23/02/2014

how are you doing?

all i can say is, there's nothing not to love about this weekend.

  • we got a new family member... this kyut kelinci who was born just 3 days ago.
so, how is it you're gonna call moi? bunda? mak tuwo? definitely not "tante" laa
  • malam minggu bisa sampe di rumah dengan selamat sentosa meskipun banjir di mana-mana, dan kita LAGI-LAGI gagal memperpanjang sim ke tigaraksa.... gagalnya ya karena sepanjang perjalanan ke sana ketemu banjir melulu. huhu. 
  • oiya hari sabtunya, gue dan adit sempat kencan. nyobain mol baru. apakah itu? mol "bale kota" ajhaa di tengah kota tangerang. hahaha. lumayan loh, ada starbucksnya :))) 
  • setrikaan kelaaarrr (albeit baru satu batch saja... another one is already numpuk) (vive le domestic independence!) #apakataludah.
  • sempat nyobain tempat makan baru lagi, this time it's ketjil kitchen at gandaria. a nice place with cool interior. ada all-day breakfast pula di menunya. 


  • ketawa-ketawa di mobil, bertiga. 
  • and finally, to end the weekend by watching "girls" oh how i wish i were 25 all over again. (the truth is, i ended the weekend by cuci piring lalu ngetik blog). 

ps: the title of this post is a homage to girls' episode i just watched. i'm loving the song at the ending credit, it's "how are you doing?" by the living sisters. check out the lyrics deh... mengingatkan gue pada recent events yang terjadi. ujug-ujug, temen-temen dari tlkm menyapa. ada yang lewat gtalk, ada yang nelpon. to simply ask, "how are you doing?" and it just delighted me. i'm fine, thank you, how about you?


how are you doing?
how are you doing?
i'll be fine, how about you?
i'm fine too

how is it going?
how is it going?
yes it goes, what about you?
it goes for me too

nothing new, can't complain
skies are blue, sunshine or rain
something to eat, watch a show
after that, i'll sleep like a baby

what are you up to?
what are you up to?
not much, nothing to do
what about you?

how are you doing?
i'm fine, how about you?

12/02/2014

when the rain falls...

Mommies, beberapa minggu terakhir hujan terus-menerus turun, bukan? Setahu saya tidak hanya di Jakarta, tapi di kota-kota lain. Jika biasanya di pagi dan sore hari saya bisa mengajak anak beraktivitas di luar rumah, maka kini kami lebih sering harus berkegiatan di dalam rumah saja. Meskipun ‘terkurung’ di dalam rumah, anak-anak (dan juga kita) tetap bisa bersenang-senang, lho. Bagaimana jika Mommies mencoba beberapa pilihan kegiatan untuk indoor time selama hari hujan ini?


  • Pretend play
Atau menciptakan skenario pura-pura, seperti mengadakan “tea party” bersama anak. Ajak anak mengenakan pakaian pesta, siapkan meja kecilnya dengan taplak cantik, peralatan keramik untuk minum teh, dan mulai berpura-pura bersikap formil seperti sedang minum teh dengan putri atau pangeran cilik. Mommies bisa menyiapkan menu cemilan sederhana untuk melengkapi acara minum teh ini, seperti kue bolu, cookies, atau sandwich mini. Anak juga dapat menyusun daftar tamunya sendiri, yang mungkin akan terdiri dari boneka beruang, atau koleksi Barbie-nya.
Mommies juga bisa mengajak anak memilih aksesori seperti scarf, topi, dasi, kacamata, atau perhiasan (plastik, mungkin) untuk dipinjam. Dari situ, ajak dia membayangkan tema cerita atau tempat dari suatu skenario khayalan. Saat skenario ciptaannya sedang berjalan dengan seru, Mommies bisa merekamnya untuk kenang-kenangan.

  • Membuat perburuan harta karun di dalam rumah.
Mommies bisa membuat peta harta karun sederhana berikut petunjuk-petunjuk yang tersebar di penjuru rumah. Gunakan kesempatan ini untuk mengajak anak belajar, seperti menemukan benda-benda dengan bentuk tertentu, berhitung, atau mengenal warna. Hadiahnya dapat berupa benda sederhana seperti sebatang coklat, atau mainan.
  • Berkemah di dalam rumah.
Anak saya suka sekali berpura-pura berkemah. Gunakan tenda kecil jika Mommies punya, namun kalau tidak, ciptakan tenda dengan seprai yang diuraikan di atas sofa, atau dikaitkan ke tiang-tiang penyangga dadakan yang ada di dalam rumah. Isi ‘tenda’ dapat dibuat nyaman dengan menggelar karpet kecil, menaruh bantal-bantal, boneka-boneka, juga cemilan untuk dinikmati si kecil di dalam tenda.
  • Get creative!
Manfaatkan sore hari berhujan sebagai sesi kreatif dengan anak di rumah. Mommies bisa mengajak anak bermain lego, mengecat piring plastik, mengajarinya origami, membuat alat musik dari benda-benda di dalam rumah (yang tidak merugikan jika rusak, tentunya), membuat kukis, menari mengikuti irama lagu atau meniru dance routine untuk anak-anak dari Youtube, maupun membuat lukisan hidup. Apakah itu? Mommies bisa mengajak anak berbaring di atas kertas karton besar, lalu menggambar cetakan tubuhnya. Dari situ, Mommies bisa melukis dengan cat akrilik atau crayon, serta menggunakan potongan bahan atau kertas kado, untuk menghias cetakan gambar anak.

 
Bumy di Rimba Baca

Jika Mommies ingin mengajak anak berkegiatan di luar rumah meskipun sedang hujan, beberapa hal ini mungkin bisa menjadi pilihan:
  • Mengajak anak ke bioskop menonton film anak-anak.
  • Ke museum, atau perpustakaan untuk anak seperti Rimba Baca.
  • Berjalan-jalan dalam hujan. Gunakan jas hujan dan sepatu bot, lalu berjalan-jalan di sekitar rumah. Anak-anak akan sangat menyukai membuat cipratan dari genangan air atau perang dengan pistol air. Sesudahnya Mommies bisa mengajak anak menikmati minuman panas.
  • Berolahraga indoor, seperti berenang di kolam renang indoor, bowling, atau menciptakan arena mini golf di dalam rumah.
Semoga tidak ada lagi kebetean saat hujan turun sepanjang hari, Mommies. Seperti stiker di buku-buku tulis kita saat masih sekolah dulu: Hujan bukan halangan. Dalam hal ini, bukan halangan untuk fun quality time bersama anak :).

10/02/2014

(just another) IRT chronicle

wow, udah lama juga gue nggak update blog. many things have happened. some good, some bad. ada juga good stuff disguising inside bad stuff. tapi semoga gak ada bad stuff disgusing inside good stuff... anywaays... I'll just make a recap of stuff going on these past months. demi dokumentasi semata, supaya bisa dibaca-baca kalau lagi mau nostalgia. 


- si embak akhirnya gue berhentikan. gak nyangka juga sih ujung-ujungnya gue yang "mutusin" doi, bukan sebaliknya. mana pas mutusin gue bilang "kita udah nggak cocok nih, mbak." macam hubungan asmara :)))
tapi yastralah, ntar disangka IRT kurang-drama kalo bahas urusan ART panjang lebar. meskipun urusan pehaka si embak gak ada drama-dramanya juga sih. yang jelas, sekarang gue kembali flying solo, yang artinya: masak, nyetrika, nyapu, ngepel, ngosek wc sendiri. hehe sok jumawa banget ye... padahal mah untuk urusan masak masih pakai jasa katering meski gak tiap hari. nyapu ngepel ngosek wc juga dibagi 50-50 sama adit. cuma nyuci piring aja nih yang mau gak mau dijadiin hobi.
but anyhow, capek sih jelas. cuma lepas dari kegondokan sama ART bikin semuanya worth it (menghibur dirinya kebaca banget ya?) hehehe...

- akhirnya rencana playdate (sama ibu-ibu) sekolahan Bumy terwujud juga. kebetulan ada satu mamah yang berbaik hati ngijinin rumahnya dijadiin venue (padahal awalnya kita diundang buat syukuran ultah empunya rumah, tapi sekalian deh diagendain playdate dan ngocok arisan). sejak sehari sebelumnya, Bumy udah gelisah dan gak sabaran. dikit-dikit nanya, "kita ke rumah Rania hari ini ya, ma?" dan ketika hari H tiba, dari pagi udah ribut mandi, milih baju, dsb. syukurlah we had a good time there. Bumy seneng ketemu temen-temen, mama seneng tawa-tiwi, papapun seneng bisa molor di rumah. oiya, layaknya ibu-ibu arisan tulen, kita juga dipinjemin tupperware untuk ngebawa pulang hidangan hari itu, hahaha. gue jatcin banget sama tiramisu buatan dapurrania. sampe 2 hari baru abis karena makannya disayang-sayang :P


mamak-mamak mingle-ing, foto by papahnya Rania :))

bocah-bocah sibuk main, foto juga by papah Rania

with two of his BFFs

- minggu lalu, tanpa rencana kita nyangkut di ancol. ancol beach city (ABC), tepatnya. semacam mall di bagian ujung taman impian jaya ancol, dengan halaman berupa pantai berpasir putih (yang kayanya sih diimpor, karena bagian situ doang yang berpasir putih). awalnya ke rumah sodara adit di jaktim. berhubung udah kadung keluar rumah jauh-jauh, dan guepun lagi mendamba mengisi hari libur dengan aktivitas yang refreshing tapi gak standar, akhirnya kita ke ancol. it was a chinese new year holiday, gue sempat khawatir rame di dalam. kita sampe di situ jam 3 sore. ternyata suasananya adem, selow, dan gak rame. pas baru sampe di ABC, kita makan dulu di bakso afung (ada rasane, kopitiam oey, dan lain-lain di mallnya). abis itu jajan di supermarket dalam mall, beli minuman kemasan untuk dinikmati di kursi-kursi "bar" yang ditaro di depan pantai. 

putih kan? pasirnyaaa

setelah diperhatiin, ternyata banyak pengunjung yang bawa popmie untuk dinikmati sambil duduk-duduk di depan pantai. emang enak sih hawa nongkrongnya. bumy juga girang banget bisa main pasir dan air laut... meski air lautnya kotor (what d'ya expect?).

- minggu ini, gue juga sempat mampir ke kantor Female Daily (FDHQ) lagi. para kontributor MD diundang oleh Lita untuk ngumpul-ngumpul. akhirnya gue kenalan langsung sama Ira dan Amel. kelar makan nasi kuning (FD abis tumpengan merayakan #ExcitingChange), gue harus buru-buru nganterin Bumy les ke PP. tapi untung sempet foto-foto :P


foto diambil dari postingan di IG Mommies Daily hehehe
masih berhubungan dengan FD Network, bulan ini gue dilimpahi role tambahan. seneng pastinya, dapet tambahan duit jajan kekeke... tapi tentunya juga karena bisa lebih involved dan berkontribusi sama FD. kali ini kontribusi gue merambah ke urusan Beauty. sebulan pertama ini sih kondisinya masih semacam trial, bisa atau nggak gue jalaninnya, dan apakah hasilnya sesuai ekspektasi FD. mohon restu semoga bisa lancar yah, teman-temanku yang membaca ^__^ (dan tetap rajin masukin artikel juga hehe).

- kamis kemarin, gue perdana nyobain sesi yoga di Rimba Baca. udah sejak beberapa minggu lalu gue ngidam mau ikut kelas yoga lagi. gue pilih di rimba karena bisa bayar per sesi, dan lokasi gak terlalu jauh (baca: gak 'nyebrang' tol JORR). awalnya deg-degan takut gak bisa sampe on time, karena macet lumayan parah pagi itu. tapi alhamdulillah ternyata on time.
jenis yoganya kalo gak salah vinyasa, yang ngajar Chandra, dan pesertanya gak banyak, cuma 6 orang. gue berharap bisa rutin yoga di sini, selain karena gue ngerasa cocok sama metode ngajar sang guru, I also need to make this lazy a*s of mine move. satu hal yang jadi tantangan adalah bikin bumy bisa tenang nungguin gue yoga. ampun deh, kemarin sepanjang sesi dia gak bisa tenang banget, bolak-baliiik merengek. give your mama a break sikitlah, nak -___-

- but on the other hand, udah hampir sebulan ini bumy di-sleepweaning. bener bukan, ya, itu istilahnya? kekeke... maksudnya kita ngelatih dia tidur sendiri di kamarnya. kali ini lebih serius, dan diusahain konsisten. setiap kali dia masuk ke kamar kita, kita balikin lagi ke tempat tidurnya. begituu terus sampe pagi. setelah 2 minggu, bumy udah mulai bisa 'nrimo.' masuk kamar tanpa diminta, baca cerita, berdoa bersama, trus tidur deh, nggak pake drama dan alasan-alasan klise.
awalnya sih, gue dan adit gamang juga. kita yang berasa kehilangan! kok tempat tidur jadi 'lega' begini, mana udah terbiasa memeluk koala sambil tidur. tapi yah demi perkembangan si anak juga.


- ohya, gue juga udah terseret ke Ambas dan ITC BSD untuk belanja kebutuhan newborn oleh Debster dan nyokap. kunjungan pertama ke ambas sekitar 5 jam. herannya, malah gue yang tepar keliyengan bukannya si orang hamil. seneng deh, belanja-belanji gak pake duit sendiri. merintis karir sebagai personal shopper kayanya bisa gue lakoni, kalo liat pengalaman kemaren :P 
dah gitu berhubung udah bisa dibilang emak-emak "veteran," sekarang gue bisa dengan penuh konfiden memfilter dan menangkis serbuan "saran-saran" dari embak-embak SPG. tau kan gaya SPG toko bayi yang membabi buta nyodorin barang ini-itu dan bilang "ini perlu kak!" hih, bisa hemat berapa juta tuh gue dulu kalo ngerti barang mana aja yang beneran diperluin, dan mana aja yang "cute but useless." 
selain itu, perkembangan barang-barang bebayian ternyata udah lumayan berubah. gak heran sih, udah LIMA TAHUN sejak terakhir gue belanja kebutuhan newborn. kaya goon udah gak heits lagi, digantikan oleh nepia (popok disposable ituh, fyi) (in case ada perawan ochawiwizazajungle atau calon ibu baru yang baca). trus merk breastpump udah bermacam-macam bangeettt. botol kaca juga bisa dibeli langsung di toko-toko itc ituh. oyah, jangankan botol kaca, gendongan e*go atau wrap-wrapan aja ada versi KW-nya. 
kunjungan kedua ke ITC BSD kemaren sih gak gitu lama... tiga jamlah -___- beli printilan yang masih kurang. well, hikmah yang didapat dari urusan belanja barang bayi itu adalah... nope, me still not gonna have more kids.  

ngok

sejauh ini sih begitu update-an yang keinget. nulis beginian aja harus dicicil beberapa hari saking sibuknya gue (nyetrika, masak, bolbal nyopirin anak) ("aduh IRT banget sih ngeluhin kerjaan domestik") yaudah selebihnya diceritrakan lewat fefotoan ajah.



bubi turned 32! alhamdulillah ^___^

with (his) siblings and mom

so gue dan adit sempat ikutan pelajaran berkebun organik... (spacing out)

ini ibu Ida Amal yang famous ituhhh (well, pada kalangan pecinta berkebun, at least)
we finally had the guts to step out of our comfort zone. proven by doing this: nyobain tempat makan baru. hands down, we've been totally unadventurous that we hesitated in trying new things. until we found this cute place at pejaten.
   
nama restonya Helo Niko. menunya greek campur jawa. for real.

sekali-kali moto makanan dah. soalnya enak. nama makanan ini mezza mezze kalo ga salah! enak deh beneran. yang pink itu saus dari BIT. and it tasted delicious.

interiornya diisi linen-linen lucu macam begini.

03/01/2014

mirror mirror on the wall

Will You Judge Me If…?


by vanshe — Monday, December 2nd, 2013 at 7:30 am

 

Will you judge me if…


I say I’d like to have my “me time” by putting my kid at the daycare sometimes? So I can have the house to myself. Atau agar saya bisa ‘nongkrong’ dan menulis. Atau untuk bertemu teman-teman, nonton konser, dan lainnya?

Saya merasa lega ketika bisa menitipkan anak di rumah orangtua sehingga saya bisa sekedar leyeh-leyeh, atau kadang pacaran dengan suami?

Di rumah, I’d like to keep my kid ‘busy’ jadi saya bisa mencuri-curi waktu menonton serial kriminal favorit, atau ANTM?

Makanan yang saya sajikan seringnya dipilih karena faktor kepraktisan?
Saya mengajak anak ke tempat-tempat yang seringnya menyangkut urusan saya? Karena ia tak bisa saya tinggal di rumah. Kadang, ia terlihat letih ‘menemani’ saya, dan di akhir hari, ia tetap tidak mendapat haknya untuk sekedar bermain?
Jika saya bilang saya sering kesal ketika anak tidak mau duduk tenang di carseat, dan stroller ketika diajak ngemol? Padahal mungkin dia pegal dan bosan terus-menerus diikat dan lebih suka berlarian.
I don’t always childproof my kid’s surroundings? I let him hear adult’s songs when we’re in the car. Kadang saya lupa memakaikan topi, terlebih sunscreen, ketika kami jalan-jalan. Dan saya juga tidak selalu memilih destinasti yang child-friendly.
Atau, jika saya bilang saya memilih melahirkan secara caesar karena takut?
Saya pernah memilih meminta anak dirawat di RS karena panik, dan bukan karena kondisi anak sudah gawat-darurat? (amit-amiiit)
Saya prefer pospak karena merasa itu lebih praktis?
Atau, jika saya bilang kadang saya merasa parenting terasa ribet dan kebanyakan aturan, jadi saya lebih memilih membiarkannya ‘mengalir’?
Semakin banyak saya bertanya (dan mengakui ‘dosa-dosa’), ada kesadaran yang hadir. Bahwa mungkin yang paling sulit bukanlah menghadapi omongan atau judgement orang.
Yang paling sulit adalah mengakui pada diri sendiri bahwa diri ini tidak akan bisa sempurna, dan karenanya berbuat salah.
Sesudahnya, tantangan ‘baru’ sudah menanti, yaitu bagaimana merasa nyaman dengan pilihan yang sudah diambil dan hidup dengan konsekuensinya.
Now, I still don’t know which way is The Best, and which way is The Worst.
But I do know that I can’t always be “my best” version of a mother, or even a person. I can only be me, a human being, with all ups and downs in my life.










*gambar dari sini

Sebanyak apapun seminar yang saya ikuti, literatur parenting yang saya baca, dan jutaan opini yang saya dengar tentang gaya parenting, di akhir hari, MUNGKIN yang terhitung adalah…

seberapa keras gelak tawa yang anak dan saya buat ketika kami sedang bersama,
seberapa lega rasa hati ketika akhirnya bisa mengalahkan ‘godaan’ untuk berteriak marah ke anak,
seberapa banyak air mata terkucur ketika saya mengenang hari yang sudah dilalui bersama anak dan menyesali hal-hal yang seharusnya bisa saya perbuat dengan lebih baik,
atau seberapa besar saya berharap akan datang hari esok dan esok dan esoknya lagi, untuk ‘menebus’ apa yang sudah dan tidak lakukan untuknya.


Ya, mungkin itu semua, alih-alih seberapa baik, atau buruk, saya di mata orang lain sebagai orangtua. :)

31/12/2013

au revoir 2013

soon 2013 will be a passing year. i know it's super cliche but, ain't time go faster as you're older? these four years go like in a snap to me. library iTunes isinya masih itu-itu aja. tapi anak tau-tau udah makin gede, tantangan sebagai emak makin bertambah secara kualitas, dan tentu saja, tolak ukur paling menohok dan menampar: i am no longer a twenty-something.

so how did 2013 go?
maunya sih gak bikin tulisan yang mencoba terkesan grateful padahal ujung-ujungnya pamer juga (hope i haven't done that too many times). just wanna ramble and talk to myself and wish some of my good friends cared to read it, heheh.

in terms of personal goals
, let's see... one, gue berhasil mewujudkan cita-cita jadi IRT, thanks to bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. ini bukannya tanpa pengorbanan, sih. sebelum memutuskan, hati guepun dibikin riuh oleh perdebatan internal kayak, apa usia produktif gue ini mau dipake "hanya" sebagai IRT? apa gue gak nambahin beban suami gue sebagai pencari nafkah utama? apa gue bener-bener mau jadi IRT atau sekedar pelarian because I hated my regular job so much? 
syukurlah jalan pikiran ini diluruskan berkat ngobrol sama adit. in his own way, dia ingetin long-term goals kita sebagai keluarga, dan kasih tau gue untuk siap nanggung KONSEKUENSI pilihan gue, apapun itu. cara berpikir logis khas laki-lakinya ini dulu sering bikin gue keki kalo curhat. tapi nampaknya sekarang malah bikin ketularan... meskipun cuma sedikit :P
gue inget dulu waktu belom nikah, gue sebel banget pas cerita gue pengen bisa S2 di bidang psikologi atau malah kuliah S1 lagi tapi pelajarin hal yang bener-bener gue minati. eh, dia bilang, tujuan kuliah laginya apa? apa gue udah nemu jalan karir yang sesuai sama apa yang mau gue pelajarin itu? apa biaya yang dikeluarin bakal sebanding dengan hasilnya? 
meskipun nyebelin, tapi pertanyaan-pertanyaan kayak gini malah menyelamatkan gue dari being erratic. ngeliat kasus pilihan kerjaan gue, misalnya. gue loncat-loncat kerjaan tanpa tau apa yang mau gue capai.
setelah kenal urusan financial planning, cara adit 'ngingetin' gue ini ternyata mirip sama kredo "tujuanlo apa?" dan gue jadi sadar kalo kredo ini ternyata bisa diaplikasikan di berbagai sisi kehidupan. kalo lo mau ke anyer, ya jangan naik pesawat arah ke surabaya dong, cin!-gitu kata ligwina. 

that's why, long-term goals keluarga dan a set of values yang kita anggap prinsipil sebagai keluarga, berguna sebagai kompas buat kita, dan gue terutama.
bahkan setelah gue hampir-mantep masukin permohonan cuti di luar tanggungan perusahaan, ada aja godaan untuk ikut seleksi global talent programlah, beasiswalah. tapi karena udah punya 'kompas,' gue bisa balik lagi ke jalan yang sesuai dengan tujuan gue, dan apa yang really matters buat gue. pertanyaan internalnya bukan "do i want this?" atau "do i need this?" tapi
- kalo gue bisa dapet beasiswa atau ditempatin di luar negeri, apa gue bisa jauh-jauh dari anak dan keluarga? adit gak bisa korbanin pekerjaannya di sini cuma untuk luntang-lantung nemenin gue di sana ntar, since he's got a career here.
- apa gue bakal bisa gak rewel atau malah stres?
- apa sih yang mau dikejar? prestise? kepuasan personal?
konsekuensinya ya tentu aja: gak usah ngiri hati dan insecure denger cerita dan liat foto-foto di sosmed dari temen-temen seangkatan yang disekolahin di ostrali, inggris, paris atau ameriki. #nyem

begitupun saat memutuskan tinggal di sini. di 'udik,' 25 kms away from my parents.
of course there are times when i question what i've chosen. kayak pas lagi senewen dikuntit anak seharian, boro-boro bisa megang laptop untuk ngejar deadline tulisan atau curhat di blog. atau pas bikin review financial plan dan tersadar biaya hidup naik semua ya booo, huahhua.

well, satu yang jelas: hidup tuh dinamis. masalah-masalahnya juga dinamis. justru di sini makin pentingnya punya kompas, menurut gue. karena values dan principle kita gak dinamis. those things define who we are, and those things can't be lost or taken away. 
...eh, kok jadi orasi?

sementara in terms of financial goals, hmm i have to say the result gives me a bittersweet feeling. mungkin malah banyakan bitter-nya daripada sweet!
well, keputusan besar kita untuk pindah rumah tentunya berakibat besar juga ke kondisi tabungan kita. gue dan adit semacam yang saling menatap dan bilang "oke, you jump, i jump, yah!" ketika ngitung budget ngisi rumah tahun lalu. tapi tetep aja, di akhir tahun ketika mereview gini, agak nelongso liat kinerja investasi kita, hahaha.
kalau dibreakdown, "dosa-dosa" finansial kita tahun ini tuh
- memakai lebih dari 50% dana likuid untuk urusan ngisi rumah.
- baru kembali rutin berinvestasi bulanan di kuartal terakhir tahun 2013.
- belum bisa men-tackle dengan baik cashflow dengan satu pintu... ini lebih ke dosa gue, sih xD budget belanja bulanan kadang melar, budget weekend juga. ujung-ujungnya ngebobol dana darurat, deh huahuahua.
syukurlah urusan sekolah bumy gak keganggu. sekolah yang kita pilih 'masuk' dari segi visi misi, metode, maupun (yang terpenting!) biaya. dan ketika biaya hidup mulai merangkak naik gini, baru kerasa benernya saran QM soal biaya sekolah anak yang sebaiknya gak lebih dari 10% income bulanan.

oya, gue juga akhirnya ngelanjutin QMPC ke level 2. yayy. materinya lebih advanced, dan buat gue, lebih seruuu. dijelasin soal asuransi, cara bikin review investasi, cara ngitung kinerja reksadana, dan bisa konsultasi lagi sama planner QM. kemarin kebetulan banget gue kebagian konsul sama ex-planner  saat jadi klien, mba Titis. kita ketawa-ketiwi catching up kabar deh ujung-ujungnya.
my favorite topics kemarin itu adalah cara membaca potensi dan pergerakan pasar yang dibawain sama mas Ajo, dan of course, sesi yang dibawain Ligwina. kita diceritain tentang kondisi ekonomi dunia dan Indonesia, serta hal-hal menarik lain kayak penerapan JKN atau national health care system di Indo per Januari 2014 nanti, pembuatan daftar harta dan penunjukan ahli waris, sampai yang paling bikin gue antusias: ide Ligwina untuk bikin program volunteering di bidang financial planning. tujuannya untuk menjangkau mereka yang belum terjamah ilmu financial planning, kayak buruh pabrik, atau ibu-ibu kelas menengah ke bawah.

apalagi, yah? in terms of social life, kini lingkar pertemanan gue 'meluas' berkat adanya geng arisan ibu-ibu sekolah Bumy, trus ibu-ibu kompleks juga. thankfully, sekolah Bumy bikin semacam parents' club untuk ibu-ibu yang anaknya sekolah di situ. kegiatannya bulanan, sejauh ini udah ada acara nonton film bareng dan workshop singkat tentang brain gym. harapan gue sih, kegiatan komunitas ini bisa merambah ke kegiatan spiritual kayak ngaji bareng, dan juga kegiatan sosial.
di sisi lain, gue juga bersyukur bisa kenal sama teman-teman baru yang 'sepaham,' kayak ibu-ibu di Mommies Daily. i'm thankful for the day i wrote that email to Lita :D gue bisa dapet kesempatan berkreasi, to share my thoughts, mengasah kemampuan menulis, dan bertukar pemikiran sama ibu-ibu berpikiran maju inih.

meanwhile, the number of my closest friends remain. cara gue memaknai persahabatan aja yang berubah, sepertinya. sahabat itu gak harus update tentang kisah terbaru hidupnya secara berkala... yang penting ada komitmen untuk showing up, untuk investing in the relationship. gue juga belajar untuk lebih jadi diri sendiri dalam persahabatan... karena ternyata berbeda pendapat itu bukan dosa besar (ini breakthrough pemikiran untuk diri gue si former yes girl). malahan gue baru menyadari kalau seorang teman iya-iya aja, menyetujui aja semuaa yang lo lakukan meskipun tindakanlo itu 'jelas-jelas' melenceng, it means she or he is doing it for themselves. justru kalau dia tells it like it is atau gak selalu sependapat sama elo, they're actually doing it for you.
besides, now i think i'm too 'old' to put up with other people's bullshits... kalopun ada advice "what you should know by the time you're 30" yang bakalan gue 'beli', it's gonna be "know what you want, and don't settle for bullshits." it helps me recognizing what or whom i am comfortable with, and what or whom i don't wanna deal with.

so, in conclusion, yeah, 2013 is another year to be grateful for. meskipun gue masih sering 'kalah' dari diri sendiri untuk get out of the bed and exercise. meskipun masih sering ngomel-ngomel dan yelling ke anak. meskipun masih suka belanja impulsif. but hopefully i don't take all these blessings for granted.
"so this is the new year... and i don't feel any different
the clanking of crystal, explosions off in the distance.

so this is the new year... and i have no resolutions
for self-assigned penance, for problems with easy solutions."
("The New Year" - Death Cab for Cutie)

29/12/2013

undone


liburan natal kemarin was such a "perfect" holiday. meskipun hari minggunya kita harus rushing ke UGD KMC *dan* RSPI gara-gara gue panik bumy sesak napas akibat flu (long story... tapi ringkasannya aja udah panjang bener, bukan?), tapi alhamdulillah di hari-hari berikutnya kita bisa santai dan punya quality time. oiya yang nyenengin adalah (adit) udah gajian juga! hehe.
rabu pagi kita cuss pertama ke rumah eyang bumy di cengkareng. sorenya ke karawaci, untuk nginep. turned out adit and i were able to have a decent quality time as a couple during our sleepover there. which is not really a surprise, sih :P

begitu sampai di karawaci, nitipin bumy sama oma dan opa (kenyataannya: bumy dah gak mikirin emak bapaknya begitu udah di pelukan oma), kita meluncur ke the one and only, our most favorite place to be spoiled: bersih sehat. berhubung udah ada 3 bulan setelah gue terakhir dipijat sebodi, rasanya nyessss banget. kelar pijet, kita putusin untuk gak segera balik ke rumah nyokap (iyalah!). tapi mau mampir ke mol kok ya enggan... gokil bener antrian mobil yang pada mau masuk ke parkiran lippo karawaci. clueless about where else to hang out, kita mutusin sekenanya untuk nongkrong di toko buku books and beyond (dahulu "times") di seberang benton junction. yah kalo udah di toko buku, alamat gak bakal sebentar deh nongkrongnya. hampir 2 jam kita di situ. mana ujung-ujungnya kesambet setan sale akhir tahun juga. mayan deh bisa dapetin beberapa buku dengan harga yang rada gak masuk akal, hahaha. contohnya ini:

dari 180 ribu jadi 28 ribu sahajaaa.

keesokan paginya, gue dan adit kembali bingung mau nyari sarapan. udah kaya satu dekade aja pindah dari karawaci yah, padahal mah baru setahun xD akhirnya gue komando eh, ajak adit keluar dulu aja, destinasi ditentukan kemudian. ngider-ngider sebentar, akhirnya kita berenti di benton junction. seperti biasa, seperti dahulu, untuk nyarap di law's kopitiam. gue menyempatkan diri sesaat meresapi momen yang sedang dijalani; pagi akhir pekan di karawaci. gue inget baru beberapa bulan tinggal di ciganjur, ada rasa kangen sama suasana seperti begini: kemudahan mendapatkan sarapan yang 'enak' dan dengan atmosfer yang 'nyaman,' modern, dan 'terlindungi'-cita rasa khas pinggiran kota. ketenangan, oase, secangkir kopi, di minggu pagi, di tengah deru sepeda motor dan riuh kompor restoran.
tapi tepat pada saat ini, setelah setahun di ciganjur, gue sadari kalau rasa kangen itu gak lagi ada. yaah, mungkin gak bener-bener hilang sih, tapi udah gak terlalu bermakna. kini gue udah terbiasa dengan sarapan "hanya" dengan yang tersedia di kulkas dan meja makan. atau kalau lagi ingin, ke ubin atau kampung kandang; kawasan jajan yang kenyamanan dan harganya sepersepuluh benton junction, hehehe. 
our rumah udik now starts to feel very much like home. gue bahkan udah bisa menerima 'hobi' penduduk sekitar untuk bakar sampah sore-sore dan memaknainya sebagai berkah karena bisa ngusir nyamuk, hahaha.
i also feel, like, i really *like* where i am right now, condition-wise. i enjoy the seclusion of our rumah udik in ciganjur, yet i'm also glad whenever we visit karawaci. because it (karawaci) is where my roots are. to me, the town will always be defined with the comfort of my parents' house, familiarity, and friendship. alas, despite all my rage and ambitions and efforts to be an urban fella, i realize i am still just a "bocah (dari) perum" xD

seolah sarapan di law's kopitiam belum cukup untuk membuat gue 'penuh' akan kesadaran dan nostalgia, gue dan adit memutuskan untuk keliling ke kawasan pasar lama tangerang. bok, bakal lewatin bekas sma gue dong, tuh. oh high school bloody high school :')))
ketika udah ngelewatin bekas sekolah, bangunannya udah sama sekali beda. dulu mah reyot pisan, humble, kusam. sekarang udah kaya gedung. it's always a mixture of mostly-uncomfortable feelings that i get every time i reminisce about high school. gue kangen masa-masa itu, teman-teman gue itu, tapi gue TAHU semuanya gak akan pernah terulang. kalaupun someday diadain reuni, gue tau gue gak akan mendapati teman-teman gue seperti dahulu. yang tolol, carefree, or even... young. haha. 
what's so depressing about that, anyway?-satu sisi diri gue bertanya, toh, that's an inevitable fact of living.
tapi satu sisi yang lain menjawab dengan murka, "what's NOT depressing about that?!"
that's why i could relate so well with woody allen, i guess.

tiba di pasar lama, gue dan adit parkir dan menyusuri trotoar sempit yang disesaki pedagang buah, bunga, dan bahkan perlengkapan berdoa umat buddha. kita mampir sebentar di varia, karena gue mau beli pensil alis viva, haha. liat kedai bubur ayam yang terkenal enak itu, tukang es podeng yang legendaris, dan pedagang babi panggang. gue dan adit akhirnya berjalan lagi ke mobil sambil menenteng dua plastik isi buah-buahan. lalu, kita ke toko es kode yang juga terkenal di kawasan "chinatown" situ. ah, i really loved it there. kota tangerang, teman-teman berlogat sewan, akan selalu kukenang, hahahha.
anyway, i didn't take any picture during the visit to pasar lama. eventhough the place held a handful varieties of colors :7 i just didn't think it was practical to flash my phone here and there. so here are some totally irrelevant pictures i snapped last week.

i was desperately trying to keep the little man busy... obviously. otherwise, what reason did i make a selfie for?

decided to fill my saturday morning with some bookshelf-rearranging activity. and these are simply my best of the best.

from where we got inspiration to name the kid "bumi"

sunday afternoon at the park-which-name-i-still-couldn't-figure-out

like always.

11/12/2013

december come to me

what's not to be grateful about?

to still have both my parents around.

bintitan sembuh. ha.

the wonderful (albeit premature) surprise by husband and the kid. also the mere fact that i have them in my life.

to be surrounded by the nicest, most heartfelt people. (o dear friends, you know who you are.)

our 6th year anniversary. ("and it looks like / we might've made it ?")

and last but definitely not least, for the chance to fulfill my dreams, to do what i love, and to expand my life into ongoing, boundless joy.