dari si penjual. bagian belakang rumah masih bocor meskipun udah 3 kali panggil tukang (yang berbeda-beda), halaman rumput di depan rumah suka di-eek-in kucing (kamprett), kamar mandi yang toiletnya bikin nyeri urat kalo lama-lama ditongkrongin, dan dapur yang bikin gue ilfeel setiap kali melangkah ke situ (hahaha sekalian dijadiin alibi males masak).

needless to say betapa gue mendamba rumah yang lokasinya jauhhhh lebih dekat, dan bangunannya lebih bagus (oh-so-obvious!) hehe.
angan-angan boleh tinggi, tapi tetep aja harus berkaca pada keadaan yang ada sekarang dong. saat ini, kita belum afford untuk pindah karena:

1. Bumy masih dititip ke nyokap gue.
kalau kita pindah lokasi rumah jauh dari nyokap, Bumy akan dititipkan di daycare, (setidaknya sampai gue bisa resign :p) dan daycare yang 'layak' mahal aje.

2. Baru tau kalau kantor adit yg sekarang punya rule bahwa karyawan yang punya utang KPR gak bisa mengajukan utang baru sebelum 2 tahun.
jadi angan punya rumah baru ini realistisnya bisa terwujud jika a) Adit pindah kantor, atau b) kita dapat rejeki untuk beli rumah ke-dua tanpa fasilitas KPR karyawan.

jadi, terlintas di benak gue dan adit untuk membuat kondisi yang ada di rumah sekarang menjadi minimal lebih nyaman. beberapa bulan lalu, warna cat rumah kita ganti. tapi untuk renovasi skala 'besar', entah kenapa masih aja kita maju-mundur.
seharusnya emang 'ni rumah dibuat nyaman untuk kita tinggali. yang urgent banget sebenernya bagian belakang rumah. sekarang nih, kondisinya "rock n roll" banget huahaha... barang-barang just scatter around the room tanpa ada tempat atau ruangan khusus. rak sepatu nongkrong dekat meja makan dekat tumpukan barang-barang bayi bumy. bagian belakang ini juga tertutup, walhasil kondisinya lembab/ngelekep.
jadilah meja makan sekarang nganggur, karena ya pastinya mana nyaman makan dengan pemandangan rak sepatu, kardus susu, dan tempat beras karena nggak ada tempat untuk naro semua barang itu??
selain ngelekep + berantakan, di bagian belakang rumah ini juga ada kebocoran, yang meski udah 3 kali ganti tukang, mulai dari yang biayanya sekian ratus ribu sampai hampir jut, tetep aja persistent bocornya T__T. duuh mau dibawa ke mana sih hubungan kita, rum(mah)?

di ujung artikel, si penulis berkata "So. What about you? Are you living your dream? Does it feel like a loooooong way off? Does 'someday' seem to be arriving suddenly? Do you have a sacred little stash of clipping, too?"

boy, for me, it does seem like a long way off :D urusan nyari rumah emang jodoh-jodohan banget, this i agree. pengalaman kita nyari rumah di antaranya:
- waktu belum punya anak, liat-liat ke BSD (nusa loka dan neo catalonia). fasilitas lengkap tapi lokasinya jauh banget dari rumah nyokap di karawaci. karena kita gak sreg membiarkan bumy diasuh pembantu atau babysitter saja, jadi ya pilihan lokasi rumah harus menyesuaikan dengan rumah nyokap.
- pas udah punya anak, liat-liat ke bintaro, BSD lagi, dan jagakarsa. BSD kita nilai masih terlalu jauh lokasinya dari kantor. emang sih pilihan transportasinya beragam, fasilitasnya juga lengkap banget. faktor lain yang bikin 'minder' adalah harga cluster barunya yang tinggi dan peminatnya banyak (baru tau kalau ternyata untuk mendapatkan rumah di cluster baru, kita harus daftar 3 hari sebelum launching cluster tersebut. setelah itu, baru nama kita diundi. belum tentu dapet juga!).
karena di BSD kandas, pilihan bergeser ke bintaro. di sini banyak cluster kecil dengan harga yang masih di bawah BSD. kita sempet liat-liat dan naksir satu cluster di dekat Sektor 9. begitu pula di jagakarsa, udah nemu cluster kecil yang apik dan harganya masuk, ternyata mentok di alasan nomor 2 di atas (scroll up deh). huhuhu.

jadi untuk sementara waktu, gue cuma bisa berharap dan berdoa, sembari mensyukuri apa yang ada. alhamdulillah sekarang udah punya rumah mungil tempat bernaung meski kondisinya 'seadanya' banget, hihi. to have a place we call our own, where we can just be ourselves and not having anyone interfering with our private life (in my case, hal ini bisa diterjemahkan menjadi: mau gak nyetrika dua minggu kek, mau gak beresin tempat tidur kek, gak ada yang komentar! and yes, we can walk around naked if we want to hahaha). rejeki pasti nggak ketuker, kalau udah saatnya kami menempati rumah idaman itu, pasti segalanya akan mudah dan lancar, dari berbagai faktor.

nah, bicara soal 'a stash of clipping' tentang bagaimana rumah impian itu berwujud, i do have one! gue sungguh-sungguh senang menjelajahi begitu banyak website home decor and design untuk mengumpulkan gambaran ideal rumah impian. gue bahkan udah punya "check list" spesifik seperti apa ia akan berwujud. yaitu

- luas tanahnya 120 meter persegi. bangunannya terdiri dari 2 lantai. ada 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. ada kamar pembantu dan toilet untuk pembantu. ada area servis yang 'terpisah' dari rumah. 


- kenapa perlu ada 3 kamar? satu kamar gue dan adit, satu kamar bumy, satu lagi... kamar kerja gue :D akan ada rak-rak buku dan meja kerja gue menghadap ke jendela. dan semua kamar itu dilapisi parket hehe.


- am not a fan of minimalist style. menurut gue sesuatu yang sifatnya trendy begitu gak akan everlasting. kayak dulu saat gue SMA, lagi trend gaya rumah mediterania. sekarang udah keliatan out of date aja gitu. if i could define my favorite style, it would be a mix of tropical and art deco, hehe. so there would be lengkungan, high ceilings, the kind of house you see in movies from 1950's.
this one's on the beach
this one's in a downtown neighborhood
sebenernya gaya rumah yang gue suka selain itu adalah country house, macam di pedalaman inggris gitu, hahaha. tapi pastinya gak masuk lah yaa untuk iklim tropis.

- a clean and bright kitchen. kalo untuk yang satu ini, gue rooting for style minimalis. semakin minimalis semakin bagus! gue gak suka gaya kitchen set yang berlemari-lemari atas bawah gitu lho. maunya area masak tuh bersih dan 'sepi', supaya kalau ada yg tumpah bisa gampang keliatan (agak gak masuk akal yee).

maunya ada almari untuk naruh segala macam printilan

- gue mau ruang tamu yang nyampur dengan ruang keluarga, gak ada kesan terpisah untuk kedua jenis ruangan itu. jadi ruang tamu seolah cuma perpanjangan dari ruang keluarga. gue mau rumah yang gak perlu sekat pembatas jelas... jadi gak ada ruangan yang nampak terpisah (kecuali service area). 

- i want four sides of walls with windows, gak ada sisi yang menempel ke tembok rumah orang lain.


- ruang tamu/keluarga yang dipenuhi cahaya matahari pagi.



- teras outdoor 
 
- lokasinya di jakarta selatan, di mana sekolah bumy hanya 2 km jauhnya dari rumah kami. bentuk perumahannya cluster, dengan cuma 20 rumah, tidak dekat dari jalan raya, dan kondisinya aman.




in conclusion, doa gue untuk keinginan punya rumah adalah
1. Semoga ada rezeki untuk bisa memiliki rumah sesuai seluruh kriteria di atas.
2. Semoga gue bisa resign dengan sehat dan bahagia.

AMIN ya ALLAH.

28/06/2012

i think the best way to describe it, would be... i feel somewhat "intrigued" by their atypical "good" look. it gives me some kind of uncomfortable feeling. the one when you know you kinda dislike someone, yet the dislike-ness makes you want to know more about the person. and after you get to know more, you end up the way you know you would be from the beginning: falling for the person.

i know, i just kebanyakan mikir gak penting like i always do, hahaha.
and here they are, Matthew Gray Gubler and Patrick Fugit.



i'm definitely having a "thing" for scruffy, long-haired, unkempt grungy-looking guys.

(foto-foto dari google search results yaww)

sins, and money

pagi ini, gue membaca artikel "WHAT ARE YOUR SINS IN SPENDING?" di sini dan terinspirasi membuat tulisan yg sama.
waktu gue kebetulan pulang bareng sohib gue setio alias weiche, dia sempat nanya ke gue, "pengeluaran terbesarlo untuk apa sih?" gue mikir beberapa lama sebelum menjawab itu, sementara weiche ngerasa duit dia banyak dipakai untuk beli gadget. bukan cuma gadget IT, tapi juga gadget musik. dia 'mengoleksi' berbagi merk smartphone, tablet pc, dan mungkin saking hausnya spending his money on something, ragam barang yg dia beli mulai merambah ke alat-alat musik. saat itu dia bilang, "one time gue craving banget pengen beli keyboard. gue pikir 'seru nih, gue bisa mengasah kemampuan bermusik gue, sekaligus nyanyi-nyanyi di rumah kalo bete,'" yg gue potong dengan, "you thought it would make you happier?" sambil nyengir. dia bilang, "iya bo! awalnya gue sering mainin 'tu keyboard, tapi sebulan berlalu, dan gue udah gak pernah menyentuh keyboard itu lagi." gue ngakak dengernya.
gue ngakak bukan karena ngerasa he's being silly with his money, tapi karena i did the same thing :p i used to think buying stuff could make me happier. ujung-ujungnya nyesel karena udah beli barang yg gak dibutuhkan, dan barang tsb jadi tergeletak gak terpakai.

jadi gini, dulu di masa-masa baru kerja, gue gak pernah punya tabungan. gue nggak tau deh ke mana larinya itu uang. pernyataan yg klise ya? larinya pasti jadi makanan, nongkrong, dan outfit sih. tapi kita pasti expect ada benda berwujud yg valuable kalo ditanya "gajilo pas kerja di X udah bisa beli apa?" kan.
gue baru melakukan yg namanya menabung pas udah jadian sama adit. saat itu kita sadar, kok biaya kencan kita lumejen juga yaa. akhirnya kita berdua tiap bulan mentransfer sejumlah dana ke rekening yg kita sebut "99" - ga ngerti juga kenapa dulu disebut begitu nama rekeningnya. jadi, biaya kencan kita harus sepadan dengan uang yg udah kita alokasiin untuk kencan tiap bulannya.
lantas setelah 2 tahun pacaran, kita mulai serius ngomongin nikah. tepatnya februari 2007 adit bicara formil ke nyokap gue kalo dia berencana menikahi gue. setelah itu, kita mulai serius nabung untuk membiayai pernikahan dan tetek bengeknya. emang sih, kita gak super mandiri (dan mampu) untuk membiayai our wedding on our own. tapi untuk 'perintilan' macam cincin kawin, biaya foto prewedding, nyetak undangan, belanja seserahan, setelan jas buat adit, dan semacamnya, kita pakai tabungan kita itu (ketika nulis ini, gue jadi sadar, betapa sejak dahulu kala gue dan adit udah nggak punya boundary mengenai "ini duit gue dan ini duit elo.").
yg 'aneh', meski dulu gue dan adit sama-sama kroco (sekarang juga sih) yg baru 2-3 tahun bekerja, kok bisa yaa nabung buat kawin? makanya gue sekarang jadi suka sok preaching ke adek gue yg masih maju-mundur urusan nikah, begitu lo determined akan sesuatu, pasti akan ada aja jalannya. success story gue ya urusan nikah ini, hehehe.

nah, setelah nikah, apakah kami lantas jadi 'pinter' urusan duit? jawabannya, BORO-BORO. kita saat itu tuh living the lifestyle of DINKS couple, yaitu pasangan yg punya Double Income tapi have No Kids. kita 'pacaran' setelah nikah selama 2 tahun sampai akhirnya punya anak. yg kita lakukan adalah setiap malam eating out, gak kepikiran buat nabung, dan bebas hutang KPR karena masih nebeng di rumah pinjaman dari nyokap. sentausa banget rasanya urusan duit. tiga bulan setelah nikah, gue diterima di tlkm. monthly incomenya emang gak mengesankan dibanding gaji dari perusahaan swasta, tapi 'gaya' menggaji perusahaan ini membuat kita para karyawan merasa seolah sering dapat uang kaget.
gue yg dulu belum ngeh tentang gaya yg satu ini, suka bingung, loh kok ada transferan segini? belagu ye! sungguh dulu gue bener-bener cuek urusan duit, yg penting perut kenyang dan bisa kencan aja sama suami.
i have to admit i made my biggest splurge on this period. suatu ketika gue mendapat transferan yg nominalnya 3 kali gaji bulanan gue. mata melotot doong. kepala langsung muter... beli apa yaa untuk memanfaatkannya -__- and i made my biggest splurge yg masih suka gue sesali sampai sekarang: macbook. if someone asked me now, i'd say i really didn't know why i did that! bukan an avid mac user, bukan seseorang yg updated soal teknologi dsb, i just thought it would be cool to have a macbook! silly silly me....

kembali ke soal "buying stuff to make me happier", di sini gue mau membuat pengakuan, i thought by looking cool (cuz i own a macbook), i would be happier. itu cara pikir gue yg dangkal akibat 'buta' soal urusan finansial. dulu gue gak tau bahwa by default setiap manusia punya tujuan finansial macam dana darurat, pendidikan, pensiun, dan proteksi. ketika gue sadar, i looked at my macbook, and then i looked at my dana darurat post. "boooo, kok yg wajib malah gak ada isinyaaaa? jadi ini macbook apa gunanya buat gueee?" sungguh kepanikan yg terlambat.

jadi, the bottomline of my rambling, jawaban dari "WHAT ARE YOUR SINS IN SPENDING?" tadi adalah... ya si macbook tadi. i haven't made any big purchase ever since. kembali ke dialog sama weiche, gue bilang ke dia, "kayanya splurge terbesar gue tetep si macbook deh. belanjaan terbaru gue tuh skincare dan tujuannya investment. investment kulit muka bo!" bukannya mau sok hollier-than-thou sih dengan memaparkan begini. just wanna reminisce how i've learned my mistakes. gara-gara memasuki peran sebagai orangtua dengan tabungan nol rupiah, pas hamil dulu, kita terdilo-dilo ketika melihat biaya belanja kebutuhan newborn. belum lagi harus menyiapkan dana pendidikan, pensiun, dan blablalaa.
kayaknya kalo belum punya anak, i'll end up ngejar tiket murah dan liburan ke luar negri tiap tiga bulan-which i don't intend to mock in all means. it's just... in my case, having kids sort of forced me to get 'sober.' it tells me that i do need to have proper knowledge to make the best use of my money, it shifted my priorities, and most importantly, it makes me realize that i don't have to "have it all." duit kepotong tiap bulan buat nyicil KPR 'terbayarkan' dengan kepuasan punya tempat bernaung (meski ngutang. huahahaha). gue juga jadi lebih berpikir masak-masak kalo mau beli sesuatu. gak tau ekstrim apa kagak, tapi gue dulu bertahan gak mau beli smartphone sampai akhirnya dibeliin kantor. gue juga mikiiirrr berkali-kalikalo naksir sebuah barang, sampe ujung-ujungnya batal beli. soal liburan dan konser, entah kenapa musnah aja gitu hasrat gue untuk dua hal ini.

upsidesnya sih, gue jadi nggak terbebani dengan barang-barang yg ngejogrok begitu saja di rumah kayak si weiche (muahahhaa). trus karena emang hasratnya udah musnah, kalo ada temen yg cerita soal liburan atau abis nonton konser, perasaan gue lempeng-lempeng aja. gak pake defensif "ya elo kan belom pada punya anak!" tapi lempeng ikhlas plus turut seneng aja buat mereka, huahaha. guess it maybe because i am content this way.
jadi, gue salut banget sama mereka yg udah siap dari segi finansial ketika akan punya anak. terlebih kalo belom nikah tapi udah paham urusan finansial, dan bahkan udah punya dana darurat, pensiun dan proteksi. sungguh, aku cemburu pada kalian. how i wish i had known about those financial stuff earlier!
sekarang jadi kepikiran, kalo gue jual si macbook di kaskus kira-kira laku berapa yaaa....

27/06/2012

the road trip part 2

di hari kedua roadtrip, ternyata kita bisa bangun pagi, jam 7 udah turun buat sarapan. pilihan menu buffet di gumaya cukup beragam, indonesian, western, japanese, ada semua. rasa makanannya juga enak menurut gue. setelah sarapan, adit dan bumy ke kolam renang dan gue balik ke kamar buat leyeh-leyeh di kamar *pemalas detected*. jam 10 kita bergerak keliling kota, trus mampir ke Toko Oen yang terkenal itu. kita pesan huzarensla, bola-bola kroket, dan poffertjes dengan 3 rasa eskrim. huzarenslanya enaqqq :D nanas bercampur saus mayonaisenya memberikan cita rasa yang asem-seger gitu, apalagi sayurannya seger dan daging panggangnya alot-alot gurih gitu. satu lagi highlight adalah poffertjesnya. meleleh di mulut begitu dikunyah makkk xD
poffertjesnyah...

dari situ, kita sempat bingung mau ke mana dan ngapain. pengen ke losari untuk makan siang, tapi adit berdalih, "ngapain jalan sekarang, masih panas." emang sih, terik banget mataharinya saat itu. akhirnya kita... balik lagi ke hotel untuk bobok siang, hahahah dasar turis gak ambisius!

kita tidur sampai jam 1, bangun dengan perut yg udah laper lagi (haha). hasil liat-liat tripadvisor, ada restoran yg namanya Pesta Keboen. satu hal lain yg menarik dari semarang, tempat-tempat yg pengen kita tuju gak ada yg jauh. perasaan semuanya berkisar di simpang lima aja, hehehe. restoran ini menampilkan banyak barang antik, gue langsung inget resto Mbah Djingkrak di setiabudi ketika masuk. ada jajaran sepeda kecil jadul, kuda-kudaan jadul, hiasan-hiasan dinding jadul. buku menunya juga pake bahasa indonesia jadul gitu. menu di sini beragam banget, hidangan indo sampai western ada. di situ kita pesan sop buntut, ayam kampung goreng, dan tahu telor. welcome drinknya jamu, makin mirip resto Mbah Djingkrak jadinya.

muke beta gak enak banget dipandang ye (sambil ngunyah)
abis dari situ, kita keliling nyari oleh-oleh khas semarang. ika ngasih tau pusat oleh-oleh di jalan pandanaran, dan rekomendasi dia untuk bandeng presto adalah yg bermerk... Presto. adit dan gue sempat ngotot, "presto bukannya cara masak bandengnya, Ka?!" ika makin ngotot dan gemes meyakinkan kalo bandeng presto bermerk PRESTO emang eksis di semarang, huahaha.
ternyata emang bener ada loh :D tapi kita liat outlet si presto sepi-sepi aja, sementara di outlet bandeng juana kondisinya ruameee banget. akhirnya kita ke juana dan hampir 45 menit kita 'nongkrong' di situ untuk bisa membeli si bandeng (dan oleh-oleh lain). tapi kita juga beli bandeng merk presto sih, untuk membandingkan rasanya. (catatan: ternyata emang lebih enak yg presto! harganya mirip-mirip juana padahal. gue heran kok sepi yaaa).

dari situ kita mampir di toko baju bayi dan anak-anak gitu, gue lupa namanya. beli baju dan ban renang buat bumy. dari situ sebenernya gue mau ngajak adit ke citraland mall, hehe pengen ajaa gitu ngerasain mall di kota lain :p tapi akhirnya kita malah balik ke hotel dan berenang sore-sore. lumayan juga anginnya semriwing, soalnya hotelnya di balkon lantai 3 hotel gitu.

hidangan di Lombok Idjo
kita makan malam di Lombok Idjo. tempat makan ini dulu kita temukan secara gak sengaja ketika roadtrip untuk honeymoon. seinget kita, makanannya enak dan murah. kebetulan terletak di jalan gadja mada juga, sama dengan hotel gumaya. begitu udah jalan 10 menit, kok belom sampe juga yaa... akhirnya kita memutuskan naik becak.
Lombok Idjo ternyata penuh buangettt, kita sampe jam 7:30 sih, pas jam makan malem. tapi kita gak perlu nunggu lama untuk dapet meja, karena teratur gitu pakai antrian bernomor. di situ gue makan dengan rakus, abis sambelnya enak bangettt (nulis ini sambil menelan ludah). kita pesan sayur asem (aduhh jadi kangen lezatnya ni sayuur), lele, empal, dan tahu tempe. abis makan, kita memutuskan naik taksi untuk kembali ke hotel. sampai di hotel udah jam 9, kirain bumy bakal langsung tidur karena dari di Lombok Idjo udah ngantuk, ehhh ternyata doi malah nangis-nangis menggelegar... gak jelas kenapa, mungkin capek, bete. and it lasted for an hour aja -__- untung akhirnya bisa tidur juga setelah capek nangis.

paginya, kita udah bersiap untuk balik ke jakarta. sarapan jam 6 pagi, tapi makannya gak pake terburu-buru karena targetnya perut kenyang selama di jalan hahaha. jam 7:30 bergerak dari hotel, mampir sebentar di Mcd untuk beli bekal makan siang (kapok pilih-pilih restoran gak jelas di Pantura), lantas jalan terus sampai berhenti lagi di rest area tol Kanci. sepanjang pantura, tetap ada macet-macet karena perbaikan jalan, tapi kondisi arus balik ini lebih lancar dibanding yg menuju semarang kayak kita kemarin. kita berhenti untuk sholat dan beli oleh-oleh di Tegal.

pretend play sendiri
di perjalanan setelah Tegal, bumy mulai 'berulah.' awalnya doi menolak makan, trus menolak duduk di carseat. akhirnya gue biarkan deh dia berdiri-diri di kursi belakang mobil. setelah makan, mood bumy mulai membaik. dia pretend play sendiri menggunakan boneka dan bantal lehernya. jam 5 sore, kita sampai di rest area KM 42 cikampek. ke sini selain untuk ngaso dan sholat, juga untuk menunaikan hajat nyobain resto Sederhana punya Gemma, eh Yardan, hehehe. di sini kita makan ayam pop, dan enak deh, apalagi sambelnya. pedes, gak manis kaya kebanyakan resto padang (*nagih biaya promosi ke Gemma* hahaha). kita makan di sini sekalian nunggu maghrib. abis sholat, baru deh jalan lagi... dan ternyata ibukota macet ajaaah.
jalanan padat merayap sepanjang tol menuju cawang, tol dalkot, sampai tol jakarta arah tangerang.... jam 6 sore kita masih di sekitar bekasi gitu, dan gue ngerasa gak enak badan. kayanya sih masuk angin. bumy berulah lagi minta pegangan tanganlah, bacain bukulah. awalnya doi nangis teriak-teriak (udah muak di mobil kayanya), trus gue bilangin, "mi tolong ya, mama lagi gak enak badan nih." eh doi ngulangin kata-kata gue, "mamanya sakit," trus duduk tenang di carseat dan... belagak baca buku sendiri. duhh anak beta pengertian bangettt *rabid* 
yg bikin nelongso, selepas pintu tol karang tengah, ternyata ada kemacetan tidak terduga karena ada perbaikan jalan di dekat alam sutera. macetnya sampe stuck gitu. karena bumy udah gak duduk di carseat samsek, doi gue pangku. kita nyanyi-nyanyi, bercanda, ketawa-ketawa (sementara bapaknya udah demek di balik kemudi), sampai tiba-tiba... kok gue ngerasa ada yg anget yaa di antara kedua paha gueee. ternyata bumy ngompol, huahaha. sepanjang perjalanan, bumy kita pakein pampers supaya gak ribet harus berhenti di middle of nowhere. dia sih selalu bilang mau pipis, dan ketika kita bilangin "pipis aja mi, kan pake pampers" dia tetep nolak. akhirnya kita 'paksa' pipis dengan menyuarakan "pssss psss" yg membuat dia tak tahan lagi nahan pipis huahaha. nah, di perjalanan pulang ini, kita gak pakein pampers lagi, trus kayanya doi lupa -__-

jam 9:30 malam kita tiba di home sweet home. i immediately twitted: "Capek tenan + jok mobil diompolin + kena gaplok bayi cranky = AS EXPECTED :D what's beyond expectation is pegel bak abis digebukin tapi muka menampangkan an ear-to-ear smile gini..." hahaha, yes we made it, boys *lempar koper ke udara*

btw, supaya posting ini agak berfaedah, gue mau nyoba memberi tips untuk roadtrip bersama toddler ala riska dan adit (haha):
  1. bawa banyak minum. penting banget inih. gue baca sih perjalanan yg lama bisa bikin dehidrasi meskipun kita duduk doang.bawa cemilan berkarbohidrat tinggi sebagai pengganti nasi, in case anaknya nolak makan nasi kayak bumy kemarin. kemarin gue bawa pisang dan kentang goreng McD.
  2. bawa sebanyak-banyaknya mainan, buku cerita, dan alat untuk anak mencoret-coret. gue cukup berbangga hati kemarin bisa keep bumy busy tanpa perlu gadget sama sekali huahahaha (soalnya emang gak punya gadget). or maybe bumy's just being an easy baby as he is, dia menikmati berkendara, liat-liat sawah, mobil truk, dan lain-lain, kalo bosen tinggal di-distract sama mainan dan buku. meskipun kalo udah bosen banget karena waktu perjalanan molor akibat macet dsb, kejadian bayi cranky, teriak-teriak, dan ngegaplok kita sangat rentan terwujud -__-
  3. selama liburan, usahakan selalu gerak badan. lari di gym hotel kek, berenang kek, banyak-banyak jalan, apapun. durasi duduk diem di mobil kan cukup lama tuh, makanya perlu banyak-banyak stretching dan usahain badan tetap bugar by exercising. alhamdulillah badan gak rontok-rontok amat pasca road trip.
  4. usahain berhenti di tempat di mana anak bisa lari-lari, ngelempengin badan, dan menghirup udara segar setiap 3-5 jam sekali (whichever suits your roadtrip paths and your kid's mood).
  5. siapkan celana dalam dan bawahan (rok atau celana) di tas tangan, in case dipipisin kayak gue kemaren! untung dipipisinnya pas mau balik ke rumah, hahaha.
  6. siapkan nomor-nomor telepon penting (RS, polisi, bengkel mobil, dsb) dan kalau ada/bisa, contact person di kota yg akan disinggahi. paling enggak si contact person ini bisa ngasih kita rekomendasi (selain tempat makan enak) RS atau dokter mana yg oke.

26/06/2012

the road trip part 1

jumat minggu lalu, gue dan adit sedang bersiap-siap listing barang-barang untuk dibawa packing. we were about to have our first roadtrip... bersama si bayi!
i have to admit i was kinda freaking out. khawatir ginilah, gitulah, dan berdoa supaya perjalanan kami "mudah, lancar, dan selamat." sehari sebelumnya, gue sampai menyempatkan diri ke mothercare yang TERNYATA sedang big sale demi bantal leher buat Bumy. ndilalah harus ngantri 1,5 jam untuk bayar... padahal barang yg gue beli gak didiskon!

plan utama kita adalah menghadiri pernikahan sohib adit di semarang. awalnya kita mau town-hopping, dari semarang lalu ke solo, lantas cirebon. sayangnya, kita sedang di tengah proses KPR, dan Relationship Officer udah mewanti-wanti kalau akad akan dilaksanakan sekitar hari selasa sampai jumat. jadi yah, terpaksa kita potong durasi dan destinasi road trip menjadi semarang saja, dan selama 3 hari saja.
gue sih nggak kecewa akan hal ini, daripada rencana akad jadi meleset. kita udah busting our asses off urusan per-KPR-an ini, tentu aja kita mau segala urusan segera beres. selain itu, budget untuk road trip juga berkurang, lumayan buat nambah-nambahin biaya KPR haha.

awalnya kita mengagendakan berangkat dari rumah jam 3 pagi. tujuannya, supaya bumy masih tidur, dan karena dia biasa napping 2 kali sebelum makan siang, kita berharap bisa meminimalisir durasi dia being awake di mobil yang bisa mengakibatkan dia bosen dan cranky. tapi karena terlalu rempong packing, kita jadi agak telat tidur. gue baru tidur jam 12 malem, itupun terasa seperti tidur ayam semata. jam 2 gue terbangun, kasihtau adit, trus tidur lagi, hehehe. ternyata doi juga bablas tidur, sampai akhirnya gue terbangun lagi jam 3:30. jam 4:05 kita berangkat dari rumah, ehh bumy malah kebangun, gak mau tidur lagi.
jam 5an kita sampai di rest area KM 57 cikampek untuk sholat subuh, Bumy diajak turun untuk pipis dan gerak-gerak badan. kita bergerak lagi jam 6 kurang, lalu bergerak menuju Pantura. di jalan, bumy diam-diam mulai ketiduran. gue dan adit ngemil buah yang udah dipotong-potong (ceritanya mau sok ngemil sehat, sekalian menerapkan ilmu food combining om @erikarlebang yang nyuruh kita sarapan dengan buah aja). kita udah nyiapin melon, pisang, jeruk keprok, dan apel. jam 9:30an kita tiba di rest area tol kanci. di situ, kita makan bekal yang udah disiapin dari rumah, yaitu nasi pake nugget dan ikan goreng plus batagor kingsley hahaha. di situ, bumy bisa lari-lari di pelataran food court yang kosong.

... dan bantal leher itu dibeli dengan mengantri 1,5 jam -_-


strecthing di tol Kanci

dari situ, kita bergerak lagi. ketika kita di brebes, tiba-tiba ada telpon masuk dari adek gue si debby. dia bilang dengan suara nelongso, "kak, mama ditipu! tadi ada yang nelpon bilang kak adit..." di sini tau-tau telpon direbut, dan nyokap gue terdengar histeris, "kaaaa... adit mana?! tadi mama dapat telpon dari polisi, katanya adit dijebak dengan narkoba!!" yaampun... buru-buru deh gue suruh nyokap supaya tenang (takut tekanan darahnya makin tinggi bo), abis itu dia ngomong sama adit. gara-gara kejadian ini, nyokap gue mengultimatum supaya kita nelpon tiap sejam supaya dia tenang.

kita tiba di daerah pemalang jam 12. perut mulai krucuk-krucuk. gue juga agak khawatir karena bumy menolak makan nasi. dia cuma makan jeruk, roti holland bakery (gak abis), dan pisang. akhirnya kita memutuskan berhenti di sebuah restoran yang mengklaim bernama "Mbok Berek." gue udah ber-high hopes makanannya bakal oke (gak usah enak deh, setidaknya sama kaya yg di jakarta), ada wc dan musholla bersih, dan sebagainya. ternyataaaaa... ampun deh... restorannya 'humble' banget. pas mesen sayur asem, 10  menit kemudian baru dibilangin sayur asemnya abis (padahal kita satu-satunya tamu di situ...), banyak lalat, dan kamar mandinya... gak perlu dijabarkan deh -__-
gue dan adit langsung seiya-sekata memutuskan segera hengkang dari restoran itu, kita minta makanannya dibungkus aja. di perjalanan setelah bergerak dari resto mbok berek abal-abal itu, bumy mulai cranky. dia menolak makan nasi, malah minta pisang lagi. gue gak kasih, akhirnya doi nangis teriak-teriak eh trus tidur. gue dan adit makan siang dengan sisa bekel yang kita bawa dari rumah.

jam 4 sore, kita berhenti di pom bensin setelah melewati alas roban. di situ kita sholat, dan alhamdulillah bumy mau makan nasi dengan lahap. jam 5 sore, alhamdulillah kita tiba juga di hotel gumaya semarang. lama yeee perjalanannya. kita beberapa kali kena macet soalnya. gak sampai stuck for hours kaya jakarta di pagi hari kerja sih, cuma lumayan bikin tersendat. penyebabnya ya perbaikan jalan sepanjang pantura, mulai dari daerah sabang sampai kendal, ada perbaikan jalan teruss huhu. dari browsing twitter, ternyata macetnya udah sejak malam, malah lebih parah bisa sampai 3 jam stuck gitu. kita lebih beruntung mungkin karena udah banyak polisi yg ngatur jalan ya. 


saking hepinya ketemu kasur, langsung jumpalitan

jam 7 malam kita menghadiri resepsi yg diadakan di gedung tepat di sebrang hotel kita. makanannya enak-enakkk... mungkin itu rekor terlama gue hadir di sebuah resepsi. bolak-balik nyicipin makanan boo. ada satu hal 'unik' yang gue notice, ternyata di semarang, gak ada tamu yang makan duluan sebelum salaman, hihi. sementara di jakarta kan mendingan makan dulu kalau antrian salamannya lama yah. di sana, orang-orangnya pada tertib ngantri, dan beruntunglah kita sebagai tamu yang hadir tepat waktu, bisa puas lenggang-kangkung makan ke booth ini-itu. 

here comes the bride and the groom

(bersambung - supaya gak kepanjangan haha)

the gratitude post and random updates

> alhamdulillah keinginan untuk lepas dari urusan keuangan terkabul. meski kondisinya gak seideal angan-angan, yaitu dapat SK untuk balik ke unit CC lagi. tapi kerjaan gue sekarang full ngolah database dan secara informal manager meng-assign gue untuk kerja tim sama pak Lilik, my BFF di CC. jadi lumayan deh, bisa sering nongkrong di lantai 5-the place where i can exhale-dan gak clueless sendirian, bisa mikir bareng pak Lilik and the gang. etapi gak full coding doang sih, masih megang petty cash dan ngelaporin posisi kas mingguan. gapapalah, gue jadi bisa nuker duit kalo lagi perlu :P

> alhamdulillah angan-angan "seperti apa ya rasanya road trip bawa anak?" telah terjawab! yes, we just had our first road trip ever with the toddler. kesan-kesannya: capek (as expected!), tapi seruuu :D sampai di rumah jam 10 malam dengan badan tepar, tapi muka masih cengengesan karena lega udah di rumah sekaligus excited udah bisa melalui 'tantangan' ini. reportase road trip nyusul di blogpost berikutnya hehe.

> alhamdulillah kita telah melakukan akad kredit untuk rumah di jagakarsa *nangis gembira* :__D pernah baca di blog ini, nyari rumah itu jodoh-jodohan, kalo jodoh, maka akan didekatkan. our dream house, located in the place where we first lived together as a married couple. dulu kita suka berangan-angan pengen tinggal di situ, tak dinyana di kompleks yg sama dengan tempat kos kita dulu dibangun cluster kecil. udah sejak setahun lalu kita suka survey untung-untungan ke daerah jagakarsa, tapi belommm pernah ada yg nyantol. entah karena harga, entah karena lokasinya yg masuk-masuk kampung. sampai sekitar enam bulan lalu, kita bertandang ke kompleks ini dan berani nawar. pas udah nawar, ternyata regulasi di kantor adit gak memungkinkan kita untuk over kredit KPR sebelum 2 tahun masa kerja. merasa harapan untuk memiliki rumah tsb kandas, kita mulai galau dan serius mempertimbangkan ngontrak rumah petak di kawasan karet atau nyewa apartemen di daerah tebet. udah sempat juga survey lokasi dan harga di kedua wilayah itu, dan gue udah nyiapin jadwal untuk survey daycare.
kenapa sik gatel banget pengen pindah? soalnya gue ngerasa tepaaar bolak-balik ke karawaci bo. lemah ye? cengeng ye? ember!! dalam kondisi 'normal' aja waktu tempuh untuk PP karawaci-kebayoran minimal 3 jam. ekstrimnya ya balik ke rumah jam 1 pagi gara-gara jakarta banjir heboh tempo hari. selain itu, gue ngerasa kita tinggal di karawaci untuk numpang tidur doang. sampe rumah cuma untuk mesra-mesraan sama anak selama 1 jam. trus kalo weekend, seringnya gaul (hakhahka) ke jakarta juga (ngemol kek, bawa anak kontrol DSA kek). sayang bensin, waktu, dan tenaga 'kan? to be honest gue juga kepengen nyekolahin anak di jakarta sih, karena lebih banyak pilihan sekolahnya, terlebih untuk level PG sampai SD.
gue bersyukur kita diberikan jalan untuk ikhtiar memiliki rumah tsb lagi. banyak sih faktor yg bikin deg-degan, misalnya dari segi timing (sebelum BI menetapkan regulasi DP minimal 30%!!), trus urusan KPR sama bank yg... let's just say membutuhkan banyak effort, doa, dan kesabaran *fiuhhh*. tapi alhamdulillah banyak juga kemudahan yg kita dapatkan.

> gue kena ISK :S baek-baek ya para kawan perempuan, selalu extra protection kalo berurusan dengan toilet umum, dan kalo cebok, semprotnya dari depan ke belakang (harafiah abis!!). awalnya sih gak tau itu ISK, badan gue lemessss kaya meriang gitu tapi suhu badan gak tinggi. trus perut bawah gue sebelah kanan nyeriiii. awalnya kontrol ke DSOG dr. Ridwan, trus di-USG dan keputihan gue dites, hasilnya oke. dua hari kemudian, nyeri di perut kanan bawah gue menghebat, akhirnya di tengah jam kerja gue kontrol ke MMC. di situ disuruh rontgen, tes urine dan cek darah. hasil rontgennya belum keluar, keesokan malamnya nyeri perut gue makin terasa, dan jam 9 malam gue ngibrit ke Siloam Karawaci, UGD pula. di situ alhamdulillah ketemu dokter muda-pinter-humble-RUM-komunikatif (the best!! namanya dr. Yosua), gue didiagnosa ISK dan dikasih antibiotik. tiga hari kemudian alhamdulillah badan udah mulai enak dan nyeri di perut ilang.

> saat ini sih gue masih belum FIRM dan YAQIN untuk banting setir jadi IRT (ibu rumah tangga). tapi keinginan ke arah situ udah ada banget dan cukup gede. pengennya sih gak nyerahin anak sepenuhnya ke ART, trus mau bantuin doi bikin peer, ngawasin nutrisinya (bukan masak ya! gue gak ada ambisi urusan dapur hehe), ngaji, kerja volunteer, dan jadi penulis freelance. kemarin gue sempat kirim tulisan agak 'serius' ke salah satu online forum ibu-ibu, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda bakal dimuat haha (a bad way to promote myself or what sih dengan pengakuan gini? :p) itu visi enak-enaknya aja sih, tapi jujur gue masih punya segudang kekhawatiran. takut suka bete dan malah jadi ngeresein suami kerja, takut bosen, ini-itu. tapi meski sekarang lagi digaungkan wacana direksi baru mau ngirim 100 karyawan kelahiran tahun 80an kuliah di luar negeri per tahun, keinginan gue jadi IRT belum tergoyang. atau wacana Mentri BUMN mau bikin regulasi cuti melahirkan 2 tahun untuk TLKM... tanpa ada regulasi itupun gue belum mau nambah anak lagi sih. guess it comes down to "What Really Matters" to me.

04/06/2012

plesir ke seaworld ancol

weekend kemarin jadi juga kita ke Seaworld. niatnya sih udah ada sejak dahulu kala, tapi mewujudkannya kok males bener. belagu deh gue... 2 tahun lalu masih tiap hari bolak-balik karawaci-tanjung priok. sekarang ke ancol yang cuma 3/4 jalan aja sungkan, hihihi. 
malamnya udah sok-sokan mau berangkat dari rumah jam 7 pagi... realisasinya sih molor satu setengah jam. dari rumah capcus jam 8.30, eh 30 menit kemudian udah sampe di ancol! tulen lohhh... ramah banget lalu-lintas minggu pagi. jadilah kami one of the first visitors hari itu. dapat parkir yang deket dan di tempat adem, trus suasana di dalam seaworldnya sendiri masih lowong... Bumy bisa puas dorong-dorong strollernya -__-

as expected, the kid was excited. mayanlah dateng ke seaworldnya sekarang, jadi doi udah familiar sama kata-kata ikan hiu, kura-kura, ikan buntal, belut listrik, bintang laut, dsb. thanks untuk buku cerita anak-anak! 
jam 10, kita udah dua kali keluar-masuk terowongan bawah aquarium. sempat kepikiran mau ke gelanggang samudera liat show lumba-lumba and such, tapi gue dan adit sama-sama males aah panas-panasan. pembeneran kita: "ah paling anaknya belom ngerti trus bosen." 
supaya gak rugi-rugi amat udah ke ancol, kita mampir sebentar di Pantai Marina. ngerasain hawa pinggir laut trus biar Bumy liat yang namanya laut tuh seperti apa (pembenaran #2). 

perjalanan balik dari ancol lagi-lagi lancar, jam 11:30 kita udah nongkrong di rumah mertua di cengkareng. alhamdulillah the trip was hassle-free.

 
hiu loh itu Bumyyy
 
berpose sama piranha
pengen eksis juga dong eike

di perjalanan balik, berkicau sebentar, trus molorr