sebentar lagi Bumy 16 bulan, tapi gue baru inget belum update catatan milestone. well, here goes:
- makannya udah gak pernah pakai bubur lagi, udah nasi terus. lumayan memudahkan sih, jadi gue tinggal bikin gravy untuk beberapa hari terus ditaro di kulkas.
- giginya (masih) delapan, klop empat atas bawah, di depan semua.
- udah bisa naik turun ranjang dan sofa yang tingginya hampir sebadan dia sendiri. deg-degan sih liatnya, tapi kalau ngikutin hasil seminar sama Najeela Shihab kemarin, bagian otak anak yang paling awal berkembang adalah bagian mirroring. jadi dia memproyeksikan apa yang kita orangtua (atau active caretakers) 'harapkan' dari dia. sooo gue SOK berpikir positif ajah, dan alhamdulillah skill panjat-memanjat Bumy makin terasah (blah).
- kelakuannya yang funnily nyeleneh, di antaranya suka banget sama topi pet bokap gue. ini unik, karena sejak baru keluar dari perut, Bumy gak suka dipakaiin topi. pasti dia tarik sendiri. makanya gue heran banget suatu malam menemui dia santai aja pas dipakaiin topi bokap gue. trus orang-orang rumah bilang, "iya, dia emang suka banget topi itu," bahkan suka sampai minta, nunjuk-nunjuk ke arah topi minta diambilin. kelakuan nyeleneh satu lagi, yaitu suka belagak nelpon-seperti sejak 14 bulan-tapi sambil jalan-jalan keliling rumah. nanti hp siapapun itu ditaro di kuping, trus dia mondar-mandir sambil ngocehhh. ocehannyapun meniru orang yang lagi beneran nelpon, "hwooh," "oma?!" (teriak kenceng), "twuus?", "acacacapekapekab9$&)_&^..." dia juga pakai jeda gitu ngocehnya seolah ada yang diajak bicara x)
jackpotnya adalah kalo dua kelakuan itu dipadukan: Bumy keliling rumah belagak nelpon, ngoceh kenceng-kenceng, dengan memakai topi opa. -__-
- he touches EVERYTHINGGGGG. phew! beberapa perkakas di rumah udah pindah ke belakang, untungnya ruang belakang rumah gue dipisahin sama pintu. kalo kita di rumah, semua pintu tertutup rapat, karena Bumy hobi banget dorong-dorong pintu. kakinya pernah kena ujung bawah pintu :S
gue udah beli beberapa safety tools, seperti penahan pintu biar gak ketutup rapat, stiker ubin kamar mandi biar gak licin, dan kunci gagang bukaan rak gitu (foto menyusul). yang belum ketemu tuh penutup saklar (akhirnya ditempelin selotip aja) sama pagar/play yard. ada sih tempat rental mainan yang udah gue hubungi, tapi barangnya baru bisa diambil minggu ini. sementara kemaren iseng nanya di mothercare harganya 2 juta sekian ajah.
- lagi suka muter-muter bikin dirinya sendiri pusing -___- abis itu jatoh. bener ya bayi tuh pelupa, harus rajiiiin deh kita 'mengingatkan' (baca: mengulang-ulang larangan).
- lagi suka meniru iklan susu dancow di mana si bocah loncat-loncat di tempat.
- kalo naik tangga sambil dipegangin tangannya sama kita, beuh gayanya, satu langkah satu anak tangga.
- haus teman sebaya. Bumy girang banget kalo udah ketemu anak kecil... tanpa malu-malu dia akan teriak-teriak mencoba menarik perhatian anak kecil lain itu. trus dia cengengesan, ngoceh kenceng-kenceng, bahkan gemes banget sama si temen ini. sampe kasian gue liatnya. segitu terpenjaranyakah anak gue sehari-hari?? (lebay).
- sangatttt membutuhkan toddler carseat. iya ini sih curhat gue!
- belum juga mencoba uht. gimana yah, abis guenya parno :(
- (kayanya sekarang dimulai section keluhan sang emak) tidur malamnya Bumy kacauuu. dalam semalam bisa bangun, atau lebih tepatnya minta nenen, LIMA kali. dua bulan ini badan gue rasanya tambah jompo aja karena gak bisa punya quality sleep. i know this sounds so manja. gue sampe bosen (kelepasan) cerita ke nyokap karena responnya selalu "ya begitulah resiko punya anak!" okay, that's really comforting.
menurut hasil browsing ke babycenter (what can i do without thou, o internet?), Bumy might need soothing sleeping object, either it's a soft toy, or a blanket. intinya hal yang bisa membuat dia kembali tidur kalau tiba-tiba rewel gak jelas di malam hari. kutipannya begini,
"One of the key ways to help your toddler learn to go back to sleep on his own at night is to make sure that the sleep-associated objects he has around him at bedtime are the same each time he surfaces from sleep. If he goes to sleep in Mum's arms or watching the TV, then this is what he will associate with sleep and want in the middle of the night!"
nah, rasain deh gue! tiap kali Bumy merengek, hal pertama yang gue lakukan adalah nyodorin t*te! akibatnya gue sering banget masuk angin gara-gara perut ngablak semalaman, and not to mention the sleep deprivation, ihik. akhirnya kemarin gue dan adit bawa Bumy ke toko boneka, demi menjadi sang soothing sleeping object. dan kita juga sepakat membiarkan dia milih boneka MANAPUN yang dia mau, regardless of the color! karena pernah kejadian, Bumy suka banget sama boneka piglet, dipegaaaang terus, tapi karena bapake nggak sreg sama warna pink gonjrengnya, akhirnya boneka tigger yang dibeli. yang terjadi selanjutnya, boro-boro deh Bumy mau nyentuh si tigger. sebelum mencapai kesepakatan, gue racunin adit dulu, "gapapa kali cowok demen pink, banyak kok anak kecil yang gitu." gue kasih contoh kasus anak orang kantor yang sukaaa warna pink padahal cowok.
di toko, pertama-tama gue sodorin dulu boneka yang warnanya mencolok (including pink of course) ke Bumy, tapi nggak ada yang bikin dia tertarik (bapaknya lega bener nih). beberapa saat keliling, gue liat boneka teddynya mr. bean. gue coba kasihin ke Bumy, eh ternyata suka! kita trial dulu, kita sodorin lagi boneka-boneka lain (terutama yang pink), Bumy bergeming, tetep kepincut sama si teddy. okhelah... jadi kita anggap pencarian sudah berakhir, mari menyambut teddy sebagai teman bobok pengganti nenen, haha.
tapi ternyata ujian sesungguhnya baru dihadapi di luar toko. begitu melangkah sekian puluh langkah dari toko, tiba-tiba si teddy udah tergeletak di lantai karena dibuang sama Bumy. gue dan adit membeku. alamaaak, belom juga sepuluh menit dibeli, mahal pulak, kandas deh harapan kami akan tidur malam yang nyaman T__T abis itu Bumy bener-bener gak mau nyentuh si teddy (yang kita kasih nama kato karena terinsipirasi green hornet), tapi gue tetep taro si kato di tempat tidur sih. kali aja akan datang keajaiban yang bikin Bumy kepincut lagi sama si kato/teddy. amin.
07/03/2011
09/02/2011
to be financially fit..
hampir dua minggu yang lalu, gue menghadiri seminar "shape up your financial..." err apa ya judul lengkapnya? hehehe judul seminar aja nggak inget, gimana bisa inget materinya, coba x)
anyways, seminar ini diadakan oleh the daily media, itu loh 'perusahaan' di balik fashionesedaily.com dan mommiesdaily.com-which i visit religiously (meski jarang berkontribusi ngasih komentar). gue tertarik datang ke seminar ini terutama karena bakal melihat dan mendengar ligwina langsung, hihi. i can't say i'm her fan, tapi gue pikir dia pribadi yang heybat dan i was so excited to be an audience of her public speaking.
jujur ya, menurut gue materi yang diberikan saat itu pemula banget.. wahaha, belaguuu. tapi gue (seperti kawan-kawan gue para emak lainnya) udah sering baca ilmu seputar financial planning. kalo ngumpul aja yang dibahas reksadana, ahmad gozali (materi investasinya lohh yang dibahas hihi), properti, KPR... jadi kita udah familiar sama istilah dana darurat, dana pendidikan, pensiun, proteksi, dan sebagainya (meskipun belum memulai investasinya hehe).
pembahasan seminar yang lengkap bisa didapat dari para emak2 blogger terkenal, salah satunya di nishadias.blogspot.com hehe.
hal-hal menarik yang pengen gue share di sini justru kata-kata ligwina seputar kenapa kita perlu financial planning, dan betapa dia seperti 'kita' banget; emak-emak yang doyan belanja, seneng-seneng, tapi 'tertampar' kenyataan bahwa kita juga pengatur kondisi finansial keluarga.
- "semua yang di sini income-nya ada batasnya kan? kalo gak ada batasnya pasti lo gak akan ikut seminar ini." >> hihi i found it witty.
- "it's not how much you earn, it's how much you can save." >> word!! gue ngerasain banget pusing ngatur budget supaya bisa alokasi sekian rupiah untuk ditabung.
- we women are emotional and we tend to be emotional buyers. wina nyeritain saat dia dulu baru punya anak, saldo di tabungan tinggal seratus ribu sekian, dan membawa bayinya survey sekolah. dia tercengang menemui biaya pendidikan yang ajegilhee besarnya. ujug-ujug saat ada saudaranya menawarkan asuransi pendidikan, karena terbutakan oleh kata "pendidikan" and the need to be responsible for her child, dia beli aja tanpa menelusuri seberapa besar benefit yang didapatkan. alih-alih untung, pada tahun ke-tiga dia udah gak sanggup bayar preminya (yang emang gedee) dan saat mau menutup asuransi tersebut, ternyata return yang didapat cuma NOL rupiah.
- "TUJUANLO APA?" >> kata wina, kalau kita gak tau tujuan kita apa, seperti yang dia alami dengan asuransi pendidikan di atas, begitu ditawarkan suatu produk keuangan, tanpa tau seberapa besar yang kita perlukan, kita main ambil aja tawaran itu tanpa menggali sebenarnya kita untung atau rugi.
nah ini dianalogikan dengan perjalanan kita masuk ke tol jagorawi... karena gak tau tujuannya ke mana, kita melaju ajaa terus... di tengah jalan, baru deh sadar, ohyaa sebenarnya tujuan kita ke bandara cengkareng! gak nyambung kaaan. >> really, this also applies to life T__T
- di sesi tanya jawab, ada cewek yang akan menikah dan berencana jadi ibu rumah tangga setelah ganti status nanya how can she achieve financial independence by being ibu rumah tangga? wuih kebetulan banget.. ini salah satu hal yang udah gue rencanakan untuk tanya juga! to my surprise, wina answered, "lo yakin mau jadi IRT? dulu setelah nikah gue juga jadi IRT selama 7 tahun sampai akhirnya gue resign! you have to bear in mind that sebaik-baiknya suami kita, kita tetap harus MINTA uang ke dia. so no, i don't think you can achieve financial independence by being an IRT and not earning money." >> jlebbb... strike one untuk 'cita-cita' gue berhenti kerja, jadi trophy wife, dan menghabiskan duit suami.
- gue 'terpilih' untuk mengajukan pertanyaan ke wina!! hoahoaa ge-ro-gii boo x) gue nanya soal dana kesehatan setelah pensiun, gimana cara mem-budget-kannya dan kapan, apakah sekarang saat planning dana pensiun, atau nanti-which means dimasukkan ke biaya hidup kita setelah pensiun. jawaban dia, "you're so lucky to have asuransi kesehatan setelah pensiun. nggak ada loh perusahaan di indonesia yang ngasih benefit itu." >> strike two!
oya jawabannya adalah kita perlu bikin plan dana kesehatan setelah pensiun, dihitung keperluannya sekitar berapa dan kita mulai investasi deh dari sekarang.
- "kalau lo beli proteksi, jangan nyari untung!" >> misalnya lo udah punya asuransi kesehatan dobel, trus lo mencoba tricky nyari untung dari asuransi yang ngasih santunan harian. ingat, tujuan beli asuransi adalah proteksi, ada premi juga kan yg musti dibayar, jadi biar efisien disesuaikan sama kebutuhan.
- "kalau berinvestasi, jangan serakah! inget lagi, tujuanlo apa?" >> ini misalnya untuk dana pendidikan jangka pendek lo taro di deposito, trus lo bilang 'tapi bunga depo kan kecil, mendingan gue taro di reksadana campuran.' masing-masing investasi ada resikonya, jadi jangan karena mau nyari untung yg gak seberapa, tujuanlo malah jadi gak tercapai.
- "rejeki emang udah diatur, tapi (anak) yang di depan matalo itu wajib diurus!" >> jlebb lagih.
- di situ wina minta kita semua yang dateng untuk berkomitmen menabungkan minimal 10 persen dari income bulanan. kalo bisa 20%, 30%, lebih bagus lagii. tapi ada kata-kata dia yang lagi-lagi menancap di hatiku, dia bilang misalnya kita lagi ngumpulin dana darurat, terus di tengah jalan tergoda ikutan sale, jadi tergoda juga deh buat makai duit di dana darurat itu. dia bilang, "berhenti menyabotase diri kita sendiri!" (gue baca di bheboth.wordpress.com kata-katanya "stop sabotaging yourself from being a billionaire!" wuihh i wanna be a billionaireee!). it struck me hard. kita sendiri yang bersusah-payah ngumpulin duit, terus demi kesenangan 'sesaat,' kita menggagalkan usaha yang kita buat SENDIRI untuk kehidupan yang lebih baik. that doesn't only apply in terms of money i guess, but also to life in general. that. is. so. DEEP.
(btw untuk meng-counter napsu belanja cewek yang emosionil, ligwina menyarankan kita membuat magical shopping account. misalnya kita sisihkan 300 ribu per bulan, dalam tiga bulan kita udah punya 900 ribu dan pas ada sale, tenang deh karena kita bisa pakai dana itu buat belanja "apa aja yang lo mau!" hihihi).
- this is a quote from ligwina('s dad, actually) that shook me to da core: "your education is not my obligation. it's my RESPONSIBILITY."
- and last but not least, she said, "The risk of NOT investing is greater than the risk of investing itself." >> camkan itu, ome!
anyways, seminar ini diadakan oleh the daily media, itu loh 'perusahaan' di balik fashionesedaily.com dan mommiesdaily.com-which i visit religiously (meski jarang berkontribusi ngasih komentar). gue tertarik datang ke seminar ini terutama karena bakal melihat dan mendengar ligwina langsung, hihi. i can't say i'm her fan, tapi gue pikir dia pribadi yang heybat dan i was so excited to be an audience of her public speaking.
jujur ya, menurut gue materi yang diberikan saat itu pemula banget.. wahaha, belaguuu. tapi gue (seperti kawan-kawan gue para emak lainnya) udah sering baca ilmu seputar financial planning. kalo ngumpul aja yang dibahas reksadana, ahmad gozali (materi investasinya lohh yang dibahas hihi), properti, KPR... jadi kita udah familiar sama istilah dana darurat, dana pendidikan, pensiun, proteksi, dan sebagainya (meskipun belum memulai investasinya hehe).
pembahasan seminar yang lengkap bisa didapat dari para emak2 blogger terkenal, salah satunya di nishadias.blogspot.com hehe.
hal-hal menarik yang pengen gue share di sini justru kata-kata ligwina seputar kenapa kita perlu financial planning, dan betapa dia seperti 'kita' banget; emak-emak yang doyan belanja, seneng-seneng, tapi 'tertampar' kenyataan bahwa kita juga pengatur kondisi finansial keluarga.
- "semua yang di sini income-nya ada batasnya kan? kalo gak ada batasnya pasti lo gak akan ikut seminar ini." >> hihi i found it witty.
- "it's not how much you earn, it's how much you can save." >> word!! gue ngerasain banget pusing ngatur budget supaya bisa alokasi sekian rupiah untuk ditabung.
- we women are emotional and we tend to be emotional buyers. wina nyeritain saat dia dulu baru punya anak, saldo di tabungan tinggal seratus ribu sekian, dan membawa bayinya survey sekolah. dia tercengang menemui biaya pendidikan yang ajegilhee besarnya. ujug-ujug saat ada saudaranya menawarkan asuransi pendidikan, karena terbutakan oleh kata "pendidikan" and the need to be responsible for her child, dia beli aja tanpa menelusuri seberapa besar benefit yang didapatkan. alih-alih untung, pada tahun ke-tiga dia udah gak sanggup bayar preminya (yang emang gedee) dan saat mau menutup asuransi tersebut, ternyata return yang didapat cuma NOL rupiah.
- "TUJUANLO APA?" >> kata wina, kalau kita gak tau tujuan kita apa, seperti yang dia alami dengan asuransi pendidikan di atas, begitu ditawarkan suatu produk keuangan, tanpa tau seberapa besar yang kita perlukan, kita main ambil aja tawaran itu tanpa menggali sebenarnya kita untung atau rugi.
nah ini dianalogikan dengan perjalanan kita masuk ke tol jagorawi... karena gak tau tujuannya ke mana, kita melaju ajaa terus... di tengah jalan, baru deh sadar, ohyaa sebenarnya tujuan kita ke bandara cengkareng! gak nyambung kaaan. >> really, this also applies to life T__T
- di sesi tanya jawab, ada cewek yang akan menikah dan berencana jadi ibu rumah tangga setelah ganti status nanya how can she achieve financial independence by being ibu rumah tangga? wuih kebetulan banget.. ini salah satu hal yang udah gue rencanakan untuk tanya juga! to my surprise, wina answered, "lo yakin mau jadi IRT? dulu setelah nikah gue juga jadi IRT selama 7 tahun sampai akhirnya gue resign! you have to bear in mind that sebaik-baiknya suami kita, kita tetap harus MINTA uang ke dia. so no, i don't think you can achieve financial independence by being an IRT and not earning money." >> jlebbb... strike one untuk 'cita-cita' gue berhenti kerja, jadi trophy wife, dan menghabiskan duit suami.
- gue 'terpilih' untuk mengajukan pertanyaan ke wina!! hoahoaa ge-ro-gii boo x) gue nanya soal dana kesehatan setelah pensiun, gimana cara mem-budget-kannya dan kapan, apakah sekarang saat planning dana pensiun, atau nanti-which means dimasukkan ke biaya hidup kita setelah pensiun. jawaban dia, "you're so lucky to have asuransi kesehatan setelah pensiun. nggak ada loh perusahaan di indonesia yang ngasih benefit itu." >> strike two!
oya jawabannya adalah kita perlu bikin plan dana kesehatan setelah pensiun, dihitung keperluannya sekitar berapa dan kita mulai investasi deh dari sekarang.
- "kalau lo beli proteksi, jangan nyari untung!" >> misalnya lo udah punya asuransi kesehatan dobel, trus lo mencoba tricky nyari untung dari asuransi yang ngasih santunan harian. ingat, tujuan beli asuransi adalah proteksi, ada premi juga kan yg musti dibayar, jadi biar efisien disesuaikan sama kebutuhan.
- "kalau berinvestasi, jangan serakah! inget lagi, tujuanlo apa?" >> ini misalnya untuk dana pendidikan jangka pendek lo taro di deposito, trus lo bilang 'tapi bunga depo kan kecil, mendingan gue taro di reksadana campuran.' masing-masing investasi ada resikonya, jadi jangan karena mau nyari untung yg gak seberapa, tujuanlo malah jadi gak tercapai.
- "rejeki emang udah diatur, tapi (anak) yang di depan matalo itu wajib diurus!" >> jlebb lagih.
- di situ wina minta kita semua yang dateng untuk berkomitmen menabungkan minimal 10 persen dari income bulanan. kalo bisa 20%, 30%, lebih bagus lagii. tapi ada kata-kata dia yang lagi-lagi menancap di hatiku, dia bilang misalnya kita lagi ngumpulin dana darurat, terus di tengah jalan tergoda ikutan sale, jadi tergoda juga deh buat makai duit di dana darurat itu. dia bilang, "berhenti menyabotase diri kita sendiri!" (gue baca di bheboth.wordpress.com kata-katanya "stop sabotaging yourself from being a billionaire!" wuihh i wanna be a billionaireee!). it struck me hard. kita sendiri yang bersusah-payah ngumpulin duit, terus demi kesenangan 'sesaat,' kita menggagalkan usaha yang kita buat SENDIRI untuk kehidupan yang lebih baik. that doesn't only apply in terms of money i guess, but also to life in general. that. is. so. DEEP.
(btw untuk meng-counter napsu belanja cewek yang emosionil, ligwina menyarankan kita membuat magical shopping account. misalnya kita sisihkan 300 ribu per bulan, dalam tiga bulan kita udah punya 900 ribu dan pas ada sale, tenang deh karena kita bisa pakai dana itu buat belanja "apa aja yang lo mau!" hihihi).
- this is a quote from ligwina('s dad, actually) that shook me to da core: "your education is not my obligation. it's my RESPONSIBILITY."
- and last but not least, she said, "The risk of NOT investing is greater than the risk of investing itself." >> camkan itu, ome!
31/01/2011
in his 14th month age
ahahaha akhirnya tergerak juga bikin milestone anak, insya Allah maunya sih dibuat rutin :D
jadii, di usia 14 bulan-an ini, bumy:
- jalan ke sana ke mari dengan gaya robotik.. hehe, kalo istilah di babycenter sih "toddles well." sambil jalan, tangannya kadang dua-duanya diangkat ke depan atau ditaro di perut. kayanya sih sebagai usaha balancing *sok tau*
di rumah (gue ataupun nyokap) dia muter-muter sendiri ajaa, lucu sekaligus mengkhawatirkan sih (maklum ibu parno), kadang gue tinggal sebentar ke dapur, eh di ruang tamu udah nggak ada. jadi gue panggil-panggil, "mii.. di manaa" trus dari kamar ada suara terkekeh-kekeh atau ocehan dia.
- menurut nyokap gue, anak kecil kalo baru bisa jalan biasanya kan luruus doang, nah si bumy udah bisa belok-belok, atau lagi jalan lurus tiba-tiba berbalik arah muter badan. karena berdirinya aja masih oglek-oglek, kita yang ngeliat suka deg-degan (gue doang kayanya). apa mungkin karena sebelum berani jalan sendiri, bumy udah hobi dorong-dorong walker ala pemotong rumput ya? jadi kalo tu walker mentok di tembok atau furniture, dia bisa tarik mundur terus ganti arah. atau ini justifikasi gue aja bahwa walker tersebut gak sia-sia dibeli? :P
- suka banget bercanda. adit yang pertama notice ini. bumy suka ngusilin orang gitu, kalo di mobil, manjat-manjat dari belakang kursi, trus nepuk-nepuk kepala orang yang di bangku depan. atau ngacak-ngacak muka orang sambil ketawa-ketawa. atau pura-pura ngumpetin barang, ada aja deh.
- suka banget main cilukba. sambil nenen aja jilbab gue suka diangkat-angkat, terus dia yang "baa!"
- menunjukkan keinginan, salah satu caranya dengan menunjuk-nunjuk. misalnya mau minta dibacain buku, dia nunjuk ke rak buku. minta disetelin dvd barney, nunjuk ke dvd di atas tv. minta ke situ, nunjuk ke situ, heheh. soal baca buku ini juga kayanya udah menjadi agenda wajib buat dia tiap malam. pernah dia tidur tanpa dibacain buku, satu jam kemudian tiba-tiba dia bangun, terus "uh uh" sambil nunjuk ke rak buku... gue cuma kuat bacain setengah buku (empat halaman) abis itu nyuruh bapaknya nerusin, hehehe.
- barney telah menjadi bagian dari keluarga kami T__T gue dan adit yang awalnya sempat 'muak' ngulang-ngulang dvd barney yang itu-ituu aja (bumy gak mau yang lain! maunya khusus episode "rainbow beard the pirates" udah gue beliin barney yang lain, backyardigans, thomas, tiada yang bisa menyihirnya seperti barney), akhirnya meng-embrace barney dengan ikut heboh menyanyikan lagu-lagunya saat dvd tersebut diputar. begitu dvd barney diputar, baru juga lagu pembukanya yang terdengar, bumy langsung heboh joget deh. goyang-goyang kepala, kaki, tangan.
sekarang bumy udah merambah ke meniru gaya joget di barney pula. ada adegan dansa "old brass wagon" di mana anak-anaknya pada joget loncat-loncat, bumy sambil pegangan di kursi akrobat ngangkat satu kaki juga boo... gue ngakak liatnya. adegan ini udah sering kita coba tangkap di kamera, tapi gagal terus ey.
- bisa belagak nelpon akibat sering disodorin hp sebagai sogokan supaya gak rewel, dan sering ngoprek-ngoprek pesawat telpon rumah. hp atau horn telepon ditaro di kuping, terus dia bilang "hwooh."
- lagi suka banget melempar barang dengan kencaang dan sepertinya ditargetkan jauh sama dia *elus-elus hp flexi satu-satunya*
- bisa dadah-dadah kalo 'disuruh.' sebenernya gak disuruh juga sih, dia sepertinya juga sudah meng-embrace fakta harus ditinggal kerja sama ibunya setiap pagi. jadi kalo udah dilakukan serah terima ke omanya, dia otomatis dadah-dadah ke gue dan adit. pernah gue isengin malem-malem gue dan adit ke mobil tanpa dia, dia otomatis aja dadah-dadah. and this leads to...
- no more separation anxiety, hehe. kalo ditinggal kerja udah gak meratap-ratap. udah enggak atau lagi enggak ya?
- tapi yang baru gue notice malah stranger anxiety. kemarin di arisan keluarga, bumy yang biasanya mau aja digendong siapapun asal perempuan, berubah jadi super nemplok sama gue. nggak mau disentuh siapapun, meskipun itu perempuan dan memakai baju warna mencolok (bumy's preference).
- giginya ada empat di atas, tiga di bawah.
- suka sekali berjoget -__- yang gue tau sih dia otomatis joget kalo denger ringtone hp, iklan sosis shinta-jojo, atau ada lagu 'bagus' di radio.
- beberapa waktu lalu gue 'ngajarin' dia berlagak nyuapin boneka gitu, trus dia jadi suka banget megang sendok dan belagak nyuapin kita. dia atau kita bilang "aaa"-yang artinya minta makan-trus disuapin deh sendoknya ke arah mulut kita. ntar dia ketawa-ketawa puas kalo udah berhasil nyuapin.
semoga posting ini tidak terlalu rabid-bu-nda ya.. hihi, karena jujurnya sih sulit membedakan mana yang 'pencapaian perkembangan' dengan mana yang 'sebenarnya-semua-bayi-melakukannya-tapi-gue-aja-lebay' :P
jadii, di usia 14 bulan-an ini, bumy:
- jalan ke sana ke mari dengan gaya robotik.. hehe, kalo istilah di babycenter sih "toddles well." sambil jalan, tangannya kadang dua-duanya diangkat ke depan atau ditaro di perut. kayanya sih sebagai usaha balancing *sok tau*
di rumah (gue ataupun nyokap) dia muter-muter sendiri ajaa, lucu sekaligus mengkhawatirkan sih (maklum ibu parno), kadang gue tinggal sebentar ke dapur, eh di ruang tamu udah nggak ada. jadi gue panggil-panggil, "mii.. di manaa" trus dari kamar ada suara terkekeh-kekeh atau ocehan dia.
- menurut nyokap gue, anak kecil kalo baru bisa jalan biasanya kan luruus doang, nah si bumy udah bisa belok-belok, atau lagi jalan lurus tiba-tiba berbalik arah muter badan. karena berdirinya aja masih oglek-oglek, kita yang ngeliat suka deg-degan (gue doang kayanya). apa mungkin karena sebelum berani jalan sendiri, bumy udah hobi dorong-dorong walker ala pemotong rumput ya? jadi kalo tu walker mentok di tembok atau furniture, dia bisa tarik mundur terus ganti arah. atau ini justifikasi gue aja bahwa walker tersebut gak sia-sia dibeli? :P
- suka banget bercanda. adit yang pertama notice ini. bumy suka ngusilin orang gitu, kalo di mobil, manjat-manjat dari belakang kursi, trus nepuk-nepuk kepala orang yang di bangku depan. atau ngacak-ngacak muka orang sambil ketawa-ketawa. atau pura-pura ngumpetin barang, ada aja deh.
- suka banget main cilukba. sambil nenen aja jilbab gue suka diangkat-angkat, terus dia yang "baa!"
- menunjukkan keinginan, salah satu caranya dengan menunjuk-nunjuk. misalnya mau minta dibacain buku, dia nunjuk ke rak buku. minta disetelin dvd barney, nunjuk ke dvd di atas tv. minta ke situ, nunjuk ke situ, heheh. soal baca buku ini juga kayanya udah menjadi agenda wajib buat dia tiap malam. pernah dia tidur tanpa dibacain buku, satu jam kemudian tiba-tiba dia bangun, terus "uh uh" sambil nunjuk ke rak buku... gue cuma kuat bacain setengah buku (empat halaman) abis itu nyuruh bapaknya nerusin, hehehe.
- barney telah menjadi bagian dari keluarga kami T__T gue dan adit yang awalnya sempat 'muak' ngulang-ngulang dvd barney yang itu-ituu aja (bumy gak mau yang lain! maunya khusus episode "rainbow beard the pirates" udah gue beliin barney yang lain, backyardigans, thomas, tiada yang bisa menyihirnya seperti barney), akhirnya meng-embrace barney dengan ikut heboh menyanyikan lagu-lagunya saat dvd tersebut diputar. begitu dvd barney diputar, baru juga lagu pembukanya yang terdengar, bumy langsung heboh joget deh. goyang-goyang kepala, kaki, tangan.
sekarang bumy udah merambah ke meniru gaya joget di barney pula. ada adegan dansa "old brass wagon" di mana anak-anaknya pada joget loncat-loncat, bumy sambil pegangan di kursi akrobat ngangkat satu kaki juga boo... gue ngakak liatnya. adegan ini udah sering kita coba tangkap di kamera, tapi gagal terus ey.
- bisa belagak nelpon akibat sering disodorin hp sebagai sogokan supaya gak rewel, dan sering ngoprek-ngoprek pesawat telpon rumah. hp atau horn telepon ditaro di kuping, terus dia bilang "hwooh."
- lagi suka banget melempar barang dengan kencaang dan sepertinya ditargetkan jauh sama dia *elus-elus hp flexi satu-satunya*- bisa dadah-dadah kalo 'disuruh.' sebenernya gak disuruh juga sih, dia sepertinya juga sudah meng-embrace fakta harus ditinggal kerja sama ibunya setiap pagi. jadi kalo udah dilakukan serah terima ke omanya, dia otomatis dadah-dadah ke gue dan adit. pernah gue isengin malem-malem gue dan adit ke mobil tanpa dia, dia otomatis aja dadah-dadah. and this leads to...
- no more separation anxiety, hehe. kalo ditinggal kerja udah gak meratap-ratap. udah enggak atau lagi enggak ya?
- tapi yang baru gue notice malah stranger anxiety. kemarin di arisan keluarga, bumy yang biasanya mau aja digendong siapapun asal perempuan, berubah jadi super nemplok sama gue. nggak mau disentuh siapapun, meskipun itu perempuan dan memakai baju warna mencolok (bumy's preference).
- giginya ada empat di atas, tiga di bawah.
- suka sekali berjoget -__- yang gue tau sih dia otomatis joget kalo denger ringtone hp, iklan sosis shinta-jojo, atau ada lagu 'bagus' di radio.
- beberapa waktu lalu gue 'ngajarin' dia berlagak nyuapin boneka gitu, trus dia jadi suka banget megang sendok dan belagak nyuapin kita. dia atau kita bilang "aaa"-yang artinya minta makan-trus disuapin deh sendoknya ke arah mulut kita. ntar dia ketawa-ketawa puas kalo udah berhasil nyuapin.
semoga posting ini tidak terlalu rabid-bu-nda ya.. hihi, karena jujurnya sih sulit membedakan mana yang 'pencapaian perkembangan' dengan mana yang 'sebenarnya-semua-bayi-melakukannya-tapi-gue-aja-lebay' :P
17/01/2011
it's been there all along
beberapa hari kemarin, gue buka-buka lagi stok majalah parents (indonesia) lama yang numpuk di kamar. saat baru melahirkan dulu, adit ngebawain majalah-majalah ini dari kantor, sebenernya mereka punya ex-bos adit yang saat itu baru pindah. karena ditinggalkan begitu aja di kantor, kita pikir, daripada mubazir lebih baik jadi sumber ilmu buat ibu baru yang culun macam diriku kan (justifikasi alert) hehe...
secara random, gue ambil majalah edisi maret 2008, buka sambil lalu, trus gak disangka-sangka jadi excited! kok artikel-artikelnya bagus banget ya? beberapa topik yang diangkat seolah membaca kekhawatiran yang sering gue rasakan sebagai ibu amatir, misalnya "jadi ibu rumah tangga atau tetap kerja?", "temukan kebahagiaan sebagai orangtua baru", "pentingkah pre-school?", dan satu lagi yang gue lupa judul aslinya gimana, tapi tentang menghadapi batita yang tingkahnya diibaratkan manusia gua... hihihi.
dari artikel pertama, "jadi ibu rumah tangga atau tetap kerja?", gue jadi tau kalo sebaiknya ibu sebagai breadwinner tambahan, berhenti kerja di saat jumlah income-nya sepertiga atau bahkan seperempat dari pengeluaran keluarga. di situ juga disebutkan faktor-faktor pertimbangan lain, seperti 'kaget' menghadapi lingkup sosial yang mengkerut jauhh. awalnya sebagai pekerja terbiasa di antara temen-temen kantor, klien, dan lainnya, sementara sebagai ibu rumah tangga nanti lingkupnya cuma anak dan orang-orang yang di rumah. saran dari penulis artikel adalah untuk menjadwalkan pertemuan rutin sama temen-temen kita... baca ini gue jadi sedih, salah satu temen yang suka jadi pelampiasan gue to act my age udah melanglang buana ke london, huhuhu!
di artikel "pentingkah pre-school?", dibahas mengenai sesungguhnya kebutuhan anak usia TK adalah mengasah kemampuan motorik kasar dan halus, serta mengasah kemampuan sosial dan emosi. jadi sebenarnya hal-hal itu bisa didapat dari pendidikan di rumah, dan exposure anak ke lingkungan bermain di sekitarnya (tetangga). emang sih, seiring dengan semakin banyaknya perempuan yang bekerja, pendidikan di rumah (home schooling) jadi sulit dilakukan (hiksss), karenanya banyak yang memilih menyekolahkan anak di TK.
nah di artikel tersebut juga disebutkan beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat kita melakukan trial sebelum memilih TK. perhatikan apakah anak diberikan kesempatan bertanya, apakah anak ditanya oleh gurunya setiap habis melakukan kegiatan, dan pilihlah TK yang tidak menitikberatkan pada pengajaran berhitung dan membaca, karena sebenarnya tujuan TK adalah untuk menjadi sarana mengasuh kemampuan sosial dan emosi anak melalui bermain. pelajaran berhitung dan membaca adalah materi SD, jadi seharusnya anak usia TK tidak 'dituntut' untuk bisa/mahir melakukan kedua hal itu.
trus ini yang seru, tentang menghadapi batita yang tingkahnya diibaratkan manusia gua. batita mulai usia 2-3 tahun umumnya suka tantrum, marah dan kesal gak jelas. nah, di situ dijelasin kalo batita bukanlah miniatur orang dewasa. mereka itu manusia yang belum berkembang sepenuhnya. jadi, orang dewasa berpikir dengan otak kiri, sementara batita, karena otak kirinya belum sempurna berkembang, berpikir dengan otak kanannya. kalau kita merasakan emosi tertentu, kita akan otomatis menganalisanya sebelum kita melakukan aksi. sementara batita, merasakan emosi, dan 'bingung' harus melakukan apa terhadap emosi itu. makanya timbullah tantrum. cara batita mewujudkan emosi dengan marah-marah sambil bicara tidak jelas itulah yang diibaratkan dengan kelakuan manusia gua. nah, saat lagi tantrum, kita mau kasihtau mereka dengan omongan macam apapun, itu tidak akan berhasil karena mereka tidak bisa mencernanya dengan otak kiri yang belum sempurna. so to communicate with a caveman, you have to act like a caveman!
ini step-by-step praktis yang gue saring dari artikel itu:
- kita tunjukkan dulu kalo we know how they're feeling, by imitating their emotion! dari satu kasus nyata, si anak tantrum di toko mainan. yang si ibu lakukan adalah meniru tingkah laku si anak... anaknya ngomong marah-marah, ibunya niru "iya, kamu kessssell gak boleh beli mainan!", anaknya menghentak-hentakkan kaki, ibunya juga. emang sih, dia diliatin semua orang di situ karena dianggap freak haha... saran dari penulis sih kita cukup tiru sepertiga emosi anak kita aja, yang penting messagenya sampe, yaitu kita merasakan juga apa yang dia rasakan.
- miraculously, si anak akan menjadi agak 'adem', at least tantrumnya gak sebesar sebelumnya, karena otak kanannya mencerna bahwa emosi dia bisa dimengerti oleh kita. saat inilah kita kasih tau pembelajaran atau instruksi yang mau kita sampaikan. misalnya "kita akan beli mainan bulan depan, karena sekarang jatah beli mainan sudah habis" atau "kamu gak bisa makan es krim terlalu banyak karena nanti bisa sakit tenggorokan."
jujur gue belum pernah melakukan sendiri eksperimen ini karena anak gue belum mencapai 2 tahun hehe.. tapi penulisnya bilang, suaminya mencoba mempraktekkan teori ini ke dia, and it worked. yes as sexist as it sounds, tapi kita perempuan emang cenderung 'berpikir' dengan otak kanan saat lagi kesal atau sedih. gue seperti itu sih, maap ya sebelumnya kalo mengeneralisir :D
well, can't wait to read more of those parents indo magazine. nanti kalo ada yang menarik lagi, gue beberkan di sini (pertanyaannya, adakah ibu amatir selain diriku?) hehe...
secara random, gue ambil majalah edisi maret 2008, buka sambil lalu, trus gak disangka-sangka jadi excited! kok artikel-artikelnya bagus banget ya? beberapa topik yang diangkat seolah membaca kekhawatiran yang sering gue rasakan sebagai ibu amatir, misalnya "jadi ibu rumah tangga atau tetap kerja?", "temukan kebahagiaan sebagai orangtua baru", "pentingkah pre-school?", dan satu lagi yang gue lupa judul aslinya gimana, tapi tentang menghadapi batita yang tingkahnya diibaratkan manusia gua... hihihi.
dari artikel pertama, "jadi ibu rumah tangga atau tetap kerja?", gue jadi tau kalo sebaiknya ibu sebagai breadwinner tambahan, berhenti kerja di saat jumlah income-nya sepertiga atau bahkan seperempat dari pengeluaran keluarga. di situ juga disebutkan faktor-faktor pertimbangan lain, seperti 'kaget' menghadapi lingkup sosial yang mengkerut jauhh. awalnya sebagai pekerja terbiasa di antara temen-temen kantor, klien, dan lainnya, sementara sebagai ibu rumah tangga nanti lingkupnya cuma anak dan orang-orang yang di rumah. saran dari penulis artikel adalah untuk menjadwalkan pertemuan rutin sama temen-temen kita... baca ini gue jadi sedih, salah satu temen yang suka jadi pelampiasan gue to act my age udah melanglang buana ke london, huhuhu!
di artikel "pentingkah pre-school?", dibahas mengenai sesungguhnya kebutuhan anak usia TK adalah mengasah kemampuan motorik kasar dan halus, serta mengasah kemampuan sosial dan emosi. jadi sebenarnya hal-hal itu bisa didapat dari pendidikan di rumah, dan exposure anak ke lingkungan bermain di sekitarnya (tetangga). emang sih, seiring dengan semakin banyaknya perempuan yang bekerja, pendidikan di rumah (home schooling) jadi sulit dilakukan (hiksss), karenanya banyak yang memilih menyekolahkan anak di TK.
nah di artikel tersebut juga disebutkan beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat kita melakukan trial sebelum memilih TK. perhatikan apakah anak diberikan kesempatan bertanya, apakah anak ditanya oleh gurunya setiap habis melakukan kegiatan, dan pilihlah TK yang tidak menitikberatkan pada pengajaran berhitung dan membaca, karena sebenarnya tujuan TK adalah untuk menjadi sarana mengasuh kemampuan sosial dan emosi anak melalui bermain. pelajaran berhitung dan membaca adalah materi SD, jadi seharusnya anak usia TK tidak 'dituntut' untuk bisa/mahir melakukan kedua hal itu.
trus ini yang seru, tentang menghadapi batita yang tingkahnya diibaratkan manusia gua. batita mulai usia 2-3 tahun umumnya suka tantrum, marah dan kesal gak jelas. nah, di situ dijelasin kalo batita bukanlah miniatur orang dewasa. mereka itu manusia yang belum berkembang sepenuhnya. jadi, orang dewasa berpikir dengan otak kiri, sementara batita, karena otak kirinya belum sempurna berkembang, berpikir dengan otak kanannya. kalau kita merasakan emosi tertentu, kita akan otomatis menganalisanya sebelum kita melakukan aksi. sementara batita, merasakan emosi, dan 'bingung' harus melakukan apa terhadap emosi itu. makanya timbullah tantrum. cara batita mewujudkan emosi dengan marah-marah sambil bicara tidak jelas itulah yang diibaratkan dengan kelakuan manusia gua. nah, saat lagi tantrum, kita mau kasihtau mereka dengan omongan macam apapun, itu tidak akan berhasil karena mereka tidak bisa mencernanya dengan otak kiri yang belum sempurna. so to communicate with a caveman, you have to act like a caveman!
ini step-by-step praktis yang gue saring dari artikel itu:- kita tunjukkan dulu kalo we know how they're feeling, by imitating their emotion! dari satu kasus nyata, si anak tantrum di toko mainan. yang si ibu lakukan adalah meniru tingkah laku si anak... anaknya ngomong marah-marah, ibunya niru "iya, kamu kessssell gak boleh beli mainan!", anaknya menghentak-hentakkan kaki, ibunya juga. emang sih, dia diliatin semua orang di situ karena dianggap freak haha... saran dari penulis sih kita cukup tiru sepertiga emosi anak kita aja, yang penting messagenya sampe, yaitu kita merasakan juga apa yang dia rasakan.
- miraculously, si anak akan menjadi agak 'adem', at least tantrumnya gak sebesar sebelumnya, karena otak kanannya mencerna bahwa emosi dia bisa dimengerti oleh kita. saat inilah kita kasih tau pembelajaran atau instruksi yang mau kita sampaikan. misalnya "kita akan beli mainan bulan depan, karena sekarang jatah beli mainan sudah habis" atau "kamu gak bisa makan es krim terlalu banyak karena nanti bisa sakit tenggorokan."
jujur gue belum pernah melakukan sendiri eksperimen ini karena anak gue belum mencapai 2 tahun hehe.. tapi penulisnya bilang, suaminya mencoba mempraktekkan teori ini ke dia, and it worked. yes as sexist as it sounds, tapi kita perempuan emang cenderung 'berpikir' dengan otak kanan saat lagi kesal atau sedih. gue seperti itu sih, maap ya sebelumnya kalo mengeneralisir :D
well, can't wait to read more of those parents indo magazine. nanti kalo ada yang menarik lagi, gue beberkan di sini (pertanyaannya, adakah ibu amatir selain diriku?) hehe...
summerbreeze
hari ini kembali bekerja lagi, setelah akhir pekan yang 'tanpa disengaja' menjadi lebih panjang dari biasanya *smirks* dannn... kembali commuting naik bis lipo, setelah entah berapa tahun tidak. minggu ini adit ngambil compliance leave, jadilah ini 'kesempatan' bagi gue mengenang masa-masa lajang berangkat dan pulang kerja sendirian naik bis lipo. selama kerja di citi dan trakindo, gue hampir selalu naik bis ini. selain karena gue parno naik bis umum yang sopirnya ugal-ugalan, bis ini juga berjadwal (tapi tetap gak mempan macet sih, suka telat juga), so it kinda fed the OCD side of moi.
tadi pagi gue diantar ke terminal bis lipo sama adit dan bumy. kita sampai di situ jam 6, dan gue kaget liat antriannya udah mengular... gue langsung minta adit siap-siap nganter gue ke kantor pake mobil, karena setau gue, sekarang bisnya udah diganti sama yang lebih kecil. ogah banget kalo harus berdiri sampai kebayoran! harga tiketnya 15 ribu pula.
tadi pagi gue diantar ke terminal bis lipo sama adit dan bumy. kita sampai di situ jam 6, dan gue kaget liat antriannya udah mengular... gue langsung minta adit siap-siap nganter gue ke kantor pake mobil, karena setau gue, sekarang bisnya udah diganti sama yang lebih kecil. ogah banget kalo harus berdiri sampai kebayoran! harga tiketnya 15 ribu pula.
tapi ternyata gue beruntung, karena pihak pengelola memutuskan ngasih bis yg ukurannya besar melihat animo calon penumpang pagi itu, haha.. jadi gue bisa duduk manis sambil dengerin ipod. sayang seribu sayang, baru juga km 16 tol tangerang-jakarta, jalanan udah stucked dan batre ipod gue abis. bingung mau ngapain... untungnya ambience bis di mana hampir semua penumpangnya molor berhasil menulari gue :P biasanya kalo di mobil sendiri, gue gak enak molor karena kasian adit nyetir sendirian (hihihi padahal suka cuek aja molor sih).
bicara soal weekend yang 'tanpa disengaja' panjang, let me recap some of the events:
- hari kamis, gue gak enak badan. tenggorokan sakit, hidung mampet, dan kepala berdenyut-denyut heboh. sepertinya ini akibat hampir dua minggu begadang nemenin bumy yang gak enak tidur karena teething lantas alergi. gue udah berniat tidur sepanjang siang, tapi kok gak bisa! padahal bumy udah dititipin ke omanya. ngantuk sih iya tapi mata gue menolak merem. ujung-ujungnya gue malah jadi marathon dvd....
bicara soal weekend yang 'tanpa disengaja' panjang, let me recap some of the events:
- hari kamis, gue gak enak badan. tenggorokan sakit, hidung mampet, dan kepala berdenyut-denyut heboh. sepertinya ini akibat hampir dua minggu begadang nemenin bumy yang gak enak tidur karena teething lantas alergi. gue udah berniat tidur sepanjang siang, tapi kok gak bisa! padahal bumy udah dititipin ke omanya. ngantuk sih iya tapi mata gue menolak merem. ujung-ujungnya gue malah jadi marathon dvd....
- jumat, gue sengaja cuti karena udah bikin appointment untuk ngecek alergi bumy sama dr. w di RS Bunda Menteng. hari sabtu seminggu sebelumnya, gue udah dateng ke markas sehat untuk kontrol sama dokter langganan bumy. anehnya, sampai di situ kok kosong melompong (tapi gak dikunci.. jadi gue dan rombongan-ada debby dan nyokap-bebas aja gitu nimbang-nimbang, duduk leyeh-leyeh, numpang pipis di dalem). lantas adit berinisiatif nelpon ke official number markas sehat, ternyata hari itu mereka 'out of service' karena dr. Apin gak praktek.
menurut adit, sebaiknya kita langsung ke klinik alergi, supaya bumy langsung ditangani dokter spesialis. jadi gue browsing deh cari-cari dokter anak yang famous di forum emak-emak, dan dr. w-lah hasilnya. awalnya gue buat appointment untuk sabtu (menurut info dari RS Bunda, calon pasien harus buat janji minimal 2 hari sebelumnya), tapi karena gue denger kalo sabtu ngantrinya parah, jadi gue ganti jumat.
menurut adit, sebaiknya kita langsung ke klinik alergi, supaya bumy langsung ditangani dokter spesialis. jadi gue browsing deh cari-cari dokter anak yang famous di forum emak-emak, dan dr. w-lah hasilnya. awalnya gue buat appointment untuk sabtu (menurut info dari RS Bunda, calon pasien harus buat janji minimal 2 hari sebelumnya), tapi karena gue denger kalo sabtu ngantrinya parah, jadi gue ganti jumat.
kita sampai di bunda sekitar jam 8 dan dapat nomor antrian 7. karena kita pikir-pikir sepertinya akan ngantri lama, jadi kita melipir dulu sarapan di mcd cikini. tapi ternyata saat gue iseng nelpon ke RS Bunda untuk tanya nomor berapa yang udah masuk (sekitar jam 9), ehh disuruh buru-buru dateng. begitu sampe di RS Bunda lagi, kita langsung masuk.
setelah kita cerita soal bidurannya bumy ke dr. w, beliau 'menebak' beberapa hal tentang bumy, mulai dari pola makan sampai perilaku. terus dikeluarin 'list andalan'nya deh (kata lia he's famous for it hehe), yaitu seperangkat bahan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh bumy dan gue (karena bumy masih minum asi saja). beliau menjelaskan kalo bumy berbakat alergi karena diturunkan dari orangtuanya.. dia bilang, biasanya penurunan bakat itu lebih besar dari orangtua yang mukanya lebih mirip dengan si anak. nah sering kita dengar kalo alergi disebabkan debu atau dingin, tapi kalo diliat per kasus, kok ada yang dibilang alergi dingin karena pagi dan malam biduran, tapi begitu siang hari bidurannya hilang padahal di kantor seharian kena ac. kan dingin juga tuh. atau alergi debu, tapi kalau siang hari reaksi alerginya hilang, padahal masih banyak debu juga. menurut beliau itu karena hormon kita lebih aktif (gue lupa juga hormon apa) di pagi dan malam hari. penyebab alergi susah dicari (gue sebenarnya parno bumy bakal dites alergi berupa banyak suntikan), tapi kebanyakan disebabkan oleh makanan. jadi itulah guna list makanan, untuk diberlakukan diet sehingga bisa dicek bertahap bahan makanan apa yang jadi penyebab alergi. dokternya bilang, reaksi alergi yang dialami bumy (urtikaria atau biduran) seharusnya harus sudah ditangani sebelum satu bulan... alhamdulillah kita nggak telat bawa bumy kontrol. dr. w juga ngejelasin perilaku anak alergi akibat reaksi alergi yang dideritanya, biasanya sulit tidur (checked), sangat aktif (checked), suka gemas atau menggigit (checked), tapi juga cerdas (amin) walaupun gampang bosan.
bumy dikasih dua jenis obat plus bedak tabur. kedua obatnya puyer, yang satu vitamin (isinya becombion, enziplex), satu lagi untuk kalo reaksi alerginya kambuh lagi (antihistamin plus obat sakit perut), dan semuanya generik :D alhamdulillah sejak dari dokter, bidurannya nggak muncul lagi, tidur malamnya juga lanciiir (mama jingkrak-jingkrak "so long panda eyes!"). setelah itu, kita disuruh kontrol 3 minggu lagi. hasil akhir yang gue harapkan adalah semoga bumy jadi bisa minum susu sapi.. huhuy. setelah dari RS Bunda, kita capcus ke tigaraksa untuk ngambil sim adit di kejaksaan. perjalanannya lumayan jauh (padahal kita tinggal di karawaci, yang mana sama-sama kabupaten tangerang) dan bumy sepanjang jalan gak mau tidur. begitu sampai di rumah, saking capeknya langsung deh doi tidur manis.
- sabtu, adit masuk kerja. padahal lagi compliance leave loh, gue heran di kantor yang ini kok masih bisa disuruh masuk. pemberitahuan untuk masuknya pun mendadak, baru dikasih tau jumat sore. sementara itu gue udah ada janji ke smile center karena gigi yang sedang dirawat cenut-cenut. jadilah jam setengah 4 sore gue dan bumy diantar debby ke terminal bus lipo, untuk naik yang ke FX. ternyata bisnya telat, kita nunggu 45 menit. alhamdulillah bumy gak rewel, dia malah seneng jalan ke sana ke mari (guenya yang tepar ngejar), gue agak khawatir bumy kelaparan dan masuk angin karena terminalnya open space, meskipun beratap tapi nggak berdinding. hampir aja gue memutuskan batal ke jakarta ketika akhirnya bis yang ditunggu dateng. sebenarnya rencana awal adalah bumy dititipin ke nyokap gue. tapi he seemed so clingy ketika dibawa ke rumah nyokap, gue jadi nggak tega. lagipula gue pengen ngajak supaya bumy ada pengalaman baru naik bis, hehe. sepanjang perjalanan, bumy tidur. too bad gue lupa kalo ac di bis lipo sedingin kulkas, jadi gue gak bawain bumy jaket :( akhirnya alas popok renata disulap jadi selimut untuk badan dan kepala bumy.
begitu sampai di FX, kita harus masuk ke dalam karena janjian sama adit di pintu yang ada di sudirman, which was on the different side from the bus stop... di sinilah gue hampir encok karena bawa tas yang 'lumayan' berat, dan karena bumy kalo disuruh jalan sendiri malah menclak menclok di mana dia suka, jadi terpaksa gue gendong. fiuh... kalo nanti jadi jalan-jalan di singapur, gue harus bawa stroller nih *meracau*
anyways, sore hari setelah akhirnya kado farewell untuk bipus berhasil didapatkan, ketika kita udah mau sampe di rumahnya, ternyata dia malah lagi pergi (ke lipo... dang! and we just left that place). akhirnya kita berhenti makan bakwan malang di warung pinggir jalan gitu, ternyata cukup rame tempatnya, dan sepertinya adit doyan karena sampe nambah satu porsi. malam jam 7, kita udah menyiapkan makan malam bersama di rumah for bipus was coming. jadilah kita makan sederhana pake capcay dan fuyunghai, trus kita kasih liat kadonya (flats bernuansa union jack! how awesome is that?! hahaha) dan si bipus teriak-teriak kesenangan, abis itu kita nonton dvd "you will meet a tall dark stranger" yang settingnya di inggris (all through the movie she was giggling, "i'm gonna be there, ome!").
and so it had been a grrreat weekend, even though i don't seem to have ENOUGH time sleeping, heheh... gue pengen banget mereview beberapa film hasil marathon dvd, but i think i'll just get back to work for now :P
and so it had been a grrreat weekend, even though i don't seem to have ENOUGH time sleeping, heheh... gue pengen banget mereview beberapa film hasil marathon dvd, but i think i'll just get back to work for now :P
21/12/2010
bills bills bills
Financial Goals 2011:
1. Memulai setoran untuk dana pendidikan Bumy
2. Nonton konseeeer! tepat abis memutuskan punya goal ini, eh dapet info di JJF2011 akan ada sondre lerche dan corrine bailey rae. ha!
3. Beli furniture buat ngisi rumah.. pengen ganti sofa jadi kursi kayu, beli tempat tidur bumy, ambalan untuk tv, lemari-lemari, nakas (how do grown-ups call it?) buat naro 'pajangan' (as if we had ones) dan semacamnya itu. Keep your hopes up, kid, but the numbers surely got me shivering :S
4. Build a kitchen set. hmm kalo udah pasang kitchen set nan rapi jali tentunya rumahnya juga harus layak dong yah. jika menimbang pasal tersebut, berarti keseluruhan bagian belakang rumah gue juga harus 'dirombak' mulai dari bawah (ubin) sampai atas (atap). perkiraan budgetnya juga jadi bengkak dongggg... akhirnya kami (well, gue) berujung pada kesimpulan goal berikut
5. Ngumpulin DP untuk rumah baru. hahahah.. somebody puts her hopes waaaaaay too up above and beyond x) habisnya kalau rumah gue yang sekarang harus direnovasi, biayanya hampir sepertiga rumah baru di BSD, kali. mendingan rumah ini dikontrakin, jadi investasi jangka panjang. yeah that's an optimistic thought.
6. Punya dana darurat. glek. kondisi kami sebagai keluarga dengan satu anak perlu dana darurat sebesar 9 kali pengeluaran bulanan. SEMBILAN.
7. Memulai setoran dana pensiun. who's up for that villa in ubud?? *gue dan bubi lari-lari*
8. Bela-beli asuransi.. term life, critical illness, disability, health, car. untuk asuransi kesehatan, agak pikir-pikir untuk beli lagi. soalnya plan dari kantor bubi sekarang udah lumayan, benefit rawat jalannya udah lebih besar. beberapa waktu lalu, gue sempat dengar talkshow dari QM financial tentang asuransi kesehatan. jadi untuk yang udah dapat proteksi dari kantor tapi mau naik 'kelas' atau mau naikkin benefit rawat jalannya, lebih baik cari asuransi yang sistemnya reimburse. karena kalau yang cashless biasanya gak terima salinan kwitansi (ujung-ujungnya gak bisa double coverage). sementara kalau kita beli asuransi khusus untuk rawat jalan, jatuhnya jadi leubihhh mahal. jadi, caranya pilih asuransi yang terima reimburse atau menyisihkan dana setiap bulan untuk health care.
9. Oya kalo mau berlibur gimana?? sementara dana darurat belum terkumpul... sementara dana pendidikan anak baru dimulai... is that even POSSIBLE?! *menggebrak meja kantor*
9. Hmm pengen ganti mobil juga... *ngelunjak sangat*
10. Hmm biaya untuk haji gimana?
sejauh ini cukup dulu menuliskan angan-angan... gue lanjut ke dilema tahap 2: yang mana yang duluan nih bo?? semuanya seolah penting, seolah perlu, seolah ingiiiin. hehehe, gue pernah baca seorang financial planner membuat 3 kategori untuk financial goals, yaitu wajib, butuh, dan ingin. okay, i did that categorising, tapi masih tetap blur! gue butuh URUTAN. which comes first, which can be dealt with later. akhirnya somehow gue menemukan materi financial lesson money101 di cnn.com. first lesson was setting up priorities, dan yang buat gue tercengang adalah they had a quiz to list down your goals, and then rank them down priority-wise! i recommend this for those of you who's as clueless yet banyak-maunya as i am, hehe. here's my result:
come aboard on frugal living ship, fellas!
UPDATE: link untuk fitur The Prioritizer di sini.
1. Memulai setoran untuk dana pendidikan Bumy
2. Nonton konseeeer! tepat abis memutuskan punya goal ini, eh dapet info di JJF2011 akan ada sondre lerche dan corrine bailey rae. ha!
3. Beli furniture buat ngisi rumah.. pengen ganti sofa jadi kursi kayu, beli tempat tidur bumy, ambalan untuk tv, lemari-lemari, nakas (how do grown-ups call it?) buat naro 'pajangan' (as if we had ones) dan semacamnya itu. Keep your hopes up, kid, but the numbers surely got me shivering :S
4. Build a kitchen set. hmm kalo udah pasang kitchen set nan rapi jali tentunya rumahnya juga harus layak dong yah. jika menimbang pasal tersebut, berarti keseluruhan bagian belakang rumah gue juga harus 'dirombak' mulai dari bawah (ubin) sampai atas (atap). perkiraan budgetnya juga jadi bengkak dongggg... akhirnya kami (well, gue) berujung pada kesimpulan goal berikut
5. Ngumpulin DP untuk rumah baru. hahahah.. somebody puts her hopes waaaaaay too up above and beyond x) habisnya kalau rumah gue yang sekarang harus direnovasi, biayanya hampir sepertiga rumah baru di BSD, kali. mendingan rumah ini dikontrakin, jadi investasi jangka panjang. yeah that's an optimistic thought.
6. Punya dana darurat. glek. kondisi kami sebagai keluarga dengan satu anak perlu dana darurat sebesar 9 kali pengeluaran bulanan. SEMBILAN.
7. Memulai setoran dana pensiun. who's up for that villa in ubud?? *gue dan bubi lari-lari*
8. Bela-beli asuransi.. term life, critical illness, disability, health, car. untuk asuransi kesehatan, agak pikir-pikir untuk beli lagi. soalnya plan dari kantor bubi sekarang udah lumayan, benefit rawat jalannya udah lebih besar. beberapa waktu lalu, gue sempat dengar talkshow dari QM financial tentang asuransi kesehatan. jadi untuk yang udah dapat proteksi dari kantor tapi mau naik 'kelas' atau mau naikkin benefit rawat jalannya, lebih baik cari asuransi yang sistemnya reimburse. karena kalau yang cashless biasanya gak terima salinan kwitansi (ujung-ujungnya gak bisa double coverage). sementara kalau kita beli asuransi khusus untuk rawat jalan, jatuhnya jadi leubihhh mahal. jadi, caranya pilih asuransi yang terima reimburse atau menyisihkan dana setiap bulan untuk health care.
9. Oya kalo mau berlibur gimana?? sementara dana darurat belum terkumpul... sementara dana pendidikan anak baru dimulai... is that even POSSIBLE?! *menggebrak meja kantor*
9. Hmm pengen ganti mobil juga... *ngelunjak sangat*
10. Hmm biaya untuk haji gimana?
sejauh ini cukup dulu menuliskan angan-angan... gue lanjut ke dilema tahap 2: yang mana yang duluan nih bo?? semuanya seolah penting, seolah perlu, seolah ingiiiin. hehehe, gue pernah baca seorang financial planner membuat 3 kategori untuk financial goals, yaitu wajib, butuh, dan ingin. okay, i did that categorising, tapi masih tetap blur! gue butuh URUTAN. which comes first, which can be dealt with later. akhirnya somehow gue menemukan materi financial lesson money101 di cnn.com. first lesson was setting up priorities, dan yang buat gue tercengang adalah they had a quiz to list down your goals, and then rank them down priority-wise! i recommend this for those of you who's as clueless yet banyak-maunya as i am, hehe. here's my result:
UPDATE: link untuk fitur The Prioritizer di sini.
13/12/2010
friendly fires
i was minimally prepared, i found the 'perfect' venue just a week before the occassion. luckily i remembered to have husband check the availability, book the place and date, and settle seat arrangements (to get a nice corner in the cafe). i tried making an invitation, a personalized cute-yet-artistic (okay at least decent laa) one.. by using purpletrail.com hahaha. i worked on it for a week long, and then i ended up forgetting to send them by email on friday -__- so i just texted my buddies (buddies so close that they wouldn't care if they're not being 'formally' invited), and spoiled my wish list hehe.
not long after, friends started to roam in, laughters shared, babies passed from one arm to another, meals catered, and then the candle was blown. i had a really good time, and i think so did most of my friends. we had not gathered for quite some time, it became a nice chance to meet up and catch up. and thank God nuri was kind enough to bring her own made cupcakes, yaay, so i was kinda giving them to some of my friends as souvenirs :D
and so we called it day, mission accomplished. thanks bumy, husband, and dear friends for making it happen to me. and of course, happy birthday, son! hahaha....
Subscribe to:
Posts (Atom)

