21/09/2010

pretty world

(ini tulisan yg dibuat ketika hamil dulu, berhubung sepertinya gue akan mengisi blog ini dengan ocehan bunda-wi, jadi disatuin aja di sini deh)

on the 35th week:

- enjoy being called or referred to as "ibu" by people everywhere
- tidak lagi kegerahan atau perspiring all the time seperti yg dialami semenjak kehamilan bulan ke-4 sampai beberapa minggu terakhir ini. i wonder why... padahal cuaca masih aja panas terik dari siang sampe sore.
- jadi rajin lagi baca-baca "what to expect when you're expecting" terutama bab labor&delivery :P (sebelumnya jarang dibuka gitu bukunya)
- masih keputihan, tapi udah gak mengganggu seperti dahulu pas hamil 5 bulanan
- minggu lalu sih masih bisa tertidur lelap sampai pagi, gak kaya pas 7 bulan yg suka tiba-tiba awake jam 2 pagi, trus gak bisa merem sampe subuh.
tapi kalo sekarang jadi suka terbangun karena dua hal, yaitu hasrat tuk pipis yg gak tertahankan dan otot-otot paha yg nyut-nyutan... mau ngubah posisi tidur aja sampe kebangun karena nyerinya itu.
- mood membaik nih semenjak ikut training hypnobirthing... jadi gak suka mumet di kantor, lebih resisten terhadap bad mood, macet, pengendara nan ugal-ugalan, trus kepanikan dan rasa takut kalo mikirin persalinan juga mereda. yah intinya sumbu emosi jadi lebih panjang. gak sabar nih pengen buru-buru sabtu buat training minggu ke dua!
- stok baju & celana hamil yg masih nyaman dipakai kian menipis. i must've gained moooore weight, kemaren pas kontrol aja ketauan kalau dalam 2 minggu berat gue naik 2 kg. makanya mau buru-buru cuti aja ah, daripada pusing tiap hari mikirin mau pake baju apa ke kantor. kalo di rumah kan bisa dasteran asik, kekeke.
- masih napsu jalan-jalan (baca: nge-mol) tapi jalan aja udah susah, hiks. untung udah puas-puasin belanja pas abis lebaran kemaren (7 bulanan), sekarang tinggal nambah printilan kalo mampir ke mol sesekali.
- makin manjaaaa... pas awal-awal hamil, gue kasihliat komik buatan okeboo ke suami. di situ diceritain pas trimester awal dia dikit-dikit manggilin suaminya, smslah, nelponlah, gak mau jauh-jauh. suami gue rada 'kecewa' (haha) karena gue masih lempeng-lempeng aja. eh ndilalah hal tersebut malah terjadi kala kehamilan makin menua :P hahaha rasainn.
- jerawat di muka mulai mengering. emang sih bekas/fleknya masih banyak, tapi udah jarang banget tumbuh jerawat baru yg bengkak gitu.
- nafsu makan... of course, needless to say that it's monstrous. tapi tetep senanglah karena puking days are over.
- mudah megap-megap kalau ngomong agak bersemangat dikit atau jalan agak lama, hahaha, unik banget deh fenomena seputar kehamilan.
- cincin kawin hampiiiir saja gak muat lagi di jari manis kanan, tapi gue paksain terus tiap hari dipasang di situ, no particular reason sih cuma buat indikator gue udah menggendut seGITUnya apa belom hahah
- waktu pertama kali menyambangi mom n jo, manager yg menyambut gue bilang "oh masih 4 bulan ya? rumahnya di karawaci? kita juga ada tuh customer yg rumahnya di sana, dia malah hampir tiap hari ke sini... nanti mbak juga bisa ketagihan dipijet deh kalo udah 8 bulanan" saat itu gue menganggap dia lebay. i mean, ke bersih sehat seminggu sekali aja udah terdengar seperti kecanduan... apalagi bela-belain banget dari tangerang ke darmawangsa. tapi sekarang, say lebay no more, sister. bener deh kalo bisa tiap hari gue dipijet, huehehee... (meski bukan di mom n jo ya, bisa gempor deh dompet x) cukup di bersih sehat atau tempat reflexi gitu) ini berkaitan dengan item berikutnya, which is
- i've been having backpain... kalo udah terduduk at least selama 2 jam. bayangkan gimana kalo gue ngejogrok di mobil sepanjang perjalanan pulang yg selalu ada macet-macetnya itu. jadinya rewel, suka minta suami berenti dulu di hero tomang buat makan somay... kekekek, ke makanan juga ujung-ujungnya.
- jari-jemari tangan dan kaki bengkak sesekali. gak tau kenapa sebabnya, padahal gak abis mengonsumsi makanan yg asin-asin. tapi Alhamdulillah bisa teratasi sih kalo segera makan kacang ijo.
- become clumsier
- pengen pake kaos yg di depannya bertuliskan "out of the wayyy.. pregnant woman coming thruuu" trus di belakangnya "it's 35th week, it's a boy, and no you can't touch my belly" (terinspirasi adhe dan gambar kartun dari suatu situs) tambahin lagi deh: "HPL 2 des, cuti mulai minggu depan" that'll save me some energy.. hehehe.

segini dulu deh, nanti ditambahin lagi kalo ada yg kurang :P

Allerhand Combi Cooler


Rating:★★★★
Category:Other
kegunaan awal tas ini dibeli adalah untuk membawa asip (asi perah) dari kantor ke rumah. awalnya gue pake medela cooler bag, tapi ternyata ribet karena pompa, charger, tisu dsb harus dibawa di whole other bag. setelah browsing ke beberapa blog ibu muda, gue mendapat info kalo tas ini handy buat ibu bekerja yg mompa asi.

gue beli tas ini di moms and i kemang, harganya per maret 2010 sekitar 550.000 (gak inget detil, tapi yg pasti di bawah 600 ribu). waktu itu pilihan warnanya gak lengkap, gue pilih yg pink karena the others were too dark and not eye-catching hehe.

what i like about this bag:
- very roomy. bawaan gue waktu masih pakai pompa electric terdiri dari corong pompa medela mini electric, charger, batre, charger batre, blue ice bawaan medela cooler bag yg gede, botol medela 4 buah, botol kaca ex uc1000 1-2 buah, tisu (di restleting belakang), plus botol kecil sunlight yg diisi sleek pencuci botol. bener bikin gue amazed juga pada awalnya karena...
- ukuran fisiknya gak gede. pas belum diisiin peralatan pumping, gue underestimate banget. gue pikir "waduh apa salah ya review para emak itu" ternyata bagian belakang dan dalam tas ini bisa 'melar' banget. kantongnya juga banyak.
- very durable
- tasnya bisa dijinjing atau disandang, karena dilengkapi sama tali tas yg detachable. bisa digantungin di stroller juga.
- sekarang, tas ini juga dipake buat naro makanan dan minuman bumy. emang fungsi awalnya juga lunch bag, makanya dilengkapi sama lapisan penjaga suhu di dalam.

kekurangannya apa yah? hmm jujur aja, sampe sekarang ini tas belom pernah gue cuci! hihihhi... setelah 6 bulan dipake, udah agak lusuh sih bagian atas dan bawahnya. gue baca, cara nyucinya cukup disikat di bagian yg agak kotor trus disiram dikit2 pakai air sabun. will do try it this weekend :D

20/09/2010

on motherhood: everything i need to know i learn it day by day

- expect the unexpected
- thou can not hide anything from your obgyn
- thou shall not lie about anything to your obgyn
- you don't sleep. hardly. at all.
- babies' nails grow fast. faster than their hair.
- babies cry. often for no reason.
- you're no longer pregnant, yet you still eat like a monster. embrace it.
- plan ahead.. plan waaaay ahead (about health fund, insurance, babysitter vs daycare vs grandma parenting issue, even about which parenting magazine to subscribe!)
- when pregnant, investing in childcare and breastfeeding classes is way more useful than a shopping havoc in itc
- you'll get accustomed with hospital scent/excessive carbol aroma due to routine visit
- as 21st century's parents, you'll have a whole lot of new 'trends' to adapt with, such as
1) not to worry about babies becoming 'bau tangan' no more, because now we know attachment parenting method,
2) too many drugs is no good, rational use of drug (RUD) is the guideline and home treatment is the first option,
3) tv on early age is no good,
4) empeng is no good,
5) hypnoparenting method
and these stuff will likely put you into endless confrontations with your mother.
- as 21st century's parents, you'll be exposed onto abundant information and inputs about child care.. you can no longer rely on the old "mother knows best" proverb :S
- you'll befriend online shops and address the seller as "sis" like everybody else does, like in "kurangin dong, sis."
- you'll value money more. because one time eating out is worth a week supply of diapers
- commitment you make to give ASIX (asi ekslusif) means you have to be ready to nurse 24/7 (face it when people refuse to help you calm the baby during colic dengan alasan "kan botol susunya di kamu")
- there will be "growth spurts" period, and during it, you'll nurse incessantly. so the best attire would be detachable tops.
- being married to a man who's not afraid of diapers was one of the best decisions i've ever made.
- being such a neat and hygienic freak about it all would only make matters worse (and more likely make you suffer from baby blues)
- (thus) in the end you'll make peace with your mother (and her 'ol-school' childcare methods)
- a 'teman sepenanggungan' is a luxury to have throughout stressful times as a new mother (cheers, Lia! haha) because she's the one who'd understand the lack of sleep, the cracking nipple, the why-dont-you-stop-crying moments, etc..
- less toiletries is better (for the baby)
- you'll consider blogging to record your journey but never have the time to do it
- you'll consider being a full-time mother but don't have the guts to do it
- once in a while, you'd smile upon seeing a pregnant woman
- you'll have to learn to trust strangers
- you can't help not to compare your baby with others'
- (relying on) common sense is the best policy
- a baby's smile is contagious
- make it easy on yourself, babies are the most forgiving...
- but still, sebagai orangtua amatir, sometimes the littlest things worry you... most of the time :P

pretty world

(ini tulisan yg dibuat ketika hamil dulu, berhubung sepertinya gue akan mengisi blog ini dengan ocehan bunda-wi, jadi disatuin aja di sini deh)

on the 35th week:

- enjoy being called or referred to as "ibu" by people everywhere
- tidak lagi kegerahan atau perspiring all the time seperti yg dialami semenjak kehamilan bulan ke-4 sampai beberapa minggu terakhir ini. i wonder why... padahal cuaca masih aja panas terik dari siang sampe sore.
- jadi rajin lagi baca-baca "what to expect when you're expecting" terutama bab labor&delivery :P (sebelumnya jarang dibuka gitu bukunya)
- masih keputihan, tapi udah gak mengganggu seperti dahulu pas hamil 5 bulanan
- minggu lalu sih masih bisa tertidur lelap sampai pagi, gak kaya pas 7 bulan yg suka tiba-tiba awake jam 2 pagi, trus gak bisa merem sampe subuh.
tapi kalo sekarang jadi suka terbangun karena dua hal, yaitu hasrat tuk pipis yg gak tertahankan dan otot-otot paha yg nyut-nyutan... mau ngubah posisi tidur aja sampe kebangun karena nyerinya itu.
- mood membaik nih semenjak ikut training hypnobirthing... jadi gak suka mumet di kantor, lebih resisten terhadap bad mood, macet, pengendara nan ugal-ugalan, trus kepanikan dan rasa takut kalo mikirin persalinan juga mereda. yah intinya sumbu emosi jadi lebih panjang. gak sabar nih pengen buru-buru sabtu buat training minggu ke dua!
- stok baju & celana hamil yg masih nyaman dipakai kian menipis. i must've gained moooore weight, kemaren pas kontrol aja ketauan kalau dalam 2 minggu berat gue naik 2 kg. makanya mau buru-buru cuti aja ah, daripada pusing tiap hari mikirin mau pake baju apa ke kantor. kalo di rumah kan bisa dasteran asik, kekeke.
- masih napsu jalan-jalan (baca: nge-mol) tapi jalan aja udah susah, hiks. untung udah puas-puasin belanja pas abis lebaran kemaren (7 bulanan), sekarang tinggal nambah printilan kalo mampir ke mol sesekali.
- makin manjaaaa... pas awal-awal hamil, gue kasihliat komik buatan okeboo ke suami. di situ diceritain pas trimester awal dia dikit-dikit manggilin suaminya, smslah, nelponlah, gak mau jauh-jauh. suami gue rada 'kecewa' (haha) karena gue masih lempeng-lempeng aja. eh ndilalah hal tersebut malah terjadi kala kehamilan makin menua :P hahaha rasainn.
- jerawat di muka mulai mengering. emang sih bekas/fleknya masih banyak, tapi udah jarang banget tumbuh jerawat baru yg bengkak gitu.
- nafsu makan... of course, needless to say that it's monstrous. tapi tetep senanglah karena puking days are over.
- mudah megap-megap kalau ngomong agak bersemangat dikit atau jalan agak lama, hahaha, unik banget deh fenomena seputar kehamilan.
- cincin kawin hampiiiir saja gak muat lagi di jari manis kanan, tapi gue paksain terus tiap hari dipasang di situ, no particular reason sih cuma buat indikator gue udah menggendut seGITUnya apa belom hahah
- waktu pertama kali menyambangi mom n jo, manager yg menyambut gue bilang "oh masih 4 bulan ya? rumahnya di karawaci? kita juga ada tuh customer yg rumahnya di sana, dia malah hampir tiap hari ke sini... nanti mbak juga bisa ketagihan dipijet deh kalo udah 8 bulanan" saat itu gue menganggap dia lebay. i mean, ke bersih sehat seminggu sekali aja udah terdengar seperti kecanduan... apalagi bela-belain banget dari tangerang ke darmawangsa. tapi sekarang, say lebay no more, sister. bener deh kalo bisa tiap hari gue dipijet, huehehee... (meski bukan di mom n jo ya, bisa gempor deh dompet x) cukup di bersih sehat atau tempat reflexi gitu) ini berkaitan dengan item berikutnya, which is
- i've been having backpain... kalo udah terduduk at least selama 2 jam. bayangkan gimana kalo gue ngejogrok di mobil sepanjang perjalanan pulang yg selalu ada macet-macetnya itu. jadinya rewel, suka minta suami berenti dulu di hero tomang buat makan somay... kekekek, ke makanan juga ujung-ujungnya.
- jari-jemari tangan dan kaki bengkak sesekali. gak tau kenapa sebabnya, padahal gak abis mengonsumsi makanan yg asin-asin. tapi Alhamdulillah bisa teratasi sih kalo segera makan kacang ijo.
- become clumsier
- pengen pake kaos yg di depannya bertuliskan "out of the wayyy.. pregnant woman coming thruuu" trus di belakangnya "it's 35th week, it's a boy, and no you can't touch my belly" (terinspirasi adhe dan gambar kartun dari suatu situs) tambahin lagi deh: "HPL 2 des, cuti mulai minggu depan" that'll save me some energy.. hehehe.

segini dulu deh, nanti ditambahin lagi kalo ada yg kurang :P

Imunisasi di Markas Sehat

Rating:★★★★
Category:Other
setelah sekian lama cuma berniat dan berharap sampai akhirnya bumy sekarang 10 bulan, akhirnya kemaren gue merealisasikan berkunjung ke markas sehat. tujuan awalnya imunisasi campak, eh malah jadi imunisasi campak plus Hib.
jumat sore jam 6an, gue telpon ke markas sehat untuk nanya jadwal dokter. ternyata bisa sekalian daftar juga lewat telpon. jadilah gue dikasih nomor urut 6 dengan prediksi masuk ruang konsultasi jam 5:30 sore.

besoknya (sabtu), gue sampe di markas sehat jam 5an, dan baru dapet giliran jam 6:15. rata-rata pasien di dalam ruang konsultasi selama 20-30 menit. selama gue nunggu, banyak yg baru datang dan ngambil nomor urut, kebagian nomor 7 dst. kasian juga kalo rumahnya jauh seperti daku, kan lama tuh nunggunya. oke berikut gue review satu per satu,

- Dokternya
yg praktek hari itu dr. Apin. pas lagi nunggu, seorang ibu yg udah langganan ke markas sehat bilang "kalo dr. Apin orangnya detil, teliti, jadi agak lama di ruang konsultasinya." dr. Apin ini masih muda, orangnya pinterr dan informatif. pas dia tau bumy mau imunisasi campak, dia langsung komentar "loh kok baru sekarang?" gue ceritainlah sebulan lalu pas gue ke DSA langganan (karena faktor RS paling deket dari rumah) mau imun campak eh ternyata gue kelupaan Hep B yg ke-tiga! DSA tsb nyuruh imun campaknya bulan depan aja, dr. Apin komentar "dokternya gak mau imunisasi sekalian?" nggak tuhh, sebenernya bisa kan yah, tapi gue juga gak terlalu yakin saat itu untuk mendesak si DSA jadi iya-iya aja.
singkatnya, bumy jadi divaksin Hib juga karena menurut dr. Apin perlu, soalnya masih banyak ditemui kasus pneumonia dan meningitis di Indonesia. pas beliau tanya emang kenapa gak kasih vaksin Hib ke anak, gue dengan dodolnya bilang "abis beberapa temen saya gak kasih dok, lagian di rekomendasi IDAI kan masuknya ke yg gak wajib." beliau bilang, emang Hib masuk kategori gak wajib karena pemerintah gak mensubsidi. langsung deh gue minta bumy diimun Hib sekalian! nah harusnya kan Hib itu dikasih saat anak usia 2, 4, dan 6 bulan, bumy udah telat banget kan tuh, dokternya kasih solusi dikasihkan di usia 10, 11, dan 12 bulan berturut-turut. jadi insya Allah bulan depan daku ke sana lagi.
selain imunisasi, dokternya juga meriksa kondisi fisik bumy sampai dibuka semua bajunya, dicek telinganya, matanya, detil deh. this is kinda new to me. sejauh ini kan gue cuma pernah ke dr. L yg jadi langganan dan menangani kelahiran bumy, dr. T yg cukup tenar di RS di jakarta pusat, dan DSA lain yg menangani pas emergency case (bumy sesak napas trus didiagnosa asma). dan semua dokter ini belom pernah ada yg meriksa bumy sampai ditelenjiin sedemikian rupa hehe... dokter ini juga encourage kita buat nanyaaa, gue jadi tertantang untuk mengedukasi diri biar bisa nanya2 lebih lebay lagi.

- tempatnya
markas sehat ini lokasinya di rumah gitu, cukup luas tempatnya, di halaman ada ayunan, di dalam ruangannya luas, bumy bisa gerak jalan bolak balik, dan disediain mainan-mainan jadi anak gak bosen. tapi yg disayangkan kemaren sore ac di dalam gak dinyalain, agak kegerahan jadinya.
buat orangtua, bisa nunggu di sofa-sofa sambil baca majalah, koran, yg cukup banyak disediain. ada buku best-seller Q&A itu juga, yg isinya jawaban dr. Wati dari milis sehat, bisa beli atau baca di tempat.

- harganya
pendaftaran 20.000
konsultasi 110.000
imunisasi campak 80.000
imunisasi Hib 280.000

overall gue puaslah, meskipun jauh tapi gue malah agak nyesel gak konsultasi ke sana dari awal ;( pastinya obat yg dikonsumsi bumy akan bisa lebih diminimalisir kalo ada keluhan batuk atau demam seperti kemaren.

18/06/2007

super

last saturday night, i was abandoned at home, alone together with boyfriend. scrambling through button after button on remote control, i accidentally dropped at mario teguh(mt)'s show on o channel. i used to see the show once in a while simply for mt's bold masculine voice (and old-yet-charismatic hotties have always been on my list of interests). tonight it was a rerun, and although i'm not an avid sucker of self-help stuff except, nowadays, ones for career development, private business building, pre-wedding consultation.. ok, so i need a new personality, anyways i supposed boyfriend could dig that kind of (business-counseling) show, so we watched it.

perhaps it was boyfriend's enthusiastic manner that contaminated me so that i kinda felt a bit enlightened because of mt's super (this is his original lame term) advise and tips. i only cite some that gave me a pang on the chest. here are the excerpts:

1. make a positive short-limited insistence to self. he made an example, common people would typically say, "my target is to be rich by the of age 40." he asked us, which one do you prefer: a task with short or long deadline? if we chose long deadline, let's say a week, that mean would we would have to bear the burden for one week long. but if the deadline's only a day, then a day is all we need to be liberated from that burden. so accordingly, we should shorten our targeted success or 'happy' period, to make us motivated and also rushed.

2. see our job or mundane tasks as a part of something big and noble, instead of seeing it as a monotonous and insignificant thing that we have to do merely for the sake of money. example, X says "my job is to put a brick next to another", Y says, "my job is to build a wall," while Z says, "i'm gonna make a beautiful home where children and a family can stay and live a happy life." so in conclusion, we gotta try to behave like Z.

3. if you're living a job where the condition or the work nature corners you into the state of depression and bad performance, you should not quit it. at least dont quit it when you're performing badly. you should quit when you can prove that the company needs you to do the job.

and boyfriend went, "hear, hear."
hmm let's see... bigger and more noble picture about programming is... what? to make this company sells more tractor?

08/06/2005

An Episode from Old Sideway of Slipi Interstate (written by Grafityo)

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Documentary
Membicarakan tentang kebahagiaan di pinggir jalan raya


Chomey masih dalam dunianya sendiri ketika kita masih sabar menunggui bus di pinggir jalan raya di loby sebuah plaza kecil di jakarta barat. Bus menuju arah karawaci sudah banyak yang dilewati karena chomey bersikukuh kalau kita harus menumpangi bus bernomor 119, yang katanya lebih ramah dan menyenangkan, mengingat kami tadi sempat membeli 2 potong bolu kismis yang rencananya akan dimakan di sepanjang perjalanan jakarta- tangerang.

Dia selalu terbengong-bengong ketika harus memikirkan sesuatu. Rencana awal kita akan ke Bentara Budaya, tapi mood langsung luntur ketika menyadari cuaca sepanas ini tidak tepat menyusuri jalanan pasar palmerah menuju bentara budaya, jadinya kita lebih memilih pulang.

“Apa sih yang lo pikirin chom?” aku masih menyelidiki kemeja putihnya yang tampak membuatnya kelihatan semakin kurus, tapi tetap serasi dengan capri krem dan sepatu kulit baletnya. Tas elle yang disandangnya juga tersamping ciamik dan dipenuhi berbagai berkas lamaran kerja.

Aku tahu sekali, Chomey sedang melampaui tahapan yang menurutku, paling sulit dalam hidup. Dia berjalan sendirian dimana semua teman-temannya masih satu tingkat di bawah anak tangga yang dia pijak. Dia merasa terlalu cepat melangkah, dan dia merasa belum siap untuk itu. Kata-kata favoritku untuk menasehatinya adalah

“Nggak fokus” karena memang dia tidak pernah tahu motivasi apa yang harus dia lakukan, paling tidak untuk mengisi hidupnya-

Chomey yang kukenal, selalu harus didorong oleh banyak pihak untuk dapat mencapai sesuatu. Nyokapnya- selalu ikut campur- yang kutahu ketika dia harus memilih harus kuliah dimana- ikut repot memikirkan kerja prakteknya- membantu mencarikan perusahaan sebagai tempat skripsi, dan sekarang, amplop cokelat berkas lamaran yang dipegangnya bertuliskan alamat perusahaan tempat teman nyokapnya bekerja.

Aku sih tidak bisa bilang dia bisa berdiri sendiri (atau apa yang disebut dengan mandiri?) Sepanjang dia bisa bertahan dengan itu. Dan aku yakin Chomey selalu mendapat pertolongan dari orang-orang yang memang dengan tulus menolongnya.

Yang kukkhawatirkan adalah-- dirinya sendiri. Dia merasa terbebani dengan semua itu, seakan-akan yang orangtuanya lakukan untuknya hanyalah sebagai wujud kemauan sang orang tua agar si anak menjadi lebih baik. Well.. itu tidak sepenuhnya salah, tetapi bukannya lebih baik kalau kesadaran itu timbul dari sang Anak itu sendiri?

Aku takut Chomey tidak pernah punya semangat untuk menjalani kehidupan yang dipaksa-

Tapi aku lebih takut kalau dia kutanya—bahkan dia tidak tahu apa yang dia mau.

Psikolognya cerita kalau Chomey membutuhkan sesuatu yang simple dalam hidupnya. Sesederhana sebuah kotak kosong,,, diisi oleh sesuatu—seperti masukan dari orang-orang yang senantiasa dikenalnya.

Aku selalu memberikannya masukan-masukan yang menurutku lebih baik untuk hidupnya.

“Weich.. menurutlo kapan sih elo bener-bener merasa bahagia?” pertanyaan itu tiba-tiba meluncur saja darinya.

“Gue?” aku masih berfikir.. terus terang aku harus memilah-milah bagian mana dari hidupku yang benar-benar berkesan sebagai ungkapan bahagia. Dan aku sadar tidak ada yang benar-benar membuatku merasa bahagia. Aku tidak pernah mendapatkan kursi kedokteran UI atau UNPAD. Aku juga tidak pernah mendapatkan sesuatu yang kuinginkan secara instan,, jadi aku sama sekali bukan tipe yang berbahagia.

“Kalo gue sih, kayaknya waktu saat-saat kita SMA ya.” Katanya,ada sedikit harapan di setiap muntahan kata-katanya-
mungkin—
Sepertinya pertanyaan itu dibuat untuk dirinya sendiri.

Akhirnya kita flash back ke masa-masa SMA. Dimana Aku dan Chomey pernah duduk sebangku kelas 3 IPA 3, dimana seluruh muridnya dipanggil dengan sebutan Rebit (remaja Elite Bertalenta IPA 3).

Kami benar-benar menikmati saat menyenangkan saat itu.

“Gue bener-bener nggak punya beban saat itu weich. Mengalir aja, pagi-pagi yang nyaman, duduk di pojokan 02, sampai di sekolah berlari-lari kecil sambil mengucapkan selamat pagi pada siapaun yang lewat..
Bahkan PR yang setumpuk nggak jadi beban buat gue. Lo inget kan gimana lo harus mengalihkan perhatian bu Sri, guru matematika kita, ketika buku PR gue Cuma ditulis nama dan tanggal,
Gimana semua catatan gue hanya berupa lembaran-lembaran...
Makan siang di pojokan parlan.. china-china cabul itu...”
Chomey makin kalap dengan nostalgia masa SMA nya.

Mau tidak mau aku kembali mengingat masa-masa itu. Memang sih- aku tidak pernah merasa lebih baik dari masa SMA, tapi saat itu, aku tahu aku belum menjadi jati diriku,,,

Aku menatap bus yang melaju lambat dan menawarkan ‘karawaci-karawaci’- tapi Chomey tidak beranjak dari duduknya .

“Gue maunya naik 119.”

Aku hanya mendengus.

”tapi, menurut gue, saat yang paling membahagiakan itu—ya sekarang ini deh cint. Gue ngerasa udah jadi diri gue aja dan nggak ada yang perlu disembunyiin aja.”

Chomey tersenyum. “emang ya cint.” Katanya. Tulus.

“tapi lo sebenernya waktu SMA dulu emang sempet naksir mayang kan weich?”

Hah? “enggak ah cint. Itu Cuma perasaan gue doang. Gue nggak berani bilang itu cinta atau suka..”

Pembicaraan kami terputus ketika patas 119 itu datang.

Memang bangku di belakang terlihat nyaman, dan kami mengambil tempat kosong di deretan 3 bangku.

Aku mengeluarkan kue kismis yang tadi dibeli. Sepertinya lembut dan gurih... sambil kusodorkan bagian untuk chomey.

Dia hanya mengambilnya dan menaruhnya di tas. Aku tahu selalu ada yang tidak beres dipikirannya.Padahal tadi yang dia sendiri yang menawarkan untuk membeli kue kismis itu.

“lo fokus aja kali cint.” Aku mengingatkannya kembali.


“Kadang emang lo nggak tahu apa yang harus lo kerjain, tapi itu lebih baik daripada lo nggak ngerjain apa-apa.

Kebosanan itu membunuh elo secara perlahan-lahan, mengerikan aja kalo kita tahu kita mati karena bosan.”

“Iya weich. Gue juga sih pengennya kerja aja. Udah lulus gini, mo ngapain lagi?”

“Baguslah. Jangan anggap beban ya. Kan untuk dirilo juga.”

Kami lebih banyak membicarakan tentang masalah dia dan pria-pria di sekitarnya. Mungkin aku akan membicarakan pria-pria itu lain kali dalam bab yang berbeda, tapi untuk kebahagian yang ingin dicapai, setiap orang punya pandangan yang berbeda.

Kue kismis dan masa-masa SMA, tentu berbeda untuk semua orang.