08/11/2011

mushaboom

gara-gara nisha dan lia menyebut-nyebut kata "resolusi" di group chat tempo hari, gue jadi tergerak untuk melihat kembali apa aja yang ada di daftar resolusi gue. sejujurnya agak deg-degan juga sih, soalnya 2011 akan berlalu just a month from now! tapi mungkin ada baiknya mengingatkan diri pada target-target menuju perbaikan. let's see then...

> kategori: Body
1. rutin olahraga, entah ngegym, renang, yoga, atau jogging.
--> i'd score the completion of this goal merely 30%. gue udah berhasil mengajak ibu-ibu kantor untuk rutin yoga, bahkan saking niatnya gue nyari instrukturnya sendiri via internet. namun setelah yoga rutin berjalan 2 bulan ini, kehadiran gue cuma sekitar 2 kali :|
kelas yoga diadain sore dan pagi. di sore hari, seringnya kerjaan gue masih numpuk. atau kalau kerjaan gak numpuk, gue prefer capcus cepet bareng adit daripada harus pulang malam naik bis. sementara kelas paginya sama sekali gak pernah gue hadiri karena, well, hampir tiap hari gue dateng telat ke kantor hehehe.
--> langkah selanjutnya sih BERNIAT nyoba renang saat weekend, atau minimal jogging keliling kompleks. but boy, it's easier said than done deh! atau mungkin gue bisa mulai apply for gym membership lagi. tapi kalau udah bayar dan gue kumat malesnya, sayang juga. jadi, jadi... *doze off*

2. invest on sunscreen
--> score: 30&
--> selama ini gue pake merk acnes yang bisa sekalian jadi foundation. gue sempat coba merk l'oreal tapi ternyata gak cocok karena sepertinya formulanya untuk kulit kering, sementara kulit gue berminyak banget.
--> next step: belom ada.

3. cari bedak, pelembab, lipstik, eyeliner, dan mascara yang cocok (intinya dandan!)
--> score: 50%
--> gue menemukan mac mineralize skinfinish yang sepertinya cocok buat gue pakai sehari-hari. formula mineralnya bikin kulit gak jerawatan. coverage seadanya, yang emang sesuai ekspektasi gue. selain itu, adit juga 'cinta' produk ini karena bentuknya yang padat. selama ini gue selalu pakai bedak tabur, jadi kalau gue 'beraksi' di mobil, dia suka ngeluh bedak gue bikin mobil kotor -___-
sementara untuk lipstik, eyeliner, blabla, to be honest, i don't really care about finding the right one for those hehe. kondisi gue suka dandan seasonal banget soalnya, jadi gue gak membutuhkan produk yang oke-oke bangetlah. lipstik masih body shop atau mac, eyeliner bourjois, mascara maybelline. that's sufficient enough for me.

4. disiplin sikat gigi tiap malam.
--> score: 20%
--> AMPUNNNN.

5. pap smear
--> score 100%.

6. kontrol gigi
--> score: 50%
--> masih ada satu gigi bolong nihhhh gede pula T__T

7. eat right: daily intake of veggie and fruits, less artificial ingredients.
--> score: 10%
--> masih doyan makanan sampah, saos ber-MSG, dan jarang makan buah. NOTED dulu aja deh resolusinya. fufufu.


> kategori: Family
1. ART full time
--> score: 0
--> gue berubah pikiran, agak ragu naro ART full time di rumah apalagi yang asal-usulnya kurang jelas. alhamdulillah ART part time kita udah ganti, sebelumnya si A yang kerjanya seadanya dan agak absurd gitu-meski jujur. sekarang dapet si B yang ruajiiiin, komunikatif, dan sejauh ini sih jujur juga. meski err cerewet banget orangnya!

2. Bumy di daycare
--> score: 0
--> yes, i changed my mind again.

3. alergi Bumy berlalu, bisa minum UHT.
--> score: 100%
--> ini sih bukan resolusi melainkan DOA. jadi alhamdulillahh ya Allah :)

4. montessori at home vs playgroup for Bumy
--> score: 0
--> none decided. untuk menerapkan montessori at home, gue udah baca buku seputar pendidikan dengan metode tersebut, dan pelan-pelan mulai menerapkannya. tapi gue belum menyusun jadwal belajar khusus untuk Bumy, yang hopefully bisa dijalankan juga oleh nyokap gue nantinya. sementara untuk playgroup sekarang ini sih gue belum mau. karena faktor child exposure ke lingkungan dengan berbagai virus (emak parno), dengan tingkah polah anak dengan background parenting yang berbeda-beda (emak parno 2), maupun kekhawatiran gue akan kelemahan pilihan untuk memberikan early education di lembaga sekolah. takut anak bosen nantinya kelamaan bersekolah formil (formil yang gue maksud di sini yaitu datang ke suatu tempat, dikasih pengajaran, dengan jadwal, rutinitas, dan semacamnya).

5. membuat weekly healthy menu
--> score: 30%
--> ART part time gue si B syukurnya bisa disuruh masak, dan masakannya enak! gue udah pernah membuat weekly menu buat di rumah, mau gue coba biar diterapin sama si B per minggu depan.

6. menyusun visi misi pendidikan anak
--> where the hell did i get this?? berat amattt -__-
--> score: 0
--> next step: perwujudan resolusi ini sepertinya berupa daftar stimulasi (minimal) mingguan untuk Bumy. I'll get to that ASAP. (See, ada faedahnya juga bikin review.. Hehe)

7. membacakan buku untuk Bumy minimal 7 menit setiap malam
--> score: 50%
--> gue mencoba dan mencoba untuk rutin melakukan ini setiap malam. pokoknya berusaha keras gak jadi 'manja' kalau udah ketemu anak. ohya sekarang ini Bumy kalau lihat buku otomatis minta dibacain, jadi yah gue agak bersyukur juga 'jatah' dia gak cuma 7 menit. selain itu, kalau lagi rewel di jalan misalnya, dia bisa diem kalau gue (berlagak) mendongengkan atau bercerita ke dia.
gue agak melenceng dari pembahasan resolusi nih, mau cerita kalau akhir-akhir ini gue suka takjub melihat dampak dari menerapkan hal-hal yang gue baca dari buku atau internet semata, ternyata efeknya ke anak tuh nyata. misalnya dampak dari memberikan makanan tanpa gula garam. sekarang Bumy benar-benar 'menolak' kalau makan junk food terlalu banyak. he knows when to stop!
lalu dampak dari membacakan cerita dengan metode read aloud (atau gue terjemahkan dengan bacakan seekspresif mungkin), pelan-pelan kosakata anak mulai bertambah dan dia jadi seneng dibacain cerita.
selanjutnya mungkin teori untuk weaning ya, gue baca tulisan dr. Sears, there's no need to rush, kita observasi dulu gimana kesiapan anaknya. sekarang sih gue suka ajak Bumy ngomong kalau dia sudah besar, dan anak besar berhenti nenen. respon dia seolah ngerti, karena dia langsung nyebut dirinya Kakak, tapi dia masih aja nagih nenen kalau mau tidur. mungkin setelah ulang tahun ke-2 nanti dan Adit udah bisa ambil cuti, akan kita coba terapin metode weaning yang hopefully with love itu. tapi target gue bisa weaning Bumy juga belum di tahun ini sih, hihi, jadi masih bisa 'curang' sebulan dua bulan untuk keberhasilannya.

> kategori: Financial
1. Mulai setoran dana pendidikan
--> score: 50%
--> untuuung gue pakai istilah "mulai" di resolusi ini, bukannya "memenuhi."

2. Mulai setoran dana pensiun
--> score: 50%

3. Mulai setoran dana darurat
--> score: 50%

4. Melengkapi asuransi
--> score: 70%
--> sudah beli asuransi jiwa sesuai rekomendasi QM.

5. Nonton konser
--> score: 50%
--> went to some, but still yearn for more :D

6. Berlibur tanpa berhutang
--> score: 50%
--> alhamdulillah bisa liburan gratis lantas semi-gratis dari kantor. akhir tahun, gue dan adit punya ide gila+nekat untuk mengulang road trip ke jawa tengah dan jawa barat seperti saat honeymoon berabad-abad lalu, haha. tapi masih maju mundur nih, kurang kenekatan karena seperti kata nicole fox di ANTM "maybe it's all the diaper changings that changed her." :p

nah untuk selanjutnya ini edisi "dream big, they say" hihihi
7. rumah di kawasan jakarta selatan
8. beli furniture
9. kitchen set. AMIN.

Jadi kalau disimpulkan, Alhamdulillah udah ada kemajuan, hihi, walau secara angka sih persentasenya gak besar. Tapi gue juga jadi diingatkan kalau pekerjaan rumah masih numpukkk, apalagi di kategori Family yang bobotnya paling besar dibandingkan yang lain :) hayoo yang ngeracunin gue bikin review, mana review kaliaaan....

montessori book review

buku yang sedang giat gue baca adalah "Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori." sebenarnya sih kata "heybat"nya agak mengganggu buat gue, karena visi gue untuk anak bukan jadi hebat yang jenius atau superior, melainkan anak yang bahagia dan percaya diri. tapi ternyata isi buku ini gak se-pretentitious judulnya. gue begitu menikmati membaca buku ini karena menjelaskan cara berpikir anak, cara menstimulasi anak, dan bagaimana menyediakan tempat hidup yang baik bagi anak. praktis, plus dengan alasan yang masuk akal.

bab awal buku menjelaskan tentang sejarah montessori dan kenapa metode montessori direkomendasikan bagi anak. jadi, awalnya si maria motessori ini memperhatikan bahwa anak umur 3-4 tahun senang mempelajari keterampilan hidup sehari-hari, seperti merawat sekolah, menyiapkan makanan, dan membantu memelihara kebersihan lingkungan. gue quote dari buku:
"anak yang diperlakukan dengan hormat (merasa dihormati) dan didorong untuk mencoba keterampilan baru, secara emosi akan lebih berkembang dibanding anak yang hanya disayang dan dimanja."
jadi, metode ini mengaitkan kedua pemahaman tersebut. untuk membesarkan anak yang percaya diri, kita perlu membuatnya mandiri. anak sendiri menyukai membantu orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal itu bisa dijadikan media menumbuhkan rasa percaya dirinya.

di montessori, anak-anak bebas memilih aktivitas, mau berjalan-jalan sendiri, atau berkreasi sendiri. guru cuma membantu memilihkan aktivitas yang menghadirkan tantangan dan eksplorasi baru. nanti ketika anak selesai main, anak-anak mengembalikan mainan ke tempat semula. karena itu, diperlukan ruangan yang nyaman dan teratur untuk anak. buat rumah lebih aman untuk anak, dengan 2 tujuan:
1. membantu anak lebih mandiri dan percaya diri, dengan mengedepankan prinsip keamanan dan kesehatan
2. merancang rumah yang mencerminkan keindahan dan keteraturan

anak juga memiliki yang disebut masa peka, yaitu masa untuk mempelajari suatu keterampilan dengan cepat dan hampir seperti tanpa usaha, di mana kondisi tersebut bersifat sementara. begitu anak menguasai suatu keterampilan, masa peka menghilang.
misalnya untuk usia 0-6 tahun, masa peka anak adalah untuk keterampilan bahasa. 2-6 tahun untuk musik, keramahan dan sopan santun, serta panca indera.

bab paling penting yang merupakan esensi metode montessori ada di bab "help me to do it myself." di sini dijelaskan bahwa pelajaran hidup untuk anak dibagi menjadi 3 hal, yaitu perawatan diri sendiri, tugas sehari-hari di rumah, dan sopan santun dan keramahan. di sini dijelaskan bagaimana cara kita sebagai orangtua mendorong anak mencoba keterampilan baru.

isi buku selanjutnya adalah tentang parenting, bagaimana menciptakan suasana penuh cinta, menangani tantrum, dan pendekatan positif untuk mendisiplinkan anak. kesimpulan gue, buku ini bisa dijadikan guidance untuk pengasuhan anak sekaligus parenting, dengan cara-cara yang sejauh ini sih sepaham sama gue. dalam artian mengedepankan kepentingan anak, bukan kepentingan orangtua untuk menjadikan anak super ini atau super itu. selain itu, gara-gara buku ini juga gue jadi semakin berhasrat membuatkan kamar yang "indah dan teratur" buat Bumy, ihik. menurut gue, buku ini recommended terutama untuk calon orangtua dan para orangtua baru, karena akan sangat membantu membentuk visi pengasuhan dan pendidikan anak.

24/10/2011

untitled #26

my kid now:
- hums song's tune (biasanya "bintang kejora") and other self-invented tunes when he's alone playing, or sitting on the carseat while 'enjoying' the scenery... haha kocak liatnya.

- is really improving his ability to be my and adit's "teacher." i read #obsat's twits about @iburobin who is a midwife and introduces this whole 'new' concept about gentle birth, aware parenting, and the likes. the twit goes like this: @HanitaNitnut: Ibu Robin..how can u manage 8 children amazingly, while I'm overwhelmed with only 2? | "simple dear, just remember that they are our teachers." i read this with an awe.... now i can understand (and truthfully, do my best to comprehend) bumy's "challenging" attitude. he is teaching us to be patient. he is teaching us to be terrific parents. he is teaching us about unconditional love.

at times i think those parenting experts surely don't call this phase "challenging two" for no reason. bumy would throw tantrums for little matters, yell at us when he dislikes something, pull my hair and then giggles when i tell him it's wrong (with a galak facial expression). i try my best to keep in mind: he is testing to know our reaction, and he is learning to communicate his needs. i'm certainly not perfect in being such a zen mom, but i do try and try and try . :D

- sometimes kisses me out of the blue, and boy, that makes me jump out with joy :D one night, i teased him with "cium mama dulu dong sebelum bobok," and he immediately kissed my cheek with a loud "muwahh." i thought that was it, but it turns out he was to shower me with kisses. he kissed my face for like nine times and it was "muwah! muwah! muwah!" hereby i tag it as one of those golden moments as a mom, heheh.

- voluntarily sits in his carseat everytime he's in the car. i'm glad i could make adit cooperates on this.

- is still being breastfed *seka peluh* there are nights when i still have to wake up up to 5 times because he demands to be breasfed.

- starts to call bigger kids "teman" instead of "kakak." and now he calls babies with "dedek."

- demands to be read aloud when he finds a book. he would give me the book, sit on my lap, and would not set me free until i finished reading the whole book. this is good, right? considering he's being stuffed with non-stop tv in my mother's house during weekdays.

*a working mother's melancholy on a monday morning*

20/10/2011

untitled #20

i look at my boss who just spent her night sleeping at the office for the nth time. i can't help not to wonder when was the last time she sees her children.... it disturbs me to know that i'm dealing with a workaholic on daily basis. and she's a woman. randomly i browsed some info regarding workaholism on the internet, and i found this:

"...He says that the spouses and children of workaholics grow feeling isolated and lonely, because of the vacant relationships caused by their workaholic parents. Children of workaholics, he says, continue to carry those feelings in to their adulthood." from here.

all of a sudden i feel regret and guilt for having brought my work home and ignore bumy when i was busily trying to get my tasks done. God, please give me strength to have balance with these roles You bestow upon me....

12/10/2011

our children will be next

"...Only 600 miles to the south, there's a vast city. And here you find civilized man. Civilized man refused to adapt himself to his environment; instead, he adapted his environment to suit him. So he built cities, roads, vehicles, machinery, and he put up power lines to run his labour-saving devices. But somehow he didn't know where to stop. The more he improved his surroundings to make life easier, the more complicated he made it.
So now his children are sentenced to 10-15 years of school, just to learn how to survive in this complex and hazardous habitat they were born into. And civilized man, who refused to adapt to his surroundings, now finds he has to adapt and re-adapt every hour of the day to his self-created environment. For instance, if it's Monday and 7:30 comes up, you have to dis-adapt from your domestic surroundings and re-adapt yourself to an entirely different environment. 8:00 means everybody has to look busy. 10:30 means you can stop looking busy for 15 minutes. And then you have to look busy again.
And so your day is chopped into pieces, and in each segment of time you adapt to a new set circumstances. No wonder some people go off the rails a bit...


But in the Kalahari, it's always Tuesday, or Thursday if you like, or Sunday. No clocks or calendars tell you to do this or that.
"

From The Gods Must Be Crazy (1981) :D

15/09/2011

morning bell

berawal dari keluhan mutual gue dan adit di tengah kemacetan, "susah amat sih kita bangun pagi?!" karena untuk kesekian kalinya kita telat bangun dan berdampak terjebak in routine traffic jam madness kota jakarta. kebetulan sehari sebelumnya gue baru membeli buku "Allah Maha Pemurah Maka Engkau Gampang Menikah" oleh Ustadz Yusuf Mansur. tak disangka-sangka, gue menemukan bagian yang sukses membuat gue mewek sampai gak bisa membacakannya buat adit tanpa membuat suara jadi ciut dan berulang-ulang menyeka sudut mata :')

"Ketika saya jalan-jalan ke toko buku di kawasan Senen, saya membaca sebuah puisi yang membuat air mata saya menetes. Ada sebuah tulisan yang sangat menggugah hati saya.

'Alangkah nikmatnya orang yang bisa bangun pagi. Betapa bahagianya orang-orang yang bisa melihat fajar. Betapa bahagianya orang-orang yang bisa melangkah shalat subuh ke masjid, menghirup udara segar, merasakan desiran angin, merasakan segarnya udara pagi. Betapa indahnya kubayangkan, ketika tangan kanan menuntun istri dan tangan kiri menuntun anak. Betapa enaknya seorang ayah yang bisa bercanda bersama anaknya ke mesjid.'

Ternyata, tulisan itu dibuat oleh seorang ayah yang sudah 15 tahun merindukan kehadiran seorang anak. Ya Allah, dia yang tidak punya anak saja bisa membayangkan hal itu, sedangkan saya yang punya anak tidak pernah membawa anak saya shalat subuh ke mesjid."

*sniffs*
*counts my blessing*

12/09/2011

Cita-cita

Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja:
ingin sampai rumah saat senja supaya saya
dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.

Ah cita-cita. Makin hari kesibukan makin bertumpuk,
uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya
pulang terlambat. Seperti turis lokal saja, singgah
menginap di rumah sendiri buat sekedar melepas penat.

Terberkatilah waktu yang dengan tekun dan sabar
membangun sengkarut tubuhku menjadi rumah besar
yang ditunggui seorang ibu. Ibuwaktu berbisik mesra,
“Sudah kubuatkan sarang senja di bujur barat tubuhmu.
Senja sedang berhangat-hangat di dalam sarangnya.”

(2003)
Sajak Joko Pinurbo