13/10/2013

two to tango

alhamdulillah it's a long weekend.
i guess "the myth" is true (the quotation marks because i think i'm the only person who regards it as a myth). that once you're a SAHM, you'll have a bigger need for your spouse's presence. 
...or maybe it's just me (.__.)

gue emang girang banget kalo udah jumat. hati jadi lebih ringan, dada membuncah dengan rencana-rencana. terbayang bisa ngapa-ngapain nggak cuma berdua bumy (baca: disupirin), mau sarapan/maksi/makanmalem ada yang bikinin, intinya eksploitasi kehadiran suami, deh. 

malam minggu ini, gue dan adit lagi berduaan di rumah ganjur karena bumy nginep di rumah oma. awalnya sih mau bertingkah a la lajang yang masih pacaran (nonton, nongkrong di coffeeshop yang ruang smoking dan non-nya gak terpisah secara tegas, jalan kaki menyusuri pasar lama). tapi, semangat berpacaran padam semenjak hujan deras tadi sore. yang awalnya mau mampir ke mall, berubah enggan. sampai di rumah, nyetel walking dead, dengerin hujan makin deras, kita seketika jadi couch potatos. ganti baju bukannya jadi setelan pergi, malah ke kaos oblong dan celana hawaii. perut laper yang tadinya berencana diganjel sama ramen/sushi/apapunlahyangseksiseksi, ternyata cukup hepi diisi sama telor dadar keju. let's face it: we *are* a boring couple. 

anyway, adit and i had a little 'picnic' to ancol last week untuk mengikuti Festival Gerakan Indonesia Mengajar (disingkat FGIM). gue pertama kali dengar pengumuman acara ini via twit dari MD. trus langsung tertarik, karena program-programnya pak Anies emang "fenomenal", dan berdampak nyata. apa daya, mau ikut jadi Pengajar Muda udah ketuaan, mau ikut berbagi cerita tentangprofesi, tapi udah gak punya profesi yang profesional xD 
syukurlah diadakan wadah buat kami yang gak bisa ikutan 2 program itu. 

acaranya seru, deh. disediakan beberapa jenis "wahana" untuk kerjabakti kita. mulai dari mengemas buku-buku cerita dan pelajaran untuk dikirim ke sekolah-sekolah di pelosok (Kotak Cakrawala), bikin puzzle berisi pengetahuan dan kata-kata penyemangat (Kartupedia), bikin alat bantu anak-anak SD untuk belajar sains (Kemas-Kemas Sains), sampai bikin lagu dan "teater" cerita rakyar untuk direkam. format acaranya juga dikemas berupa game, seperti berlomba menjadi yang tercepat antar kelompok relawan. 
kita juga terkesan dengan cara panitia mempublikasi acara ini (dengan gaya bahasa yang menyemangati, timingnya tepat, pakai 'teaser' pengalaman tokoh-tokoh inspiratif), dan betapa profesional serta rapi acara ini diselenggarakan. 

begitu datang dan kelar registrasi, kita para volunteer yang baru dateng, dikumpulin di ruang presentasi untuk dikasih briefing. pesannya singkat aja: why we needed to do this, lantas meminta kita bersemangat, lakukan yang terbaik dan nikmati prosesnya. tapi kok bikin gue berkaca-kaca (saraf haru-ku memang lemah)... 
selama kerjabakti, kita ketemu sosok-sosok yang inspiratif. emang sih mayoritas yang ikut mahasiswa, tapi banyak juga yang bukan. ada sekelompok volunteer dari rumah singgah untuk anak-anak terlantar di bogor (they went there by public transports), ada para bapak dan ibu yang membawa anak-anak mereka (seorang ibu bekerja sambil mencangklongkan bayinya di dada!), ada yang tua, ada yang bule, literally all walks of life were there to contribute. terasa banget kegiatan ini memberikan efek berupa bola salju. kegiatan yang kita lakukan mungkin sepele. menggunting-gunting, nulis, ngangkut buku. tapi karena dilakukan secara massal, hasilnya jadi besar. so i guess the moral of the activity is, if you want to make a difference, it doesn't have to be massive. it can start from simple stuff. 
in the end, thank you, para penggagas dan panitia FGIM! 

look at those hands everywhere. the message is clear: let's give hands, do something!

ps: kerjabakti aside, ancol beach is interesting... ternyata. gue dan adit sempat nongkrong di pizza hut (dengan koneksi wifi yang waswiswus. akhirnya iOs7 kedonlot juga!) dan pinggir pantai macam orang (tidak) muda pacaran. pantainya bersih, bisa nyewa sepeda keliling pantai, ada restoran-restoran kece pinggir pantai juga (if you want to splurge). dan ternyata sekarang juga ada mall di sana! 


02/10/2013

passion pit

- kemarin pertama kalinya gue mengikuti parents' meeting untuk kelas les musik bumy di ymh. pertemuan kemarin ternyata inisiatif guru kelasnya bumy sendiri, kak rita, karena kelas-kelas lain malah jadwalnya minggu itu libur. berguna banget ternyata masukannya. selain dijelasin soal cakupan pengajaran program music wonderland (untuk usia 3-4 tahun yang bumy ikuti ini), juga dibahas apa aja kegunaannya terhadap perkembangan motorik dan kecerdasan anak. 
kak rita juga ngasih feedback soal hasil observasinya terhadap performance anak selama mengikuti program ini. eh, ternyata bukan cuma anaknya yang di-observe, tapi juga ortunya, hehe. hasil observasi si kakak buat bumy, katanya sih bumy udah bisa mengikuti kelas dengan baik, apresiasinya juga oke. doi udah bisa konsentrasi, "serius" mengikuti pelajaran, dan udah bisa 'menangkap' rhythm dengan baik. 
doi juga ngasih apreasiasi buat beta (ehem!), dia bilang, "makasih ya mama, udah bisa nganterin bumy les tiap minggu." kayaknya doi sengaja menekankan pentingnya keikutsertaan orangtua (karena ada yang dianter nanny-nya terus tiap les), karena program ini bukan sekedar untuk mengasah kemampuan bermusik anak, tapi juga jadi kesempatan bonding time antara anak dan orangtua. 
kalo gue bisa nemenin anak les tiap minggu mungkin gak istimewa ya, namanya juga IRT. yang lebih bikin salut adalah para mama temen sekelas bumy yang bisa menyempatkan diri ikut kelas padahal bekerja. 

hal lain yang juga dijelasin pas parents' meeting adalah tujuan jangka panjang mengikutkan anak dalam program ini. yaitu supaya nantinya anak bisa membuat komposisi musik, dengan alat musik pilihannya. soal memilih alat musik ternyata baru bisa dilakukan ketika anak usianya 6 tahun, setidaknya menurut aturan di ymh. karena disesuaikan dengan kesiapan mental anak mengikuti lesson secara menyeluruh, dan kesiapan organ-organ tubuhnya juga. 
kak rita bilang, "program ini masih lanjut terus loh, ma. sesudah music wonderland, ada junior music course selama 2 tahun. mama masih ikut di dalam kelas." wehehe, gue sih hayuk aja. emang kepengen bisa main electone or piano juga kalo bisa mah :))

menunggu le husband to come and get bumy karena meetingnya for parents only


- mencoba playground baru di daerah deket rumah, di beji tepatnya, daerah tanah baru. namanya ciluqba playground. kita datang ke situ hari minggu siang, jam 9an. tempatnya lumayan juga, ternyata. area bermain panjat-panjatannya cukup besar. area basah-basahannya kecil sih, tapi bumy bisa bebas bermain. mungkin karena dia mainnya pas jam 10 siang -___- jadi ya dia doang yang men-tanned-kan badan. 
HTM-nya ekonomis, 20 ribu buat weekend, dan 10 ribu buat weekdays. tapi lumayanlah bisa jadi alternatif kalo mau ajak anak plesir (selain ke taman, hehe). 




- met some of my old pals. mampir ke rumah nuri buat ngambil skincare pesanan (dapet diskon pula, makasih ya buund :D), tapi sayang gak bisa lama. trus ketemuan sama elis juga. yang agak ngagetin, dia sama nyokapnya. jadilah kita nongkrong bareng emak-emak senior :)) tapi hal itu juga ngingetin gue, kalo di antara sekian nyokapnya temen-temen gue, nyokapnya elis emang yang paling enak diajak ngobrol, haha. doi nyambung aja gitu sama ocehan, keluhan, dan gaya bergosip kita. doi cuma senyum-senyum sambil sesekali kasih komentar yang gak gengges. pantesan aja si elis sering banget nongkrong sama nyokapnya :') semogaaa gue juga bisa gitu sama bumy entar (tapi 'kan anaklo cowok? ya biar deeh). 

- ikutan workshop in a box lagee. senangnya bikin-bikin :D 



- menambahkan ini ke area bekerja-sambil-bermain gue :D



- kepikiran untuk bikin perayaan ultah bumy tahun ini. sebelumnya juga dirayain meski dengan tiup lilin di atas kue bersama kru mricans sih. tapi maunya tahun ini bumy punya tamu-tamunya sendiri, hehe, yaitu anak-anak kompleks. acaranya gak mau lebay, gak pake dessert table yang jelas :)) 
tapi gue emang sempat kepikiran mau pakai jasa EO. buat ngedekor, bikinin goody bags, dan ngurusin makanan. tapi pas survey... ternyata lumejen ya boo fee-nya. 
sejauh ini sih, belum ada yang dimantapkan kecuali tema (hint: lihat gambar, kekeke). soal lokasi masih pikir-pikir antara dua pilihan. printilan yang lain juga belum mulai dicari (belum saatnya panik 'kan? ...'kan?). tapi roman-romannya gue akan ngerepotin bunda Nisha nih, karena doi sekarang sering jadi narsum setiap gue nanya-nanya soal printilan ultah. heuheu, mohon bantuannya, ya, kakak senior!

photo from spoonful.com


- akhirnya punya juga "klien" untuk dibikinin financial plan... xD ayo ayo, ada yang tertarik gue bikinin? 

entah kenapa kalo bikin update gabrukan gini yang diinget yang bagus-bagus aja... mungkin karena kalo galau langsung bikin postingan tersendiri yah, macam ini. hehe.

spent the afternoon at one of our favorite places: rimba baca

01/10/2013

parents' day at tetum

gue udah menyinggung di sini soal kegiatan orientasi untuk para orangtua murid di sekolah tetum. 
awalnya kita sama sekali gak mengira mau diajak main sekolah-sekolahan seperti itu. gue dan bundanya Naya malah berangkat dengan perut kosong, mengira bakal langsung dikasih snack box seperti lazimnya acara parents & teachers' meeting :P 

berkat kegiatan kemarin itu, kita para orangtua jadi tau urutan kegiatan yang dijalani anak kita selama bersekolah. simulasinya "total" deh, karena selama kegiatan, para orangtua disapa dengan nama anak masing-masing, hehe. 
urutan kegiatannya seperti ini:
  • semua peserta diajak duduk melingkar di lantai bersama para guru --> duduknya bersila. katanya sih mengajarkan anak terbiasa berpostur tubuh tegak. 
  • minum air putih --> disediakan gelas berisi air untuk diambil, anak minum sambil duduk, lalu gelas dikembalikan lagi ke tempatnya. tujuannya supaya anak tenang dan bisa mengikuti kegiatan dengan baik.
  • melakukan brain gym dua gerakan. supaya anak bisa konsentrasi mengikuti kegiatan di kelas. 
  • bernyanyi "aku anak tetum." (lagu ini isinya mengajak anak berani dan mandiri berpisah dari papa, mama, dan atau embak selama di sekolah). 
  • circle time: berdoa (bagian ini bikin terharu, deh. ada kata-kata "(Ya Allah), bantu kami menjaga sikap, menjaga tangan, menjaga mulut." sekarang gue terapin di rumah!), lantas murid-murid, eh, kita, diabsen.


sesudah ini, para orangtua dibagi menjadi empat kelompok sesuai kelas dan level sekolah anaknya. kelompok gue pertama-tama masuk ke pos motorik halus. kita diajarin caranya menuang air dari wadah ke gelas dan sebaliknya, lalu menjepit batu. tujuannya melatih kesiapan otot-otot tangan anak sebelum belajar menulis, juga melatih konsentrasi.

dari situ, kita ke pos motorik kasar. kita diajak gerak badan dengan menari mengikuti lagu dan latihan berjalan sambil melatih keseimbangan. sesi ini bikin ketawa-ketawa ngakak. bukan karena kita harus joget-joget ala bocah doang, tapi juga karena ada seorang bapak yang ikut dalam kelompok kita. kebayang gak tuh, harus joget-joget lagu anak-anak? :)) 

abis joget, kita ke pos memisahkan benda di halaman depan sekolah. sesudahnya, kita diajak membuat prakarya berupa mahkota dan lukisan dari kelereng. kelar crafting, sudah disiapkan pos makan bersama-sama di halaman samping sekolah. 
jadi, sekolah bumy ini emang punya kegiatan rutin makan bersama sebelum pulang sekolah. HELPFUL banget gak sihh... orangtua jadi gak usah repot nyiapin bekal xD
kegiatan makan ini juga ada tata kramanya. anak harus mengantri cuci tangan dulu, lalu mengambil alas makan, dan sendok garpu. sesudah itu, mengantri mengambil makanan. porsinya bebas, sesuai maunya anak. yang penting harus bertanggung jawab menghabiskan yang sudah diambil. piring yang dipakai piring beling, tapi sejauh ini belum pernah ada yang mecahin tuh, kata pihak sekolah.  

kelar makan, kita kembali duduk melingkar, untuk me-review kegiatan hari itu, lalu ada sesi tanya-jawab deh dengan guru-guru. 
tim guru 


ini muka-muka girang para ibu dengan hasil prakarya masing-masing, hehe. 

beberapa hari lalu, gue menemukan lembar berisi pemberitahuan daftar ekskul untuk murid-murid ikuti. untuk level bumy, yang bisa diikuti baru kelas "smart movement" aja. tapi untuk jenjang yang lebih tinggi, ada ekskul berenang, menari, tahfiz Al-Qur'an, art club, sampai robotik. buat tahun depan gue usul klub astronomi kayaknya oke juga tuh! 
bagian paling menarik adalah dibuatnya Klub Ceri, yaitu "ekskul" untuk ibu-ibunya! kegiatan yang akan dilakukan di antaranya bedah buku, menyulam, dan mengajar anak di rumah. langsung excited banget gue! hahaha. waktu kegiatannya saat anak-anak lagi pada belajar di kelas, mungkin sekolah 'prihatin' ya liat ibu-ibu yang nunggu ngobrol ngalor-ngidul aja di bawah naungan pohon ceri :)))

bisa ditemukan lebih banyak cerita tentang kegiatan sekolah tetum bisa ditemukan di website sekolah, juga di website yang dibuat bu Mela, sesama orangtua murid di sini

PS: photos courtesy of bu Vionny :)

what i talk about when i talk about love

september sudah di ujung perjalanan. entah kenapa ini membuat gue terpikir tentang suatu hal yang, seperti biasa, random. yaitu, kalau gue bisa bikin tato, beberapa tato yang bentuknya tulisan, kata apa yang mau gue torehkan di badan?

i thought about the answer for a while. until i finally got some.

first, it would be "tender."
alasan paling awal yang muncul di kepala sih, karena gue cinta blur. dan nulis "blur" would be too obvious, deh. (seperti dulu gue ngebordir papan nama "blur" buat disematkan di seragam SMA, haha). but why that particular song? padahal gue nggak begitu suka sama album "13."
hm mungkin karena lagu itu terdiri dari satu kata doang, jadi singkat padat jelas. tapi ada satu alasan sentimentil lagi, sih.
beberapa waktu belakangan, bumy suka banget lagu blur yang ini. gue (berusaha) gak melebih-lebihkan, tapi setiap kali masuk mobil dan mulai berkendara, dia ngotot minta disetelin lagu ini. dia bilang, "lagunya blur, ma!" atau "o mai bebi, ma!" yang bikin makin berbunga-bunga, permintaannya ditambahi dengan, "bumy suka banget lagunya, ma!"
melayang deh guee :)))
i have to admit kalo gue pernah memberikan preambule ke bumy sebelum nyetelin lagu "tender", duluuu banget, lebih tepatnya pasca konser #blurjkt. gue ceritakan dengan berapi-api "mama nangis pas lagu ini, my!" 
lantas si anak memancing, "mama teriak-teriak gak nyanyinya?" yang tentunya dijawab dengan, "teriak-teriak sambil NANGIS! nangis bahagia!!"
hkahakhak. fase awal meracuni anak dengan selera pribadi never starts too early.

sampai lalu si anak sendiri bener-bener suka beneran (repetisi! selalu lebayy kalo bahas kesukaan), dan ya begitu, maksa minta disetelin "tender" dan nyanyi-nyanyi sendiri, eh berdua sama gue.
so, in a way, alasan sentimentil satu lagi itu adalah karena anak gue suka lagu ini. putting the word "tender" as a tattoo would be some kind of monument of my love for him, and his love for the song (slash me? hehe). and also my love for the band's music. komplit.
"tender is the night lying by your side
tender is the touch of someone that you love too much 
tender is the day the demons go away..."


and then, there's a second word. yes, to be put on as a tattoo. it's "september." or i might shorten it to just "sept" for technical reasons (terbayang jika ditato beneran bakalan legit tuh rasanya).

the month stored some really remarkable events, or even turning points, of my life.
one of them is the passing of my uncle. he is my uncle, but he was only six years older than me. in fact i called him "uda" because he didn't fit to be called with "om." we were so close. he was like an older brother to me. i remember the most colorful days of my childhood with him in it. he was a mischievous kid, but totally in a good way. so we had a lot of fun times together.
i remember a day before he passed, he called or maybe i called to my grandma's house, and he told me that he landed his first job. we--my sister debster and i--were so thrilled to hear that, and we asked him to "ke sini dong, traktir kita!!" to which he said, "iya, malem minggu uda ke tangerang, uda bawain sate padang."
and then, the next thing i remember was a day after that conversation, being woken up at 2 in the morning, by my aunt who happened to stay at our house that night. she said exactly this sentence: "ka, bangun, ka. uda heri udah gak ada."
i sat on my bed, and couldn't think of anything. i couldn't feel anything, either. my mind was empty, and i couldn't figure out why i couldn't cry.

i didn't even go to his funeral. the reason for my not coming was a bit fabricated. there was a school event i needed to attend, an extracurricular activity, actually. and my mom told me i should just come to school instead of the funeral. so i never told him goodbye.
after a few years, i commemorated this event with a loathing feeling towards the month september. it reminded me with a loss, a loss i couldn't have yet accepted and made peace with. when september came, it felt like there's a pang on my chest. although i'm glad to say those hard times are surpassed by now.

another turning point that happened on september, is what made me love this following song so much.
i heard the song coincidentally at the time of the event, it was a beautiful song with heartfelt sadness, and eerily, the title is "september." it totally felt like a revelation to me; my apprehending of the song, and how corresponding the lyrics and the nuance of the song were to what i was dealing.
"then came september, again
i'm ready for a new start.
it's just the time of the year when everything seems so clear.

on the sunny day now, i turn my back on disaster.
i'll try a new way now.
i couldn't get there much faster.

one late september, again
a time to face all your fears.
let's just get used to the speed and there's no place for the tears.

and you know, in september, all the world is smiling.
so hard to remember the last years have been flying.

on the sunny day now, i turn my back on disaster.
i'll try a new way now.
i couldn't get there much faster." ("September" by The Charade)

september is momentous because it's when i bid adieu's to what or who used to be so significant in my life. one forever, one for better.

therefore, i can conclude that the tattoos would be mementos for love. love that is lost, and love that is gained. if i can't have them on my body, then 'tis my heart they would be forever engraved in.


23/09/2013

this is a low.

"Sad, drunk, and poorly
Sleeping really late
Sad, drunk, and poorly
Not feeling so great
Wandering lost in a town full of frowns
Sad, drunk, and poorly
Dogs digging up the ground

And I feel the light
In the night and in the day
And I feel the light
When the sky's just mud and grey
And I feel the light
When you tell me it's OK
Cos you're so great, and I love you"




(lyrics of "You're So Great" by Coxon/Blur)
(picture from facebook :| )

19/09/2013

jagged little pills

i first wrote it on a sunday runny-nose-y sunday. sunday with-the-shitty-fever sunday. oh yeah, and the-itchy-throat sunday.

but hey, everyday above ground is supposed to be a happy day, right? hahah (tertawa kering).

how 'bout narrowing down things that happened, my feelings, ramblings, etc into a list?

- this past week, i've been having a mixture of not-so-positive feelings. i felt bored. alone. pessimistic. i saw no light at the end of the tunnel whatsoever. i found it hard to relate well with people. i felt hungry for inspiration but i indulged myself to all sorts of unproductive activities, instead. like gluing my eyes on tv. laying awake on the bed 'til 1-2 am. spending my time doing nothing. i didn't write, i didn't read.
but, luckily, nothing lasts forever. nor does the gloomy episode. things start to feel lighter now. i think that was PMS. hence, here i am, blogging.

- i accidentally found my 2013 resolutions on a random notebook. wonder why i hadn't treated it more sacredly. anyways, i noticed some of the things that i hoped for gradually turn into reality. like,
"jadi ibu rumah tangga saat bumy mulai sekolah." checked.
"tinggal di rumah dengan kamar sendiri untuk bumy, toiletnya layak, bentuknya cluster, ada halamannya, di jakarta selatan." alhamdulillah. guess it really never hurts to be a detailed person.
"mulai volunteering rutin minimal 2 kali sebulan." working on it.
i also revised some things that i thought no longer "relevant." at least for now it isn't. it's okay to revise your resolutions in the middle of the year, right? i mean, everyone does that.

- bokap nyokap spent two nights staying at our house. on a grumpy note: why should my mom wash the dishes all the time? padahal udah ada embak.
'cause now i kinda feel obligated not to say no anymore whenever she tells me to wash the dishes at mrican. ugh.
anyways, we had a good time here, looking at printed photos of our almost-quite-well-documented lives. yeah, i went to adorama like a week ago and printed almost 500 photos, from bumy's first days on earth to our most recent bandung vacation. and yeah, their visit was kinda stale because i didn't take bokap nyokap anywhere. i mean, there's A) the friggin' flu, B) adit the model son-in-law, was in bandung for his office outing. i just didn't have the energy to take them places. but they're happy just to be with their dearest cucu lah. bokap juga sempat kongkow di pemancingan segala.

- went to parents' school simulation day at bumy's school. it was totally unexpected! the school gave us parents notification letters on parents' and teachers' meeting. we all thought we were to be given reports about how well (or bad) our kids had been doing at school. but instead, we parents got to know what it's like to be murid playgroup for a day. very creative, i must say. the credit goes to the school.
during the simulation, the teachers treated us like we were our kids. they told us to sing (and dance! just like how the kids love to do it, haha), do the routines (like circle time to say a prayer), brain gym, do the tata krama montessori (that's just how i call it), and then, we were given the chance (or task?) to make our own handcrafts. just like our kids do on their schooling session. it was funnn. we parents laughed, and chatted relaxedly with each other and the teachers. we also ate together before school time was over--again, just like the kids do it.
by the end of the day, the teachers open a discussion or sharing session. it gives a heartwarming insight and also knowledge on how to deal with our... smart, creative, curious, beloved little darlings. 

- i made it to the "basic makeup lesson" class tia enrolled me to. haha, oh such nice friends i have (teringat lia yang mendaftarkan diri ini ke seminar bu elly, kekeke). i still don't know whether i should be offended or thankful towards her (tia, i mean). it was at helena brigitta studio, at fatmawati. the class went for almost 6 hours. i think i've known some of the basic stuff she taught, nevertheless, it's nice to broaden my knowledge. i mean, now i get to know the function of each brush on my brush kit (which consists of more than 20 brushes!).

- fascinated by turkey. the country, of course. it's because i stumbled upon (*stalking* i was NOT) my neighbour's instagram account. they just had a trip there, and i fell head over heels for the beauty. a two-weeks summer vacation trip turkey is now on my wishlist.

- been almost a month without path. so far, it's been okay. at times, it does tickle me to make an update or two. well, it's not that i'm off from all social medias. i still use twitter and instagram, and blogger obviously.

but i just find path too distracting. for me. it distracts me from savoring the moment. it makes me want to make an update after another. and none of them mattered. just some boring, mundane, stuff one compels to make on facebook, actually.
i make those boring, mundane ramblings on twitter and instagram, still. but, not all the time. because the environment is just not that... inviting to do such stuff. i mean, my twitter timeline is filled with more useful and/or interesting info than the mundane ones. so i'm not too encourage to make too many silly, useless posts. also on instagram, i only post stuff i think at least quite interesting to be edited, because it took an effort. hehe.

still on path's distracting factor, well, it's kind of an ego display. one twitter account i follow once said, "so path is where i can brag about my life without looking like an asshole? yay. fun." (he said it sarcastically of course. i know 'cause, i'm kinda strict about my following list, hehe.) most users use the app to display the daily, boring, life of oneself; but i just couldn't stop noticing it.
i think some users use it an ego-booster because what they post only focuses on the good quality one thinks one has, or the good time one wants to think one would always have; also, there's rarely any useful info or insightful thought; and the combination of all those stuff more often make me feel nauseated or envious than empathetic or inspired.

of course not ALL path users are there to brag. only the ones who think they have better lives than the rest of their contacts, actually. haha, kidding. well, some people did have path accounts to be more intimate with their friends and family.

for me, i can read the more intimate version of their lives from their blogs, or by meeting them in person. also, i think there's no point in getting "love"s or some frowns upon the song you're listening, if what you need is a meaningful conversation, or an inspiration.

- oh great, and now that boring speech on how i'm not on path anymore is making me forget what else to write. all i can think of is how hungry i am now.

18/09/2013

keeping baby memories

DIY: Baby Memories dalam Frame

by vanshe — Tuesday, September 17th, 2013 at 4:00 pm
 
Saat sedang packing barang untuk pindahan ke rumah baru–hampir setahun yang lalu–saya menemukan baju-baju bayi Bumy, anak saya. Sebenarnya sebagian besar baju bayi Bumy sudah diberikan kepada orang lain, tapi beberapa yang menjadi favorit saya, sengaja saya simpan.
Terbit rasa sayang menyadari baju-baju itu akan terlipat dan kembali tersembunyi di sudut lemari. Beberapa baju bahkan sudah menguning karena sudah begitu lama tidak tersentuh.
Hingga, untungnya, beberapa waktu kemudian saya menemukan gambar-gambar di Pinterest yang menggunakan baby “keepsakes”, atau barang-barang yang merekam masa awal lahir bayi, sebagai prakarya. Sungguh cara yang kreatif agar memorable baby items tidak berjamur di dalam lemari atau boks penyimpanan, sekaligus membuatnya ‘berguna’ menjadi penghias ruangan yang manis.

Apa saja yang dibutuhkan Mommies untuk membuatnya?

  • Memorable baby items, seperti baju bayi, atau topi, bisa juga dengan kaus tangan dan kakinya. Mommies bisa memasukkan cap kaki pertama bayi, foto USG 4 dimensi, mainan dan buku favorit anak saat bayi, serta banyak pilihan barang lain yang mewakili pengalaman kelahiran dan awal hidup si kecil.
  • Foto si kecil.
  • Kertas kado untuk melapisi bagian dasar frame.
  • Frame dengan kedalaman lebih tebal dari frame foto biasa. saya menemukan satu dengan kedalaman sekitar 20 mm, sehingga baju atau clothing item bayi bisa muat di dalam frame. Namun jika ingin memasukkan memorable item yang lebih besar dan tebal, mungkin Mommies bisa memesan customized frame.
  • Penggaris
  • Gunting
  • Lem
  • Jarum pentul kecil tanpa pentolan (optional)
Cara membuatnya mudah.
  1. Ukur dan gunting kertas kado sesuai dengan ukuran dasar frame. Tempelkan kertas kado tersebut ke dasar frame.
  2. Atur memorable items sesuai selera Mommies. Jika perlu, gunakan jarum pentul agar barang-barang tidak bergeser.
  3. “Jepit” barang-barang yang akan di-display dengan bagian dasar frame. Dan, voila! Jadilah baby-memories display buatan sendiri.


Untuk menambah ide Mommies membuat prakarya ini, berikut beberapa gambar baby-memories display yang cute, tapi mudah untuk dibuat. Enjoy :)

*gambar dari sini