02/04/2014

we got a long one and that wasn't enough

oh boy, that was one long weekend we had. sabtu-minggu-senin, ditambah selasa karena adit ambil cuti. sebenernya sih, kita nggak punya rencana istimewa apa-apa untuk mengisi weekend kemarin itu. mau roadtrip, tapi kebayang di mana-mana bakalan macet dan ramai oleh manusia.
kalo jalan-jalan yang rada jauh atau pake naik pesawat, seperti biasa, karena nggak ada hasrat jadinya ya nggak disiapin juga duitnya.
akhirnya, kamis malam, gue dan adit random aja nemu ide untuk staycation. tapi bolehlah staycation-nya pake nginep di hotel. kayak beberapa tahun lalu, nginep di tengah kota, mall-hopping and the likes.

ketika hotel udah di-book dan ngebahas mau 'melancong' ke mana dan ngapain aja, tiba-tiba kita notice... kok badan bumy anget?
saat itu udah jam 10 malem. sepanjang hari bumy baik-baik aja, nggak nunjukin gelagat gak enak badan.
langsung deh, kita pasang mode siap-siaga. karena emang lagi 'musim' sakit banget... di sekolah, selain common cold, ada yang gondokan, bahkan cacar air segala. aduh, jangan sampeee deh, kejadian sama bumy.

besoknya, gue observasi kondisi bumy. bolak-balik ngecek suhu badan, kasih minum banyak-banyak, tenggakin madu sarikurma jus buah dsb.
sembari memantau, gue dan adit mutusin untuk ngebatalin booking-an hotel aja dulu. berhubung bookingnya online dan ada t&c harus cancel maksimal 24 jam sebelum check-in, daripada kena charge padahal kita gak nongol, ya dibatalin deh.

tapi alhamdulillah, sepanjang hari itu, suhu badan bumy normal. legaaa.

dengan demikian, positif kita staycation dengan bobok di rumah aja. kelayapan juga sih, tetep. itinerary-nya kurang lebih begini:

sabtu:
- ke binus -- berhubung adit sepertinya jadi kuliah lagi (aamiin), kita ke binus untuk legalisir ijazah dll. yaampun gue terakhir kali menginjak kampus anggrek SEMBILAN tahun yang lalu. pangling.sekarang bagian dalem kampusnya semakin mirip mol dengan adanya gerai fast food ternama, iBox, bahkan toko sportswear. bagian-bagian yang dulu familiar sama angkatan gue dan adit juga udah banyak yang berubah (yaeyalahh, sembilan tahuuun).
trus, yaah mellow juga,sih. mau se-indifferent apapun perasaan gue tentang kuliah di binus, tapi tetep aja.... sempet kepikiran sih, orang-orang yang alumni UI or ITB mungkin bakal bawa-bawa anaknya ke ex-kampus mereka trus berkata "nanti kuliah di sini ya nak!" gak terjadi hal yang sama pada gue dan adit... tentunya. hahaha. meski gue gak menepuk dada tiap menyebut nama almamater gue, tapi tetap terselip perasaan bangga... tak lain tak bukan pada bokap-nyokap. yang bisa nyekolahin gue <3

- ke karawaci -- biasa, dititahkan sama nyokap karena doi mau kangen-kangenan sama bumy. dengan senang hati juga sih, kita ke sana. begitu bumy hinggap di gendongan oma, kita melesat ke bersih sehat, haha. bistu lanjuut nyushi di midori, lalu ketemuan sama kiti di books n beyond dari sore sampe malem. kelar nongkrong, kita ngajak kiti ke rumah nyokap buat makan cwie mie rame-rame haha.

dulu ini belum ada



minggu:

- berhubung sejak beberapa hari lalu gue tiba-tiba ngidam main bilyar, jadilah sibuk nyari tempat menyodok yang kid-friendly. ada gitu? ternyata ada.... tapi sebelum main, kita ke... one of the hippest and hottest spots in town, waha kitchen. haha, niat deh gue hunting tempat yang "layak dicoba" dan "beda." abis kalo ke foodcourt lagi, foodcourt lagi, gak berasa "staycation"-nya doong (alesan) (padahal latah).
tempatnya, seperti yang diliat di instagram, kece banget interiornya. kita dateng sore-sore, dan sepertinya pas deh, karena gak rame. suka banget juga karena tempatnya no smoking. selain itu, makanannya juga oke taste-wise. gak rugi deh. 'kan ada tuh, tempat-tempat yang nikmat di mata tapi gak nikmat di lidah. this one is totally worth to try.

- Q bilyard dan bowling di plaza indo. this one is the best i could get. smoke-free, soalnya.
sebenernya kita pake meja bilyar yang terletak di bagian depan area bowling, dan kondisinya yaa gitu deh... tempatnya sempit (ada sudut yang gak memungkinkan stick bisa dipake mukul karena gak muat), mejanya 'seadanya' dan... pake koin :)))
maunya sih, pakai meja yang ada di bagian dalam Q bilyard-nya sendiri... tapi bebas merokok ey di dalem situ, huhu. kayanya di mana-mana tempat bilyard smoking area deh, meskipun dalam ruangan ber-ac (baru inget, setelah berpuluh-puluh tahun gak main). anyway, it was fun! seperti yang gue idam-idamkan. girang bisa ngalahin adit hahaha.
sesudahnya kita main bowling juga. again, it's been ages since i last bowled.


complimentary semprong di waha


we got a nice cozy spot

ini di toilet













gak heran doi kalah, mainnya berdua sama asisten sodok




senin:
- jogging keliling kampung. akhirnyaaa olahraga juga (pas nimbang di bersih sehat, ternyata bb udah nambah 1 kg lagi) xD
- menggembel (literally) ke citos karena males ganti baju abis olahraga. malamnya bikin ayam panggang di rumah (a la chef bubi).

selasa: ke museum layang-layang. abis itu beli sotomie jalan durian, dan tidur umpel-umpelan bertiga di rumah. 

kelar deh!

nonton film festival layang-layang dulu sebelum mulai tour
posenya begini ketika nonton film

















give us some moreeeee....


01/04/2014

celoteh

"Nanti ya, pa, kalau Naya mau melahirkan anak yang kedua, Bumy mau parkir (mobil) Mercy-nya di luar rumah sakit. Trus Bumy mau pegang bahu anaknya (yang pertama-red)."
"Emang kenapa dipegangin, Mi?"
"Biar aman."

"Masa Bumy takut sih, keramasnya disiram pake gayung? Ichan berani, lohh."
"Bumy berani kok, ma!"
"Tapi kok, kemaren mama denger Bumy teriak-teriak pas disiram pake gayung di rumah oma?"
"Itu Bumy teriak-teriak kesenengan, maa."
"... yadeh."

(nunjuk kacamata papanya yang terletak di ujung meja) "Pa, tuh kacamatanya nanti jatoh. Nanti mama marah. Mama galak banget, loh!"

(menegur papanya yang lagi buka laptop di rumah) "Papa dapet email dari mana?"
"Dari kantor."
"Bumy dapet email dari daycare."

"Bumy mau ganti nama, ah. Bhumyamca namanya jelek!"
"Mau ganti nama jadi apa?"
"Diganti gini ya... Basupa... Sepudita."
"Artinya?"
"Artinya: mobil dari sedan malah jadi mogok, gitu."
"Kalo yang bantal tadi?" (bantal juga disuruh ganti nama-red)
"Kalo bantal namanya gini, Kamu Sisa-sisa Masih Ompol Harus Dikeringin Dulu Dari Bantal Yang Basah Bau. Gitu deh!"


19/03/2014

ch-ch-changes!

Dari Kantor ke Rumah: My #ExcitingChange


by vanshe — Monday, March 17th, 2014 at 7:30 am

 

Bulan lalu, #excitingchange menjadi tema yang diusung Female Daily Network. Ini dapat kita lihat lewat makeover tampilan website, dan fokus baru yang diusung Female Daily.
Secara tidak langsung, hal ini menginspirasi saya untuk mengevaluasi berubahnya peran saya dari ibu bekerja jadi Ibu Rumah Tangga (IRT). Has it also been an exciting change?

Seorang sahabat berkata pada saya, “I think it takes at least a year to adapt with a new place, or a new role.
My friend said that based on her personal experience. Dia meninggalkan tanah air untuk menuntut ilmu ke Inggris selama beberapa tahun.

The first year in UK was rough, she said. Meskipun Inggris adalah negara yang selalu dia (kami!) impi-impikan untuk tinggali suatu hari, dan seperti layaknya penduduk negara dunia ke tiga yang belum pernah tinggal di luar negeri, kami bayangkan segala sesuatu di sana pasti 100 kali lebih baik, lebih keren, lebih menawan… hehe. Tapi tetap saja, beradaptasi tidak pernah semudah memutuskan membeli barang saat Mothercare sedang sale (analoginya emak-emak banget!). Butuh sekitar satu tahun baginya untuk benar-benar ‘menikmati’ segala sesuatu tentang Inggris. Ya makanannya, ya cuacanya, ya budayanya.

And then, as predicted, saat kembali ke Indonesia, she started back at one in terms of adapting. Lucu, ya, padahal sebelumnya seumur hidup dia tinggal di Indonesia.
Kalimat soal beradaptasi itu muncul di kepala saya ketika mencoba mengulas perubahan yang telah dijalani selama, well, tepat setahun ini. Have I been adapting well? Is the change really THAT exciting?
Hmm, untuk menjawab itu, sebaiknya saya reka ulang apa saja yang ada di bayangan saya sebelum benar-benar banting setir.
Sebelumnya, saya bayangkan, jadi IRT itu…

Pasti punya banyak waktu luang! I would have time to attend yoga classes, untuk berkonsentrasi menulis, untuk mencoba banyak resep, melahap banyak buku. Saya juga bisa punya banyak quality time dengan anak.
Namun kenyataannya….

Mengatur waktu supaya semua keinginan sekaligus kewajiban terpenuhi itu butuh skill manajemen waktu yang mumpuni. Mau jadi ibu bekerja kek, mau jadi IRT kek.

The exciting change yang saya hadapi adalah menemukan bahwa dinamika seorang IRT itu sangat berbeda dengan saat masih bekerja. Ketika jadi IRT, we set our own timeline, and create our own schedule. Jam ‘kerja’ IRT nggak jelas dan terencana seperti waktu jadi karyawan. Dan, aktivitas apa yang kita pilih untuk mengisi jam ‘kerja’ tadi juga sepenuhnya tergantung pada kita.

Meskipun akhirnya membuat jadwal mingguan, kelemahan saya adalah masih gampang dikendalikan oleh mood. Kadang seharusnya saya mengajak anak bermain di luar, tapi, kok rasanya males banget. Kadang jadwalnya menulis, tapi, kok saya lebih mood bebenah.

Selanjutnya, perubahan dalam kehidupan sosial.
Sebelum jadi IRT, saya bayangkan, sepertinya bakalan nelongso, nih. Saya akan jarang ketemu teman-teman lama. Dunia juga akan ‘menyempit’ karena berotasi di sekitar rumah saja.

Kenyataannya, memang sih, saya jadi lebih banyak berada di rumah dibandingkan sebelumnya. Bertemu dengan teman-teman lama juga hanya sesekali. Tapi ternyata, circle of friends saya merambah ke lingkungan baru, misalnya ibu-ibu di sekolah anak saya. Berawal dari pertemuan saat mengantar dan menjemput anak, berlanjut ke Whatsapp group, hingga janjian untuk playdate. Di sini, saya menemukan teman-teman yang “setipe” dan nyambung dengan peran baru saya.

Berkat mereka, saya jadi tahu tempat-tempat yang child-friendly di kawasan tempat tinggal, ‘tren’ terbaru di dunia fashion (anak-anak), sampai berbagai rupa jajanan untuk dicicipi.
Sementara soal dunia yang ‘menyempit’ tadi, pada kenyataannya saya menemukan cara untuk membuatnya jadi lebih luas. Caranya dengan lebih intens mengurusi kerjaan sampingan, menemani anak saat les, serta mengikuti kelas-kelas olahraga.

Last but not least, soal pencitraan.

Waktu masih bekerja, saya berikrar pada diri sendiri. Kalau sudah jadi IRT, saya:
1. Nggak mau ngomongin urusan domestik dengan siapapun kecuali suami.
Kenapa tidak? Karena… frankly, to me, it’s boring! I don’t wanna hear the long and winding drama about someone’s ART. Or how your floor hasn’t been mopped, or how your kids are fighting all over the place.
2. Nggak mau ‘tertangkap basah’ bergosip. Karena saat masih bekerja, saya sering mendengar komentar, “Aduh, ngurusin orang lain aja, kayak emak-emak kurang kerjaan!”
Ew… gengsi ‘kan, kalau saya nanti dicap kurang kerjaan a.k.a. hidupnya membosankan hanya karena membahas gosip artis (artis luar negri sekalipun! Hihi).

Ketika sudah menjalani peran sebagai IRT, dan tanpa bisa dihindari membahas urusan domestik dengan orang lain, juga tetap suka membahas gosip artis dan selebtwit, saya jadi sadar, bahwa:
1. Membahas urusan domestik bukan dosa besar, kok. Asalkan teman bicaranya tepat dan membahasnya pun tidak untuk berkeluh-kesah panjang-lebar. Saya malah bisa mendapat wawasan dan saran kalau sharing dengan orang yang tepat.
2. Nggak usah insecure sama pendapat orang kalau tertangkap basah bergosip, atau masak pakai bumbu instan, atau ‘tanpa sengaja’ memukul pantat anak saat dia tantrum sementara kepala sedang senut-senut karena PMS.

In fact, nggak usah insecure soal gimana citra diri ini di mata orang lain, apapun peran yang kita pegang, selama apa yang kita lakukan tidak merugikan orang lain dan sejalan dengan nilai-nilai yang kita anut.
Well, I don’t say bergosip atau memukul anak itu perilaku yang membanggakan, sih.
Tapi, seperti saya ceritakan di sini, we can never be perfect, and we’ll always have ups and downs in life.

Dengan demikian, one thing I learned is to not judge people based on what they show from the outside.
Karena, banyak kok, orang yang bermulut manis, tapi enggan menolong orang lain.
Atau yang hobi mengomentari IRT itu “kurang kerjaan” padahal sebenarnya kepengen jadi IRT.
Atau yang menampilkan kesan sebagai ibu nan paripurna, padahal sadis banget kalau marah-marah sama anak.

Akhirnya, kembali lagi ke pertanyaan di awal, has it been an exciting change? 

Setelah mengulasnya panjang-lebar di sini, saya dapat menyimpulkan: The change feels scary sometimes, not comfortable occasionally, but mostly, it feels exciting. Perubahan ini membawa saya ke tempat-tempat baru, mengajak saya mencoba hal-hal baru. Meskipun pada awalnya serbuan perubahan itu membuat saya kewalahan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya dapat menentukan apa yang menjadi fokus saya.

Nggak perlu ngotot memasak tiga macam hidangan berbeda kalau memang dari awal tidak suka berlama-lama di dapur.
Tidak usah terus-terusan ngedumel soal ART, karena memang butuh dan terbantu oleh tenaganya.
Berhenti mengkhawatirkan apakah kenalan akan ngomongin yang jelek-jelek soal saya di belakang, karena toh mereka cuma kenalan, bukan mereka yang penilaiannya penting buat saya.

Berkat punya fokus, saya jadi bisa mencurahkan pikiran dan tenaga ke hal-hal yang memang penting buat saya. Dan nyuekin hal-hal di luar itu.
So I think this change has definitely brought me to a new level.

Bagaimana dengan Mommies, apakah baru mengalami exciting change juga? And what did you learn from it? Silakan berbagi di sini. :)

*gambar dari sini dan sini

06/03/2014

flow and adapt

sejak bulan lalu, gue mulai mengikuti kelas yoga. i mentioned it earlier, that i love the ambience and also the teacher's style.
gue ikutin kelas yoga di hari biasa, karena kalau hari libur, susah banget bangun paginya. sekalian buat ngisi waktu 'kosong' pas bumy gak sekolah. jadi ya otomatis bumy gue bawa.
karena bawa bumy, sebelum berangkat yoga, pagi-pagi pasti gue udah riweuh deh nyiapin ini-itu. baju ganti, botol minum, susu, sampe mainan. berhubung si bocah usianya baru 4 tahun, rentang perhatian doi tentunya pendek. pas pertama kali gue ajak, dikit-dikit dia 'berulah.' ya duduk di mat guelah, merengek-rengek, dsb.
dari situ, gue belajar untuk bikin kesepakatan sama doi. doi boleh atau dapet xyz ASAL mau nungguin mama yoga dengan tenang. hehehe. alhamdulillah it works. gue salut juga sih sama kemampuan si bocah memenuhi kesepakatan ini. dan tiap minggu, each of us sort of makes improvements. gue tambahin pesan kalo dia harus main dengan tenang, not making any noise. gue juga dapet ide nambahin cemilan buat bekal dia. dia juga mulai memahami kalo kelas yoga udah mulai, area melantai gak boleh dimasuki lagi. he also learns how to keep himself busy. kadang dia nemu teman main, kadang ya asik aja main sendiri.

anyways, sebenernya yang bikin gue mau nyeritain soal kelas yoga adalah materi hari ini yang menarik banget buat gue. Chandra, sang guru, bilang kalo fokus latihan hari ini adalah menyeimbangkan energi chakra ke-tiga, chakra manipura.
sebelumnya gue ceritain dulu, kalo ada 7 chakra utama di dalam tubuh manusia. btw, gue tau dan menyadur ini dari buku "Panduan Lengkap Yoga"  oleh Pujiastuti Sindhu yang gue beli sebelum mulai ikut kelas, hehe. bukannya overprepared sih, cuma kebetulan nemu bukunya di books 'n beyond dan pas lagi dapet diskon ultah adit :p
back to topic, chakra itu maksudnya pusat energi di dalam tubuh kita. chakra ke-tiga yang jadi fokus latihan ini letaknya di hati, tepatnya kelenjar pankreas dan adrenal. unsurnya api.
nah, Chandra tadi ngejelasin sebelum kita mulai latihan, kalau chakra ini mewakili kualitas wiilpower, atau kemauan keras. it deals with sense of belonging, mental understanding of emotions, self-esteem, personal power, stamina, success, ego (from myyogaonline.com).

nah, attitude yang keluar dari ketidakseimbangan chakra ini bisa berupa perfeksionis, gampang marah, bahkan gila hormat. lebih lengkapnya dari myyogaaonline.com, masalah fisik dan emosional yang bisa muncul akibat ketidakseimbangan chakra ini di antaranya lack of self-esteem, depression, judgmental, anger, rage, hostility, perfectionism, issues with self-image and fear of rejection.... gue tercengang pas dengar itu. loh... kok, mirip-mirip sama yang sering gue 'derita' yah :(((
gue cenderung perfeksionis. meskipun gue curigai ini bawaan orok alias akibat pola asuh. tapi, apapun penyebabnya gue rasa gak gitu penting, yang justru di-highlight adalah gimana caranya menyikapi kekurangan ini (ternyata bener ya ini kekurangan. 'kan kalo lagi interview, pas ditanya apa kekurangan kamu, seringnya dijawab "saya perfeksionis").

lebih jauhnya lagi, karena chakra ini menguasai bagian liver, kidney, adrenals, dan lainnya di seputar ulu hati, disfungsi fisik yang bisa terjadi tuh diabetes, stomach ulcerns, intestinal tumors, colon disease.... glek, gue jadi inget kalo maag gue suka kambuh kalo lagi "banyak pikiran."

begitulah, gara-gara pembukaan dari sang guru, gue jadi menjalani dan memaknai latihan hari ini dengan lebih atentif.
latihan diawali dengan metode pernapasan kapalabhati, atau bernapas menghembus kuat dengan tarikan otot diafragma (perut). setelah gue baca, cara bernapas ini  bermanfaat untuk meredakan stres dan membersihkan pikiran dari energi negatif. disarankan dilakukan oleh penderita diabetes, penyakit jantung, juga tekanan darah tinggi. baru pertama kali gue mencoba pernapasan model begini.

Chandra juga ngejelasin, gerakan yoga yang kita lakuin untuk fokus ke chakra ke-tiga tadi dapat mengobarkan unsur api di dalam diri kita. that's why, dia kasih gerakan memuntir ke kiri-kanan dan Navasana supaya bisa menjaga kobaran api supaya tetep seimbang.
Affi pernah tulis di sini soal makna gerakan yoga favoritnya. it's Virabhadrasana or warrior pose. gue sangat terpukau oleh deskripsinya akan makna gerakan tersebut.
ketika gue mencoba cari tau makna gerakan Navasana or boat pose, gue mendapatkan ini:

"Nava means ship or vessel and asana means seat or pose. The pose represents a boat where the arms are the oars. The capacity for movement and fluidity is where water gets it power.  The essence of our inner journey is seen through the water element.

Boat pose has a beneficial effect on the skeleton, which is governed by the water element.  This pose can help to turn a weak spine into one of support and strength.  It is also said the Navasana tones the kidneys.  This pose will give them greater ability to regulate the fluids in the body. The pathway of the bladder runs up the back of the legs through the buttocks and along the spine.  The bladder official is responsible for the storage of fluids and helps us to flow and adapt to change, like a boat on the waves." (dari sini)

hmm... to flow and adapt to change. i think i need that the most these days.

and i think this is why i like doing yoga. ada maksud dan dasar filosofi dari setiap gerakannya. gue juga suka sama guru gue karena dia ngejelasin semua ini. gak cuma ngajak jungkir-balik yang penting keringetan dan berpose cihuy. chandra juga selalu ngingetin kita to listen to our body, and respect our body. jangan ngejar bisa mencapai pose tertentu dan menghukum badan kita ketika gak bisa mencapainya. tujuan utama kita seharusnya adalah mengenal diri dengan lebih baik, dan berusaha agar diri kita, badan kita, dan orang-orang tersayang kita bisa mendapat manfaat dari latihan yang kita lakukan. esensinya seperti gambar kutipan yang ditaro Chandra di newsletter ini:

i totally love it!

well, meskipun mengikuti latihan dengan lebih atentif, kok rasanya pas ngejalanin tadi, badan gue gempor buanget yahhh. biasanya sih gempor juga, tapi yang ini jauuhh lebih melelahkan. entah apa karena area abdomen dan ulu hati gue emang lagi bermasalah... yang jelas, gue sampe beberapa kali jatohin diri ke child pose saking gak bisa ngikutin gerakan xD

well, i'm zillion miles away from being a yogini at heart atau bahkan beli outfit lulu lemon, sih. but i'm definitely hooked on the classes.

23/02/2014

how are you doing?

all i can say is, there's nothing not to love about this weekend.

  • we got a new family member... this kyut kelinci who was born just 3 days ago.
so, how is it you're gonna call moi? bunda? mak tuwo? definitely not "tante" laa
  • malam minggu bisa sampe di rumah dengan selamat sentosa meskipun banjir di mana-mana, dan kita LAGI-LAGI gagal memperpanjang sim ke tigaraksa.... gagalnya ya karena sepanjang perjalanan ke sana ketemu banjir melulu. huhu. 
  • oiya hari sabtunya, gue dan adit sempat kencan. nyobain mol baru. apakah itu? mol "bale kota" ajhaa di tengah kota tangerang. hahaha. lumayan loh, ada starbucksnya :))) 
  • setrikaan kelaaarrr (albeit baru satu batch saja... another one is already numpuk) (vive le domestic independence!) #apakataludah.
  • sempat nyobain tempat makan baru lagi, this time it's ketjil kitchen at gandaria. a nice place with cool interior. ada all-day breakfast pula di menunya. 


  • ketawa-ketawa di mobil, bertiga. 
  • and finally, to end the weekend by watching "girls" oh how i wish i were 25 all over again. (the truth is, i ended the weekend by cuci piring lalu ngetik blog). 

ps: the title of this post is a homage to girls' episode i just watched. i'm loving the song at the ending credit, it's "how are you doing?" by the living sisters. check out the lyrics deh... mengingatkan gue pada recent events yang terjadi. ujug-ujug, temen-temen dari tlkm menyapa. ada yang lewat gtalk, ada yang nelpon. to simply ask, "how are you doing?" and it just delighted me. i'm fine, thank you, how about you?


how are you doing?
how are you doing?
i'll be fine, how about you?
i'm fine too

how is it going?
how is it going?
yes it goes, what about you?
it goes for me too

nothing new, can't complain
skies are blue, sunshine or rain
something to eat, watch a show
after that, i'll sleep like a baby

what are you up to?
what are you up to?
not much, nothing to do
what about you?

how are you doing?
i'm fine, how about you?

12/02/2014

when the rain falls...

Mommies, beberapa minggu terakhir hujan terus-menerus turun, bukan? Setahu saya tidak hanya di Jakarta, tapi di kota-kota lain. Jika biasanya di pagi dan sore hari saya bisa mengajak anak beraktivitas di luar rumah, maka kini kami lebih sering harus berkegiatan di dalam rumah saja. Meskipun ‘terkurung’ di dalam rumah, anak-anak (dan juga kita) tetap bisa bersenang-senang, lho. Bagaimana jika Mommies mencoba beberapa pilihan kegiatan untuk indoor time selama hari hujan ini?


  • Pretend play
Atau menciptakan skenario pura-pura, seperti mengadakan “tea party” bersama anak. Ajak anak mengenakan pakaian pesta, siapkan meja kecilnya dengan taplak cantik, peralatan keramik untuk minum teh, dan mulai berpura-pura bersikap formil seperti sedang minum teh dengan putri atau pangeran cilik. Mommies bisa menyiapkan menu cemilan sederhana untuk melengkapi acara minum teh ini, seperti kue bolu, cookies, atau sandwich mini. Anak juga dapat menyusun daftar tamunya sendiri, yang mungkin akan terdiri dari boneka beruang, atau koleksi Barbie-nya.
Mommies juga bisa mengajak anak memilih aksesori seperti scarf, topi, dasi, kacamata, atau perhiasan (plastik, mungkin) untuk dipinjam. Dari situ, ajak dia membayangkan tema cerita atau tempat dari suatu skenario khayalan. Saat skenario ciptaannya sedang berjalan dengan seru, Mommies bisa merekamnya untuk kenang-kenangan.

  • Membuat perburuan harta karun di dalam rumah.
Mommies bisa membuat peta harta karun sederhana berikut petunjuk-petunjuk yang tersebar di penjuru rumah. Gunakan kesempatan ini untuk mengajak anak belajar, seperti menemukan benda-benda dengan bentuk tertentu, berhitung, atau mengenal warna. Hadiahnya dapat berupa benda sederhana seperti sebatang coklat, atau mainan.
  • Berkemah di dalam rumah.
Anak saya suka sekali berpura-pura berkemah. Gunakan tenda kecil jika Mommies punya, namun kalau tidak, ciptakan tenda dengan seprai yang diuraikan di atas sofa, atau dikaitkan ke tiang-tiang penyangga dadakan yang ada di dalam rumah. Isi ‘tenda’ dapat dibuat nyaman dengan menggelar karpet kecil, menaruh bantal-bantal, boneka-boneka, juga cemilan untuk dinikmati si kecil di dalam tenda.
  • Get creative!
Manfaatkan sore hari berhujan sebagai sesi kreatif dengan anak di rumah. Mommies bisa mengajak anak bermain lego, mengecat piring plastik, mengajarinya origami, membuat alat musik dari benda-benda di dalam rumah (yang tidak merugikan jika rusak, tentunya), membuat kukis, menari mengikuti irama lagu atau meniru dance routine untuk anak-anak dari Youtube, maupun membuat lukisan hidup. Apakah itu? Mommies bisa mengajak anak berbaring di atas kertas karton besar, lalu menggambar cetakan tubuhnya. Dari situ, Mommies bisa melukis dengan cat akrilik atau crayon, serta menggunakan potongan bahan atau kertas kado, untuk menghias cetakan gambar anak.

 
Bumy di Rimba Baca

Jika Mommies ingin mengajak anak berkegiatan di luar rumah meskipun sedang hujan, beberapa hal ini mungkin bisa menjadi pilihan:
  • Mengajak anak ke bioskop menonton film anak-anak.
  • Ke museum, atau perpustakaan untuk anak seperti Rimba Baca.
  • Berjalan-jalan dalam hujan. Gunakan jas hujan dan sepatu bot, lalu berjalan-jalan di sekitar rumah. Anak-anak akan sangat menyukai membuat cipratan dari genangan air atau perang dengan pistol air. Sesudahnya Mommies bisa mengajak anak menikmati minuman panas.
  • Berolahraga indoor, seperti berenang di kolam renang indoor, bowling, atau menciptakan arena mini golf di dalam rumah.
Semoga tidak ada lagi kebetean saat hujan turun sepanjang hari, Mommies. Seperti stiker di buku-buku tulis kita saat masih sekolah dulu: Hujan bukan halangan. Dalam hal ini, bukan halangan untuk fun quality time bersama anak :).

10/02/2014

(just another) IRT chronicle

wow, udah lama juga gue nggak update blog. many things have happened. some good, some bad. ada juga good stuff disguising inside bad stuff. tapi semoga gak ada bad stuff disgusing inside good stuff... anywaays... I'll just make a recap of stuff going on these past months. demi dokumentasi semata, supaya bisa dibaca-baca kalau lagi mau nostalgia. 


- si embak akhirnya gue berhentikan. gak nyangka juga sih ujung-ujungnya gue yang "mutusin" doi, bukan sebaliknya. mana pas mutusin gue bilang "kita udah nggak cocok nih, mbak." macam hubungan asmara :)))
tapi yastralah, ntar disangka IRT kurang-drama kalo bahas urusan ART panjang lebar. meskipun urusan pehaka si embak gak ada drama-dramanya juga sih. yang jelas, sekarang gue kembali flying solo, yang artinya: masak, nyetrika, nyapu, ngepel, ngosek wc sendiri. hehe sok jumawa banget ye... padahal mah untuk urusan masak masih pakai jasa katering meski gak tiap hari. nyapu ngepel ngosek wc juga dibagi 50-50 sama adit. cuma nyuci piring aja nih yang mau gak mau dijadiin hobi.
but anyhow, capek sih jelas. cuma lepas dari kegondokan sama ART bikin semuanya worth it (menghibur dirinya kebaca banget ya?) hehehe...

- akhirnya rencana playdate (sama ibu-ibu) sekolahan Bumy terwujud juga. kebetulan ada satu mamah yang berbaik hati ngijinin rumahnya dijadiin venue (padahal awalnya kita diundang buat syukuran ultah empunya rumah, tapi sekalian deh diagendain playdate dan ngocok arisan). sejak sehari sebelumnya, Bumy udah gelisah dan gak sabaran. dikit-dikit nanya, "kita ke rumah Rania hari ini ya, ma?" dan ketika hari H tiba, dari pagi udah ribut mandi, milih baju, dsb. syukurlah we had a good time there. Bumy seneng ketemu temen-temen, mama seneng tawa-tiwi, papapun seneng bisa molor di rumah. oiya, layaknya ibu-ibu arisan tulen, kita juga dipinjemin tupperware untuk ngebawa pulang hidangan hari itu, hahaha. gue jatcin banget sama tiramisu buatan dapurrania. sampe 2 hari baru abis karena makannya disayang-sayang :P


mamak-mamak mingle-ing, foto by papahnya Rania :))

bocah-bocah sibuk main, foto juga by papah Rania

with two of his BFFs

- minggu lalu, tanpa rencana kita nyangkut di ancol. ancol beach city (ABC), tepatnya. semacam mall di bagian ujung taman impian jaya ancol, dengan halaman berupa pantai berpasir putih (yang kayanya sih diimpor, karena bagian situ doang yang berpasir putih). awalnya ke rumah sodara adit di jaktim. berhubung udah kadung keluar rumah jauh-jauh, dan guepun lagi mendamba mengisi hari libur dengan aktivitas yang refreshing tapi gak standar, akhirnya kita ke ancol. it was a chinese new year holiday, gue sempat khawatir rame di dalam. kita sampe di situ jam 3 sore. ternyata suasananya adem, selow, dan gak rame. pas baru sampe di ABC, kita makan dulu di bakso afung (ada rasane, kopitiam oey, dan lain-lain di mallnya). abis itu jajan di supermarket dalam mall, beli minuman kemasan untuk dinikmati di kursi-kursi "bar" yang ditaro di depan pantai. 

putih kan? pasirnyaaa

setelah diperhatiin, ternyata banyak pengunjung yang bawa popmie untuk dinikmati sambil duduk-duduk di depan pantai. emang enak sih hawa nongkrongnya. bumy juga girang banget bisa main pasir dan air laut... meski air lautnya kotor (what d'ya expect?).

- minggu ini, gue juga sempat mampir ke kantor Female Daily (FDHQ) lagi. para kontributor MD diundang oleh Lita untuk ngumpul-ngumpul. akhirnya gue kenalan langsung sama Ira dan Amel. kelar makan nasi kuning (FD abis tumpengan merayakan #ExcitingChange), gue harus buru-buru nganterin Bumy les ke PP. tapi untung sempet foto-foto :P


foto diambil dari postingan di IG Mommies Daily hehehe
masih berhubungan dengan FD Network, bulan ini gue dilimpahi role tambahan. seneng pastinya, dapet tambahan duit jajan kekeke... tapi tentunya juga karena bisa lebih involved dan berkontribusi sama FD. kali ini kontribusi gue merambah ke urusan Beauty. sebulan pertama ini sih kondisinya masih semacam trial, bisa atau nggak gue jalaninnya, dan apakah hasilnya sesuai ekspektasi FD. mohon restu semoga bisa lancar yah, teman-temanku yang membaca ^__^ (dan tetap rajin masukin artikel juga hehe).

- kamis kemarin, gue perdana nyobain sesi yoga di Rimba Baca. udah sejak beberapa minggu lalu gue ngidam mau ikut kelas yoga lagi. gue pilih di rimba karena bisa bayar per sesi, dan lokasi gak terlalu jauh (baca: gak 'nyebrang' tol JORR). awalnya deg-degan takut gak bisa sampe on time, karena macet lumayan parah pagi itu. tapi alhamdulillah ternyata on time.
jenis yoganya kalo gak salah vinyasa, yang ngajar Chandra, dan pesertanya gak banyak, cuma 6 orang. gue berharap bisa rutin yoga di sini, selain karena gue ngerasa cocok sama metode ngajar sang guru, I also need to make this lazy a*s of mine move. satu hal yang jadi tantangan adalah bikin bumy bisa tenang nungguin gue yoga. ampun deh, kemarin sepanjang sesi dia gak bisa tenang banget, bolak-baliiik merengek. give your mama a break sikitlah, nak -___-

- but on the other hand, udah hampir sebulan ini bumy di-sleepweaning. bener bukan, ya, itu istilahnya? kekeke... maksudnya kita ngelatih dia tidur sendiri di kamarnya. kali ini lebih serius, dan diusahain konsisten. setiap kali dia masuk ke kamar kita, kita balikin lagi ke tempat tidurnya. begituu terus sampe pagi. setelah 2 minggu, bumy udah mulai bisa 'nrimo.' masuk kamar tanpa diminta, baca cerita, berdoa bersama, trus tidur deh, nggak pake drama dan alasan-alasan klise.
awalnya sih, gue dan adit gamang juga. kita yang berasa kehilangan! kok tempat tidur jadi 'lega' begini, mana udah terbiasa memeluk koala sambil tidur. tapi yah demi perkembangan si anak juga.


- ohya, gue juga udah terseret ke Ambas dan ITC BSD untuk belanja kebutuhan newborn oleh Debster dan nyokap. kunjungan pertama ke ambas sekitar 5 jam. herannya, malah gue yang tepar keliyengan bukannya si orang hamil. seneng deh, belanja-belanji gak pake duit sendiri. merintis karir sebagai personal shopper kayanya bisa gue lakoni, kalo liat pengalaman kemaren :P 
dah gitu berhubung udah bisa dibilang emak-emak "veteran," sekarang gue bisa dengan penuh konfiden memfilter dan menangkis serbuan "saran-saran" dari embak-embak SPG. tau kan gaya SPG toko bayi yang membabi buta nyodorin barang ini-itu dan bilang "ini perlu kak!" hih, bisa hemat berapa juta tuh gue dulu kalo ngerti barang mana aja yang beneran diperluin, dan mana aja yang "cute but useless." 
selain itu, perkembangan barang-barang bebayian ternyata udah lumayan berubah. gak heran sih, udah LIMA TAHUN sejak terakhir gue belanja kebutuhan newborn. kaya goon udah gak heits lagi, digantikan oleh nepia (popok disposable ituh, fyi) (in case ada perawan ochawiwizazajungle atau calon ibu baru yang baca). trus merk breastpump udah bermacam-macam bangeettt. botol kaca juga bisa dibeli langsung di toko-toko itc ituh. oyah, jangankan botol kaca, gendongan e*go atau wrap-wrapan aja ada versi KW-nya. 
kunjungan kedua ke ITC BSD kemaren sih gak gitu lama... tiga jamlah -___- beli printilan yang masih kurang. well, hikmah yang didapat dari urusan belanja barang bayi itu adalah... nope, me still not gonna have more kids.  

ngok

sejauh ini sih begitu update-an yang keinget. nulis beginian aja harus dicicil beberapa hari saking sibuknya gue (nyetrika, masak, bolbal nyopirin anak) ("aduh IRT banget sih ngeluhin kerjaan domestik") yaudah selebihnya diceritrakan lewat fefotoan ajah.



bubi turned 32! alhamdulillah ^___^

with (his) siblings and mom

so gue dan adit sempat ikutan pelajaran berkebun organik... (spacing out)

ini ibu Ida Amal yang famous ituhhh (well, pada kalangan pecinta berkebun, at least)
we finally had the guts to step out of our comfort zone. proven by doing this: nyobain tempat makan baru. hands down, we've been totally unadventurous that we hesitated in trying new things. until we found this cute place at pejaten.
   
nama restonya Helo Niko. menunya greek campur jawa. for real.

sekali-kali moto makanan dah. soalnya enak. nama makanan ini mezza mezze kalo ga salah! enak deh beneran. yang pink itu saus dari BIT. and it tasted delicious.

interiornya diisi linen-linen lucu macam begini.