21/06/2011

dream big they say

after yet another late-night pillowtalk/discussion, and days spent at the hospital, we made/will make some adjustments:

1. ok, so we do need a maid. in this case, it's pembantu yang menginap. but for this, we'll try our luck after lebaran holiday, mencoba nitip sama saudara atau kenalan yang mudik. siapa tau kami bisa beruntung seperti dahulu saat 'mendapatkan' si yuli-ART nan lempeng klemar klemer tapi rajin dan tahan banting (walau akhirnya doi nyerah juga karena di-overeksploitasi tenaganya di rumah nyokap... hadehh).
sementara pada masa sebelum lebaran dan tentunya saat ramadhan nanti, we think we better...
2. langganan katering untuk makanan rumah.
nggak enak ati juga tiap hari numpang makan di rumah nyokap. nuff said.
3. jadi klien QM... huhuy.
we have high hopes for this... wajarlah yaa mengingat fee-nya juga nggak kecil untuk ukuran kondisi finansial kami. setahun belakangan gue emang udah mencoba buat rencana keuangan sederhana, meliputi dana pendidikan, pensiun, darurat. tapi gue masih puyeng menentukan produk asuransi yang tepat. kadang gue bisa mengalokasikan waktu untuk survey secara intensif, tapi lantas mentok di faktor harga, atau review yang kurang oke dari orang-orang/internet. akhirnya pencarianpun dimulai dari nol lagi... dan begituu terus. to be honest, dana kami terbatas banget bow untuk beli asuransi dalam karung (apa pula), dan kans untuk 'salah pilih' sepertinya cukup besar mengingat pengetahuan yang minim seputar produk asuransi. karena faktor-faktor itu, gue jadi merasa fee yang ditetapkan QM reasonable banget karena mereka punya product knowledge dan recommendation that could save us from all the hassle.
selain itu, belakangan ini gue jadi kurang bersemangat investasi di reksadana... malah jadi melirik emas sebagai instrumen investasi karena 'berwujud'. sibuk browsing sana sini, denger ini itu, malah jadi pusing sendiri. yasudahlah gue serahkan sahaja pada yang ahli kalau begitu.
ohya satu lagi alasan yang cukup kuat adalah supaya cashflow bulanan kita jadi lebih tertata. sekarang ini cashflow bulanan cuma 'indah' di bagian budgeting aja... begitu masuk ke realisasi, hhhh masih suka membengkak di pos-pos tertentu. sementara itu cashflow tahunan juga masih kurang tertib penggunaannya (baca: sering kalah sama godaan hantu konsumerisme, wekekek). kita ingin duit yang sudah di-earn dengan susah payah (plus ningggalin anak 12-13 jam sehari untuk gue!) bisa optimal pemanfaatannya. hidup di jakarta bikin gampang sutrisss (i know many people out there are with me on this), pelariannya jadi ke belanja-belanji gak jelas deh untuk menambal 'lubang' di hati :( eh agak melantur ya eike.
4. nggak jadi pindah rumah. akhirnya kita sadar, eling seeling-elingnya setelah berembuk di malam-malam nan panjang, huahaha. rumah kita sekarang bisa dibilang kurang 'nyaman' karena adanya kekurangan a sampai z... tapi it's the best we can afford for now. fokus kita sekarang ada di empat basic financial goals tadi, semoga urusan rumah-whether pindah ke lokasi baru atau renovasi-bisa dilaksanakan setelah ada perbaikan kondisi finansial (promosi! bigger salary! amin :D).
5. realistis mengenai budget pendidikan Bumy, masukin angkanya nggak muluk-muluk, kita pakai acuan menyekolahkan Bumy di tempat yang we can really afford. saat ikut talkshow QM di plaza BII tempo hari, Fitri, the speaker which is also a planner (yahiyalah), said somethin like "jangan digeber nyekolahin anak di playgroup, TK, dan SD international, ehh ujung-ujungnya pas kuliah S1 mampunya jadi cuma di ciamis (with all due respect to any ciamis universities-red)."
pastinyaaa gue sebagai orangtua punya gambaran ideal mau menyekolahkan anak di tempat yang paling bagus menurut gue, dan jujur gue rasa tuntutan itu berkaitan juga dengan status gue sebagai ibu yang away from her child most of the time, it becomes somekind of compensation. tapi begitu mendengar kata-kata dari Fitri itu, mata (hati) gue jadi terbuka lebaaar. Fitri menceritakan pengalaman dia sendiri saat hunting PG dan TK, dia dan suaminya nemu sekolah yang ideal banget, tapi uang pangkal dan bulanannya gede banget buat mereka. Fitri menolak gagasan nyekolahin di PG tersebut dengan alasan "kita aja orang dewasa kalo udah biasa naik taksi trus tiba-tiba naik bis lagi kan suka males ya bo," maksudnya kalau ternyata anaknya udah nyaman sekolah di PG tersebut trus nantinya terpaksa pindah karena orangtuanya nggak afford biaya sekolah di situ, kan kasian. sementara suaminya berpendapat "kita trial aja dulu di situ 3 bulan." akhirnya jadilah anak mereka trial dulu di PG ideal tersebut. begitu masa trial berakhir dan anaknya harus bersekolah di PG yang 'humble,' anaknya protes "aku maunya di sekolah yang ituuu, yang ada flying foxnya, ininya itunyaaa." huhu gimanaa gitu ya dengernya sebagai orangtua :|
jadi, setelah gue dan adit menilai secara objektif kemampuan kita dalam hal dana pendidikan, selain berpijak pada pemikiran "tiap anak ada rejekinya," kita juga mencoba REALISTIS kalau faktor sekolah anak bukan cuma ada di uang pangkal dan bulanan semata. tapi juga di faktor kualitas pendidikan dan gaya hidup si anak di sekolah itu nantinya.
jadi untuk sekarang, kita aiming sekolah Bumy-in terms of dana pendidikan-di sekolah negri sahaja, tempat sekolah gue dan adik-adik gue yang nggak kacrut ah perasaan, haha. of course we still want to aim for "the best," tapi seperti yang tadi gue bilang, in terms of dana pendidikan, karena goals kita bukan cuma sebatas nyekolahin anak (not that its value is undermined), untuk saat ini, we have to be reallistic :D *nyengir*


dan yah, sebenarnya kesadaran ini diperlukan terutama oleh gue. adit selama ini udah berusaha membuka mata eike dengan cara yang sangat khas orang jawa, hahaha, haluuuusss dan implisit. i've been forcing US too hard in this financial thingy... maunya 'nyaman' tapi kok dengan cara yang nggak bikin nyaman, salah kan. jadi kalau bisa disimpulkan, kali ini gue mencoba menerapkan sarannya Suze Orman, yaitu "to live within our means" bukannya beyond, baik dalam hal spending maupun investing.
oh well!

27/05/2011

Bokabuka

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: European
Location:Cipete
Dua minggu lalu, gue, Adit, dan Bumy kelayapan di wilayah Jakarta Selatan. Saat sudah waktu lunch, kita mulai berdebat "makan di mana nihh." Setelah melewati Ampera dari ujung ke ujung, akhirnya kita memutuskan memutar balik dan menuju ke arah Cipete. Saat mengantri di lampu merah Puri Mutiara, kita noticed, "Wah Coquelicot masih ada, mau gak makan di situ?" Dahulu saat masih kos di Cilandak, kita pernah makan di situ karena ingin tau citarasa french cuisine dengan harga yang cukup terjangkau (hahah alesaaan, emang dulu kita foya-foya melulu dalam hal makanan, DINKS gitulho). Seinget gue, di situ nggak smoking-free... well it was years ago, tapi i wouldn't wanna risk udah terlanjur bawa Bumy ke dalam dan terpaksa seruangan dengan orang-orang yang merokok. Nah begitu menyebut-nyebut french cuisine, kita teringat kan ada lagi tempat makan yang menyajikan french cuisine dekat situ: Bokabuka! Restoran mungil dengan interior nan humble, tapi makanannya enak-enak.

Begitu sampai di Jalan Cipete Raya, lho kok plang Bokabuka adanya di kiri jalan (kalau dari arah Puri Mutiara), dulu kan di kanan. Ternyata Bokabuka buka lokasi baru, tempatnya lebih luas, bangunannya baru, lebih minimalis, dan tentunya hip, hahaha.
Kita datang sekitar jam 2 siang, jadi tamunya cuma ada kita, sepasang sahabat perempuan, dan sepasang kekasih (wekk sok tau hihi). Desain bangunannya ada semacam 'bilik-bilik' kecil gitu (tapi nggak bertirai kayak warnet gitu kok), jadi terkesan private dan secluded, oh so perfect kan buat pasangan yang sedang dimabuk cuintah... kekeke. Selain bilik-bilik, juga ada meja 'biasa' dan bar tables. Lantas kalau kita berjalan ke bagian dalam, ada outdoor space untuk yang merokok, dihiasi dengan kolam ikan dan pohon-pohon tropis.
Bumy senang diajak ke situ untuk lihat ikan, tapi harus selalu dipegangi sih, karena desain lanskapnya emang bukan untuk tempat bermain bocah :D meliputi 'jembatan' di atas kolam ikan yang berbentuk tiang-tiang pijakan single step, trus ada bagian kolam yang ditutup dengan kaca transparan tapi bisa dijadikan tempat berdiri, dan pinggiran kolam ikan yang nggak diberikan pembatas (for artistic reason, i believe).

Nah sekarang mari bahas makanannya.... kemarin kita pesan Grilled (tenderloin) Steak with Cream Cheese Sauce dan Spaghetti Aglio Olio. Not so frenchy yaaa, hihi. Well, steaknya oh soooo tender! Gue yang saat itu sedang sakit gigi aja bisa mengunyah tanpa keluhan. Padahal kita pesan yang well done loh. Rasa steaknya juga sangat gurih. Kita diberikan complimentary Garlic Bread with Cheese dan minuman Lemon Grass, yang menurut gue rasanya agak seperti jamu, but Adit found it refreshing :P
Untuk minuman, kita order juice, yang menurut waitress semuanya fresh, jadi bisa diminum Bumy juga. Tapi sayangnya karena menunggu agak lama untuk spaghetti, akhirnya kita batalkan order tersebut. Meskipun begitu, di kunjungan sebelumnya gue pernah nyoba aglio olio di sini dan rasanya enakkk :D jadi yah nggak begitu penasaran.

Dari segi ambience, it was quite cozy. jarak antar meja nggak dekat, ac-nya dingin, trus musik yang diputar adalah lagu-lagu folk berbahasa perancis. Jujurnya kami merasa agak merusak suasana tempat itu sih, hehehe, karena membawa batita yang lari-lariii ke sana ke mari, merengek ketika disodori makanan (fiuh!), dan mengoceh dalam bahasa bayi dengan volume tinggi :|

Service-nya oke. Waitressnya ramah dan sopan, dan gue juga terkesan saat kita minta order spaghetti-nya dicek, dan kalau emang belum dibuat, kita minta cancel order aja. Yang lazim ditemui kan nanti pelayannya ngecek ke dapur dan hampir selalu bilang "oh udah dibuat tuh" jadi kita nggak bisa cancel. Tapi kemarin waitressnya bilang boleh dicancel, karena kita emang nggak mau terlalu lama di situ (masih ada destinasi mall yang harus dituju, hehe). Sayang banget sih hidangan yang dicoba cuma itu, gue sempat curi pandang ke hidangan tamu lain, sepertinya range selection dessertsnya menggiurkan deh. Ada Apple Crumble yang membuat gue penasaran, pancake with ice cream, dan lain-lain. Tempat itu emang cucok blas buat sekumpulan kecil sahabat cewek untuk curhat-curhatan sambil berbagi desserts. Oh Kiti, kita kencan di sini yaa begitu kamu kembali ke tanah air! Selain itu, harusnya lain kali kita datang dengan perut kosong, supaya bisa nyoba signature dish di situ, yaitu Escargot.

Dari segi harga, it's oh so reasonable. Harga yang dicantumkan di menu sudah termasuk ppn dan service tax, which i think is nice of them to put it that way :D Harganyapun sama sekali nggak overpriced untuk kualitas makanan dan tempat. So Bokabuka, we sure hope we're gonna visit you again :D

image from here

21/03/2011

a thousand and counting

i gotta say i somewhat agree with miss marianne. the more hectic my job gets, the more i drag myself away from finishing it -__- alas, i lost 'the mood' to do my tasks on this riweuh monday, and made this entry.
beberapa waktu lalu di twitter orang-orang banyak yang meramaikan hastag #100happiness. gue nggak mau ikutan, abis takut pamer dan norak :p nanti yang menurut gue bombastik, menurut orang biasa aja. gimana nasib pencitraan gue kalau begitu? hehehe..
lantas, di saat pekerjaan/rutinitas/hidup lagi menghimpit dan cenderung bikin gue sering mengeluh lahir batin, gue tiba-tiba terpikir untuk membuat daftar hal-hal yang, menurut gue dan seinget gue, memberikan a sense of happiness di hati. ternyata manjur juga, seiring dengan gue mengingat-ingat hal apa aja yang pernah bikin bahagia, perasaan jadi lebih enteng. just like the old proverb says, "count your blessings." *gak tau lanjutannya* jadi beginilah... i haven't reached a hundred, moreover a thousand yet, but i am counting.

1. Our first actual date watching a free documentary des alwi's movie at galeri cipta TIM. :D
2. Our java trip, getting lost using a borrowed car.
3. Makan siang bersama teman-teman di citibank. Ah hari-hari yg indah, mungkin paling indah, sepanjang rekor gue sebagai pegawai.
4. Ngekos di ciganjur ditemani bubiku.
5. Bertemu Bhumyamca untuk pertama kalinya.
6. Perjalanan-perjalanan melelahkan kita dari karawaci ke ciganjur (dan sebaliknya) menggunakan motor honda karisma yg kita eksploitasi sampai rontok.
7. Mengurus Bumy bersamamu. At any given day, it's been a bliss for me. I'm forever thankful that he's got you as his dad.
8. The times we cried together. I'm thankful to ever having those times at all.
9. Our days at rumah pawon, cooking-trying out simple recipes together, sleeping the whole day, watching dvds from dusk til dawn, having our meals delivered just because we're too lazy to wash our faces and leave the house.
10. Everytime you hug me.
11. To read really touching books with eloquent writing, such as Nukila Amal's, Krauss', Foer's, Catcher in The Rye, Lahiri's, Arundhati Roy's, Hornby's, Nicholl's, and others' :D
12. Membaca blog dan mendapati entry baru di victorialand dan sourcreamnonion.
13. Grocery shopping with my little family. Makes me feel so functional, so... fairy-tale-like.
14. To ever sing in a band.. can't believe I did.
15. To get straight A's. Ah the achiever in me. She rarely comes out these days.
16. Setiap habis belanja baju yg okhe. Setiap habis belanja :|
17. Kelayapan sejak malam sampai pagi sama sahabat-sahabat hedonis, dulu, in
my younger days. Galau bersama, sok pinter bersama, memaki-maki pria bersama, ah I miss my girls.
18. Menyesapi lagu-lagu yg sinting bagusnya.. Oppie andaresta album bidadari badung, weezer pinkerton, radiohead, blur, pulp, ok I'm musically alive in 97/mtv-asia's-early-days.
19. Duduk di kursi belakang bis lipo maupun patas 104 sama Kiti, nyanyi lagu-lagu morrissey, and being together just because :)
20. Saat 'berhasil' menyusui Bumy selama 6 bulan, lantas 1 tahun...
21. Saling berkirim surat dalam bentuk surat beneran maupun buku curhatan sama sahabat-sahabat kala masih remaja. I'd like to read again our teenage ramblings, Nuri, Elis, Weich :*
22. Perayaan hari ulang tahun Bumy/setahun gue jadi ibu. It was just my kinda 'perfect' get-together.
23. Lulus dari binus. I couldn't wait!
24. Ngobrol menghina-hina orang t*lk*m dan diri sendiri sama Ika. Sambil makan buhanyak.
25. Hasil rontgen bagus, dan diberikan kata-kata penyemangat oleh dr. Albertus.
26. Setiap saat Bumy kembali sehat sehabis sakit.
27. Setiap saat Bumy sehat.
27. Main galasin sama teman-teman saat SD.
28. Saat hasil perasan asi lebih banyak dari yg diharapkan.
29. When my mother agrees on my opinion and choices. I do live in her shadows *facepalm*
30. Punya adik Debby Ferina. She is sunshine.
31. Akad nikah sukses dan dihadiri semua sahabat terdekat :')
32. Ngobrol tanpa perlu melengkapi kalimat sama Weich. Cos "you knoow."
33. The feeling of being taken care of, yaitu saat dapat pembantu rajin.
34. Hanging out with whom none of us need to say anything to impress, like (pathetically) pura-pura sukses. Certain circles do that, and I don't like being in that kinda crowd. Love it where everyone just be themselves and whine like there's no tomorrow :P
35. Makan coklat Silverqueen. Sejak punya duit jajan, gue hampir selalu menabung untuk bisa beli coklat ini tiap minggu.
36. Setiap berkeringat setelah olahraga. It's scientifically proven that exercising merangsang endorphines which make us think/feel happy. Pure physics.
37. Bisa punya hp canggih setelah sekian tahun bergaya hidup 'frugal' dengan cuma memiliki hp flexi sederhana, itupun syukurnya disubsidi kantor :)
38. Menjadi bagian dari (kelas) rebits. God, really, i was once living comic book scenes.
39. Saat nyokap gue histeris bahagia mengetahui gue hamil, saat gue tau gue akhirnya hamil, dan saat bubi nyium pipi gue bilang "selamatya beb." Err kaya ultah aja bi.
40. Saat disamperin bubi di rindam bandung dulu. Beberapa minggu gak ketemu, istrinya udah tanned, dekil, keker, dan berbaju kamra. Tapi perasaan gue saat ditengok itu bahagiaaa banget. Maklum penganten baru.
41. Saat lagi punya rejeki mentraktir mricans.
42. Saat akhirnya bisa menyetir. Sendirian. Dari tj. priok ke karawaci *puhleez*
43. Perjalanan-perjalanan impulsif kita. Bandung dan bandung lagi.
44. When the baby's asleep in my arms, with his cute adorable face (cue rabid bunda).
45. Watching modern family, SATC, gilmore girls. Those series give me
that feels-like-home sensation.
46. Our little celebrations (baca: justifikasi untuk fancy eating-outs).
47. Saat bisa menertawai diri sendiri.
48. When everything is in its right place. Yes, that's the OCD part of me speaking.
48. Jogja trips. Each trip brought nice surprises: ketemu kawan-kawan virtual, begadang sampe pagi sama Dyah dan awak Teater GM, tetiba jadi obyek brosur UGM (ditawarin aja gitu pas kita lagi nongkrong. pasti gara-gara sedang sama ex-model beneran, si Elis), nyangsang di solo tanpa rencana, melala sama si Bun, sampai tim jogjazz trip yg penuh drama.. great memories.
49. Pas duit tiris eh dibayarin makan.
50. Punya asman pinter, buaik, cerdas, lucu, rajin, gak sembarangan nyuruh, visioner, bijak, dan kalo becanda nyambung abis sama gue, yaitu pak Elfin. Really, I could make another list about 1000 good things about him.
51. Masa-masa nginep untuk bikin skripsi. I heart sleepovers :p
52. Ngomong-ngomong tentang sleepover, another happiness came from my sleeping
over at my nenek' and late-andung's house in pejompongan. I loved loved it there. I was their object of affection and education, there were heaps of books, the house was big, empty, and got many luxurious stuff that didn't exist in mine. Should make a dedicated post about it.
53. Hari-hari saat kecil, punya sahabat dua anak lelaki, yang satu cengeng yang satu banci. Kita nginep di tenda pramuka, berkhayal jadi google pink yellow and black, did everything together.
54. Ketika bisa pake jilbab.
55. Kemping pertama kelas 6.
57. Main kasti di lapangan yang agak jauh dari sekolah, dan untuk ke situ, kita jalan kaki rame-rame.
58. Dapet/dikasih duduk di sarana transportasi umum.
59. A dose of morning sun.
60. Bersih Sehat.
61. Bersih, sehat :D
62. To show integrity. To say sorry and admit my wrongs.
63. When succeed at applying self-limitations. In terms of (junk)food intake, and sloth versus productivity. This gets harder as I'm older...

(quite a lot for an hour or so of brainstorming yah. and i'm quite in disbelief to see no point mentioning money :D)

14/03/2011

the newbie's guide to budgeting

got this really interesting article from http://www.investopedia.com/slide-show/top-5-budgeting-answers?partner=yahooau
and this is truly rellevant with our current financial condition and our ecek-ecek household budgeting.

Top 5 Budgeting Questions Answered

Budgeting has negative connotations, but it can do wonders for your overall financial picture and it takes very little effort to create and maintain a budget. Think of a budget as simply a tool for organizing cash flows. You are, in essence, a CEO on a smaller scale who is taking steps to ensure your company's (or family's) cash flow is monitored each month. In this article, we'll cover five of the most commonly asked questions with regards to budgeting, and show you how it really is possible to save money, pay off debt and still enjoy life.


1. How much should I set aside for investments?

When deciding how much you should put aside to save or invest, there are many factors to consider, including your age, disposable income and liquidity needs. Your age will help determine not only your asset allocation (younger investors should have higher equity allocations than older ones) but also how much money should be put toward future goals like buying a home or retirement.

Disposable income is independent of all your costs that need to be paid out in order to survive. You can spend it on toys or stash it away in savings. The amount of disposable income you have will determine how much fun you can have now, and how much fun you can plan for later in life. Liquidity means how fast you can convert your assets to cash. Your level of liquidity will generally determine what kind of interest rates you will receive or how fast you will be able to access your own money.

While there is no magic dollar amount that defines how much should be saved or invested, 10% of your net income is a desirable target (but starting at 5% is still admirable). It is essential that any money set aside for investing should be free and clear of any monthly or annual expenses. It should also only be considered if you have a "cushion account" of emergency funds that can be accessed quickly, such as in a savings account or Treasury bill.

2. How much should I allocate to debts like credit cards or car loans?

Some of our debt, such as car financing, comes with specific repayment schedules, but rolling debt instruments like credit cards can generally be paid off according to one's personal ability to pay. The ruling maxim here is this - don't allocate money to taxable investment accounts if you have existing credit card balances.

Some fixed-period loans will allow for overpayment, while others will not. You should evaluate the interest rate being paid to determine if paying a fixed debt off early is the right path. If you have existing credit card debt, chances are that this is costing you more in interest than an auto loan for example.

3. Should I overpay on my mortgage (if allowed)?

Your mortgage is often the cheapest source of debt you have (assuming that it is a conventional mortgage and not subprime), but it could still make sense to overpay on your monthly payments. First and foremost, all of the higher interest debt that can be settled should be done so first, before considering this option. Any money that is considered for overpayment should be money that would otherwise go into a savings or an investment account, meaning that all other budget categories are fully funded for the time being.

While it is possible to earn more on an investment than would be saved in mortgage interest, it does expose you to the increased risk of market fluctuations. Many people would rather pay a couple of hundred extra dollars per month towards their (typically) largest source of debt than subject a small investment account to possible losses in the markets. The more favorable your interest rate is on your mortgage, the more the scales tip in the favor of keeping the extra money to invest instead.

4. How should I maintain and update my budget?

In the first few months, it's essential to review account statements regularly and see exactly how much was spent on various expenses. These aggregate figures should be compared to the amount set up in your budget and any adjustments should be made to reflect the reality of your life. This is the best and easiest way for your budget to remain relevant in your financial life.

Inevitably you will come across "one time" expenses that you may wish to add up over the course of a year rather than per month. It would be better to add up all of these sporadic expenses to arrive at an annual figure for "home maintenance" or similar category in your budget. Remember, however, if you find that you've budgeted too harshly and have left little room for fun, you will not stick to this budget. If you find that you are covering bills, decreasing debt, filling your emergency fund and savings accounts, but just can't stand missing out on the latest movies or parties with friends, then you should re-evaluate your budget to reflect your new goals.

5. Why do I always seem to have expenses or wants that don't fit into my budget?

One reason why some people stop using a budget is because there are many expenses that don't seem to have a place in their budget. This is partly to be expected, and is easy to fix. Any good budget will have a "miscellaneous" category for all disparate expenses that come up in a given month or year.
Sometimes the answer is a simple as re-evaluating your original budget for any missing categories or places where you might have underestimated how much should be budgeted. Otherwise you'll always find yourself with expenses that don't have a home in your budget, and this could discourage you from sticking with the process. Over time you'll find that your budget more closely reflects your spending patterns, so long as you are honest with yourself about where the money goes.
Conclusion
Good budgeting may seem like a humbling or constricting endeavor, but it can actually be very freeing if approached with an open mind and with future goals in place. After all, the goal of any budget should be to maximize what can safely be spent on the things we want and need, while at the same time planning for a solid financial future. Following a good budget can lower debt, increase funding for investment accounts and reduce the overall stress that comes from not knowing how much money is needed from month to month.

07/03/2011

on his 15th month

sebentar lagi Bumy 16 bulan, tapi gue baru inget belum update catatan milestone. well, here goes:
- makannya udah gak pernah pakai bubur lagi, udah nasi terus. lumayan memudahkan sih, jadi gue tinggal bikin gravy untuk beberapa hari terus ditaro di kulkas.

- giginya (masih) delapan, klop empat atas bawah, di depan semua.

- udah bisa naik turun ranjang dan sofa yang tingginya hampir sebadan dia sendiri. deg-degan sih liatnya, tapi kalau ngikutin hasil seminar sama Najeela Shihab kemarin, bagian otak anak yang paling awal berkembang adalah bagian mirroring. jadi dia memproyeksikan apa yang kita orangtua (atau active caretakers) 'harapkan' dari dia. sooo gue SOK berpikir positif ajah, dan alhamdulillah skill panjat-memanjat Bumy makin terasah (blah).

- kelakuannya yang funnily nyeleneh, di antaranya suka banget sama topi pet bokap gue. ini unik, karena sejak baru keluar dari perut, Bumy gak suka dipakaiin topi. pasti dia tarik sendiri. makanya gue heran banget suatu malam menemui dia santai aja pas dipakaiin topi bokap gue. trus orang-orang rumah bilang, "iya, dia emang suka banget topi itu," bahkan suka sampai minta, nunjuk-nunjuk ke arah topi minta diambilin. kelakuan nyeleneh satu lagi, yaitu suka belagak nelpon-seperti sejak 14 bulan-tapi sambil jalan-jalan keliling rumah. nanti hp siapapun itu ditaro di kuping, trus dia mondar-mandir sambil ngocehhh. ocehannyapun meniru orang yang lagi beneran nelpon, "hwooh," "oma?!" (teriak kenceng), "twuus?", "acacacapekapekab9$&)_&^..." dia juga pakai jeda gitu ngocehnya seolah ada yang diajak bicara x)
jackpotnya adalah kalo dua kelakuan itu dipadukan: Bumy keliling rumah belagak nelpon, ngoceh kenceng-kenceng, dengan memakai topi opa. -__-

- he touches EVERYTHINGGGGG. phew! beberapa perkakas di rumah udah pindah ke belakang, untungnya ruang belakang rumah gue dipisahin sama pintu. kalo kita di rumah, semua pintu tertutup rapat, karena Bumy hobi banget dorong-dorong pintu. kakinya pernah kena ujung bawah pintu :S
gue udah beli beberapa safety tools, seperti penahan pintu biar gak ketutup rapat, stiker ubin kamar mandi biar gak licin, dan kunci gagang bukaan rak gitu (foto menyusul). yang belum ketemu tuh penutup saklar (akhirnya ditempelin selotip aja) sama pagar/play yard. ada sih tempat rental mainan yang udah gue hubungi, tapi barangnya baru bisa diambil minggu ini. sementara kemaren iseng nanya di mothercare harganya 2 juta sekian ajah.

- lagi suka muter-muter bikin dirinya sendiri pusing -___- abis itu jatoh. bener ya bayi tuh pelupa, harus rajiiiin deh kita 'mengingatkan' (baca: mengulang-ulang larangan).


- lagi suka meniru iklan susu dancow di mana si bocah loncat-loncat di tempat.


- kalo naik tangga sambil dipegangin tangannya sama kita, beuh gayanya, satu langkah satu anak tangga.


- haus teman sebaya. Bumy girang banget kalo udah ketemu anak kecil... tanpa malu-malu dia akan teriak-teriak mencoba menarik perhatian anak kecil lain itu. trus dia cengengesan, ngoceh kenceng-kenceng, bahkan gemes banget sama si temen ini. sampe kasian gue liatnya. segitu terpenjaranyakah anak gue sehari-hari?? (lebay).



- sangatttt membutuhkan toddler carseat. iya ini sih curhat gue!


- belum juga mencoba uht. gimana yah, abis guenya parno :(


- (kayanya sekarang dimulai section keluhan sang emak) tidur malamnya Bumy kacauuu. dalam semalam bisa bangun, atau lebih tepatnya minta nenen, LIMA kali. dua bulan ini badan gue rasanya tambah jompo aja karena gak bisa punya quality sleep. i know this sounds so manja. gue sampe bosen (kelepasan) cerita ke nyokap karena responnya selalu "ya begitulah resiko punya anak!" okay, that's really comforting.

menurut hasil browsing ke babycenter (what can i do without thou, o internet?), Bumy might need soothing sleeping object, either it's a soft toy, or a blanket. intinya hal yang bisa membuat dia kembali tidur kalau tiba-tiba rewel gak jelas di malam hari. kutipannya begini,
"One of the key ways to help your toddler learn to go back to sleep on his own at night is to make sure that the sleep-associated objects he has around him at bedtime are the same each time he surfaces from sleep. If he goes to sleep in Mum's arms or watching the TV, then this is what he will associate with sleep and want in the middle of the night!"

nah, rasain deh gue! tiap kali Bumy merengek, hal pertama yang gue lakukan adalah nyodorin t*te! akibatnya gue sering banget masuk angin gara-gara perut ngablak semalaman, and not to mention the sleep deprivation, ihik. akhirnya kemarin gue dan adit bawa Bumy ke toko boneka, demi menjadi sang soothing sleeping object. dan kita juga sepakat membiarkan dia milih boneka MANAPUN yang dia mau, regardless of the color! karena pernah kejadian, Bumy suka banget sama boneka piglet, dipegaaaang terus, tapi karena bapake nggak sreg sama warna pink gonjrengnya, akhirnya boneka tigger yang dibeli. yang terjadi selanjutnya, boro-boro deh Bumy mau nyentuh si tigger. sebelum mencapai kesepakatan, gue racunin adit dulu, "gapapa kali cowok demen pink, banyak kok anak kecil yang gitu." gue kasih contoh kasus anak orang kantor yang sukaaa warna pink padahal cowok.

di toko, pertama-tama gue sodorin dulu boneka yang warnanya mencolok (including pink of course) ke Bumy, tapi nggak ada yang bikin dia tertarik (bapaknya lega bener nih). beberapa saat keliling, gue liat boneka teddynya mr. bean. gue coba kasihin ke Bumy, eh ternyata suka! kita trial dulu, kita sodorin lagi boneka-boneka lain (terutama yang pink), Bumy bergeming, tetep kepincut sama si teddy. okhelah... jadi kita anggap pencarian sudah berakhir, mari menyambut teddy sebagai teman bobok pengganti nenen, haha.
tapi ternyata ujian sesungguhnya baru dihadapi di luar toko. begitu melangkah sekian puluh langkah dari toko, tiba-tiba si teddy udah tergeletak di lantai karena dibuang sama Bumy. gue dan adit membeku. alamaaak, belom juga sepuluh menit dibeli, mahal pulak, kandas deh harapan kami akan tidur malam yang nyaman T__T abis itu Bumy bener-bener gak mau nyentuh si teddy (yang kita kasih nama kato karena terinsipirasi green hornet), tapi gue tetep taro si kato di tempat tidur sih. kali aja akan datang keajaiban yang bikin Bumy kepincut lagi sama si kato/teddy. amin.

09/02/2011

to be financially fit..

hampir dua minggu yang lalu, gue menghadiri seminar "shape up your financial..." err apa ya judul lengkapnya? hehehe judul seminar aja nggak inget, gimana bisa inget materinya, coba x)
anyways, seminar ini diadakan oleh the daily media, itu loh 'perusahaan' di balik fashionesedaily.com dan mommiesdaily.com-which i visit religiously (meski jarang berkontribusi ngasih komentar). gue tertarik datang ke seminar ini terutama karena bakal melihat dan mendengar ligwina langsung, hihi. i can't say i'm her fan, tapi gue pikir dia pribadi yang heybat dan i was so excited to be an audience of her public speaking.

jujur ya, menurut gue materi yang diberikan saat itu pemula banget.. wahaha, belaguuu. tapi gue (seperti kawan-kawan gue para emak lainnya) udah sering baca ilmu seputar financial planning. kalo ngumpul aja yang dibahas reksadana, ahmad gozali (materi investasinya lohh yang dibahas hihi), properti, KPR...  jadi kita udah familiar sama istilah dana darurat, dana pendidikan, pensiun, proteksi, dan sebagainya (meskipun belum memulai investasinya hehe).
pembahasan seminar yang lengkap bisa didapat dari para emak2 blogger terkenal, salah satunya di nishadias.blogspot.com hehe.
hal-hal menarik yang pengen gue share di sini justru kata-kata ligwina seputar kenapa kita perlu financial planning, dan betapa dia seperti 'kita' banget; emak-emak yang doyan belanja, seneng-seneng, tapi 'tertampar' kenyataan bahwa kita juga pengatur kondisi finansial keluarga.

- "semua yang di sini income-nya ada batasnya kan? kalo gak ada batasnya pasti lo gak akan ikut seminar ini." >> hihi i found it witty.
- "it's not how much you earn, it's how much you can save." >> word!! gue ngerasain banget pusing ngatur budget supaya bisa alokasi sekian rupiah untuk ditabung.
- we women are emotional and we tend to be emotional buyers. wina nyeritain saat dia dulu baru punya anak, saldo di tabungan tinggal seratus ribu sekian, dan membawa bayinya survey sekolah. dia tercengang menemui biaya pendidikan yang ajegilhee besarnya. ujug-ujug saat ada saudaranya menawarkan asuransi pendidikan, karena terbutakan oleh kata "pendidikan" and the need to be responsible for her child, dia beli aja tanpa menelusuri seberapa besar benefit yang didapatkan. alih-alih untung, pada tahun ke-tiga dia udah gak sanggup bayar preminya (yang emang gedee) dan saat mau menutup asuransi tersebut, ternyata return yang didapat cuma NOL rupiah.
- "TUJUANLO APA?" >> kata wina, kalau kita gak tau tujuan kita apa, seperti yang dia alami dengan asuransi pendidikan di atas, begitu ditawarkan suatu produk keuangan, tanpa tau seberapa besar yang kita perlukan, kita main ambil aja tawaran itu tanpa menggali sebenarnya kita untung atau rugi.
nah ini dianalogikan dengan perjalanan kita masuk ke tol jagorawi... karena gak tau tujuannya ke mana, kita melaju ajaa terus... di tengah jalan, baru deh sadar, ohyaa sebenarnya tujuan kita ke bandara cengkareng! gak nyambung kaaan. >> really, this also applies to life T__T
- di sesi tanya jawab, ada cewek yang akan menikah dan berencana jadi ibu rumah tangga setelah ganti status nanya how can she achieve financial independence by being ibu rumah tangga? wuih kebetulan banget.. ini salah satu hal  yang udah gue rencanakan untuk tanya juga! to my surprise, wina answered, "lo yakin mau jadi IRT? dulu setelah nikah gue juga jadi IRT selama 7 tahun sampai akhirnya gue resign! you have to bear in mind that sebaik-baiknya suami kita, kita tetap harus MINTA uang ke dia. so no, i don't think you can achieve financial independence by being an IRT and not earning money." >> jlebbb... strike one untuk 'cita-cita' gue berhenti kerja, jadi trophy wife, dan menghabiskan duit suami.

- gue 'terpilih' untuk mengajukan pertanyaan ke wina!! hoahoaa ge-ro-gii boo x) gue nanya soal dana kesehatan setelah pensiun, gimana cara mem-budget-kannya dan kapan, apakah sekarang saat planning dana pensiun, atau nanti-which means dimasukkan ke biaya hidup kita setelah pensiun. jawaban dia, "you're so lucky to have asuransi kesehatan setelah pensiun. nggak ada loh perusahaan di indonesia yang ngasih benefit itu." >> strike two!

oya jawabannya adalah kita perlu bikin plan dana kesehatan setelah pensiun, dihitung keperluannya sekitar berapa dan kita mulai investasi deh dari sekarang.
- "kalau lo beli proteksi, jangan nyari untung!" >> misalnya lo udah punya asuransi kesehatan dobel, trus lo mencoba tricky nyari untung dari asuransi yang ngasih santunan harian. ingat, tujuan beli asuransi adalah proteksi, ada premi juga kan yg musti dibayar, jadi biar efisien disesuaikan sama kebutuhan.
- "kalau berinvestasi, jangan serakah! inget lagi, tujuanlo apa?" >> ini misalnya untuk dana pendidikan jangka pendek lo taro di deposito, trus lo bilang 'tapi bunga depo kan kecil, mendingan gue taro di reksadana campuran.' masing-masing investasi ada resikonya, jadi jangan karena mau nyari untung yg gak seberapa, tujuanlo malah jadi gak tercapai.
- "rejeki emang udah diatur, tapi (anak) yang di depan matalo itu wajib diurus!" >> jlebb lagih.
- di situ wina minta kita semua yang dateng untuk berkomitmen menabungkan minimal 10 persen dari income bulanan. kalo bisa 20%, 30%, lebih bagus lagii. tapi ada kata-kata dia yang lagi-lagi menancap di hatiku, dia bilang misalnya kita lagi ngumpulin dana darurat, terus di tengah jalan tergoda ikutan sale, jadi tergoda juga deh buat makai duit di dana darurat itu. dia bilang, "berhenti menyabotase diri kita sendiri!" (gue baca di bheboth.wordpress.com kata-katanya "stop sabotaging yourself from being a billionaire!" wuihh i wanna be a billionaireee!). it struck me hard. kita sendiri yang bersusah-payah ngumpulin duit, terus demi kesenangan 'sesaat,' kita menggagalkan usaha yang kita buat SENDIRI untuk kehidupan yang lebih baik. that doesn't only apply in terms of money i guess, but also to life in general. that. is. so. DEEP.
(btw untuk meng-counter napsu belanja cewek yang emosionil, ligwina menyarankan kita membuat magical shopping account. misalnya kita sisihkan 300 ribu per bulan, dalam tiga bulan kita udah punya 900 ribu dan pas ada sale, tenang deh karena kita bisa pakai dana itu buat belanja "apa aja yang lo mau!" hihihi).
- this is a quote from ligwina('s dad, actually) that shook me to da core: "your education is not my obligation. it's my RESPONSIBILITY."
- and last but not least, she said, "The risk of NOT investing is greater than the risk of investing itself." >> camkan itu, ome!

31/01/2011

in his 14th month age

ahahaha akhirnya tergerak juga bikin milestone anak, insya Allah maunya sih dibuat rutin :D

jadii, di usia 14 bulan-an ini, bumy:
- jalan ke sana ke mari dengan gaya robotik.. hehe, kalo istilah di babycenter sih "toddles well." sambil jalan, tangannya kadang dua-duanya diangkat ke depan atau ditaro di perut. kayanya sih sebagai usaha balancing *sok tau*
di rumah (gue ataupun nyokap) dia muter-muter sendiri ajaa, lucu sekaligus mengkhawatirkan sih (maklum ibu parno), kadang gue tinggal sebentar ke dapur, eh di ruang tamu udah nggak ada. jadi gue panggil-panggil, "mii.. di manaa" trus dari kamar ada suara terkekeh-kekeh atau ocehan dia.

- menurut nyokap gue, anak kecil kalo baru bisa jalan biasanya kan luruus doang, nah si bumy udah bisa belok-belok, atau lagi jalan lurus tiba-tiba berbalik arah muter badan. karena berdirinya aja masih oglek-oglek, kita yang ngeliat suka deg-degan (gue doang kayanya). apa mungkin karena sebelum berani jalan sendiri, bumy udah hobi dorong-dorong walker ala pemotong rumput ya? jadi kalo tu walker mentok di tembok atau furniture, dia bisa tarik mundur terus ganti arah. atau ini justifikasi gue aja bahwa walker tersebut gak sia-sia dibeli? :P

- suka banget bercanda. adit yang pertama notice ini. bumy suka ngusilin orang gitu, kalo di mobil, manjat-manjat dari belakang kursi, trus nepuk-nepuk kepala orang yang di bangku depan. atau ngacak-ngacak muka orang sambil ketawa-ketawa. atau pura-pura ngumpetin barang, ada aja deh.

- suka banget main cilukba. sambil nenen aja jilbab gue suka diangkat-angkat, terus dia yang "baa!"
- menunjukkan keinginan, salah satu caranya dengan menunjuk-nunjuk. misalnya mau minta dibacain buku, dia nunjuk ke rak buku. minta disetelin dvd barney, nunjuk ke dvd di atas tv. minta ke situ, nunjuk ke situ, heheh. soal baca buku ini juga kayanya udah menjadi agenda wajib buat dia tiap malam. pernah dia tidur tanpa dibacain buku, satu jam kemudian tiba-tiba dia bangun, terus "uh uh" sambil nunjuk ke rak buku... gue cuma kuat bacain setengah buku (empat halaman) abis itu nyuruh bapaknya nerusin, hehehe.

- barney telah menjadi bagian dari keluarga kami T__T gue dan adit yang awalnya sempat 'muak' ngulang-ngulang dvd barney yang itu-ituu aja (bumy gak mau yang lain! maunya khusus episode "rainbow beard the pirates" udah gue beliin barney yang lain, backyardigans, thomas, tiada yang bisa menyihirnya seperti barney), akhirnya meng-embrace barney dengan ikut heboh menyanyikan lagu-lagunya saat dvd tersebut diputar. begitu dvd barney diputar, baru juga lagu pembukanya yang terdengar, bumy langsung heboh joget deh. goyang-goyang kepala, kaki, tangan.
sekarang bumy udah merambah ke meniru gaya joget di barney pula. ada adegan dansa "old brass wagon" di mana anak-anaknya pada joget loncat-loncat, bumy sambil pegangan di kursi akrobat ngangkat satu kaki juga boo... gue ngakak liatnya. adegan ini udah sering kita coba tangkap di kamera, tapi gagal terus ey.

- bisa belagak nelpon akibat sering disodorin hp sebagai sogokan supaya gak rewel, dan sering ngoprek-ngoprek pesawat telpon rumah. hp atau horn telepon ditaro di kuping, terus dia bilang "hwooh."

- lagi suka banget melempar barang dengan kencaang dan sepertinya ditargetkan jauh sama dia *elus-elus hp flexi satu-satunya*

- bisa dadah-dadah kalo 'disuruh.' sebenernya gak disuruh juga sih, dia sepertinya juga sudah meng-embrace fakta harus ditinggal kerja sama ibunya setiap pagi. jadi kalo udah dilakukan serah terima ke omanya, dia otomatis dadah-dadah ke gue dan adit. pernah gue isengin malem-malem gue dan adit ke mobil tanpa dia, dia otomatis aja dadah-dadah. and this leads to...

- no more separation anxiety, hehe. kalo ditinggal kerja udah gak meratap-ratap. udah enggak atau lagi enggak ya?

- tapi yang baru gue notice malah stranger anxiety. kemarin di arisan keluarga, bumy yang biasanya mau aja digendong siapapun asal perempuan, berubah jadi super nemplok sama gue. nggak mau disentuh siapapun, meskipun itu perempuan dan memakai baju warna mencolok (bumy's preference).

- giginya ada empat di atas, tiga di bawah.

- suka sekali berjoget -__- yang gue tau sih dia otomatis joget kalo denger ringtone hp, iklan sosis shinta-jojo, atau ada lagu 'bagus' di radio.

- beberapa waktu lalu gue 'ngajarin' dia berlagak nyuapin boneka gitu, trus dia jadi suka banget megang sendok dan belagak nyuapin kita. dia atau kita bilang "aaa"-yang artinya minta makan-trus disuapin deh sendoknya ke arah mulut kita. ntar dia ketawa-ketawa puas kalo udah berhasil nyuapin.

semoga posting ini tidak terlalu rabid-bu-
nda ya.. hihi, karena jujurnya sih sulit membedakan mana yang 'pencapaian perkembangan' dengan mana yang 'sebenarnya-semua-bayi-melakukannya-tapi-gue-aja-lebay' :P